Rujukan Informasi Terkini
SENIN 2 NOVEMBER TAHUN 2015
Eceran Rp 5.750 HALAMAN 29
Identitas Kuat, Kuatkan Kesan Wisatawan DUA pekan lalu, saya ke Bromo, Probolinggo. Menginap di kaki Gunung Bromo. Di hotel Yoschi. Sekitar 19 Km dari puncak Bromo. Agenda utamanya rapat evaluasi triwulan 3 PT. Jawa Pos Radar. Agenda tambahannya naik ke puncak Gunung Bromo. Saya dan peserta rapat dari seluruh perusahaan Jawa Pos Radar se-DIJ, Jateng, Jatim, dan Bali
MAN
tidak tahu persis alasan panitia (Jawa Pos Radar Bromo) memilih hotel Yoschi untuk venue rapat. Pastinya panitia tidak asal pilih. Pastinya sudah melalui survei mendetail. Bukan survei asal-asalan. Yang bisa kami lakukan hanya mengira-ira. Untungnya kami sudah terbiasa melakukan hal seperti itu. Tidak hanya diajari membaca
NAHNU
Oleh SAMSUDIN ADLAWI 37
peluang yang ada di depan. Tapi sekaligus menganalisa seberapa besar potensi peluang tersebut. Hasil analisa itu dituangkan dalam proyeksi. Kebiasaan seperti itu membuat kami sangat peka. Termasuk membaca pertimbangan panitia rapat memilih Yoschi. Alasan pertama, hotel tersebut punya kamar
yang cukup. Setidaknya bisa menampung sekitar 100 tamu. Itu penting. Sebab, setiap rapat evaluasi triwulan, tuan rumah kedatangan sekitar 100 orang dari 17 grup Jawa Pos Radar. Masing-masing Radar membawa serta minimal lima personel: direktur, tiga manajer, satu pemred ■ Baca Identitas...Hal 39
Kemah Berbuah Musibah ■ 96 Siswa MTs Maulana Ishaq Keracunan Nasi Bungkus SONGGON – Perkemahan Sabtu malam Minggu (Persami) pelajar MTs Maulana Ishaq, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat berubah menjadi musibah, Sabtu malam kemarin (31/10). Sedikitnya 96 siswa peserta Persami itu menderita keracunan makanan. Diduga ratusan siswa itu keracunan usai menyantap nasi bungkus yang disediakan sekolah. “Rasanya sakit, perut mual mau muntah, kepala pusing badan saya lemas,” keluh Kartika,14, salah seorang siswi peserta Persami. Kartika menjelaskan, perkemahan Pramuka itu berangkat dari sekolah pukul 14.00 Jumat siang (30/10). Lokasi perkemahan sudah ditentukan oleh sekolah, yakni di sekitar lokasi Bumi Perkemahan Karo Adventure, Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Mereka didampingi 15 pembina Pramuka. Hari pertama usai mendirikan tenda dan hingga Sabtu pagi (31/10) berjalan normal. Petaka keracunan baru terjadi, sekitar pukul 13.00 Sabtu siang (31/10) setelah ratusan siswa peserta Persami makan siang, menyantap nasi bungkus yang dikirim oleh pihak sekolah ke lokasi bumi perkemahan. “Nasinya masih baik, cuman ikannya memang agak bau. Karena lapar tetap saya makan,” cetus Kartika ■
DEDY JUMHARDIYANTO/RABA
Baca Kemah...Hal 39
DARURAT: Petugas dan warga membantu membopong korban keracunan. Petugas merujuk korban keracunan dari Puskesmas Songgon ke RSNU Mangir menggunakan truk, Sabtu malam kemarin (foto kanan).
Keracunan Masal di Bumi Perkemahan
2
4
Rombongan terdiri 185 siswa yang didampingi 15 pembina Pramuka. Mereka berangkat diangkut kendaraan roda empat.
6
Sekitar satu jam (pukul 14.00), salah seorang siswa mendadak mengeluhkan sakit perut, mual dan kepalanya pusing. Keluhan ini diikuti 96 peserta lain.
1 Jumat (30/8) pukul 14.00 rombongan peserta kemah dari MTs Maulana Ishaq Benelan Lor meluncur ke Bumi Perkemahan Karo Adventure, Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Songgon.
Minggu (01/11), sebagian siswa yang dirawat sudah boleh pulang. Hingga tadi malam tinggal 50 siswa yang masih opname.
3 5
Sabtu pagi (31/10), peserta kemah ramai-ramai mendirikan tenda. Hari pertama berjalan lancar. Siangnya pukul 13.00 peserta istirahat makan siang.
Semakin sore, siswa yang keracunan semakin parah. Untuk memberikan pertolongan, siswa yang keracunan dialrikan ke Puskesmas Songgon, Puskesmas Gitik, PKU Muhammadiyah, dan RSNU Mangir. GRAFIS: REZA FAIRUZ/RABA
RENOVASI VA ASI KLE KLENTENG KLEN NTT
Hasil Tes Urine Negatif Heboh Polisi Nyabu yang Diunggah Istrinya di FB BANYUWANGI - Heboh anggota polisi yang diduga nyabu lalu diunggah di jejaring facebook (FB)benarbenar menampar korps berbaju cokelat. Dua anggota berinisial R dan H langsung dipanggil ke Polres Banyuwangi. Keduanya langsung menjalani tes urine. Hasil tes urine ternyata negatif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Kendati hasilnya negatif, keduanya
sudah ditarik ke Mapolres Banyuwangi. Brigadir R yang semula bertugas bagian Reskrim Polsek Bangorejo dijatuhi mutasi demosi. Kini R ditempatkan di bagian Sium Polres Banyuwangi supaya lebih mudah pengawasannya. Sanksi serupa juga berlaku bagi Brigadir H yang semula bertugas di Mapolsek Tegalsari kini ditarik ke Mapolres Banyuwangi. Selama di Mapolres, keduanya juga diperiksa Propam ■ Baca Hasil...Hal 39
Polisi Periksa Pemilik Katering APARAT Polsek Songgon bergerak cepat menyelidiki musibah keracunan masal yang dialami peserta Persami MTs Maulana Ishak. Malam itu juga, polisi langsung memintai keterangan Holifah, 45, pengusaha katering. Di hadapan petugas, wanita asal Dusun Krajan, Desa Benelan Lor ini mengaku sudah sepuluh tahun menjalani bisnis katering. Dia juga mengaku kerap mendapat order dari pihak MTs Maulana Ishak tiap kali ada kegiatan. “Jadi kalau ada kegiatan seperti gerak jalan, dan perkemahan di MTs selalu pesan ke Holifah,” ungkap Kapolsek Songgon, AKP Abdul Jabar. Pemeriksaan yang dilakukan polisi mulai pukul 22.30 itu baru berakhir sekitar pukul 00.30 Minggu dini hari (1/11). Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui jika Holifah mendapat pesanan dari MTs Maulana Ishaq sejumlah 155 bungkus nasi. Nasi sejumlah itu diantar pada siang dan malam hari ■ Baca Polisi...Hal 39
YOUTUBE.COM
SABU APA SISHA?: Brigadir R (kanan) memegang botol yang disebut-sebut sebagai sabu-sabu. Gambar ini sudah beredar luas di jejaring sosial.
Trio Lare Oseng Sukses Dirikan Internett Marketing
FREDY RIZKI/RABA
BELUM KELAR: Renovasi Klenteng Hoo Tong Bio terus dikebut. Menara klenteng juga dipoles sedemikian menarik.
Interior Patung Buatan Lokal BANYUWANGI – Salah satu elemen penting dalam renovasi Klenteng Hoo Tong Bio adalah patung-patung dewa. Jika sebelumnya ada beberapa patung yang harus dibeli di luar negeri, ternyata pengurus klenteng dapat menemukan patung dengan kebutuhan yang sama di dalam negeri. Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Banyuwangi Hoo Tong Bio, Susana Indriaty mengatakan, jika akibat musibah kebakaran pada tahun lalu itu banyak patung yang tidak terselamatkan. Sehingga untuk bangunan baru nantinya akan diisi dengan patung baru ■ Baca Interior...Hal 39 http://www.radarbanyuwangi.co.id
Enam Bulan Berdiri Jaring 40.000 Member Siapa sangka web www. myazaria.com yang saat ini sedang booming merupakan bentukan orang-orang yang pernah tinggal di Banyuwangi. Mereka adalah Adilla Afandi, Fata Kusuma, dan Rudi Kurniawan. Melalui situs tersebut mereka bertiga mengembangkan bisnis online yang dikombinasikan dengan networking. CHIN JULLIEN, Banyuwangi SAAT berkunjung ke salah satu sanak
saudara di Jalan MH. Thamrin, salah satu founder Adilla Afandi sekaligus vice president PT. Unionfam Berjaya yang memiliki situs Azaria tersebut membeberkan mekanisme perusahaannya sehingga bisa menghasilkan omzet hingga ratusan juta per bulan. Berkat ketepatan inovasi dan penyediaan solusi bagi konsumen mereka mampu mendulang keuntungan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Mereka memberdayakan ribuan orang untuk menjadi netpreneur yang sukses. Sekilas memang mirip bisnis Multi Level Marketing (MLM). PT. Unionfam Azaria Berjaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk-produk kesehatan dan kecantikan berkualitas tinggi. Salah satu yang diandalkan adalah
produkk kosmetik berbahan glutathione dan gingseng yang didatangkan langsung ung dari Korea. Perusahaan ini memiliki iliki pabrikan sendiri. Secara ara keseluruhan perusahaan ini tidak hanya menyediakan produk kelas premium, namun juga memberikan an kesempatan bagi yang bergabung ng untuk mendapatkan keuntungan n dari bonus yang telah disediakan n perusahaan. Berbeda beda dengan MLM, member yang akan bergabung ng tidak diberikan batasan nominal modal ■ Baca Enam... Hal 39
Jalan sehat pilbup tanpa cabup Dari awal persaingannya memang sudah nggak sehat!
Brigadir R mengaku yang disedot bukan sabu, tapi sisha Jadinya sisha rasa sabu!
Adilla Afandi
GERDA SUKARNO/RABA
email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com