KAMIS 24 MEI
29
TAHUN 2012
Laporan Perjalanan Direktur Radar Banyuwangi Choliq Baya ke Eropa (14-Habis)
Merasakan Perbedaan Pizza dari Negeri Asalnya Di Roma, ibu kota Italia, perjalanan kami keliling enam negara di Eropa barat berakhir. Sebelum meninggalkan Roma menuju tanah air, kami sempat makan siang dengan menu pizza, makanan khas Italia. Ada sedikit perbedaan pizza asli Italia dan yang biasa dijual di Indonesia.
VATIKAN: Di Basilica dengan latar belakang altar tempat pemimpin umat Katolik dunia menggelar misa.
SEHARI sebelum meninggalkan Roma menuju tanah air, rombongan kami mengunjungi beberapa tempat wisata bersejarah peninggalan Kerajaan Romawi yang cukup tersohor. Setelah makan pagi, kami berangkat menggunakan bus dari Hotel Duomo, Kota Pisa, menuju Kota Roma. Perjalanan yang kami tempuh cukup panjang, dan menuju St Peter Cathedral dan Basilica di Vatikan memakan waktu sekitar lima jam. Setelah melihat dan mengelilingi pusat
gereja umat Katolik dipandu guide setempat, rombongan kami mampir sebentar di beberapa outlet tempat berjualan souvenir yang tidak jauh dari gereja Cathedral. Baru setelah itu kami menikmati makan siang dengan menu pizza di restoran Papa Re, sekitar 15 menit perjalanan dari Basilica dengan bus. Pizza yang disuguhkan kepada kami penampilannya agak sedikit berbeda dengan yang biasa kami makan di Indonesia n Baca Merasakan...Hal 39
DOK. CHOLIQ BAYA
Ibu-Anak Digantung Usir Calon Menantu Pekan Lalu GENTENG - Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan Sherly Kurniawati, 18, warga Dusun Pandan, RT 01, RW 04, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, ditemukan tidak bernyawa di gudang rumahnya kemarin. Saat ditemukan, ibu dan anak tersebut tewas dengan kondisi tergantung dan leher terjerat tali-tampar warna biru. Selain itu, Sherly ditemukan dengan kondisi kedua kaki dan tangan terikat tali rafia. Bahkan, mulut korban juga dijerat tali serupa. Si ibu hanya lehernya yang dijerat tali-tampar. Selain itu, anus janda Endro Sasmito tersebut mengeluarkan darah. Diketahui, Yeni mengidap penyakit ambeien. Informasi yang dikumpulkan wartawan koran ini di lokasi kejadian menyebutkan, distributor kerupuk tersebut beberapa hari terakhir tidak ada aktivitas. Sejak sekitar pukul 18.00 Senin lalu (21/5), gudang dan pintu gerbang rumah tersebut tertutup. Padahal, ada mobil boks yang mendatangi rumah tersebut. Tujuannya, seperti biasa, sopir boks tersebut minta nota penjualan barang yang akan disetorkan ke Bali. Namun, meski sang sopir mengetuk gerbang pintu berulang kali, pemilik rumah tetap tidak keluar. Sang sopir menduga kedua korban tidur atau sedang keluar rumah. Esok harinya, lagi-lagi sang sopir mendatangi rumah korban. Tetapi, rumah tersebut masih belum buka, dan panggilan sang sopir kembali tidak ada yang menggubris n Baca Ibu-Anak...Hal 39
ALI NURFATONI/RaBa
STERIL: Garis polisi dipasang polisi di rumah Jane Ariswati alias Yeni di Dusun Pandan, RT 01, RW 04, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kemarin.
Jeratan Penyebab Utama Kematian REPRO GALIH COKRO/RaBa
KORBAN: Sherly Kurniwati semasa hidup. Jenazah Sherly dan ibunya ditemukan menggantung di gudang kemarin.
Lokalisasi Ditinggal Penghuni Banyuwangi sudah punya payung hukum untuk melakukan pengendalian pekerja seks komersial (PSK). Dampaknya, lokalisasi ditinggal penghuninya. Dari 600 PSK yang beroperasi, kini hanya tersisa 241 orang. DUA payung hukum tentang PSK itu adalah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 88/2011, dan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188/348/KEP/429.011/2012. Perbup 88 /2011 mengatur pencega-
SEMENTARA itu, jenazah kedua korban pembunuhan di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, yakni Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan Sherly Kurniawati, 18, langsung diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. Berdasar pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa tewasnya ibu dan anak itu akibat otak kekurangan oksigen. Penyebabnya adalah jeratan di leher n Baca Jeratan...Hal 39
GENJOT: Willy (paling kanan) berlatih bersama tim Cycling Honda Banyuwangi Motor kemarin.
GALIH COKRO/RaBa
Banyuwangi Motor dan BRI Daftar Kolektif ABDUL AZIZ/RaBa
PEMBINAAN: Kapolsek AKP Thoha Choiri memberi pengarahan penghuni lokalisasi Klopoan.
Makin Sepi karena CCTV
han dan penanggulangan penyebarluasan PSK di Banyuwangi. SK Nomor 188/2012 mengatur pembentukan tim pengawas penyebarluasan PSK n
Baca Halaman 30
Baca Lokalisasi...Hal 39
BANYUWANGI - Pelaksanaan Gowes Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul tinggal tiga hari lagi. Beberapa komunitas penggemar olahraga bersepeda mendaftarkan diri secara kolektif untuk memeriahkan acara di lapangan Taman Blambangan Minggu pagi mendatang (27/5) itu. Tidak hanya kalangan swasta, klub sepeda bank pelat merah juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Klub sepeda bank BRI Banyuwangi
sudah mendaftarkan 15 anggota kemarin. BRI Cycle Community (BCC) menyatakan siap menyusuri rute yang ditetapkan panitia dalam agenda olahraga wisata ini. Tidak ketinggalan, tim Cycling Honda Banyuwangi Motor juga turut berpartisipasi. Klub sepeda yang dikomandani Willy itu siap memotivasi peserta lain gowes bersama n Baca Banyuwangi...Hal 39
Melihat Militansi Suporter Persewangi Laros Jenggirat
Demi Transparansi, Uang Receh Dibiarkan Utuh PERTANIAN
Dana Rp 1,2 Miliar untuk Seribu Buruh BANYUWANGI - Ribuan buruh tani kembali mendapat kucuran dana segar dari pemerintah. Kali ini nilainya mencapai Rp 1,2 miliar. Bantuan dana itu dikucurkan melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Saat ini dana tersebut telah dimanfaatkan sekitar seribu buruh tani di seluruh Banyuwangi. Selama ini, buruh tani tidak pernah tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah. Bantuan APBD maupun APBN sering mengucur kepada kelompok tani, dan buruh tani tidak mendapat kucuran bantuan apa pun n
http://www.radarbanyuwangi.co.id
Barisan suporter Laros Jenggirat tidak bisa dilepaskan dari Persewangi. Ketika pemain empat bulan tidak digaji, mereka mengumpulkan sumbangan untuk membantu membayar gaji mereka. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi KAWASAN Simpang Lima menjadi salah satu urat nadi lalu-lintas di Banyuwangi. Hampir setiap hari, ribuan kendaraan lalu-lalang di lokasi yang menghubungkan lima poros jalan utama di Kota Gandrung ini. Tidak heran, lokasi itu menjadi primadona masyarakat dalam menunjukkan eksistensi.
NUR HARIRI/RaBa
NGAMEN: Suporter Persewangi menggali dana di Simpang Lima.
Aksi demo, penggalangan dana, hingga promosi produk, sering dilakukan di kawasan Simpang
Lima. Hal yang sama juga dilakukan barisan suporter pendukung Persewangi yang tergabung dalam
Laros Jenggirat. Beberapa waktu lalu, Simpang Lima menjadi lahan dalam mengumpulkan dana bagi tim kesayangan mereka, Persewangi. Spanduk putih bertuliskan sumbangan untuk gaji pemain sempat terpasang di salah satu sudut jalan di Simpang Lima. Bahkan, untuk memeriahkan suasana penggalangan dana itu, satu set drum band dipasang berjejer di pinggir jalan dan ditabuh tidak henti-henti. Tak pelak, kawasan yang ramai klakson dan deru mesin itu bertambah ramai dengan dentuman alat musik tersebut. Penggalangan dana itu dilakukan selama 10 hari penuh; selama empat jam dalam sehari. Kegiatan itu berlangsung mulai 4 Mei 2012 lalu, dimulai pukul 16.00 dan tuntas pukul 20.00. Kegiatan ini juga sudah mengantongi izin polisi n
Hubungan Polres Situbondo dan wartawan kembali cair Semua memang suka yang cair-cair
Dana Rp 1,2 miliar untuk seribu buruh tani Buruh tani juga suka, karena bantuan sudah cair
Baca Demi...Hal 39
email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com