Radar Banyuwangi | 29 Mei 2012

Page 1

SELASA 29 MEI

29

TAHUN 2012

Bawa SS 1,8 Gram Divonis 6 Tahun

Mengarah Motif Dendam Jenazah Yeni dan Sherly Dimakamkan GENTENG - Setelah menempuh perjalanan panjang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), dua tersangka kasus pembunuhan Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan putrinya, Sherly Kurniawati, akhirnya tiba di Mapolsek Genteng Minggu malam kemarin (27/5). Kedua tersangka, yaitu Dimas Yudo Pranoto, 25, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, dan Bayu Trilaksana Putra, 21, warga Dusun Cangaan (bukan Sawahan seperti berita sebelumnya), Desa Genteng Wetan, itu langsung dijebloskan ke ruang tahanan. Pagi kemarin (28/5), kedua tersangka yang sama-sama pernah bekerja di rumah Yeni di Du-

sun Pandan, Desa Kembiritan, itu langsung menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polsek Genteng. Sayang, dari pemeriksaan sementara tersebut, polisi belum bisa mengungkap motif mereka menggantung ibu-anak juragan kerupuk itu. Keduanya masih dimintai keterangan seputar kronologi pembunuhan sadis di Dusun Pandan tersebut. Saat ditanya motif di balik aksi pembunuhan tersebut, polisi masih belum berani menjawab. “Sabar dulu, masih dalam penyidikan,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Heru Kuswoto, kemarin. Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, para tersangka nekat membunuh karena dendam pribadi. Selama bekerja menjadi sopir dan kernet di rumah juragan kerupuk tersebut, keduanya kerap menerima perkataan yang tidak enak ■ Baca Mengarah...Hal 39

Wajib Membayar Denda Rp 800 Juta BANYUWANGI - Sidang kasus narkoba dengan terdakwa Ari Bahtiar, 21, asal Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (28/5). Terdakwa pengedar sabu-sabu (SS) seberat 1,82 gram itu divonis enam tahun penjara plus denda Rp 800 juta. Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Elly Istianawati SH serta dua hakim anggota, I Wayan Gede Romega SH dan Tenny Wicaksono SH, itu menyatakan terdakwa bersalah secara sah dan meyakinkan. “Bila tidak mampu membayar denda Rp 800 juta, bisa diganti kurungan delapan bulan penjara,” ujar hakim Elly Istianawati sambil mengetukkan palu. Putusan enam tahun penjara itu sebenarnya lebih ringan dua tahun daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Heru Sandika. Dalam tuntutannya, Heru meminta terdakwa dihukum delapan tahun penjara ■

FOTO-FOTO: ABDUL AZIZ/RaBa

PEMAKAMAN: Para pelayat menaburkan bunga di atas makam Jane Ariswati alias Yeni dan putrinya, Sherly Kurniawati, di pemakaman Desa Genteng Wetan siang kemarin (atas). Tersangka Dimas dan Bayu digiring ke ruang penyidik reskrim Polsek Genteng kemarin (kiri atas).

AGUS BAIHAQI/RaBa

Vonis Berat Pengedar SS Terdakwa : ARI BAHTIAR Umur : 21 th Alamat : Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Bukti : SS 1,82 gram, ponsel, bungkus permen Tuntutan Jaksa: 8 tahun penjara, denda Rp 800 juta Vonis : 6 tahun penjara, denda Rp 800 juta

Baca Bawa...Hal 39

SEMINAR

Tiket Sudah Tersedia GAMBIRAN - Calon peserta seminar bisnis “Memacu Pembangunan Daerah dengan Mencetak Generasi Entrepreneur” sudah tersedia di gedung baru RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, mulai pagi ini. Dalam seminar di aula RS Al-Huda pukul 13.00 Rabu besok (30/5) tersebut, peserta bisa menyimak kiat sukses Misbahul Huda, ketua umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). ISTIMEWA Dalam acara terseMisbahul Huda but, Misbahul Huda juga akan me-launching sekaligus membedah buku terbarunya yang berjudul Dari Langit Turun ke Bumi; best practices for spiritual leadership. Mantan rektor Universitas Al-Falah, Surabaya, selama dua periode tersebut dikenal multitalenta. Kemampuan komunikasi lewat tulisan dan ceramahnya diminati banyak orang. Sebab, perspektif ulasannya sangat unik ■ Baca Tiket...Hal 39

PENDIDIKAN

Saling Klaim Peraih NUN Tertinggi BANYUWANGI - Beberapa sekolah masih saling klaim peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi tingkat SMA/SMK hingga kemarin (28/5). Saling klaim itu muncul lantaran pengumuman hasil ujian nasional (unas) berlangsung Sabtu lalu (26/5), dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi tidak langsung mengumumkan peraih NUN tertinggi hari itu juga ■ Baca Saling...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Nelayan Diimbau tak Melaut BANYUWANGI - Cuaca ekstrem yang melanda Bumi Blambangan tampaknya akan terus berlanjut. Angin kencang dan hujan pada malam hari dan gelombang tinggi yang terjadi enam hari terakhir diprediksi baru akan membaik awal Juni mendatang. Prakirawan di stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro mengata-

kan, cuaca ekstrem tersebut disebabkan pengaruh “angin timuran” yang bertiup dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia. Menurutnya, kecepatan angin yang mencapai 15 knot sampai 20 knot tersebut dapat memicu gelombang tinggi di Laut Selatan Jawa dan Selat Bali. Menurut Gigik, tinggi gelombang di Laut Selatan Jawa bisa mencapai 3,5 meter. Ombak setinggi itu berpotensi membahayakan keselamatan para nelayan. “Karena itu, kami mengimbau para nelayan waspada ■ Baca Nelayan...Hal 39

PANTAI BOOM: Beberapa perahu nelayan sandar di Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, siang kemarin.

GALIH COKRO /RaBa

EVAKUASI: Warga membopong jenazah Bahari di pantai Tanjung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

Dihantam Ombak, Siswa SD Tenggelam SEMENTARA itu, nasib tragis menimpa Ahmad Al-Bahari, 12. Setelah semalaman dinyatakan hilang saat mandi di Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Keca-

matan Kalipuro, siswa kelas VI SDN itu ditemukan warga sudah tak bernyawa di sekitar pantai Tanjung, Kelurahan Klatak ■ Baca Dihantam...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

Ledy Matmirah, Juara Lomba Cipta Cerpen Jawa Timur

Menang Gara-gara Pemuda Kebo-keboan Ledy Matmirah, 12, tampil mengesankan dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) di Surabaya pada 8-12 Mei 2012 lalu. Dia meraih juara pertama lomba cipta cerita pendek (cerpen) tingkat Jawa Timur. Gelar itu dia sabet berkat judul unik “Pemuda Kebo-keboan”. NIKLAAS ANDRIES, Srono

AROMA kemenyan menyeruak lepas sesaat setelah muncul beberapa pemuda dengan tubuh ber-

baur arang hitam pekat dengan tanduk, juga rambut palsu mereka. Mereka berkubang dan menari layaknya seekor kerbau. Tak merasa malu walaupun banyak orang yang menyaksikan tingkah laku mereka. Akan tetapi, di antara “kerbau-kerbau” tersebut terdapat seseorang yang entah mengapa, ia mau melakukan hal yang belum ia lihat dan lakukan sebelumnya. Itulah cuplikan cerpen yang ditulis Ledy. Sebuah perpaduan imajinasi dan kekayaan budaya masyarakat Banyuwangi. Bukan kebetulan siswi kelas VIII SMPN 2 Srono itu menuangkan tradisi kebo-keboan dalam karya cerpennya yang dilombakan dalam FLSSN di Surabaya 8-12 Mei lalu. Tradisi yang dimiliki Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, dan Desa

Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, diceritakan Ledy dalam bentuk karya sastra yang menarik. Bukan kebetulan pula putri pasangan Sukamat dan Muryani itu menceritakan kebo-keboan dalam cerpen yang dilombakan. Sebab, sejak dulu Ledy sangat tertarik dengan tradisi yang menurutnya masih mempertahankan unsur tradisional itu. Beberapa bagian adat dan budaya tersebut masih tersimpan keasliannya. Kini, setidaknya ada dua desa di Rogojampi dan Singojuruh yang masih mempertahankan budaya kebo-keboan. Awalnya, Ledy ingin menceritakan ikhwal gandrung dalam cerpennya. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, dia mengurungkan niatnya ■ Baca Menang...Hal 39

Bawa SS 1,8 gram divonis 6 tahun dan denda Rp 800 juta

Bisa tenggelam kalau Rp 800 juta untuk beli iwak peyek

Sekolah saling klaim NUN tertinggi

Unas paling jujur, ada yang berani klaim?

GERDA SUKARNO/RaBa

PRESTASI: Ledy Matmirah memegang piala Cipta Cerpen Jatim.

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.