Radar Banyuwangi | 5 Mei 2012

Page 1

SABTU 5 MEI

33

TAHUN 2012

DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.17 14.39 17.11 18.23 04.12

GOWES BARENG

Bisa Daftar di Genteng dan Biro Situbondo CALON peserta Gowes Bareng Pakde Karwo dan Gus Ipul tak perlu repot mendapatkan tiket pendaftaran. Di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya, tiket dapat diperoleh langsung di kantor Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi. Calon peserta dari daerah Banyuwangi Selatan tak perlu repot datang di kantor Radar Banyuwangi. Sebab, tiket gowes bareng dapat diperoleh di kantor Biro Genteng di Jalan Raya Jember 36, Kecamatan Genteng. Demikian pula calon peserta dari Kota Santri, bisa langsung mendatangi kantor Radar Banyuwangi Biro Situbondo di Jalan Wijaya Kusuma 60, Situbondo. Ketua panitia Gowes Bareng, Galih Cokro Buwono mengatakan, pendaftaran dibuka pada jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Calon peserta bisa mendaftar di beberapa tempat yang sudah ditunjuk, yakni kantor Dispora Banyuwangi, dan Toko Wim Cycle Berkat Abadi Banyuwangi ■ Baca Bisa...Hal 43

PERTANIAN

Sehektare Dapat 7,9 Ton KALIPURO - Sistem tanam pola baru ini layak ditiru para petani Banyuwangi. Teknologi pola tanam jajar legowo dengan jarak 20 cm 10 cm - 40 cm tersebut terbukti ampuh; tahan wereng dan menghasilkan padi lebih banyak. Seperti yang dilakukan petani padi nonhibrida di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kemarin (4/5). Produksi padi nonhibrida yang biasanya hanya 6,5 ton per hektare (ha), dengan pola jajar legowo, petani di Desa Ketapang mampu menghasilkan padi 7,9 ton per ha. Teknologi jajar legowo merupakan sistem tanam yang sedang dikembangkan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP) Banyuwangi. Teknologi pola tanam tersebut memiliki keunggulan tahan terhadap wereng batang cokelat. Kepala Dinas PKP Banyuwangi, Ikrori Hudanto menjelaskan, teknologi jajar legowo menggunakan pola tanam 20-10 dan 40 cm. Selama ini, petani menggunakan pola lama, yaitu 20 cm - 20 cm - 20 cm. “Sistem jajar legowo lebih tahan wereng karena jaraknya tidak terlalu mepet,” jelasnya ■ Baca Sehektare...Hal 43

BAGAIMANA INI...

Masuk Jawa KTP Diperiksa BANYUWANGI - Ini peringatan bagi semua warga yang akan masuk ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sejak awal bulan ini, semua warga yang akan masuk ke Bumi Blambangan melalui penyeberangan Pelabuhan Ketapang di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, harus menunjukkan identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP). Itu termasuk kebijakan baru yang diterapkan Pemkab Banyuwangi. Sebab, sebelumnya, pemeriksaan KTP di Pelabuhan Ketapang bukanlah suatu kewajiban. Biasanya yang diperiksa di Ketapang hanya calon penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Itu pun pemeriksaan KTP hanya berlangsung pada momen-momen tertentu. Sementara itu, di Bali, Pemkab Jembrana sudah lama memberlakukan pemeriksaan KTP untuk siapa saja yang masuk Bali. Kebijakan tersebut diterapkan sejak Bom Bali I meledak beberapa tahun lalu. Kali ini, Pemkab Banyuwangi akan melakukan pemeriksaan KTP di Pelabuhan Ketapang. Terkait pemeriksaan identitas diri tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi telah menyiapkan personel di pintu keluar Pelabuhan Ketapang selama 24 jam. “Ini demi penertiban warga yang akan masuk ke wilayah Banyuwangi,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Satpol PP Banyuwangi, Agus Wahyudi, kemarin (4/5). Menurut Wahyudi, dalam rangka pemeriksaan KTP tersebut, anggota Satpol PP disiagakan di dua lokasi. Petugas disiapkan di pintu keluar khusus pejalan kaki di sisi utara pelabuhan dan pintu keluar kendaraan di sisi selatan pelabuhan ■ Baca Masuk...Hal 43

Pelanggaran Identitas Penduduk Jumlah Pelanggaran : 127 kasus JENIS PELANGGARAN : ■ Tidak membawa KTP ■ KTP sudah kedaluwarsa ■ Punya dua KTP (KTP ganda) SEPUTAR KTP GANDA Modusnya punya satu KTP Jawa, satu KTP Bali Keduanya sama-sama masih berlaku Ditemukan hampir setiap hari selama 5 hari terakhir pemeriksaan di Ketapang Ketahuan dalam pemeriksaan saat warga membuka dompet

Banyak Pemilik Identitas Ganda SEMENTARA itu, banyak ditemukan pelanggaran terkait identitas kependudukan dalam pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) di Pelabuhan Ketapang. Salah satunya, petugas Satpol PP menemukan ada beberapa warga yang memiliki kartu identitas ganda. Dalam pemeriksaan identitas warga yang akan masuk ke wilayah Banyuwangi hingga siang kemarin (4/5) ditemukan 127 pelanggaran. “Sampai hari ini (kemarin) sudah ditemukan 127 pelanggaran,” terang Kabag TU Satpol PP Banyuwangi, Agus Wahyudi. Dari pelanggaran sebanyak itu, jelas Agus, kasus yang paling besar adalah tidak membawa KTP. Ada juga pelanggaran lain, yakni KTP yang sudah kedaluwarsa. Kepada para pelanggar, petugas Satpol PP memberi peringatan. Petugas juga meminta warga yang melanggar tersebut membuat surat pernyataan. “Yang tidak membawa KTP cukup banyak,” sebutnya ■

AGUS BAIHAQI/RaBa

DARI BALI: Petugas Satpol PP memeriksa KTP pengendara motor yang baru turun dari feri di Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi kemarin.

Baca Banyak...Hal 43

HONORER K2 DI BANYUWANGI

Bandara Akan Dikelola Pihak Ketiga BANYUWANGI - Bandar Udara (Bandara) Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi sebentar lagi tidak akan dikelola Pemkab Banyuwangi. Rencananya, bandara kebanggaan warga Bumi Blambangan tersebut akan ditangani Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Selama dikelola Kemenhub RI, bandara tersebut akan dioperasikan

pihak ketiga. “Kemenhub tidak mungkin mengoperasikan sendiri, pasti diberikan kepada pihak ketiga,” jelas Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Adil Achmadiyono, kemarin (4/5). Rencana penyerahan pengelolaan dan pengoperasian Bandara Blimbingsari kepada Kemenhub RI itu telah disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas melalui Plt Sekkab Banyuwangi, Slamet Karyono, di gedung DPRD Banyuwangi

Jumlah awal Lolos seleksi pertama Lolos pendataan ulang Masuk database BKN

Kamis lalu (3/5). “Pak Sekkab datang untuk menyampaikan itu,” terang Adil. Menurut Adil, kedatangan Plt Sekkab itu bukan hanya memberi tahu terkait penyerahan pengelolaan dan pengoperasian bandara, tapi juga minta persetujuan DPRD. “Syarat penyerahan pengelolaan memang harus mendapat persetujuan DPRD,” katanya. Apakah legislatif menyetujui permintaan eksekutif? ■ Baca Bandara...Hal 43

: 3.800 orang : 3.227 orang : 3.041 orang : 3.039 orang SUMBER : BKD BANYUWANGI

Pendataan Honorer K2 Sudah Final GALIH COKRO/RaBa

PEMADAM: Salah satu sudut Bandara Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Pegawai honorer kategori II (K2) yang lolos mengikuti tes kemampuan dasar hanya tersisa 3.039 dari sebelumnya 3.041 orang. Jumlah itu sudah final, dan mereka tinggal mengikuti tes agar dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jumlah akhir itu diperoleh setelah Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) melakukan pendataan ulang ■

Baca Pendataan...Hal 43

Melihat dari Dekat Rumah Tua Era Kolonial di Desa Kelir

Tembok dan Kayu Utuh Sejak 1908 AGUS BAIHAQI/RaBa

TAK TERBACA: Bando reklame layanan sosial di depan kantor Camat Banyuwangi, di Jalan A. Yani, Banyuwangi.

Baliho Tumpang Tindih BALIHO dan bando layanan sosial di sudut Kantor Camat Banyuwangi ini seperti bersaing. Bando bergambar Bupati Abdullah Azwar Anas bersama istri yang mengajak warga rijig-rijig kampung milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi tertutup baliho lain. Baliho berukuran besar yang posisinya berada di depan berisi seruan agar warga menyukseskan program e-KTP. Bila dilihat dari arah selatan, bando rijig-rijig kampung itu tidak terbaca. Bagaimana ini? (abi/c1/bay)

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Perawan tua itu masih menyimpan kenangan indah masa lalu, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka. Masa ke masa dia lalui, tapi hingga kini ia masih tidak memiliki pendamping hidup alias perawan tua. NUR HARIRI, Kalipuro

IALAH Ririn, 60, warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, yang menjaga rumah itu. Dia perempuan keturunan Belanda campuran Minahasa. Sudah

lama Ririn menjaga rumah kuno itu. Meski terlihat kuno, tapi model rumah itu tidak kuno amat. Berdasar pengakuannya, Ririn sebenarnya mempunyai banyak saudara dan umumnya mereka kaya. Nah, karena itulah mereka semua lupa kepada Ririn. Kini Ririn hanya bisa bercerita kenangan masa lalunya bersama rumah tua yang dia jaga itu. Tidak banyak orang yang tahu bahwa rumah tak berpenghuni itu dibangun sekitar 85 tahun silam. Rumah itu kini menjadi milik Bungonik, 65, yang konon adik Bung Mahesa. Kayu yang digunakan membangun rumah tersebut adalah kayu unggul. Adonan temboknya pun pasti berkualitas tinggi. Sebab, hingga kini tembok rumah tersebut masih berdiri kokoh. Namun sayang, rumah itu kini berdiri tanpa penghuni. Ririn

Bandara Blimbingsari akan dikelola pihak ketiga

Lebih pas pihak kelima, sesuai jumlah sudut sisir belimbing

Pendataan honorer K2 sudah final

Semoga semua bisa jadi juara bergelar CPNS NUR HARIRI/RaBa

KOKOH: Kondisi tampak depan rumah tua di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro.

hanya menjaga rumah Bungonik warisan kakaknya itu. Setiap pagi, Ririn hampir tidak pernah absen membawa bunga se-

dap malam ke pemakaman orangorang yang pernah tinggal di rumah tua tersebut ■ Baca Tembok...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.