Rujukan Informasi Terkini
SENIN 12 OKTOBER TAHUN 2015
Eceran Rp.5.750
HALAMAN 29
‘Malaikat Bercemeti’ atau Petugas Penyisip DUA fenomena menarik ini sering kita temukan dalam pelaksanaan salat Jumat. Pertama, jamaah yang kesirep saat khatib sedang berkhutbah. Dan, kedua, jamaah anak-anak yang berisik. Keduanya sama-sama terjadi sebelum salat Jumat dilaksanakan. Kejadian seperti itu sih tidak terjadi di semua masjid. Hanya, kebetulan hampir di semua
MAN
masjid yang saya pernah jumatan di sana, selalu menjumpai pemandangan seperti itu. Apa gerangan penyebabnya. Saya selalu tergoda untuk mencarinya. Untuk fenomena yang pertama, misalnya. Tidak sulit menemukannya. Ketika kita duduk di shaf tengah atau belakang, di shaf depan biasanya ada beberapa jamaah salat
NAHNU Oleh
SAMSUDIN ADLAWI (34)
Jumat tampak khusuk. Duduk bersila. Tidak tampak matanya sedang terpejam. Tiba-tiba kepalanya hampir ‘jatuh’ ke depan. Itulah pertanda yang bersangkutan sedang tertidur. Tertidurnya jamaah Jumat itu bisa disebabkan beberapa kemungkinan. Di antaranya, yang bersangkutan sedang lelah. Habis mela-
kukan pekerjaan berat sebelum berangkat ke masjid. Tapi tidak jarang yang tampak mengantuk malah jamaah berpakaian rapi, berseragam kantoran. Untuk yang terakhir ini bisa jadi tidak sedang lelah fisik. Tapi psikisnya yang kepayahan. Bisa jadi seperti itu. Pikirannya terforsir habis di kantor n Baca Malaikat...Hal 39
Sugiatik Sengaja Dibunuh
n Hasil Otopsi Menguatkan Bukan Gantung Diri n Penyidikan Mengarah Pada Suami Korban GLAGAH – Kejanggalan demi kejanggalan kembali ditemukan atas meninggalnya Sugiatik, 35, warga Dusun Tembakon, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah yang tewas setelah melakukan aksi gantung diri di kamarnya. Hasil otopsi tim dokter RSUD Blambangan menyebutkan, penyebab matinya Sugiatik memang karena adanya hambatan di bagian leher. Namun, mengenai ciri-ciri, secara umum sangat berbeda dari gantung diri. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan, dr. Solakhudin, kemarin n
RENDRA KURNIA/RABA
Baca Sugiatik...Hal 39
HIBUR PENONTON: Atraksi para pemain barong ketika kirab di depan kantor Pemkab Banyuwangi siang kemarin. Enam jenis barong dari berbagai daerah tampil dalam Festiva Barongan Nusantara.
Heboh
Atraksi Barong BANYUWANGI – Sebanyak enam jenis barong yang diikuti ratusan penari ditampilkan dalam Festival Barongan Nusantara Minggu (11/10), kemarin. Mengambil start dari depan Pemkab Banyuwangi, seluruh penampil barong menyuguhkan atraksiatraksi histori barong di depan tamu undangan untuk kemudian melakukan kirab dan finish di Taman Blambangan n Baca Heboh...Hal 39
SEMINAR MEDIS
Roger Tan Salah Satu Nephrologist Terbaik BANYUWANGI - Narasumber yang dihadirkan Jawa Pos Radar Banyuwangi dalam seminar medis internasional di Hall Blambangan, Hotel Ketapang Indah, Sabtu pekan depan (17/10) bukanlah orang sembarang. Dr. Roger Tan Choon Hian MBBS yang menjadi pembicara seminar itu tercatat sebagai salah satu nephrologist (ahli ginjal) terbaik di Singapura. Dr. Roger akan memaparkan fenomena gangguan ginjal dan solusinya dalam seminar tersebut. PreDOK.RABA stasinya diapresiasi Dr. Roger Tan dengan penghargaan The Best Abstract Award in the 2nd Congress of International Society for Hemodialysis di Hong Kong tahun 2009 lalu. Inovasinya dalam penanganan penyakit ginjal juga sudah diakui banyak negara di Asia Tengara, seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia n Baca Roger...Hal 39
w Hasil otopsi menegaskan ciri-ciri penyebab matinya Sugiatik berbeda dari gantung diri. Ada indikasi dibunuh. w Tidak ditemukan cairan di kemaluan dan kotoran di anus korban. w Keterangan Istriono (suami Sugiatik) banyak yang tidak masuk akal. w Kayu yang dipakai untuk mengikatkan tali tergolong rapuh. w Jarak tanah dengan kayu sangat tinggi sehingga untuk mengikatkan tali perlu alat bantu
Bangun Pelelangan Ikan di Kawasan Marina BANYUWANGI - Pembangunan marina di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi, dipastikan tidak akan “mengorbankan” nelayan dan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beroperasi di pantai tersebut. Sebaliknya, kearifan lokal itu justru akan menjadi “nyawa” sekaligus daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki pelabuhan marina di negara lain. Hal itu terungkap dalam pemaparan desain pembangunan marina di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi, Jumat malam lalu (9/10). Pemaparan dilakukan langsung arsitek yang ditunjuk mendesain kawasan marina
Boom Banyuwangi, Ahmad Djuhara. Dalam forum yang dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas dan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut terungkap, selain akan membangun marina dengan fasilitas lengkap, seperti hotel, smart zone, resort berkonsep rumah Oseng, dan lain-lain, juga akan dilakukan penataan tempat pelelangan ikan (TPI). Bukan itu saja, salah satu fungsi Pantai Boom sebagai tempat pendaratan penyu juga akan dipertahankan, caranya dengan menyiapkan area khusus untuk tempat penyu bertelur n Baca Bangun...Hal 39
SIGIT HARIYADI/RABA
PAPARAN: Arsitek Ahmad Djuhara menjelaskan maket pelabuhan marina kepada Bupati Anas di aula Rempeg Jogopati Pemkab banyuwangi Jumat malam kemarin (9/10).
Mengenang Gde Ahmad Heddy Achjar, Kalapas Tarakan Asal Banyuwangi
Sejak Kuliah Gencar Promosikan Kota Kelahiran Jumat lalu (9/10), salah seorang putra asal Banyuwangi, yaitu Gde Ahmad Heddy Achjar, yang menjabat sebagai kepala lapas Tarakan meninggal dunia. Bagaimana kisah kehidupan Gde semasa masih muda? FREDY RIZKI, Giri SUASANA sedih tampak begitu menyeruak sore itu. Segerombolan petinggi lembaga pemasyarakatan Banyuwangi terlihat tergopoh-gopoh mempersiapkan berbagai macam
http://www.radarbanyuwangi.co.id
Kejanggalan Tewasnya Sugiatik
Rp 1 M untuk debat publik cabup Boros, lebih baik dikasihkan rakyat untuk beli beras!
PENGHORMATAN TERAKHIR: Petugas Kemenkumham mengusung peti jenazah Gde untuk dimakamkan di belakang RSUD Blambangan.
Sugiartik sengaja dibunuh Pelakunya orang dalam!
FREDY RIZKI/RABA
hal terkait pemakaman. Rupanya, sore itu kabar sedih sedang menaungi pemilik rumah di RT 3/RW 1 lingkungan Gentengan, Kelurahan Singonegaran. Putra sulung dari Sringati Oetami, 76, yaitu Gde Ahmad Heddy Achjar meninggal dunia. Pria yang pada akhir jabatannya
menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan, Kalimantan Utara meninggal dunia karena penyakit ginjal yang dideritanya. Namun yang paling membuat Oetami sedih, anak sulungnya itu tidak pernah mengabarkan jika dirinya sedang sakit n SEDIH: Sringati Oetami memegangi foto Baca Sejak...Hal 39
Gde Ahmad Heddy Achjar. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com
RADAR SPORT RADAR BANYUWANGI
30
Jawa Pos
Senin 12 Oktober 2015
BIR Tarik Minat Pelari Dunia BANYUWANGI – Banyuwangi International Run (BIR) 2015 tampaknya bakal berlangsung spektakuler. Antusiasme warga dalam menyambut adu lari itu sangat tinggi. Apalagi, panitia menyediakan iming-iming hadiah yang lumayan. Total hadiah yang disediakan untuk para juara mencapai Rp 100 juta dalam even yang digelar pada tanggal 17 Oktober mendatang itu. Itu artinya, even tersebut bertepa-
tan dengan pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Hanya saja, jadwal pelaksanaan ajang tersebut digelar pada pukul 06.00. Ada dua kriteria dalam lomba kelas internasional itu, yaitu kategori 10 K dan 5 K. Semua peserta akan mengawali lomba di depan Pendapa Shaba Swagata Blambangan atau kawasan Taman Sritanjung, Banyuwangi. Yang pasti, rute yang dilalui para peserta baik pada kategori 10 K maupun
5 K tidak melewati ruas jalur yang digunakan peserta BEC. Sehingga, momen besar itu diprediksi sama-sama sukses. Banyuwangi International Run 2015 memang digagas demi menyuguhkan potensi daerah. Sebab, banyak potensi kekayaan seni, budaya, olahraga dan pariwisata. Yang perlu dicatat, semua peserta akan melewati kawasan Pantai Boom yang saat ini terus dipercantik. Even tersebut bersifat umun. Artinya, siapapun boleh ambil bagian
mulai pria dan wanita. Tentu saja, tidak sedikit sprinter dari luar kota dan mancanegara yang bakal unjuk gigi dalam ajang tersebut. Setiap peserta bakal mendapatkan fasilitas yang lengkap. Beragam fasilitas yang diperoleh setiap peserta meliputi, kaos, cip catatan waktu, tas dan tentu saja medali jika sampai meraih finis. Pada kategori 10 K open, setiap peserta hanya merogoh kocek sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan, kategori 5
K open dengan biaya Rp 5 K. Tapi, khusus kalangan pelajar, hanya Rp 25 ribu untuk mengikuti kategori 6 K. Yang pasti, semua biaya itu bakal dikembalikan kepada setiap peserta berupa fasilitas lengkap. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) Banyuwangi, Wawan Yadmadi, kemarin. Dia menuturkan, jika momen tersebut bisa membangkitkan semangat untuk cinta berolahraga. Sebab
itulah, sangat wajar jika peserta yang mengikuti even tersebut sangat banyak. ‘’Sampai saat ini, pendaftaran masih dibuka,’’ tukasnya. Banyuwangi International Run 2015 memang telah dipersiapkan dengan matang. Berbagai kalangan menyambut dengan baik ajang tersebut karena melibatkan umum. ‘’Even ini menyita perhatian bukan hanya nasional, tapi juga dunia,’’ tandas Wawan. (ton/als)
Desakan Reformasi Terus Mengalir
RENDRA KURNIA/RaBa
PERLU PERLOMBAKAN: Pemain Persewangi saat melakoni pertandingan Sunrise of Java Cup beberapa waktu lalu.
SITUBONDO
BANYUWANGI – Sejak promosi ke Divisi Utama 2012 lalu, Persewangi selalu menyisakan banyak persoalan. Tunggakan utang terhadap pemain menjadi hal yang biasa. Ironisnya, tim kebanggaan Larosmania itu diduga terlibat skandal match fixing alias pengaturan skor. Carut marut di tubuh Persewangi itu jelas menimbulkan keresahan. Kini, berbagai pihak mendesak adanya reformasi agar segala kasus yang menimpa The Lasblang (Laskar Blambangan), tidak terulang. Reformasi dalam manajemen Persewangi saat ini menjadi jalan terakhir. Sebab, jika tidak ada perubahan, maka aib akan kembali terjadi. Dengan begitu, masa depan Persewangi tanpa kejelasan dan semakin suram. Desakan perubahan dalam manajemen Persewangi itu disuarakan kalangan klub. Di antaranya disuarakan sekretaris Putra Candi Yosomulyo, Sapto Handoyo. ‘’Reformasi harus dilakukan segera,’’ tukasnya, kemarin. Bahkan, jelas dia, reformasi dalam manajemen Persewangi itu diperlukan perombakan total. Orang-orang yang merusak Persewangi pantas disingkirkan. ‘’Rombak total, ganti figur lain,’’ tandas pria yang biasa dipanggil Yoyok itu. Yoyok mengungkapkan, Persewangi saat ini selalu menuai masalah. Misalnya, awalnya eksis di putaran pertama, tapi gara-gara tidak memiliki dana, maka berhenti di putaran kedua. ‘’Tidak berangkat lah saat pertandingan tandang, itu yang terjadi selama ini,’’ tandasnya. Kata Yoyok, harus ada solusi untuk mengatasi problem akut
itu. Nah, sejauh ini tidak ada perubahan yang melegakan yang terdengar dari Persewangi. ‘’Makanya, yang pegang Persewangi harus orang kuat segalanya dan dipercaya publik,’’ paparnya. Persewangi tengah mengalami krisis kepercayaan. Segelintir orang yang berada dalam manajemen Persewangi saat ini bukan sosok yang istimewa bahkan ada yang terkena kasus. ‘’Itu tidak bisa dibiarkan, kita siap melakukan era pembaharuan,’’ tekadnya. Dia sepakat jika Michael Edy Hariyanto untuk kembali menangani Persewangi. Menurut dia, kiprah tokoh itu tersebut sudah diakui di mata publik. ‘’Kapasitasnya sudah jelas, kita siap berjuang bersama-sama demi memajukan Persewangi,’’ janjinya Hal senada diungkapkan Pelatih Galatasary Kertosari, Abdul Muin. Dia menyatakan, jika Persewangi saat ini dianggap ilegal. Karena itulah, Persewangi harus dikembalikan sesuai SK yang lama. ‘’Kami pelaku sejarah, tahu betul bagaimana perjalanan Persewangi,’’ tukasnya. Menurut dia, semua klub sepakat agar Persewangi direformasi. Sejauh ini, sosok Michael Edy Hariyanto merupakan figur yang tepat menangani Persewangi. ‘’Kita siap berjuang, kita akan melakukan langkah kongkrit sesegera mungkin,’’ tandasnya. Tujuannya jelas, masih kata dia, demi menyelamatkan Persewangi. Jika dibiarkan berlarutlarut, maka tidak akan membawa angin segar. ‘’Jangan ada lagi Persewangi diklaim milik pribadi. Persewangi ini milik rakyat Banyuwangi,’’ pungkasnya. (ton/als)
BANYUWANGI
BANYUWANGI
BANYUWANGI
SITUBONDO
BANYUWANGI
Citra Harmoni Genteng
Perum Griya Dadapan
Luas 335 m2
Luas Âą 40 m2
Kijang Innova
Dijual Tanah luas 335m2 SHM. diblkg TMP Banyuwangi Hub. 0811394175
Djl Tanah 2 Kapling L Âą 40 m2 Blkng K.Dinsos Jl. Anggrek Stb 150 Jt H:08563639318
Lingk. Parse Dawuhan
Rogojampi
Dijual cepat Rumah Modern Minimalis PLN Gg. 1 Rt.II/Rw.II Ling. Parse Dawuhan LT:198, LB:138 3KT, 2KM Garasi IMB SHM Hub. 085640256802 / 081356354608
Perum Kalipuro Asri Dijual T/B SHM 120/90 M2 Perum Kalipuro Asri BWI Info Hub (0333) 425777/082301753533 Dijual Melalui Lelang
Dijual Tanah Rogojampi Luas 1.600 m2 Hubungi: 081938616777 Bayar Separo Sisa Kapan2. Hny dg mmbyr 100jt. Anda bisa memiliki rumah shrg 300jt. Tanpa mmbyr sisanya. Hanya di Citra Harmoni Genteng. Hub.081 333 810 177
Banyuwangi
Djl Rumah Type 75+,LT 168m2,KT 2,KM 2,Garasi,Gazebo,Taman,PDAM,PLN 1.300 w,SHM Perum Griya Dadapan Indah L No. 8 (Dpn Istana Gandrung) H: 082 277 858 535
Malang
PEMBERITAHUAN
Dijual Tanah SHM 3.120 M2 Macanputih Kabat arah ke Licin Info Hub (0333) 425777/082301753533 Dijual Melalui Lelang
Gintangan
! " # $
Dijual T/B SHM 359/250 M2 gintangan rogojampi Info Hub (0333) 425777/082301753533 Dijual Melalui Lelang
Gladag Dijual T/B SHM 110/110 M2 gladag rogojampi Info Hub (0333) 425777/082301753533 Dijual Melalui Lelang
!
Ketapang Dijual T/B SHM 255/150 M2 ketapang Kalipuro Barat Pom Bensin Kapuran Info Hub (0333) 425777/082301753533 Dijual Melalui Lelang
Motor anda belum laku? Hubungi HP: 08123353502
Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono Wakil Pemimpin Redaksi/Korlip: Syaifuddin Mahmud Redaktur: Ali Sodiqin, A.F. Ichsan Rasyid Staf Redaksi: Sigit Hariyadi, Niklaas Andries, Ali Nurfatoni, Chien Jullien Anisa, Taufik Ferdiansyah, Fredy Rizki Manunggal Fotografer: Galih Cokro Buwono Editor Bahasa: Minhajul Qowim Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis (Koordinator), Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja J
Admin Hlg STNK P 5953 ZG an Riyanto, Dsn. Krasak RT. 1/2 Kaotan, Rogojampi
Macan Putih
"#$# $ % !
BANYUWANGI
Djl Rmh Lok. Jantung Kota Bwi, Dkt Fasum, Fas:Musholla,GarasiLuas,R.Tamu,R.Keluarga, 3 KT, PDAM & Smr Bor (Air Jrnh), 2 KM, 1 Dpr, Gudang, SHM H: Bu Lia 08124946056
VIMAX KAPSUL & VIMAX OIL KANADA, BRKHASIAT UTK MEMPERPANJANG DAN MEMPER BSR Mr. P PRIA DGN CPT, KUAT, KERAS, THN LAMA & TANPA EFEK SAMPING. • OBAT MATA, MIN/PLUS, KATARAK, RABUN • PENINGGI BDN, KAPSUL UTK MENAMBAH • PEMBESAR PAYUDARA, MONTOK, PAPOSTUR TUBUH + TINGGI IDEAL 1 BLN + DAT, KENCANG 5-10 CM TANPA EFEK SMPING 185.000 • PENGHILANG BKS LUKA LAMA/BARU • PELANGSING BADAN 1 MINGGU TRN 2-3 • PENUMBUH RAMBUT BOTAK KG TANPA EFK SMPING 175.000 • PERONTOK BULU YG TDK DISUKAI • KING COBRA USA, OBT L.SYAWAT, IMPO• PERAPAT VGN WANITA TEN, EJAKULASI DINI 155.000 • PEMUTIH SELANGKANGAN/KETIAK • PEMUTIH SLRH BADAN/MUKA 165.000 • VAKUN ALAT PEMBSR PENIS 375.000 • PEMERAH BIBIR ALAMI& PERMANN BUAT LELAKI VIAGRA USA/CINA, CIALIS,VG PROGOMIE SP,VGN GETAR,VGN SUARA, WNS GETAR, VNS MJU MUNDUR, VNS 2 KEPALA, RING PENGGELI
VITOP JAYA
Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha Iklan: Sidrotul Muntaha, Dian Effendi Administrasi Iklan: Fitria Arifiana Event: Benny Siswanto Keuangan: Citra Puji Rahayu Kasir: Widi Ukiyanti, Piutang: Anissa Windyah Sari Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti Perpajakan: Cici Irma Setyani Corporate Lawyer Jawa Pos Group: Dr. Harris Arthur Hedar SH MH Direktur: Samsudin Adlawi
Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.
Djl Rmh Minimalis Lok di Jntng Kota Malang, Dkt Kmps ABM,Unibraw,Widyagama,Dkt Psr Blimbing,Dkt carefour,Pertokoan&Perbankan, SHM, Bp. Agus 082141496296
Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.
J Wartawan
JL. SONGGON 15 ROGOJAMPI – BWI ST BONDO BISA DIKIRIMHP. 082 333 79 4444 PESAN DI ANTAR ONGKOS GRATIS
Dicari karyawati bag. Admin bisa menguasai komputer, lamaran bawa lgsg ke KSU Kompas Jl. MH Thamrin Ruko Bukit Mas Regency Blok A1 BWI. Hari Senin-Kamis Pukul 10.00-15.00 WIB. (Bagian Selatan)
Dijual kijang Innova tipe X disel th 2013 warna abu-abu MTL istimewa stnk baru perpanjang, tangan pertama hrg nego Hb. 081252695197 (tanpa perantara)
Toyota Innova
Sales Dcr Sales Bwi Peng 3 Th Max 35 Th, UMR Sby Lam Ke Darmo Indah Timur 7/J21 Sby H3ndr4.W@gmail.com Hub: 031 7311173
Dijual Innova th 2013 G putih disel hrg 235 jt nego bisa cash & kredit atau tukar tambah Hb. 08123453975
Suzuki Ertiga
'
! " " # # $ % $ # &
Dijual ertiga th 2012 GL abu-abu istimewa hrg 132 jt nego bisa cash/kredit atau tukar tambah Hb. 082142194111
!
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Agus Baihaqi Staf Redaksi: Shulhan Hadi, Dedy Jumhardiyanto Pengembangan Usaha: Abdul Aziz Iklan: Thomy Sila Acrhdiansyah, Eko Budiyono Pemasaran: Wahyu Nugroho Administrasi: Titin Wulandari Kantor Genteng: Ruko Madania, Jl Hasyim Asy’ari No 06 Genteng Telp : (0333) 845860
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Edy Supriyono Staf Redaksi: Nur Hariri, Habibul Adnan Fotografer: Rendra Des Kurnia Lay Out/Grafis: Pemasaran: Samsuri Administrasi: Dimas Ayu Dewi Fintari Kantor Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982.
Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.
J
Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Website: www.radarbanyuwangi.co.id. Email: radarbwi@gmail.com, beritaraba@gmail.com, artikelradarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300
Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi
SENIN 12 OKTOBER 2O KT K TO OB BER ER
Koranna Oreng Kota Santri
TAHUN TA T AHU AHU HUN 2 HUN 20 2015 015 15
EKSPRESIF: Salah satu penampilan peserta kehormatan dalam penilaian peserta BSC 2015 di pendapa Kabupaten Situbondo. Hampir 200 peserta yang tampil, siang kemarin. EDY SUPRIYONO/JPRS
HALAMAN 31
“Sampai Jumpa 18 Oktober”
SITUBONDO – Pagelaran ‘Best Situbondo Carnival’ (BSC) 2015 akan membuat masyarakat Kota Santri banyak menemukan pemandangan baru yang jauh lebih memukau dan mengesankan. Sebab, para peserta kini mampu lebih mengeksplor bahan utama kerang dalam mendesain kostum BSC. Pemandangan itu kemarin terungkap dalam acara penilaian peserta BSC yang dirangkum dalam tahapan ‘Grand Juri BSC 2015’ di pendapa Kabupaten Situbondo. Ratusan peserta unjuk kebolehan di depan tiga juri yang memberikan penilaian. Total ada 193 peserta dari berbagai kalangan. Bahkan, ada sejumlah peserta yang datang dari
luar daerah. Mereka berusaha menunjukkan desain kostum terbaiknya, performen hingga make up. Penilaian dimulai sekitar pukul 08.30 dan baru selesai sekitar pukul 12.30. Tiap peserta diberi waktu 30 menit untuk unjuk kebolehan di depan juri sesuai dengan kreteria kostum yang dipilihnya. Diantaranya, kreteria kostum Betoh karang, ombek, jering, sasanding, jukok dan rato sagereh. Sejumlah warga yang menonton acara mengaku sangat apresiatif dengan penampilan peserta BSC 2015. Sebab, rata-rata mampu menyuguhkan penampilan yang berkesan n Baca Sampai...Hal 32
Latber KONTRAAS Tempuh Jarak 80 KM
PEDULI SESAMA: H Yoyok Mulyadi menjenguk tiga korban ledakan ketel pabrik tahu di RS dr Abdoer Rahem, Sabtu (10/10) lalu.
JANGKAR – Ratusan pecinta motor trail, pagi kemarin (11/10) mengikuti latihan bersama (Latber) yang digelar Komunitas Trail Adventure Asembagus (KONTRAAS). Mereka ngetrail menempuh jarak hingga 80 kilometer. Camat Asembagus, Mashari selaku Pembina KONTRAAS mengungkapkan, ada sekitar 200 raider yang mengikuti latber, kemarin. Baik dari dalam
Kabupaten Situbondo maupun dari luar kota. ”Dari kabupaten tetangga, seperti Bondowoso dan Jember juga ada yang ikut,” ujarnya didampingi Kapolsek Asembagus, Iptu Sugiono dan Nur Taji serta Suharto Binar, dan sejumlah pengurus KONTRAAS lainnya. Dari dalam kota Situbondo, hampir seluruh raider ikut serta. Baik dari wilayah barat, tengah, dan wilayah timur Kabupaten
Situbondo. Misalnnya ada yang dari Besuki, Suboh, Mlandingan Panarukan, hingga Kecamatan Banyuputih. Mashari menerangkan, latber dari para pecinta motor trail tersebut sudah menjadi kegiatan rutin. ”Dan kebetulan saat ini kita di wilayah timur yang mengadakannya,” ujar mantan Lurah Mimbaan, Kecamatan Kota tersebut n Baca Latber...Hal 32
Jih Yoyok Jenguk Korban Ledakan Pabrik Tahu SITUBONDO - H Yoyok Mulyadi M.Si, Sabtu (10/10) menjenguk tiga orang korban ledakan ketel pabrik tahu milik H Fauzan, warga Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji. Hingga kini mereka menjalani perawatan intensif di RSU
dr Abdoer Rahem Situbondo. Tiga warga bernasib nahas itu adalah Husen, 20; Febri 25 dan Hariyanto, 27. Ketiganya warga Panji Kidul, Kecamatan Panji. “Saya bukan dalam rangka kampanye ini. Murni untuk
kemanusiaan,” terangnya di sela-sela kunjungan. Jih Yoyok (panggilan akrvab H Yoyok Mulyadi) mengatakan, sebelum menjadi cawabup pun, prilaku-prilaku semacam itu sudah terbiasa dilakukan. “Jadi
sekali lagi ini bentuk kepedulian sesama warga Situbondo. Tak lebih dari itu,”jelas Pria asal Dusun Tanjung Pasir, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, tersebut n Baca Jih Yoyok...Hal 32
HABIBUL ADNAN/JPRS
SIAP TANTANGAN: Camat dan Kapolsek Asembagus melepas peserta trail di Pelabuhan Jangkar. kemarin. Mereka menempuh jarak sekitar 80 kilometer.
Pesta Simpedes Momentum Panen Hadiah Nasabah BRI KUNJUNGAN: Pj Bupati Situbondo, Zainal Muhtadien (kanan) menyambut kedatangan Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H, Sabtu (10/10), lalu.
FOTO-FOTO: ISTIMEWA
Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H Berkunjung ke Situbondo
Beri Motivasi Pengembangan Kemaritiman Daerah SITUBONDO - Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H selama dua hari (10-11/10) berada di Kabupaten Situbondo. Bersama sejumlah staf dan rombongan, dia melaksanakan penyegaran penyelaman para Kasadkar makobar pangarmatin di Kota Santri. Kedatangan Darwanto disambut langsung oleh PJ Bupati Situbondo, Zainal Muhtadien dan jajaran muspida Situbondo, Sabtu (10/10). Bahkan, secara khusus, pagi kemarin (11/10) digelar jalan sehat yang diikuti juga oleh para siswa di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Kota. Usai jalan sehat, dilakukan ramah tamah dan penyerahan bantuan Pangarmatim
http:\\www.radarbanyuwangi.co.id
MEMOTIVASI SISWA: Pangarmatim, Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H menyerahkan bantuan alat sekolah kepada sejumlah siswa sekolah di Situbondo.
kepada para siswa. Bantuan berupa peralatan sekolah. Bahkan, Pangarmatim pagi kemarin tampak akrab dengan para siswa lewat tebaktebakan dadakan yang diberikan kepada para siswa.
“Kenapa kita harus belajar ilmu matematika?” tanyanya. Para siswa pun berebut menjawab dengan jabawan beragam. Namun tak ada yang tepat. “Yang benar itu kita belajar matematika agar
belajar berpikir sistimatis,” jawab Pangarmatim. Usai acara Pangarmatim menjelaskan, kedatangannya ke Situbondo selain melaksanakan penyegarakan penyelaman para Kasadkar makobar pengarmatin, juga untuk melakukan silaturrahmi dengan Bupati Situbondo dan jajarannya. Termasuk juga para siswa di situbondo. “Kita perlu silaturrahmi untuk memberikan motivasi pada daerah. Sebab, Situbondo merupakan daerah maritime. Sesuai dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, yaitu poros maritim dunia. Dimana kita membangkitkan semangat kebaharian yang juga sudah dilaksanakan oleh anak-anak sekolah,” terangnya n Baca Beri...Hal 32
SITUBONDO – BRI Cabang Situbondo menggelar Pesta Simpedes 2015, Sabtu (10/10) lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Alunalun Kota itu diawali dengan pawai mobil hias dan lomba drum band tingkat SD. BRI juga menyediakan stand bazar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan usaha yang dimilikinya. Pesta Simpedes digelar secara rutin setiap tahun. Sebelumnya pada 03 Oktober lalu, BRI Situbondo telah melakukan undian Simpedes yang memberikan hadiah mobil dan sepeda motor serta berbagai hadiah menarik lainnya. Ini semua sebagai bentuk panen bagi nasabah BRI Situbondo. Pemimpin Cabang (Pinca)
BRI Situbondo, Soesilo Wibowo menerangkan, melalui pawai mobil hias, diharapkan BRI dapat berinteraksi langsung dengan seluruh masyarakat Situbondo. di samping sebagai follow up, juga disediakan hiburan bagi masyarakat Situbondo. “BRI Situbondo telah memiliki beberapa jaringan unit kerja yang mampu mendukung UMKM masyarakat Situbondo. Itu meliputi satu kantor cabang, 14 BRI unit, sembilan unit teras BRI, dua Teras Kriling BRI, 65 amper dan 1 CTM,” terang Soesilo. Diterangkan, BRI sengaja terus mendekat kepada nasabah. Sehingga, mereka bisa melakukan transaksi melalui agen-agen kriling BRI. Seperti setor tunai, transfer, tarik tunai serta untuk pembayaran lainnya.
“Sampai akhir September 2015 jumlah agen kriling sudah mencapai 150 agen. Untuk nasabah yang belum mempunyai rekening, masyarakat dapat menerima transfer atau kiriman uang melalui media handphone dengan menggunakan prodak tibec. Hal ini untuk meningkatkan transaksi keuangan bagi masyarakat Situbondo,” pungkasnya. PJ Bupati Situbondo, Zainal Muhtadien sangat mengapresiasi kegiatan Simpedes BRI. Apalagi, BRI memang dilahirkan untuk rakyat. “Sudah saatnya pesta ini diperuntukkan untuk rakyat Situbondo, mudah-mudah barokah. Saya berharap agar dapat meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan yang baik,” tegasnya. (pri/adv)
ISTIMEWA
SEMARAK: Pinca BRI Situbondo, Soesilo Wibowo dan PJ Bupati Situbondo Zainal Muhtadien melepas balon Pesta Simpedes BRI 2015 di Alun-alun Situbondo.
email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com
RADAR SITUBONDO
AFRICA VAN JAVA
32
Jawa Pos
Senin 12 Oktober 2015
Gudang SMPN 1 Situbondo Terbakar KENA IMBAS: Sebagian dapur rumah Abdul Aziz rusak akibat ledakan ketel tahu, di Desa Panji Kidul, Sabtu (10/10) lalu.
NUR HARIRI/JPRS
SITUBONDO – Pemicu kebakaran gudang SMP Negeri 1 Situbondo, diduga kuat karena korsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, namun tiga gudang berisi sejumlah unit komputer, meja dan kursi, serta beberapa barang lain hangus terbakar. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00, pada waktu ratusan siswa mengkuti ujian tengah semester (UTS), Sabtu (10/10) lalu. Begitu siswa melihat gudang terbakar, sejumlah siswa berhamburan ke luar dari ruang kelas. Kebakaran hebat tersebut kali pertama diketahui Totok, salah seorang pekerja bangunan yang membangun salah satu ruang kelas baru (RKB)
di SMPN 1 Situbondo. Totok kemudian berteriak hingga membuat sejumlah guru dan ratusan siswa keluar ruang. “Kami baru tahu ada kebakaran setelah tukang bangunan memberitahu ada kepulan asap. Untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas, guru dan sebagian siswa berusaha memadamkan kobaran api, sampai petugas pemadam datang,” kata Kepala SMPN 1 Situbondo, Tatik Krisnawati. Tak hanya itu, beberapa guru dan para pekerja bangunan berusaha mengeluarkan buku dari salah satu tiga ruang gudang yang terbakar. Penyelamatan ribuan buku seluruh mata pe-
lajaran tersebut berhasil. Api yang masih menyala kemudian dipadamkan oleh p e t u ga s P M K Si t u b o n d o. Dengan menghabiskan air dari dua unit mobil, api berhasil dipadamkan. Meski tidak merenggut jiawa, namun kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 50 juta rupiah. Kanit Reskrim Polsek Kota Situbondo, Ipda Mahrus Salim mengatakan, penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga ruang gudang SMPN 1 Situbondo terjadi akibat korsleting listrik. “Untuk pastinya belum, tetepi dugaan pemicu kebakaran karena korleting listrik,” katanya. (rri/pri)
Ketel Meledak, Tiga Warga Mengalami Luka Bakar SITUBONDO - Ketel besar di pabrik tahu milik H Fauzan, 65, warga Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji tiba-tiba meledak, Sabtu (10/10) lalu. Selain membuat tembok pabrik jebol, tiga orang karyawan juga mengalami luka bakar serius. Peristiwa ini terjadi karena uap panas dalam ketel terlalu tinggi. Hal itu disebabkan ketel kekurangan air karena telat diisi air. Dugaan karena uap terlalu panas ini disampaikan adik pemilik pabrik, Nurhasanah, 33. “Mungkin tidak dikontrol kalau airnya kurang. Waktu ketel meledak, saya ada di dalam
rumah. Sedangkan pekerja ada di sana dan kena semburan air panas dari ketel,” katanya, di lokasi kejadian. Sebelum meledak, beberapa pekerja sedang mengolah tahu di dekat ketel. Mereka adalah Toto, 23; Husen, 18, warga setempat dan Arif, 25, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Tiba-tiba, secara mengejutkan, ketel besar langsung meledak. Tiga warga ini kontan terlempar dan terkena tumpahan air panas yang muncrat dari ketel. Tak hanya itu, ledakan membuat ketel terlempar hingga menjebol
dinding tembok pabrik tahu. Ketel besar itu kemudian merusak sebagian dapur rumah milik Abdul Aziz, 70, yang berada di samping pabrik tahu. Beruntung saat ketel terlempar, Abdul Aziz yang saat itu berada di dapur masih selamat. “Saya terkejut mendengar ledakan. Tiba-tiba ketelnya jatuh di dekat saya. Untuk tidak kena saya,” katanya. Ledakan ketel tahu ini terdengar hingga radius 300 meter. Kontan membuat puluhan warga mendatangi lokasi kejadian. Begitu sampai di pabrik tahu, mereka melihat tiga korban
mengalami luka bakar. Para korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Sementara itu, tim identifikasi Polres Situbondo langsung mendatangi lokasi ledakan. Kanit Pidana umum, Ipda Sadali mengatakan, selain melakukan olah TKP pihaknya juga memintai keterangan saksi-saksi. “Dari beberapa keterangan saksi, meledaknya ketel akibat tekanan panas dalam ketel yang terlalu tinggi. Kasus ini terus diselidiki dan lokasi kejadian langsung diberi police line,” tegasnya. (rri/pri)
BSC 2015 Memiliki Karakter Khas Tersendiri n SAMPAI.. Sambungan dari Hal 31
“Kostumnya lebih spektakuler, lebih mewah dan menawan itu sangat terasa,” terang Ariyanti, salah satu warga lingkungan Paraaman. Dia mengaku tak sabar untuk menonton pagelaran BSC pada 18 Oktober mendatang. Sebab,
saat itu dia yakin para peserta akan tampil lebih habis-habisan di depan jutaan maya masyarakat Situbondo dan sekitarnya. Zainal, warga lainnya optimistis, BSC 2015 sudah mampu bersaing dengan pagelaranpegalaran serupa di kota lainnya. “Apalagi BSC memiliki jati diri utama berupa bahan utama kerang. Ini sudah demikian terli-
hat pada BSC 2015, dan ini tidak ada di daerah lain,” ujarnya. Branch Manager Alfa Production event organizer (EO) Shasa Natasya, menerangkan, BSC merupakan agenda kegiatan carnival tahunan Kabupaten Situbondo yang menjadikan kerang sebagai kekuatan karakter. Karnival ini juga merupakan adu kreatifitas sehingga peserta
tidak bisa sewa atau pinjam costum ke kabupaten lain. Sebab, kostum BSC sangat jelas, yakni kerang mendominasi sebagai accessories detail kostumnya. “Setelah dinilai selanjutnya para peserta akan tampil dalam grand performance on the Street BSC 2015 18 Oktober nanti,” imbuh Shasa. (pri)
BIKIN PANIK: Guru dan beberapa pekerja bangunan di SMPN 1 Situbondo menunjukkan kebakaran agar disiram petugas pemadam, Sabtu (10/10) lalu.
NUR HARIRI/JPRS
Saling Lempar, Konser Musik Kisruh SITUBONDO – Konser musik di Alun-alun Situbondo diwarnai kericuhan, Minggu (10/10) malam lalu. Kisruh antar pemuda tersebut kontan membuat pusat perhatian ribuan oang dan sempat menghentikan jalannya konser. Sebelum kisruh terjadi, konser yang digelar oleh Bank BRI dalam Pesta Rakyat Simpedes berjalan cukup aman. Bahkan, hampir di setiap sudut Alunalun serta di tengah-tengah kerumunan penonton ada petugas yang mengamankan dari TNI, Kepolisian, dan Satpol PP. Namun, sekitar pukul 21.00, ribuan warga benar-benar memadati lapangan depan Pendapa Bupati Situbondo tersebut. Di tengah kerumunan itu, anakanak muda mulai bergoyang
sambil menikmati lagu-lagi yang dinyanyikan artis. Sayang, sebelum artis utama Reni Farida dari Banyuwangi naik panggung, krisruh antar penonton mulai terlihat. Pemicunya, ada beberapa anak muda yang sengaja melemparkan botol air mineral, sandal, serta barang-barang lainnya. Kontan, barang yang dilempar ke atas mengenai kepala penonton lain. Penonton yang tidak terima kemudian mencari penonton yang melempar barang-barang tersebut. Seketika, aksi saling dorong dan bentrok antar pemuda pecah di tengah lapangan Alun-alun. Pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Situbondo, pemuda yang terlibat pertengkaran seakan tidak mempedulikan
kerumunan banyak orang. Mereka berkelahi hingga dilerai oleh anggota Kodim 0823, Polres, serta Satpol PP. Sementara petugas pemadam kebakaran berusaha menyemprotkan air agar perkelahian tidak berlanjut. Oleh petugas keamanan, beberapa pemuda yang memicu terjadinya kisruh langsung di amanakan. Setidaknya ada tiga pemuda yang dibawa aparat. Selama perjalanan keluar dari tengah-tengah lapangan, mereka menjadi tontonan ribuan orang. Selama kisruh tersebut terjadi, konser sempat dihentikan. Bahkan, dari atas pentas terdengar seruan damai. “Yang berkelahi itu ndeso, kalau ada yang tengkar lagi konser dihentikan. (rri/pri)
BERDEBU: Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke tengah ribuan warga yang menonton konser di Alunalun Situbondo, Minggu (10/10) malam.
WAWANCARA: Panitia meminta komentar perwakilan juri dan peserta usai penilaian peserta BSC 2015.
EDY SUPRIYONO/JPRS
Para Raider Melewati Medan Ekstrem n LATBER... Sambungan dari Hal 31
Dia menjelaskan, latber dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi antar raider untuk memupuk rasa persaudaraan. Selain itu, sebagai bentuk pembinaan kepada para pecinta trail. Kata Mashari, dalam kesempatan tersebut, raider memiliki kesempatan yang leluasa untuk mengekspresikan kreatifitas dan kemampuannnya dalam mengendarai kendaraan. Lebih dari itu, pelaksanaan latber diharapkan bisa mengapilkasikan kecakapan dalam berkendara setiap harinya. ”Bagaimana cara bermotor yang baik itu diaplikasikan. Tidak sem-
barangan di jalan raya, misalnya,” tambah Mashari. Sementara itu, ke depan direncanakan akan mengadakan kegiatan yang lebih semarak lagi. Mashari mengaku, sekitar bulan Desember nanti, direncanakan mengadakan even yang lebih besar. Yaitu, dengan menghadirkan raider yang lebih banyak dan menempuh rute yang lebih menantang. ”Latber ini dalam rangka persiapan even akhir tahun 2015. Rencananya, kita akan melibatkan raider se-Jawa timur dan Bali,” ujar Mashari Sedangkan pada latber kemarin, peserta dilepas Camat dan Kapolsek Asembagus dan didampingi pengurus KONTRAAS. Mereka
Akan Mampu Menginspirasi Semua Pihak n BERI... Sambungan dari Hal 31
HABIBUL ADNAN/JPRS
MENANTANG: Salah satu raider melewati jalur ekstrem saat latber kemarin
start dari Pelabuhan Jangkar. Kemudian menuju ke beberapa rute menanjak di bagian selatan Kecamatan Asembagus dan Banyuputih. Peserta menempuh
beberapa jalur yang sangat ekstrem. Misalnya ketika melewati daerah Blitok, Panjelinan, dan Cerpat, Kecamatan Asembagus. (bib/pri/adv)
Keluarga Korban Mengaku sangat Berterima Kasih n JIH YOYOK... Sambungan dari Hal 31
Calon wakil bupati (cawabup) yang mendampingi H Dadang Wigiarto ini sadar, apa yang dilakukannya tentu tidak sepadan dengan derita yang harus ditanggung oleh tiga warga yang menjadi korban ledakan ketel pabrik tahu. Na-
mun, dia yakin kunjungannya bisa sedikit mengurangi beban keluarga korban. “Namanya juga musibah. Dengan kedatangan kita, minimal korban dan keluarganya tidak merasa sendiri. Masih ada pihak lain yang ikut berempati. Yang mau berbagi,” ungkap mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten
NUR HARIRI/JPRS
Situbondo tersebut. Dalam kunjungannya tersebut, Jih Yoyok meminta kepada keluarga korban ledakan ketel pabrik tahu untuk tetap bersabar.”Saya berharap kepada keluarga korban ledakan untuk tetap bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Bertawakallah kepada Allah,”pintanya.
Salah seorang keluarga korban mengaku sangat berterima kasih mendapat kunjungan Jih Yoyok.”Awalnya, saya tak menyangka yang menjenguk anak saya itu Pak H Yoyok. Makanya, saya dan keluarga sangat berterima kasih mendapat kehormatan seperti ini,” kata orang tua korban ledakan, Husen. (pri)
Dengan silaturahmi tersebut, Pangarmatim berharap, para siswa mampu menjadi generasi bersaing yang tetap bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT. “Kalau silaturahmi dengan Pemerintah Daerah kita juga ingin mendorong hal-hal yang terkait dengan pembangunan daerah itu sendiri. Masih banyak potensipotensi yang ada belum digali dengan baik, kita dorong untuk mengembangkan, demi mensejahterakan masyarakat Situbondo,” paparnya. Pangarmatim mengaku, dari helikopter pihaknya sudah melihat bagaimana budidayabudidaya yang dilaksanakan di sepanjang pantai di Situbondo. Itu semua masih perlu terus dikembangkan. “Jadi di samping untuk tempat wisata, Situbondo juga sangat cocok untuk daerah digelarnya lomba-lomba layar, penyelam di wilayah Pasir Putih,” pungkasnya. PJ Bupati Situbondo, Zainal
ISTIMEWA
KENANG-KENANGAN: Bupati Situbondo, Zainal Muhtadien (kanan) dan Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H saling bertukar cindera mata dalam malam silaturahmi di Aula Pasir Putih, Bungatan.
Muhtadien sangat berterima kasih dengan kunjungan Panglima Armatim. Diharapkan kunjungan akan mampu menginspirasi semua pihak, khususnya jajaran Pemkab Situbondo dan camat untuk bangkit menata persoalan-persoalan unggulan yang berbasis maritim. “Saya sengaja mengundang
siswa SMK untuk bagaimana untuk mencintai laut dan bagaimana menjadi warga negara yang baik yang kembali kepada semangat bahari. Yang pasti, kehadiran Panglima Armatim ini sangat membahagian kami untuk lebih semangat membangun Kabupaten Situbondo ini,” tegasnya. (pri/adv)
R A D A R genteng
Jawa Pos
Senin 12 Oktober 2015
Blambangan Raya
Jambu Kristal Banyak Diburu
Hari ini Sugiayem Dibawa Pulang SHULHAN HADI/JPRG
MEMBAIK: Perawat Puskesmas Tegalsari melakukan terapi untuk melatih otot Sugiayem agar bisa bergerak dengan baik, kemarin (11/10).
TEGALSARI-Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, yang sempat menjalani perawatan selama tiga bulan di Taiwan, dan di RSUD Blambangan, hingga kemarin (11/10) masih dirawat di Puskesmas Tegalsari. Sugiayem mulai dipindah ke Puskesmas Tegalsari itu sejak Sabtu (10/10) sekitar pukul 11.30.
Sampai saat ini, kondisi ibu dengan dua anak itu menunjukkan tanda-tanda baik. “Kita lakukan terapi,” cetus kepala Puskesmas Tegalsari, dr. Asiyah Aswin. Menurut Asiyah, rencananya pagi ini Sugiayem akan diantar pulang ke rumahnya. Meski berada di rumah, tim kesehatan akan terus melakukan pemeriksaan berkala untuk mengetahui perkembangannya. “Meski pulang akan tetap
37
kita pantau,” katanya. Salah satu perawat, Deni Yulianto, mengatakan setelah tiba di Puskesmas, pihaknya banyak membantu fisioterapi dengan latihan otot. “Kita membantu dengan melakukan terapi,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng. Menurut Deni, secara umum kondisi Sugiayem membaik. Meski hanya bisa berbaring, tapi sedikit bantuan sudah mulai
bisa duduk. “Sulit duduk karena di bagian punggung terdapat luka akibat terlalu lama berbaring saat di Taiwan,” terangnya. Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, kondisi Sugiayem memang mulai membaik. Dengan suara jelas, mengaku saat ini kondisinya jauh lebih baik. “Saya selama di sana tidak ingat, waktu di Banyuwangi dan di sini baru ingat,” ucapnya. (sli/abi)
CLURING-Menanam buah jambu kristal, ternyata cukup menjanjikan. Selain biaya operasional yang murah dengan perawatan mudah, harga jambu jenis ini tergolong terjaga dibanding buah lainnya. Kelebihan lain, pada musim kemarau panjang seperti sekarang ini jambu kristal ternyata malah berbuah cukup banyak. Petani yang menanam, kini panen besar seperti yang dialami Saeno, 65, dan Rubiyah, 62, warga Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring. “Harganya aman masih Rp 8.000 per kilogramnya,” terang Saeno. Saeno mengaku saat ini menanam buah jambu kristal ini di sawah dengan luas setengah hektare. Tanaman jambu yang sudah berumur dua tahun, hampir setiap pekan panen dengan hasil satu kuintal. “Untuk menanam jambu kristal ini tidak banyak biaya,” katanya. Dalam perawatan juga tidak ada kesulitan. Hanya saja, setiap sebulan sekali diperlukan pupuk kandang dan pupuk yang sudah ada di kios. “Kalau kena hama cabuk disemprot itu saja,” ujarnya. Untuk penjualan ternyata juga tidak sulit. Setiap panen, jambu kristal ini sudah ada yang membeli. “Sekarang banyak yang
DEDY JUMHARDIYANTO/ JPRG
MENJANJIKAN: Saeno dan Rubiyah memanen buah jambu kris tal, kemarin (11/10).
mencari buah jambu, setiap panen sudah ada pembeli yang datang,” terang Rubingah, istri Saeno. Salah seorang pedagang buah jambu, Hendra Gunawan, 27, asal Dusun Kopen, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, menyebut kualitas jambu kristal milik Saeno itu termasuk bagus.
“Benihnya bagus, kualitas jambu juga bagus,” katanya. Hendra mengaku buah jambu kristal sebanyak satu kuintal, biasanya dijual di sekitar Pantai Boom, Banyuwangi. Untuk harga di pasaran, jambu kristal ini mencapai Rp 20 ribu per kilogramnya.(ddy/abi)
Mengikuti Sidang Isbat Nikah di Purwoharjo
Sudah Punya Tujuh Cucu, Terasa Pengantin Baru Pelaksanaan sidang isbat nikah yang digelar kantor Kecamatan Purwoharjo, berlangsung serius dan ger-geran. Sebanyak 45 pasangan suami istri (pasutri) yang sudah berumur tua, kembali menikah. Oleh panitia, disediakan pelaminan seperti pengantin baru pada umumnya. DEDY JUMHARDIYANTO, Purwoharjo Suasana kantor Kecamatan Purwoharjo, pagi itu tidak seperti biasa. Suara sound system yang memutar musik Islami, terdengar cukup keras. Sebuah tenda berukuran besar dengan hiasan layaknya orang punya hajatan pernikahan, terpasang di sekitar pendopo kecamatan. Tidak lupa, di bagian pintu masuk juga ada hiasan janur kuning atau penjor. Sebelah kiri gerbang pintu masuk, juga ada beberapa tulisan ucapan selamat dari sejumlah kantor urusan agama (KUA). Di sisi kanan pintu masuk, berjejer petugas layaknya terima tamu. Setiap tamu yang datang, diminta untuk mengisi buku tamu. Layaknya sebuah resepsi pernikahan, di bawah tenda berukuran enam meter kali delapan meter, terdapat dekorasi pelaminan yang tertata rapi. Di dalam tenda itu, juga ada kursi yang ditata rapi mengelilingi meja, lengkap sajian makanan dan minuman berupa kue kering dalam toples dan air mineral dalam gelas.
Hiasan janur kuning melengkung, juga tampak mengelilingi tenda. Di sekitar tenda, ada meja panjang yang di atasnya terdapat piring berisi nasi yang dijajar rapi. Di antara piring itu, ada wadah aluminium berukuran sedang yang di bawahnya menyala api untuk menghangatkan kuah soto dan rawon. Setiap tamu yang datang juga langsung menyantap makanan itu. Begitulah suasana pelaksanaan siding isbat nikah di kantor Kecamatan Purwoharjo yang diikuti masyarakat di enam kecamatan yang ada di Banyuwangi Selatan, meliputi Kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Bangorejo, Srono, Siliragung, Cluring, dan Pesanggaran. Dalam pelaksanaan sidang isbat nikah itu, diikuti 45 pasangan pengantin yang umurnya sudah lebih dari setengah abad. Maklum, mereka itu adalah pasangan pengantin yang menikah di antara tahun 1971 hingga 1985. Semua pasangan suami istri (pasutri) peserta sidang isbat nikah itu, tidak memiliki kutipan akta nikah atau buku nikah yang dikeluarkan kantor Kementerian Agama (Kemenag). Usia pernikahan yang sudah dijalani puluhan tahun itu, terasa hambar dan seolah tidak diakui oleh pemerintah atau negara. Pernikahan mereka, hanya diketahui dan diakui oleh masyarakat sekitar tempat tinggal. Meski tidak tercatat di kantor urusan agama (KUA), perkawinan mereka diakui oleh masyarakat sekitar, hingga mempunyai anak, cucu, buyut dan seterusnya. Ironisnya, karena pernikahan tidak diakui oleh pemerintah, maka dalam KTP tidak tercantum status suami dan istri, hanya tertulis keluarga atau pasangan lainnya. “Saya sudah menikah 44 tahun,” cetus Mistur, 66,
DEDY JUMHARDIYANTO/ JPRG
BERBAHAGIA: Pasangan Mistur, 65, dan Sulastri, 56, menunjukkan duduk di pelaminan usai sidang isbat, Jumat (9/10).
sambil menoleh istrinya, Sulastri, 56. Warga Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, yang sudah lama membina rumah tangga baru kali pertama memiliki kutipan akta nikah atau buku nikah yang dikeluarkan KUA. “Punya buku nikah dan di foto di atas pelaminan, rasanya seperti pasangan pengantin baru,” ujar Mistur dengan terkekeh-kekeh. Sejak menikah tahun 1971, Mistur dan Sulastri telah dikaruniai tiga orang anak, tujuh cucu, dan satu buyut. Saat menikah 44 tahun silam, saksi nikah tetangganya, Karjito, 66, dan Miskan, 57, yang keduanya juga turut hadir
Panggil Orang Tua Pelaku ke Polsek n Nonton...
Sambungan dari Hal 36
Menurut Kapolsek, FJ ini sebelumnya pernah menjadi korban pengeroyokan. Tampaknya,
bocah itu tidak terima dan ingin balas dendam. “Tapi hampir dikeroyok oleh penonton lain,” ungkap Kapolsek. Dari peristiwa itu, Kapolsek mengingatkan pada para orang
tua untuk melakukan pengawasan kepada putranya. Selain itu, anak yang masih di bawah umur, untuk tidak membawa sajam dan jenis barang berbahaya lainnya yang melanggar
hukum. “Pelaku masih di bawah umur, orang tuanya akan kita panggil ke polsek agar mengerti dengan perilaku anaknya,” ungkapnya. (ddy/abi)
Pasangan Dahsyat hanya Pasang Target 54 Persen n Parpol...
Sambungan dari Hal 40
Sebab, meski tahap kampanye sudah dibuka sejak 27 Agustus lalu, hingga kemarin (11/10) belum pasangan calon belum ada yang melakukan kampanye, apalagi unjuk kekuatan (show of force). Jika melihat pada perolehan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 untuk masing-masing parpol, gambaran tentang peta dukungan terhadap Dahsyat dan Su-Si bisa sedikit terkuak. Total dukungan yang berhasil diraih sepuluh parpol pengusung dan pendukung Dahsyat maupun Su-Si pada Pileg 2014 mencapai 810.683 suara. Dari jumlah tersebut, gerbong koalisi parpol pengusung dan pendukung Dahsyat berhasil meraih total dukungan sebanyak 659.552 suara. Jika dikalkulasi,
total perolehan suara koalisi parpol pengusung dan pendukung pasangan Anas-Yusuf mencapai 81,36 persen dari total peroleh suara sah sepuluh parpol pada Pileg 2014 lalu. Sebagai gambaran, parpol pengusung utama pasangan pertanahan tersebut, yakni PDIP meraih total 157.274 dari lima daerah pemilihan (dapil) di Bumi Blambangan. Perolehan suara partai Banteng Moncong Putih tersebut setara dengan 19,40 persen dari total suara sah Pileg 2014. Selain itu, total perolehan dukungan Gerindra di lima dapil mencapai 92.618 suara atau setara 11,42 persen. Sedangkan total perolehan suara tiga parpol pengusung Dahsyat yang lain, yakni PKS, NasDem, dan PAN masing-masing sebesar 34.486 suara (4,25 persen), 40.341 (4,98
persen), dan 35.647 (4,40 persen). Dukungan signifikan juga berhasil diraih tiga parpol pendukung Dahsyat. PKB berhasil meraih total 149.438 suara (18,43 persen), PD merengkuh 100,399 dukungan (12,38 persen), dan PPP memperoleh 47.874 suara (6,09 persen). Meski parpol pengusung dan pendukung menyatakan siap menggerakkan mesin pemenangan di setiap jenjang, namun Calon Bupati Incumbent Abdullah Azwar Anas memasang target menang hanya 54 persen. Pernyataan Anas itu berselisih jauh dibandingkan target kemenangan yang dilontarkan Ketua Tim Pemenangan Dahsyat, I Made Cahyana Negara. Made yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Banyuwangi mengaku optimistis Dahsyat bisa menang pilbu
dengan 90 persen lebih suara. Menurut Anas, selama menjadi bupati pada periode 20102015 ini, dirinya bersama Wakil Bupati (Wabup) Yusuf sudah bekerja. “Harapan kami kinerja kami dinilai masyarakat, sehingga kami berharap mendapat dukungan di atas 54 persen,” kata dia beberapa waktu lalu. Anas mengatakan, bagi dirinya, saat ini sudah tidak waktunya melakukan show of force. Dikatakan, rakyat Banyuwangi semakin cerdas. Karena itu, cara mendapatkan dukungan rakyat harus dilakukan dengan santun, baik, dan rasional. “Saya menilai masyarakat Banyuwangi semakin rasional dan proporsional dalam menentukan pilihan. Maka program yang lebih masuk akal akan lebih diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (sgt/ afi-bersambung)
sebagai saksi dalam sidang isbat nikah. “Saya dulu mas kawinnya uang Rp 500,” katanya. Di tahun 1971, mas kawin uang Rp 500 itu sudah tergolong banyak. Karena saat itu, harga kebutuhan pokok, seperti beras hanya Rp 25 per kilogram. Meski demikian, untuk biaya nikah di tahun itu cukup mahal, sehingga tidak sedikit yang memilih menikah di kiai dengan disaksikan perwakilan kedua keluarga. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1990-an, Mistur baru merasakan kesulitan terkait pencatatan administrasi kependudukan. Karena salah satu syarat utama bukti
pernikahan berupa kutipan akta nikah atau buku nikah yang dikeluarkan KUA. “ Saya baru punya kartu keluarga (KK) dan ditulis status suami istri baru tahun ini,” cetusnya. Kebahagiaan itu juga dirasakan pasangan Sujarno, 60, dan Tumirah, 50. Warga Dusun Purworejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, itu menikah pada tahun 1985 dan kini sudah dikaruniai satu anak dan satu cucu. Sejak menikah itu, belum memiliki buku nikah dan belum terdaftar sebagai pasangan suami istri yang sah. Proses pelaksanaan sidang isbat yang melibatkan hakim di Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, Dinas Kependudukan Catatan Sipil Banyuwangi Dispendukcapil), kepala KUA, kepala desa, dan modin, itu tidak begitu membingungkan. Pasalnya, proses administrasi sudah dilangsungkan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan sidang. Pasangan pengantin tua yang datang bersama dua saksi, langsung menghadap ke meja sidang yang sudah disiapkan panitia. Pasutri duduk di depan meja hakim, di belakang pengantin duduk dua orang saksi. Hakim PA hanya membaca data dan memeriksa ulang di hadapan pasangan. Berikutnya, dua orang saksi yang duduk di belakang pengantin langsung diambil sumpah dengan posisi berdiri. Sesudahnya, hakim tunggal PA Banyuwangi memutus dan menetapkan perkara sidang nikah isbat tersebut. Usai sidang, pasangan suami istri itu mendapat catatan akta nikah yang dikeluarkan oleh kantor urusan agama (KUA) sesuai tempat tinggal pasangan. dan selembar kartu keluarga (KK) yang sudah ditandatangani Kepala Dispendukcapil, Sudjani. (abi)
Berharap Jadi Wakil Banyuwangi n Masuk...
Sambungan dari Hal 36
Prestasi yang diraih oleh siswa kelas XII itu, menjadi kebanggaan bagi sekolahnya. Apalagi, itu tidak mudah untuk meraihnya. “Untuk bisa masuk 10 besar,
harus bersaing dengan ratusan siswa, tentu ini menjadi kebanggaan dan bisa memotivasi siswa lainnya,” cetus kepala SMAN 1 Bangorejo, Dwianto Budhiono. Keberhasilan Muhamad Ikhwan dengan masuk 10 besar JebengThulik, itu tidak lepas dari peran
guru pembimbing, Nawang Sasi Agustini yang selalu memberikan pengarahan. “Saya seleksi sendiri, dan saya berharap bisa menjadi juara supaya bisa mewakili Banyuwangi dalam pemilihan Raka Raki tingkat Jawa Timur,” harapnya. (adv/abi)
Ada Kirab Santri dan Pengajian n Berlangsung...
Sambungan dari Hal 36
Acara kirab budaya itu, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan warga tumplek blek di sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab budaya yang dilepas oleh Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko dengan start di Stadion Untung Suropati, Desa Tembokrejo, dan finish di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brak Kalimoro. Ketua panitia penyelenggara, Anom Basori, mengatakan kegiatan Festival Tembokrejo itu merupakan kegiatan yang ru-
tin dilaksanakan setiap tahun. Acara itu untuk menyambut datangnya bulan Muharram atau Suro. Dalam acara ini, juga digelar berbagai hiburan. “Puncaknya malam satu Suro, kita laksanakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk,” ujarnya. Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, terang dia, diselenggarakan ritual adat baritan yang di sertai tumpeng sewu di sepanjang jalan Desa Tembokrejo. Acara ini, dimulai menjelang maghrib. “Kita juga adakan kirab santri dan pengajian akbar,” imbuhnya. Festival Tembokrejo itu, jelas dia, dilaksanakan sebagai sa-
rana untuk bersih desa. Melalui kegiatan itu, diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat di Desa Tembokrejo dan sekitarnya. “Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi, dan ekonomi kreatif di masyarakat bawah bisa tumbuh melalui kegiatan ini,” harapnya. Camat Muncar, Yusdi Irawan, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan kirab budaya Nusantara yang dilakukan oleh Desa Tembokrejo itu. Dengan kegiatan itu, setidaknya perputaran perekonomian masyarakat Muncar, khususnya Desa Tembokrejo dapat berjalan dengan baik. (*/abi)
Tekan Kenakalan Remaja n Belasan...
Sambungan dari Hal 36
seperti knalpot brong dan velg berukuran kecil. “Kita amankan karena berbahaya bagi keselamatan pengendara di jalan raya,” dalihnya. Kendaraan yang terjaring razia, jelas dia, boleh diambil oleh
pemiliknya dengan syarat harus menunjukkan surat kelengkapan kepemilikan kendaraan yang sah dan masih berlaku. Khusus untuk motor yang menggunakan onderdil tidak standar, harus diganti sesuai aslinya. “Pemilik motor bisa mengambil di polsek,” ungkapnya.
Operasi motor ini, lanjut Kapolsek, akan terus dilakukan di wilayah hukumnya. Dengan kegiatan itu, diharapkan bisa menekan kasus curanmor dan kenakalan remaja. “Kita akan terus tingkatkan razia dan pengamanan, agar situasi kamtibmas lebih kondusif,” cetusnya. (ddy/abi)
RADAR BANYUWANGI
Jawa Pos
EKONOMI BISNIS
Senin 12 Oktober 2015
! " # $ % &
' ( ) * " + ,-) #
. .
33
' (* " + 3 #
& ' ( ! ) * " # +, $,
.4 0
' (* " + -/ +
! " # $ %
01 2
Pasar Pariwisata Dipuji Mendag Lembong BANYUWANGI – Ide kreatif Banyuwangi menata pasar tradisional menjadi pasar rakyat yang tertata, bersih dan nyaman, mendapat apresiasi Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Thomas Trikasih Lembong. Apresiasi Lembong itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan pasar pariwisata (eks pasar Sobo), Sabtu lalu (10/10). Dalam kunjungan tersebut Mendag Lembang melihat langsung proses pembangunan dan revitalisasi Pasar Sobo. Pasar ini  tengah direvitalisasi menjadi pasar pariwisata dan terminal terpadu. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang selain menjual kebutuhan pangan rakyat sehari—hari, juga akan menyediakan kerajinan lokal yang dilengkapi dengan terminal pariwisata sehingga membuka peluang untuk lebih banyak lagi konsumen yang datang.  Pasar ini mulai dibangun sejak awal 2015 menggunakan desain arsitek nasional Andra Matin, pasar ini akan dibangun menjadi pasar modern dengan konsep go green. Berlantai empat, lantai dasar untuk area parkir, musala dan toilet, dan perkantoran agen travel. Lantai I, untuk los-los pedagang yang disediakan untuk 90 pedagang. Sedangkan lantai II dan III, untuk dormitory.   Pembangunan pasar pariwisata berada di atas lahan 7.000 meter persegi, dan berada di
PASAR TRADISIONAL : Mendagri Lembong mendengarkan Penjelasan Bupati Anas tentang pembangunan pasar pariwisata terpadu di eks Pasar Sobo Sabtu lalu. ISTIMEWA
pintu gerbang masuk kota Banyuwangi. Awalnya pasar ini terkesan kotor dan tak teratur. Pedagang pun juga bervariasi di sini, mulai pedagang klontongan, pasar burung, barang elektronik, hingga tempat permainan biliar. Pemkab Banyuwangi memutuskan untuk merevitalisasi pasar ini pada awal tahun ini kembali ke fungsinya sebagai pasar rakyat tradisional. Saat mengunjungi Pasar Sobo ini, Lembong tampak serius mengamati tiap detail bangunan pasar. Bupati Abdullah Azwar Anas mengantarkan Lembong melihat sejumlah bangunan yang tengah dikerjakan kontraktor. Menurut Lembong, revitalisasi pasar rakyat itu sebuah implementasi yang hebat dan patut dicontoh daerah lain. “Saya melihat dua tahun ini Banyuwangi melakukan percepatan pembangunan,� kata Lembong. Salah satunya pengembangan pasar tradisional menjadi pasar tradisional yang lebih modern. Pasar tradisional bisa jadi modern kalau ditata bersih, steril dan
memudahkan pembeli. Kelebihan pasar tradisional lainnya masih mencirikan kekhasan dan
budaya suatu daerah. “Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Sudah waktunya kita kembali
ke pasar tradisional dan ini harus kita pertahankan,� kata Tom Lembong. Selain mengunjungi pasar Sobo, sebelumnya Mendag berkunjung ke lokasi pasar tradisional Srono yang tengah dibangun menggunakan anggaran dari Kemen-
terian Perdagangan. Thom Lembong juga meninjau pasar induk Banyuwangi, pantai Boom yang merupakan lokasi pembangunan dermaga marina, dan penginapan murah (dormitory) di Banyuwangi. Bupati Anas menambahkan, revitalisasi pasar rakyat ini untuk
memudahkan konsumen membeli barang yang diinginkan dengan mudah dan nyaman. Selama ini anggapan masyarakat tentang pasar tradisional adalah kumuh dan kotor, sehingga masyarakat enggan membeli barang di pasar. (afi)Â Â Â
Berhenti Merokok atau Impotensi KEBANYAKAN pria menganggap merokok membuat mereka terlihat lebih jantan. Nyatanya sebaliknya, merokok bisa menjadi musuh nomor satu bagi kejantanan pria. Banyak penelitian membuktikan, bahanbahan kimia dalam setiap isapan rokok bisa menyebabkan impotensi atau disfungsi ereksi (DE).  Menurut Direktur Prevention Reseach Center di Yale University School of Medicine Dr David Katz, merokok mempercepat seseorang terkena risiko atherosclerosis, yaitu penyakit akibat terbentuknya plak di dinding arteri sehingga arteri menjadi lebih tebal dan menyumbat peredaran darah. Jika sumbatan tersebut terjadi pada bagian penis, terjadilah gangguan ereksi. “Mungkin pria sulit meninggalkan rokok karena tidak takut dengan ancaman penyakit jantung atau kanker paru-paru. Akan tetapi, jika sudah berkaitan dengan kejantanannya, semoga ini akan memotivasi mereka untuk membuang rokoknya,� harap Katz.  Menurut riset American Heart Associations Annual Conference on Cardiovasculer Disease Epidomiology and Prevention, pada 2003 dilaporkan 3.764 pria dari Tiongkok usia sekitar 47 tahun ke atas yang
menghabiskan 20 batang rokok sehari memiliki risiko terkena impotensi hingga 60 persen dibandingkan pria yang tidak pernah merokok. Secara umum, pria merokok 30 persen lebih rentan terkena impotensi ketimbang yang bukan perokok.  Australia juga mencatat hasil yang hampir sama, yaitu dari 8.400 pria usia 16–59 tahun, terungkap bahwa yang dalam sehari menghabiskan satu pak atau kurang, 24 persennya kedapatan kesulitan menjaga ereksi ketimbang yang tidak merokok. Sementara itu, pria yang mengisap lebih dari satu pak, 39 persennya akan lebih mudah terkena impotensi ketimbang yang tidak merokok. Para remaja sebaiknya juga berpikir
ulang jika mereka terus merokok, efek perusakan dalam tubuh akan terus berlanjut dan semakin parah saat mereka dewasa.  Sebenarnya, semakin cepat seseorang berhenti merokok, risiko impotensi bisa dihindari. Namun, jika efeknya sampai pada gangguan ereksi atau impotensi, tidak ada pilihan lain kecuali segera berobat ke dokter agar hubungan suami-istri kembali normal.  On Clinic Indonesia adalah jaringan layanan kesehatan yang dapat membantu mengatasi disfungsi seksual pria, yaitu impotensi dan ejakulasi dini, yang ditangani oleh dokter-dokter berpengalaman dengan tingkat keberhasilan tinggi yang menjunjung tinggi kerahasiaan dan privasi pasien.  Untuk informasi lebih lanjut, hubungi nomor telepon 1500-001 (pulsa lokal), SMS 085-5105 0005, PIN 29FD2F5F, WA 081314922776, www. onclinic.co.id atau email : info@onclinic.co.id. FB (pakai logo FB): On Clinic Indonesia T (pakai logo Twitter): @onclinic_id. Pelayanan bisa diberikan dalam bentuk konsultasi via telepon dengan tim medis jika ada pasien yang malu, sibuk, atau tak punya waktu datang ke klinik.
HALAMAN 36
SENIN 12 OKTOBER
DUTA WISATA
TAHUN 2015
Belasan Motor Protolan Terjaring Razia
EKO BUDIYONO/JPRG
BANGGA: Kepala SMAN Bangorejo, Dwianto Budhiono bersama Mohamad Ikhwan yang terpilih 10 besar jebeng thulik.
Masuk 10 Besar Jebeng-Thulik BANGOREJO-Siswa SMAN 1 Bangorejo, Muhamad Ikhwan, terpilih 10 besar dalam pemilihan duta wisata Banyuwangi Jebeng-Thulik, yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi n Baca Masuk...Hal 37
KIRAB BUDAYA DEDY JUMHARDIYANTO/ JPRG
TAK STANDAR: Motor protolan yang terjaring razia diamankan di halaman Polsek Muncar, kemarin (11/1).
MUNCAR-Sebanyak 15 motor protolan dan diduga bodong, diamankan oleh anggota Polsek Muncar dalam operasi yang digelar di RTH Untung Suropati Desa Tembokrejo, dan di RTH Desa Blambangan Sabtu malam (10/10). Untuk keperluan pemeriksaan, belasan motor beraneka jenis itu untuk sementara diamankan di polsek. “Ini operasi rutin dalam rangka cipta kondisi dan menekan angka pencurian,” cetus Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko kemarin (11/10). Kapolsek menyebut, razia motor sengaja dilakukan pada Sabtu malam. Karena pada malam itu, jalanan di kawasan Muncar selalu ramai dan dipadati muda-mudi. “Motor kita amankan karena pengendara tidak membawa surat-surat,” katanya. Selain mengamankan motor yang tidak ada suratnya, terang dia, dalam operasi itu juga mengamankan motor protolan dan onderdil yang tidak standar, n Baca Belasan...Hal 37
Nonton Reggae, ABG Bawa Sajam DEDY JUMHARDIYANTO/ JPRG
LOKAL: Peserta kirab budaya Nusantara di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (11/10).
Berlangsung Semarak MUNCAR-menyambut datangnya 1 Muharram atau bulan 1 Suro, warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, menggelar bersih desa. Kegiatan yang bertajuk Festival Tembokrejo, dimulai dengan kirab budaya Nusantara kemarin (11/10) n Baca Berlangsung...Hal 37
MUNCAR-Diduga terlibat tawuran dan didapati membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau, FJ, 16, asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dibawa Polsek Muncar, kemarin (11/10). FJ oleh polisi diamankan karena mengacungkan pisau saat menonton konser musik reggae di lapangan Dusun Sumberayu, Desa Sumberas, Kecamatan Muncar. “Anak ini (FJ) terlibat tawuran, dan sempat menantang dengan mengacungkan pisau,” ujar Wahyudi, 45, salah satu penonton reggae. Dianggap membahayakan penonton lainnya, beberapa anggota polisi dan TNI yang saat itu mengamankan kegiatan langsung meringkus.
“Sempat akan dikeroyok penonton lainnya, tapi langsung diringkus polisi dan dibawa ke polsek Muncar,” terangnya. Konser musik reggae yang digelar di lapangan Sumberayu, Desa Sumberas, itu awalnya berjalan tenang. Tapi, hiburan itu mendadak berubah rusuh dan ada antar penonton tawuran. “Kalau anak reggae itu damai, penontonnya yang rusuh,” katanya. Dalam keterangannya pada polisi, FJ mengatakan pisau yang dibawa saat nonton reggae itu milik ibunya yang biasa dibuat jualan buah di pasar. “Pisau itu milik orang tua saya yang digunakan untuk dagang buah,” cetus FJ pada Kapolsek Muncar, Kompol Baca Nonton...Hal 37 Agus Dwi Jatmiko n
DIAMANKAN: Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko memberin pembinaan kepada ABG yang kedapatan membawa sajam, pisau kemarin (11/10). DEDY JUMHARDIYANTO/ JPRG
BPN Banyuwangi Tingkatkan Kemitraan
Gelar Hari Jadi
Agraria & Tata Ruang dengan
Jalan Sehat BANYUWANGI-Keluarga besar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, menggelar hari jadi agraria dan tata ruang kemarin (11/10). Dalam acara itu, para karyawan BPN, pensiunan, notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) bersama-sama mengadakan jalan sehat. Jalan sehat yang dilepas oleh kepala BPN Banyuwangi, Hariyono Saroso dengan start dan finis di depan kantor BPN lama di Jalan Istiqlah, Banyuwangi, itu para peserta terlihat semringah. Apalagi, rute yang diambil menelusuri jalan perkampungan penduduk dengan jauh dua kilometer itu membuat suasana tambah asyik. Untuk jalan sehat ini, BPN Banyuwangi menyediakan seabrek hadiah, di lima sepeda gunung, empat lemari es, empat TV LCD 32 inc, dan ratusan hadiah menarik lain yang diperuntukkan bagi para peserta jalan sehat yang bernasib mujur.. Kepala BPN Banyuwangi, Hariyono Saroso, mengatakan jalan sehat ini dilak-
FOTO-FOTO EKO BUDIYONO/JPRG
SEHAT: Kepala BPN Banyuwangi, Hariyono Saroso (dua dari kanan) menyerahkan hadiah sepeda gunung pada pemenang jalan sehat, kemarin (11/10).
sanakan dalam rangka menyambut hari jadi agraria dan tata ruang. Selain itu, untuk menyambung silaturahmi antara keluarga besar BPN, para notaris, PPAT, dan para pensiunan BPN Banyuwangi. “Untuk mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan antara BPN, notaris, PPAT, dan para pensiunan, serta dinas terkait,” katanya. Selama ini, terang dia, BPN Banyuwangi banyak melakukan perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat yang mengajukan sertifikat. BPN Banyuwangi telah meluncurkan program One Day Service untuk pengurusan balik nama dengan waktu sangat singkat, yaitu sehari jadi. “BPN Banyuwangi sudah berhasil menjalankan program One Day Service, Quick Service, dan layanan jemput bola(LARASITA), semua itu untuk memberikan pelayan terbaik pada masyarakat dalam pengajuan sertifikat,” ujarnya. Untuk tahun 2016, terang dia, BPN
Banyuwangi telah menerima pengajuan 4.000 pengajuan sertifikat prona dari berbagai kelurahan dan desa. Dengan adanya pengajuan itu, terbukti masyarakat Banyuwangi sangat antusias dengan program yang diadakan oleh BPN Banyuwangi. “Untuk pengecekan sertifikat, kita telah menggunakan sistem online,” ungkapnya. Dengan sistem online itu, masyarakat tidak perlu bingung karena BPN Banyuwangi akan selalu memberikan pelayanan dan konsultasi terkait pengajuan sertifikat tanah. “Masyarakat tidak perlu takut mengurus sertifikat dan biaya tidak mahal. Silahkan datang ke kantor BPN Banyuwangi untuk konsultasi terkait proses pengajuan sertifikat tanah,” katanya. Dengan pelayanan yang baik ini, diharapkan ada kerja sama dan komunikasi yang baik pula antara BPN, desa, kecamatan, notaris, PPAT, dan instansi terkait. “Dengan komunikasi yang baik maka segala permasalahan bisa diselesaikan
BLUSUKAN KAMPUNG: Peserta jalan sehat dalam rangka hari agraria dan tata ruang tampak semangat dengan menelusuri jalan perkampungan, kemarin (11/10). START: Kepala BPN Banyuwangi, Hariyono Saroso melepas peserta jalan sehat dalam rangka hari agraria dan tata ruang.
dengan cepat dan baik,” harapnya. Selama tahun 2015 ini, jelas dia, BPN Banyuwangi telah menuntaskan program sertifikat masal melaui program prona sebanyak 3.900 sertifikat. Dan itu, sudah dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, pada tahun 2015 ini juga berhasil dalam pengembangan program UMK dan budi daya ikan. “Bagi masyarakat yang telah mendaftarkan pengajuan sertifikat bisa mengecek langsung dengan SMS ke nomor layanan 2409, dengan mengetik nomor berkas pendaftaran dari BPN Banyuwangi,” terangnya. Ketua panitia jalan sehat hari jadi agraria dan tata ruang, Faizin, menyampaikan banyak terima kasih kepada para peserta jalan sehat dan notaris PPAT. Dengan kerja sama yang baik, kegiatan jalan sehat berjalan dengan lancar. “Semoga kemitraan ini selalu terjalin dengan baik demi pelayanan yang terbaik pada masyarakat,” cetusnya. (adv/abi)
HARI JADI: Kepala BPN Banyuwangi, Hariyono Saroso memotong tumpeng dalam acara hari jadi agraria dan tata ruang, kemarin (11/10).
SANTUN: Kepala BPN Banyuwangi, Hariyono Saroso (kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan pensiunan BPN Banyuwangi. KOMPAK: Para notaris dan PPAT usai menikmati makan tumpeng bersama kepala BPN, Hariyono Saroso.
SEHAT & BAHAGIA: Hariyono Saroso (tiga dari kiri) ikut berjalan bersama keluarga dalam jalan sehat hari agraria dan tata ruang, kemarin (11/10).
RADAR BANYUWANGI
38
Jawa Pos
Senin 12 Oktober 2015
Putri Indonesia
Bawa
Batik
Banyuwangi ke
Bupati Abdullah Azwar Anas
IFW
PAGELARAN fashion Banyuwangi Batik Festival 2015 yang digelar di Taman Blambangan Sabtu malam (10/10) berlangsung fantastis. Ajang fashion ini menjadi panggung yang menegaskan eksistensi batik Bumi Blambangan. Puluhan karya busana batik Banyuwangi motif Paras Gempal ditampilkan dengan memukau dan elegan. Batik Banyuwangi ditampilkan menawan baik oleh pelaku industri kecil menengah (IKM), desainer lokal maupun desainer nasional. Desain-desain busana batik yang tampil di atas panggung BBF 2015 menunjukkan perkembangan kreativitas yang luar biasa dari para pelaku IKM dan desainer lokal. Sejak digelar pertama kali pada tahun 2013, hingga kini BBF telah mampu menjadi media bagi peningkatan kualitas busana batik daerah. Menteri Perdagangan RI Thomas Lembong yang berkesempatan menyaksikan langsung even BBF mengatakan batik bukan hanya sekedar kain tapi mencerminkan kepribadian dan budaya bangsa. “Batik juga telah menjadi salah satu identitas warga Indonesia di mancanegara. Mengangkat eksistensi batik merupakan pekerjaan yang merepresentasikan budaya dan karakter bangsa. Banyuwangi patut menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Menteri Thomas. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan dalam BBF ini tidak hanya kain batik yang digelar, tetapi kain-kain batik disulap menjadi busana avant – garde hingga ready – to wear. “Lewat festival ini, kami ingin membawa peminat batik, desainer, pelaku industri pakaian nasional hingga wisatawan untuk menyelami kekayaan batik Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas. Pagelaran BBF diawali penampilan busana ikon hasil desain para pelaku IKM Banyuwangi yang dilanjutkan fashion show para finalis fashion on the pedestrian yang digelar sehari sebelumnya. Salah satu desiner daerah Anita Yuni juga secara khusus menampilkan koleksinya yang bertema Imaginary Angels Sritanjung Soul. BBF juga semakin meriah dengan kehadiran penyanyi papan atas Krisdayanti. Tidak hanya KD, juga tampil Danang penyanyi Banyuwangi yang sukses lewat ajang D-Academia. Pagelaran BBF 2015 juga menampilkan koleksi desain busana para desainer batik nasional. Misalnya, Irma Lumiga desainer asli Banyuwangi yang sukses di Bali menyuguhkan koleksi busana batik Paras Gempal bertema Gemah Ripah. Dengan nuansa hitam putih Irma mampu menyuguhkan
desain yang cantik dan elegan. Tidak hanya itu desainer nasional Priscilla Saputro yang selama ini membidangi busana batik Miss World dan Putri Indonesia juga hadir. Priscilla membawakan koleksi batik paras gempal dengan tema Dramatic Carnival Off Beat sebanyak 60 busana dengan cita rasa internasional. Koleksi Priscilla dibawakan oleh model model yang spesial seperti Putri Indonesia Anindya Kusuma Puteri. Priscilla mengatakan, usai gelaran BBF dia akan membawa batik Banyuwangi dalam ajang peragaan busana prestisius, Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 di Jakarta. “Akhir Februari 2016 mendatang, batik Banyuwangi akan saya tampilkan secara khusus di IFW. Cutting dan pemilihan warnanya akan saya buat dengan citarasa internasional. Kami ingin membawa batik Banyuwangi untuk dunia,” ujar Priscilla. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi Drs Hary Cahyono mengatakan batik adalah sebuah karya warisan yang termegah yang tak pernah habis dimakan oleh jaman. Ilmu membatik itulah yang seharusnya diturunkan kepada generasi pewarisnya. Maka melalui BBF tahun 2015 ini, Banyuwangi ingin menyuguhkan batik dalam sebuah fashion. Dikatakan dalam rangkaian BBF 2015 ini, diawali dengan tiga kegiatan yaitu; Lomba Desain Motif Batik Khas Banyuwangi; Lomba Model dan Desain Busana Batik Banyuwangi serta Lomba Mencanting Tingkat Sekolah Dasar (SD). “Dan puncak acara adalah Gebyar Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2015 Di Taman Blambangan Banyuwangi,“ kata Hary kemarin. Ia mengatakan perhelatan BBF tahun ini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Indikatornya adalah membeludaknya penonton yang memadati taman Blambangan. “Jumlah masyarakat yang menonton diluar perkiraan kita. Mungkin ada ribuan yang datang kemarin malam,” ucapnya. Tata panggung dan pencahayaan juga mengalami perombakan yang lebih baik tahun ini. Hary berharap ajang BBF ini menjadi wahana transfer ilmu para pelaku IKM batik Banyuwangi. Banyak ilmu perbatikan dari busana batik hasil karya desainer nasional yang bisa diserap. Baik dari segi desain motif pilihan warna maupun desain busana. Dengan demikian, pelaku IKM batik bisa meningkatkan kualitas maupun kuantitas. Muara dari peningkatan kualitas dan kuantitas secara langsung akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. (cin/als)
FOTO-FOTO: RENDRA KURNIA/RaBa
RADAR BANYUWANGI
Jawa Pos
BERITA UTAMA
Senin 12 Oktober 2015
39
Lomba Foto Pengairan Banjir Pendaftar, 100 Formulir Ludes BANYUWANGI – Rentang pendaftaran Lomba Foto Pengairan yang digagas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi tahun ini cukup panjang. Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 17 Oktober nanti. Itu berarti maish tersisa waktu lima hari untuk mendaftar sebagai peserta lomba foto yang meraih piala Bupati Banyuwangi tersebut. Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo melalui Kasi Kasi Kerjasama Pember-
dayaan Masyarakat, Donny Arsilo Sofyan mengatakan, saat ini sudah ada sekitar seratusan formulir yang diambil pendaftar. Namun baru sekitar 50 an peserta yang sudah melengkapi dan mengembalikan formulir pendaftaran tersebut. Untuk itu ia mengimbau agar peserta yang sudah mengambil form pendaftaran agar segera melengkapi persyaratan dan mengumpulkan formulir di kantor Dinas PU Pengairan Jalan Adi Sucipto Nomor 84C. “Lumayan. Seratus pendaf-
tar pertama dapat kaus cantik,” kata Donny. Ia menambahkan, pendaftaran bisa dilakukan di Kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi yang beralamat di jalan Yos Sudarso No 89C. Nantinya peserta akan dibagi menjadi tiga kategori. Yakni kategori pelajar, mahasiswa dan umum. Lomba foto pengairan yang bertemakan wisata air, konservasi dan irigasi ini merupakan kesempatan bagi pemula atau penghobi hobi fotografi untuk mendapatkan apresiasi dari
ahlinya. Sebab nantinya, juri penilai didatangkan dari pihak yang berkompeten di bidang fotografi. Di antaranya bidang teknik dasar foto, bidang jurnalistik dan profesional. “Juri menilai dengan cara komperehensif. Paling tidak kita tahu kualitas foto kita seperti apa. Kita juga dapat manfaat ilmu tambahan melalui lomba ini,” paparnya. Panitia memberikan kesempatan menang yang lebih besar kepada para peserta. Yakni dengan cara mengizinkan tiap peserta untuk
mengirim foto lebih dari satu dengan kategori berbeda. “Jadi bisa kirim kategori wisata air, konservasi atau irigasi,” katanya. Total hadiah Lomba Foto Pengairan tahun ini cukup besar. Yakni Rp 45 juta. Untuk memperdalam ketentuan foto, panitia akan mengadakan temu teknik pada 19 Oktober mendatang. Pada pertemuan itu akan hadir pembicara dari elemen jurnalistik, profesional dan Dinas PU Pengairan itu sendiri. (cin/aif)
Kayu untuk Gantung Diri Mudah Rapuh n SUGIATIK... Sambungan dari Hal 29
Dia menjelasakan, dari hasil otopsi ditemukan sebuah jejas (kulit mengeras dan menghitam) karena adanya suatu sentuhan tali yang melingkar di leher dari depan ke belaknag kurang lebih 36 cm dengan lebar 1 cm. Di bawah jejas pertama, tim dokter juga menemukan jejas lagi dengan motif diagonal di bagian leher depan kanan dengan panjang kira-kira 5 cm dan lebar ½ cm. ”Alur dari jejas ini horizontal,” kata Solakhudin. Dari hasil pemeriksaan dalam, tim dokter juga menemukan pelebaran pembuluh vena di bagian leher Sugiatik. Selain itu, pelebaran otot di bagian leher juga ditemukan oleh tim dokter. Kesimpulannya, kematian Sugiatik memang karena adanya hambatan di leher sehingga yang bersangkutan mengalami kekurangan oksigen sampai akhirnya nyawanya melayang. ”Tapi kita tidak menemukan patah
tulang leher,” jelas Solakhudin. Ditanya penyebab matinya Sugiatik apakah memang murni karena gantung diri atau sengaja dibunuh, Solakhudin tidak bisa menjawab. Hanya saja, dari hasil otopsi yang dilakukan, pihak dokter menyebut bahwa secara umum ciri-ciri penyebab matinya Sugiatik ini memang berbeda dari gantung diri. ”Kalau secara umum memang ada perbedaan dari gantung diri,” pungkasnya. Keterangan dokter tersebut memang menambah kuat bahwa matinya Sugiatik memang bukan gantung diri. Sebelumnya, kejanggalan-kejanggalan juga telah ditemukan oleh pihak penyidik Polsek Glagah yang melakukan olah tempat Kejadian Perkara (TKP). Kematian Sugiatik itu memantik kecurigaan warga setempat. Sejumlah fakta mengarah pada tidak adanya tanda-tanda bahwa korban meninggal karena gantung diri. Petugas tidak menemukan cairan di kemaluan dan kotoran di anus korban.
Padahal, kondisi itu merupakan ciri umum yang hampir pasti ditemukan pada setiap kasus gantung diri. Selain itu, posisi kayu yang digunakan bunuh diri juga sangat tinggi. Oleh karena itu, untuk memastikan kematian Sugiatik, polisi langsung membawa jasad korban ke RSUD Blambangan untuk keperluan otopsi. Keterangan dari suami korban, yakni Istriyono, 42, juga dirasa sangat ganjil saat polisi melakukan penyelidikan. Kapolsek Glagah AKP Ibnu Mashud mengatakan, keganjilan itu tergambar saat Istriyono menerangkan kronologis kematian istrinya. Sepuluh menit sebelum ditemukan gantung diri, Sugiatik duduk di ranjang kamar. Saat itu Istriyono bergegas ke belakang untuk memandikan anaknya, Abdul Manik, yang masih berumur tujuh tahun. “Jeda waktu yang sangat singkat itu melahirkan kecurigaan. Ditambah lagi kesaksian warga yang menjelaskan bahwa rumah tangga korban kerap
dilanda masalah. Keduanya sering cekcok,” jelasnya. Meski kejanggalan-kejanggalan telah ditemukan oleh tim penyidik, namun pihak kepolisian masih belum menentukan tersangka dan apa motif sebenarnya dari matinya Sugiatik ini. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, beberapa saksi termasuk Istriyono yang sebelumnya berada di Polsek Glagah, saat ini sudah dipindah ke Polres Banyuwangi untuk proses pemeriksaan selanjutnya. ”Sesuai hasil otopsi rumah sakit dan pengakuan suami Sugiatik, kejadian ini bukan murni bunuh diri. Sampai saat ini masih proses penyidikan. Penetapan tersangka masih belum, tapi mengarah kepada suami suami Sugiatik,” tegas Masud. Sumber di kepolisian juga menyebutkan kalau banyak kejanggal dari meninggalnya Sugiatik. Kejanggalan muncul di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Ketika polisi datang, posisi may-
Khatib Kurang Perhatikan Jamaah Anak-anak n MALAIKAT... Sambungan dari Hal 29
Melihat pemandangan seperti itu saya langsung menduga-duga. Kemungkinan yang melatarbelakangi disunnahkannya mandi terlebih dahulu sebelum berangkat jumatan bisa jadi agar jamaah tidak mengantuk saat mendengar khutbah. Sebab, mandi tidak sekadar membuat badan menjadi bersih. Lebih dari itu. Aktivitas mandi juga membuat badan lebih fresh. Lebih segar. Bahkan, sebagian orang punya sugesti: air mandi itu meluruhkan segala penat yang menempel di badan dan pikiran. Selain mandi, saat berangkat jumatan juga disunnahkan mengenakan pakaian bersih (terbaik?) dan berparfum. Kalau sudah mandi terus berpakaian bersih dan baik serta disemprot parfum lagi ternyata masih saja teklak-tekluk saat mendengar khutbah Jumat, pasti ada penyebab lain. Antara lain, khutbah yang sedang didengarkan tidak menarik. Materinya membuat boring. Membosankan. Dari Jumat ke Jumat berikutnya hanya itu dan itu yang dikhutbahkan. Atau, penampilan khotibnya yang kurang menarik. Vokalnya pelan. Atau sebenarnya suaranya cukup keras. Hanya, intonasinya datar-datar saja. Lempeng. Kurang jelas materi mana yang seharusnya disampaikan dengan suara lebih kuat. Bisa juga jamaah sengaja tidur karena telinganya tidak tahan mendengar khatib yang berkhutbah dengan nada marah-marah. Sibuk menyalahkan sana dan sini. Kalau sudah begitu, biasanya jamaah menggerutu: ‘’Kami datang ke masjid ini, jumatan, ingin mendapat pencerahan. Eh kok khatibnya malah menyalahkan pihak sana dan sini. Ya, lebih baik tidur saja.’’ Kalau khatibnya bagus. Materinya yang disampaikan cukup mencerahkan. Intonasinya juga sangat OK. Tapi masih ada jamaah yang ngantuk, berarti ia punya penyakit bawaan: DMMN (di mana-mana ngantuk). Ha ha ha....
Jamaah yang ngantukan masing mending. Tidak sampai mengganggu stabilitas. Fenomenan kedua, yakni jamaah anak-anak yang berisik sepanjang pelaksanaan jumatan, cukup mengganggu jamaah secara keseluruhan. Saya sering merasa kasihan kepada para takmir yang tidak bosan-bosan mengingatkan agar anak-anak diam. Terutama saat khatib menyampaikan khutbahnya. Peringatan itu disampaikan lewat pengeras suara sebelum khutbah dimulai. Tapi, oleh anak-anak dianggap angin lalu. Saat ada peringatan semua diam. Tapi, saat khutbah dimulai kegaduhan langsung terjadi. Jamaah anak-anak ngobrol sendiri sama teman-temannya. Bahkan, ada yang main kejar-kejaran. Suara gaduh mereka sampai mengganggu jamaah dewasa yang sedang khusuk mendengar khutbah. Pada sebuah kesempatan, ada khatib yang terpaksa menghentikan khutbahnya sejenak hanya untuk mengingatkan jamaah anak-anak yang sedang berisik. Belum ada solusi yang mujarab untuk ‘membungkam’ mulut anak-anak saat khutbah Jumat itu. Padahal, di sebuah masjid, takmir sudah mengingatkan dengar keras bahwa orang yang bercakap-cakap saat khatib menyampaikan khutbahnya, ibadah salat Jumatnya tidak mendapat pahala apaapa. Tapi ya itu. Yang namanya anak-anak tetap saja asyik dengan dunianya: bermain dan ngobrol. Seperti tawon yang berebut masuk sarangnya. Wang wong wang wong.... Melarang anak-anak pergi jumatan jelas tidak mungkin. Sebab, hal itu sama saja dengan menghalangi anak-anak mendapat pengalaman ikut ibadah Jumat. Jumatan adalah sarana yang efektif untuk mengedukasi anak-anak soal salah satu kewajiban kaum muslimin. Tapi kok ya begitu anakanak itu. Masak orang tuanya tidak pernah mengajarkan hukumnya bicara saat khutbah Jumat dilaksanakan. Itu bisa saja terjadi. Bagaimana mau mengajari anaknya, lha wong orang tuanya sendiri tidak pernah jumatan. Hampir dipastikan, anak-anak yang suka ramai saat jumatan itu datang ke
masjid sendirian. Yang jumatan sama orang tuanya biasanya duduk manis di sebelah orang tuanya. Dua solusi ini bisa dicoba untuk membuat anak-anak tidak berulah. Pertama, siapkan petugas khusus yang bisa membuat anak-anak keder. Yakni, orang yang tinggi. Badannya besar. Berkumis tebal. Dan berwajah sarang. Beri dia cemeti ukuran kumbo. Kalau ‘malaikat bercemeti ’ itu terus seliwar-seliwer saat khatib di atas mimbar, insyaa Allah, anak-anak akan anteng. Duduk manis mendengarkan khutbah Jumat. Alternatif solusi kedua adalah, anak-anak jangan diberi kesempatan bergerombolan. Saat menjadi gerombolan itulah anak-anak cenderung ramai. Seperti penari ketemu gendang. Langsung klik. Nyambung. Sekalipun tidak kenal. Untuk mencegah anak-anak berkumpul, mereka harus diselipkan di selasela shaf jamaah dewasa. Bisa lima jamaah desawa satu anak-anak disambung jamaah dewasa lagi di sebelahnya. Atau di-sesel-kan di sela-sela tujuh, 10, 20 jamaah dewasa. Tergantung kebutuhan dan luasan masjidnya. Dijamin, di sela-selah jamaah dewasa anakanak akan mati kutu. Tidak bisa ramai lagi dengan teman-temannya. Tidak mungkin dia akan mengajak ngobrol jamaah dewasa, kan.... kalau solusi kedua itu diterapkan, konsekuensinya harus ada beberapa takmir yang khusus bertugas menyisipkan anak-anak di sela-sela jamaah dewasa. Tinggal pilih: mau menugaskan ‘malaikat bercemeti’ atau menyiagakan beberapa petugas penyisip anak-anak di sela-sela jamaah dewasa. Silakan mencoba! Tapi bagaimana kalau ternyata anak-anak sengaja ramai karena mereka tidak paham terhadap materi yang dikhutbahkan oleh khatib. Materinya tidak bisa dimengerti karena hanya untuk konsumsi orang dewasa. Mungkinkah selama ini khatib seegois itu. Tidak memperhatikan jamaah anak-anak. Khusus yang satu ini hanya khatib yang bisa menjawabnya. (kaosing93@gmail.com, @AdlawiSamsudin)
Idul Adha Lalu Sempat Kurban Kambing n SEJAK... Sambungan dari Hal 29
Dan tidak seorangpun menceritakan perihal sakit anaknya. Sehingga begitu mendengar anaknya itu meninggal, dia sangat terkejut karena kabar terakhir yang diterima anaknya baik-baik saja. Sambil memegangi foto putra pertamanya itu, Oetami pun menceritakan sosok Gde yang menurutnya sudah lama tidak pulang ke Banyuwangi. Lulus dari SMAN 2 Banyuwangi (sekarang SMA 1 Giri) pada tahun 1978, Gde langsung melanjutkan pendidikannya ke Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP). Kakek Gde yang juga mantan Kepala Lapas di Bali menyarankan putranya itu untuk masuk ke AKIP. Selama berkuliah di sana, Oetami mengenang jika anaknya adalah pribadi yang bertanggung jawab. Tak sekali-
pun Gde meminta dikirimi uang. Padahal, menurut mantan Kepala SDN 1 Lateng, itu jatah uang yang diberikan akademi tidak terlalu banyak. Sehingga dirinya tetap menyelipkan uang saat mengirimi anaknya surat. Tapi justru uang itu dikumpulkan Gde untuk membelikan baju-baju adiknya saat lebaran tiba. Selain itu, Oetami juga mengenang anaknya itu sebagai pribadi yang disukai banyak temannya. Kemanapun anaknya pergi, banyak sekali teman-temannya yang ikut. Sehingga saat musim liburan tiba, Gde selalu membawa teman-temannya untuk tinggal di Banyuwangi. Meski kala itu Banyuwangi belum semegah sekarang. Kala itu Gde sudah mulai banyak mempromosikan objek objek menarik di Bumi Gandrung kepada rekan-rekannya yang berasal dari luar daerah. Hal itulah yang kemudian mem-
buat banyak rekan-rekan anaknya yang tetap mengunjunginya dan bertamasya ke Banyuwangi sampai saat ini. Memori lain yang sulit dilupakan Oetami adalah tentang perlakuan anaknya itu kepada dirinya. Kepada siapapun Kepala Lapas Banyuwangi yang baru, Gde selalu menitipkan pesan agar dia mau mengunjungi ibu kandungnya tersebut. Kemudian Gde juga meminta kalapas baru agar mau menemani ibunya berjalan-jalan sambil menyetelkan lagu-lagu melayu nostalgia. Oetami pun tak henti-hentinya mengusap air matanya ketika mengingat hal itu. Sesekali diliriknya foto almarhum putranya yang menggunakan baret berwarna biru. “Kalau ada kepala lapas baru, Gde selalu bilang, sambangono ibukku. Jadi setiap ada kepala lapas baru, pasti mereka ke sini,” kenang Oetami.
Terakhir, pada saat Idul Adha lalu, Gde sempat meminta dirinya untuk mencari kambing kurban besar. Anaknya yang sejak tahun 2006 tidak pernah kembali ke Banyuwangi itu akhirnya pun membeli kambing yang cukup besar untuk disembelih di lingkungan rumahnya. “Setelah saya bilang mendapatkan kambing yang dia mau, Gde bolak-balik minta maaf. Saya jadi bingung kenapa dia seperti itu, ternyata seperti mau pamitan,” kenangnya. Tak lama setelah Oetami bercerita, rombongan yang membawa jenazah Gde pun tiba dengan dibawa beberapa petugas dari Kemenkumham. Diiringi isak tangis dari istri Gde, Rosnaida Lubis, 55, jenazah Gde disalati dan dikebumikan di depan rumah ibunya di di belakang RSUD Blambangan, Lingkungan Gentengan, Kelurahan Singonegaran. (aif)
at korban sudah diturunkan. Belum diketahui secara pasti siapa yang menurunkan korban dari gantungan. Keganjilan lain, kayu untuk mengikatkan tali tidak tergolong
kuat. Kalau dibebani tubuh manusia yang menggantung, kayu tersebut bakal runtuh. Setelah diteliti, kayu tersebut sangat rapuh. “Kejanggalan lain, jarak kayu untuk gantung diri dengan
tanah terlalu tinggi. Butuh alat bantu semacam kursi untuk mengikatkan tali ke kayu. Di TKP tidak ditemukan alat bantu,’’ ujar seorang polisi yang enggan disebut namanya. (tfs/aif)
Raih Penghargaan di Hongkong dan Korea n ROGER... Sambungan dari Hal 29
Roger juga pernah memperoleh The Best Abstract Award at the 4th Asia Pacific PD College yang diberikan di Incheon, Korea Selatan. Banyak kasus terkait transpalasi ginjal yang dianggap cukup berisiko karena harus menyesuaikan golongan darah, ukuran tubuh, dan usia pasien, dijawab Dr. Roger dengan keberhasilan operasi.
Atas keahliannya itu, Roger ingin membagi ilmunya kepada masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Dengan mengikuti seminar medis Sabtu mendatang (17/10), masyarakat dapat mendengar langsung solusi penanganan ginjal dari narasumber berpengalaman. “Saya harap masyarakat memanfaatkan seminar ini, karena belum tentu kita mendapat kesempatan lagi mendengarkan materi dari na-
rasumber berkualitas seperti dokter Roger Tan,” ujar ketua panitia seminar, Bayu Saksono. Bayu menambahkan, seminar medis tersebut akan disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Namun, dalam sesi tanya jawab, panitia akan membantu menerjemahkan pertanyaan peserta ke dalam bahasa Inggris. Demikian pula jawaban dokter Roger akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. (fre/c1/bay)
Festival Diikuti 500 Penampil n HEBOH... Sambungan dari Hal 29
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tampak hadir dalam Festival Barongan Nusantara ini. Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan SKPD Pemkab Banyuwangi tampak hadir. Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Samsudin Adlawi dan beberapa budayawan juga tampak hadir dalam Festival Barongan Nusantara yang baru pertama kali ini dilaksanakan. Diawali dengan munculnya representasi singa putih bernama Barong Rontek Singo Ulung dari Kabupaten Bondowoso. Kemudian diikuti barong dari Banyuwangi, yakni Barong Kumbo. Kemunculan Barong Kumbo yang berukuran besar diikuti oleh kucingan yang beratraksi layaknya seekor kucing yang bermain-main. Di belakangnya ada Barong Bali yang penampilannya diiringi alat musik khas Bali dan diikuti sejumlah Leak. Setelah Barong Bali, giliran Barong Osing yang tampil. Barong asli Banyuwangi ini dinamakan Ba-
RENDRA KURNIA/RABA
TABUH GONG: Bupati Anas didampingi Ketua DKB Samsudin Adlawi membuka Festival Barongan Nusantara, kemarin.
rong Prejeng. Barong Prejeng muncul bersama sekawanan burung dan pitik-pitikan. Barong asli masyarakat Osing ini memang berbeda, jika barong lainnya dimainkan oleh dua orang, untuk Barong Prejeng hanya dimainkan dengan satu orang saja. Di bagian akhir, Reog Ponorogo yang tampil bersama Ganongan, memungkasi pawai Barongan Nusantara lewat fragmen peperangan ”Geger Bumi Lodaya”. Sekadar tahu, barong sendiri dalam mitologi Banyuwangi digambarkan dalam bentuk
mahluk raksasa berkepala besar dengan mata melotot dan taring keluar. Diyakini sebagai penolak bala oleh masyarakat Osing, barong yang tumbuh dan berkembang sejak dulu kala ini juga dimaknai sebagai simbol kebersamaan. Sehingga hampir di setiap ritual digelar, selalu melibatkan barong di dalamnya. Bupati Anas mengatakan, pemkab akan terus beriktiar memberikan tempat bagi seniman dan budayawan Banyuwangi untuk beraktualisasi. Di antaranya lewat gelaran Festival Barongan Nusantara ini. (tfs/aif)
Tetap Tonjolkan Kearifan Lokal n BANGUN... Sambungan dari Hal 29
Bupati Anas mengatakan, pembangunan marina di kawasan Pantai Boom tidak boleh menyingkirkan kapal-kapal rakyat. “Selain itu, setiap Minggu ada pasar kaget. Ini perlu ditata, jangan dihilangkan,” pintanya. Sementara itu, Ahmad Djuhara mengatakan, dirinya yakin, kearifan lokal justru menjadi kekuatan utama kawasan Pantai Boom. Menurut dia, kearifan lokal itu menjadi syarat utama dan tidak boleh disingkirkan. “Ada kandungan sejarah, dan
lain-lain. Nelayan-nelayan tradisional di Pantai Boom juga harus ditampilkan, dan itu menjadi ciri khas,” kata dia. Djuhara menambahkan, penduduk setempat tidak disingkirkan, tetapi dihadirkan kembali dan dikemas kembali untuk bisa menjadi nyawa kawasan Pantai Boom. Dia yakin pembangunan marina tersebut akan membawa kebaikan bagi penduduk setempat. “Masyarakat lokal tidak boleh disingkirkan. Justru mereka harus ditata menjadi lebih baik lagi, termasuk menata lingkungan. Apalagi mereka akan berhadapan dengan
orang-orang asing,” bebernya. Menurut Djuhara, di kawasan Marina Boom Banyuwangi itu juga akan dilakukan penataan kembali TPI. TPI itu akan menjadi tempat persinggungan antara orang-orang asing untuk berinteraksi dengan para nelayan. Selain itu, fungsi-fungsi lain juga akan dihadirkan, misalnya eco park, taman hiburan rakyat, dan lain-lain. Juga akan disediakan tempat tersendiri bagi para PKL. “Bagaimana pun kawasan marina ini harus menjadi fasilitas rekreasi bagi warga kota,” pungkasnya. (sgt/aif)
Perajin Akik Punya Komunitas BANYUWANGI – Para perajin akik di Banyuwangi akhirnya memiliki wadah dalam komunitas. Komunitas tersebut bernama Kumbang atau kepanjangan dari Komunitas Batu Akik Banyuwangi. Ketua Kumbang Edi Suryadi mengatakan, komunitas ini merupakan salah satu cabang dari Asosiasi Kerajinan Kaus Asesoris dan Batik (AKRAB) Banyuwangi yang merupakan binaan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi. “Secara tidak langsung Kumbang merupakan wadah bagi perajin akik yang dibina pemerintah,” katanya. Kumbang baru berdiri sekitar dua bulan lalu. Tujuan pendirian komunitas ini untuk mengangkat potensi batu mulia yang dimiliki Banyuwangi.“Banyuwangi ini punya banyak potensi batu yang tak kalah unggul dengan daerah lainnya. Cita-cita kami adalah bisa mengangkat nama Banyuwangi hingga ke level nasional bahkan internasional melalui batu akik ini,” kata Edi.
PILIH JUARA: Salah satu kontes akik yang dilaksanakan di Taman Blambangan pada pergelaran Banyuwangi Batik Festival. CHIN JULLIEN/RABA
Selama ini Banyuwangi memiliki batu khas yang tak kalah menarik dengan daerah lain. Hanya saja batu tersebut tidak diketahui oleh penggemar akik nasional bahkan masyarakat Banyuwangi sendiri. Sebut saja batu macan tutul purwo, batu kelabang (kaki seribu) purwo dan batu rubah. Batu macan tutul dan kelabang purwo dinamakan demikian sesuai motif yang seperti bulu macan tutul dan hewan kaki seribu.“Yang sedang tenar saat ini memang batu rubah itu.
Batu yang memiliki kemampuan berubah warna ketika suhu berubah ,”ungkapnya. Selain motif, batu Banyuwangi mengunggulkan sisi historis yang merujuk pada dunia magis. Selain berkomitmen membawa batu akik ke kancah yang lebih tinggi, Kumbang ingin menyatukan misi para perajin akik maupun perajin asesoris mengenai ketetapan harga. Maraknya bisnis batu akik tanpa ada forum yang mewadahi rupanya menimbulkan persaingan yang tidak sehat. (cin/aif)
40
Jawa Pos Senin 12 Oktober 2015
Melihat Suara Parpol Pendukung Pasangan Cabup Pada Pileg 2014 (1)
Parpol Dahsyat Punya Modal 659.552 Suara Rakyat PEMILIHAN Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2015 bakal berlangsung 58 hari ke depan. Pesta demokrasi memilih bupati dan wakil bupati (Wabup) periode 2016-2021 tersebut bakal diikuti dua pasangan calon (paslon) yang samasama berangkat dari koalisi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014. KOALISI pengusung dan pendukung kubu paslon incumbent, Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko (Dahsyat) terdiri dari delapan parpol. Lima par-
pol tercatat sebagai pengusung, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera
Perolehan Suara Pileg Parpol Pasangan Dahsyat PDIP 157.274 Suara/ 19,40 %
Gerindra 92.618 suara/ 11,42 %
PKS 34.486 suara/ 4,25 %
NasDem 40.341 suara / 4,98 %
PAN 35.647 suara / 4,40 %
PKB 149.438 suara/ 18,43 %
PD 100,399 suara / 12,38 %
PPP 47.874 suara/ 6,09 % GRAFIS REZA/RaBa
(PKS), Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Selain parpol pengusung, mesin politik pasangan petahana tersebut bakal disokong
kekuatan tiga parpol pendukung. Parpol pendukung Dahsyat masing-masing adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat (PD), dan Partai Persatuan Pemba-
ngunan (PPP). Di kubu lain, yakni pasangan
parpol beringin tersebut kompak merekomendasikan mereka sebagai pasangan cabupcawabup). Meski coblosan pilbup tinggal hitungan hari, namun peta kekuatan dua pasangan kontestan pesta demokrasi lima tahunan kali ini masih belum tergambar secara jelasn Baca Parpol...Hal 37
Sumantri Soedomo-Sigit Wahyu Widodo (Su-Si) berangkat sebagai kandidat Pilbup 2015 menggunakan kendaraan politik Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Meski terjadi dualisme kepengurusan Partai Golkar, SuSi berhak melenggang sebagai kontestan lantaran dua kubu
Rp 1 Miliar untuk Debat Publik Cabup Biaya Siarang Langsung TV BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi akan menggelar debat publik dua pasangan Cabup Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko dan Sumantri Soedomo- Sigit Wahyu Widodo. Walau sudah dipastikan menggelar debat publik pasangan cabup, namun KPU tidak kunjungan menetapkan tanggal pelaksanaan debat publik tersebut. Yang sudah pasti, KPU akan melaksanakan debat publik itu banyak tiga kali. Selain itu, KPU juga sudah menyiapkan ang-
Seingat kami, debat publik dianggarkan Rp 1 miliar lebih sedikit, di bawah Rp 1,5 miliar� Edi Syaiful Anwar Komisioner KPU
garan Rp 1 miliar lebih untuk menyiarkan secara langsung acara debat itu melalui beberapa stasiun televisi. Ketua Kelompok Kerja (Pokja)
Kampanye KPU Banyuwangi, Edi Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya masih mematangkan persiapan pelaksanaan debat publik tersebut. Jika tidak ada aral, debat publik pertama akan dilangsungkan pada pekan pertama atau pekan kedua November mendatang. Menurut Edi, debat terbuka antar kandidat tersebut rencananya disiarkan oleh stasiun televisi lokal Jatim dan televisi nasional. “Dalam perencanaan, dua kali debat publik disiarkan TV lokal Jatim dan satu kali disiarkan TV nasional,� ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon tadi malam (11/10). Edi menambahkan, sejauh ini sudah ada beberapa stasiun
televisi banyak yang mengajukan penawaran untuk menayangkan acara debat publik kontestan Pilbup Banyuwangi 2015. Hanya saja, Edi menolak menyebutkan nama-nama stasiun televisi tersebut. “Tidak etis kalau menyebutkan nama stasiun televisi tersebut. Yang pasti, hingga saat ini (tadi malam), stasiun yang akan menayangkan debat publik itu belum ditentukan,� tuturnya. Terkait nominal anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan penayangan langsung acara itu, Edi mengaku lupa detail anggarannya. “Seingat kami, debat publik dianggarkan senilai Rp 1 miliar lebih sedikit, di bawah Rp 1,5 miliar,� pungkasnya. (sgt/afi)
! " " # " $
! " # $%& ' ( ) ! * + , - ( , .
Bereskan KEBUTUHAN
AIR BERSIH
2.335 KK
FOTO-FOTO: ABDUL AZIZ/RaBa
PERESMIAN : Bupati Anas menandatangani prasasti peresmian program air bersih senilai Rp. 3,1 miliar.
INGIN MANFAAT : Kadis PU Bina Marga, Tata Ruang dan Cipta Karya, Ir.Mujiono, selalu berharap programnya bisa bermanfaat bagi masyarakat.
SUMBER AIR: Bupati Anas melihat langsung tandon penampungan air si lokasi mata air yang mengaliri ke rumah warga dan pesantren. JALAN KAMPUNG: Selain program air bersih, bupati juga menyempatkan diri meninjau program pavingisasi.
SILIRAGUNG – Kesulitan air bersih selama puluhan tahun yang dialami 2.335 kepala keluarga (KK) Dusun Sumbermanggis, Dusun Sumberurip, dan Dusun Krajan, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, akhirnya bisa teratasi. Ini terjadi setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI mengizinkan penggunaan mata air di kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan. Untuk mendapatkan izin itu, Bupati Abdullah Azwar Anas dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Tata Ruang dan Cipta Karya, Ir. Mujiono sukses , berhasil melobi pihak Kementerian LHK RI. Setelah mengantongi penggunaan sumber air itu, Pemkab Banyuwangi mengucurkan anggaran pada APBD 2013 dan 2014 sebesar 3,1 miliar untuk membiayai program air bersih bagi warga di tiga dusun tersebut. Bupati Abdullah Azwar Anas meresmikan program air bersih tersebut Jumat lalu (9/10) dengan disaksikan warga dari tiga dusun yang selama ini kesulitan air bersih. Sebelum meresmikan, Bupati Anas bersama Mujiono melihat lokasi program air bersih yang berada di kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan dan mengecek program paving menuju areal pemakaman umum di Desa Barurejo. Bupati Anas menyampaikan, permasalahan kesulitan air bersih warga sudah diketahui sebelum dirinya menjadi Bupati Banyuwangi. Karena itu, setelah menjabat sebagai bupati, Anas langsung melakukan pada Kementerian LHK di Jakarta. Untuk merealisasikan program air bersih, kata Anas, bukan perkara mudah. Sebab secara kebetulan, sumber mata air itu lokasinya berada di area kewenangan Perhutani Banyuwangi Selatan.
Pihak Perhutani Banyuwangi Selatan maupun Jawa Timur, ternyata tidak berani memberikan izin pemanfaatan sumber tersebut, karena menjadi kewenangan Kementerian LHK. Untuk mendapatkan izin itu, Pemkab Banyuwangi butuh waktu hampir dua tahun untuk meyakinkan Kementerian LHK hingga keluar izin pemanfaatan sumber tersebut. Bupati Anas mengaku sengaja meresmikan program air bersih tersebut tahun ini, karena masih ingin melihat perjalanan proyek tersebut selama kurang lebih setahun. “Setelah benar-benar bagus dan lancar, baru sekarang saya meresmikan. Sebab saya tidak mau begitu selesai dikerjakan proyek langsung diresmikan, karena saya khawatir setelah diresmikan besoknya macet. Kalau sekarang sudah teruji,� katanya. Anas berharap, program air bersih yang berjalan sepanjang tahun tersebut, bukan hanya bisa dimanfaatkan oleh warga di tiga dusun tersebut, namun juga harus dirawat serta dijaga. “Masyarakat juga harus ikut merawat, supaya program ini terus bermanfaat dan masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih terutama saat kemarau,� pinta Anas. Mujiono menambahkan, selama ini warga di tiga dusun tersebut mengalami kesulitan air bersih terutama saat musim kemarau. Sebab 90 persen sumur warga tidak memadai. Saat musim hujan airnya keruh, dan pada musim kemarau sumbernya kering. Sehingga kebutuhan mandi dan cuci pakaian, warga setempat harus berjalan sekitar 1,5 kilometer ke dam sungai Kalibaru. “Sedang untuk air minum, mereka antre ke sumur warga yang masih ada airnya,� tuturnya. (azi/afi)
IDOLA IBU-IBU : Bupati Abdullah Azwar Anas disalami para ibu-ibu di usai acara.
SANTAI: Bupati Anas memberi kata sambutan di hadapan warga.