SELASA 22 MEI
25
TAHUN 2012
Laporan Perjalanan Direktur Radar Banyuwangi Choliq Baya ke Eropa (12)
Paris Macet, Swiss Lebih Bersih dan Tertib Di antara enam negara di Eropa barat yang kami kunjungi, kota-kota di wilayah Swiss, Jerman, dan Belanda, tampak lebih teratur, tertib, indah dan bersih. Sementara itu, Paris, Prancis, selain lalu-lintasnya macet, juga agak kotor. Di Brussel, Belgia, ada pengemis. Begitu pula di Italia, masih kalah kelas dengan tiga negara di atas.
NEGARA keenam di Eropa barat yang kami kun_jungi adalah Italia. Kota pertama yang kami tuju di Negeri Pizza ini adalah Venezia. Meski belum masuk Roma, ibu kota Italia, kami sudah bisa membandingkan kondisinya dengan kota-kota di negara lain yang sudah kami kunjungi. Sebab, kami sudah melihat sebagian ‘’wajah’’ negeri ini dalam perjalanan dari Kota Bern, Swiss, menuju Venezia yang memakan waktu cukup lama, sekitar 11 jam. Kekaguman kami terhadap keindahan alam negara tempat lahirnya bapak palang merah dunia Henry Dunant itu seolah tiada berakhir. Se-
hari sebelumnya, kami bercengkerama dengan lembutnya salju di gunung Titlis. Nah, kami masih diperlihatkan lagi keindahan alam ciptaan Tuhan di negeri berpenduduk 6,9 juta jiwa itu, baik saat pulang dari Titlis menuju tempat kami menginap di Bern maupun saat kami meninggalkan Swiss menuju Venezia, Italia. Dalam perjalanan panjang sejauh 585 Km dari Bern ke Venezia, rasanya kami tak berhenti bersyukur mengagumi ciptaan-Nya. Meski terasa lama dan melelahkan, tapi kami terhibur dengan keindahan alam di samping kanan-kiri jalan yang kami lewati ■ Baca Paris...Hal 35
INDAH: Pemandangan alam di Swiss dengan latar belakang pegunungan Alpen yang bersalju.
DOK. CHOLIQ BAYA
MINUS APOY
CIAMIK: Vokalis grup band Wali, Faank, unjuk kebolehan di lapangan barat Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Minggu Malam kemarin (20/5).
TETAP TAMPIL MEMIKAT BANYUWANGI - Para penikmat musik di Banyuwangi dimanjakan kehadiran dua grup band papan atas ibu kota, yakni Hello dan Wali, pada Minggu malam kemarin (20/5). Dua grup band yang lagunya kerap nangkring di jajaran top tangga lagu tanah air itu mampu membius ribuan penonton yang memadati lapangan barat Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Tampil pada giliran pertama, Hello sukses membuat seluruh sudut lapangan memberi tepuk tangan. Bagaimana tidak, lengkingan suara sang vokalis, Widi, seketika memecah kesunyian ■ Baca Minus...Hal 35
Ratusan Penambang Naik Ijen BANYUWANGI - Setelah enam bulan tak bekerja, para penambang belerang di Gunung Ijen tampaknya sudah tidak mampu menahan diri lagi. Meski status gunung dengan ketinggian 2,386 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut masih waspada (level II), mereka kini sudah mulai menambang. Jadi, para penambang tidak menghiraukan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. Padahal, sebelumnya, PVMBG menegaskan agar wilayah di radius satu kilometer (km) dari kawah aktif Gunung Ijen steril dari aktivitas manusia.
Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, dari 397 penambang yang bekerja di PT. Candi Ngrimbi, 115 orang di antaranya sudah mulai bekerja sejak Senin pekan lalu (14/5). Mereka nekat menambang karena tidak memiliki pekerjaan lain. Apalagi, larangan mendaki gunung Ijen sudah berlangsung lama, yakni sejak Desember 2011. Kepala Bagian Keuangan PT. Candi Ngrimbi, Budiyo Prawito, membenarkan adanya aktivitas para penambang itu. Dikonfirmasi kemarin (21/5), dia mengakui bahwa ratusan penambang belerang sudah kembali bekerja ■ Baca Ratusan...Hal 35
GALIH COKRO/RaBa
Pelototi Puluhan Ponsel Siswa SD BUDAYA
Tuan Rumah Festival Makanan Khas Jatim BANYUWANGI - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah Festival Makanan Khas Jatim 2012. Festival tersebut akan diikuti perwakilan 22 kabupaten/kota sewilayah kerja (wilker) Malang dan Madura. Festival makanan tersebut akan berlangsung di Hotel Ketapang Indah, Kelurahan BuluDOK. RaBa san, Kecamatan Suprayogi Kalipuro, hari ini (22/5). Acara tersebut akan diikuti perwakilan kabupaten/kota dengan makanan khas masing-masing ■ Baca Tuan...Hal 35
ELPIJI
Ingin Panggil Hiswana Migas BANYUWANGI - Keputusan sepihak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Besuki yang menaikkan margin agen elpiji ukuran tiga kilogram (kg) direaksi keras DPRD Banyuwangi. Sebab, kebijakan itu mengakibatkan harga elpiji subsidi tersebut naik. Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, SIGIT HARIYADI/RaBa Ismoko, merekoIsmoko mendasikan eksekutif melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) Banyuwangi segera memanggil Hiswana Migas. Pemanggilan itu guna mempertanggungjawabkan keputusan menaikkan margin agen yang membuat harga elpiji naik ■ Baca Ingin...Hal 35 http://www.radarbanyuwangi.co.id
BANYUWANGI - Jika kasus kriminalitas dilakukan anak usia SD, tentu mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merazia telepon seluler (ponsel) para siswa. Sebab, tidak bisa dimungkiri, perangkat komunikasi yang satu itu rawan disalahgunakan untuk menyimpan gambar atau video yang tidak patut ditonton anak-anak. Jika itu dibiarkan, dampaknya bisa merusak mental anak. Seperti yang dilakukan aparat Polsek Blambangan kemarin (20/5). Dipimpin Kapolsek AKP Ary Murtini, petugas merazia puluhan ponsel milik siswa SDN 1 Lateng, Banyuwangi. Hasilnya, petugas mendapati puluhan siswa yang membawa ponsel ke sekolah. Kabar positifnya, di lembaga pendidikan yang dipimpin kepala sekolah (kasek) Suci Nuryanti itu tidak ditemukan satu pun ponsel berisi gambar atau video porno. Menurut Kasek Suci, pihaknya memang bekerja sama dengan polisi untuk melakukan pemeriksaan rutin di sekolah. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi kenakalan remaja akibat dampak negatif penyalahgunaan ponsel ■ Baca Pelototi...Hal 35
Polisi Masuk Sekolah Dasar Lokasi : SDN 1 Lateng, Banyuwangi Kegiatan : Razia ponsel siswa Sasaran : - File foto porno - File video porno Tujuan : antisipasi kenakalan siswa akibat dampak negatif penyalahgunaan ponsel Hasil : Nihil pornografi pada puluhan ponsel siswa
BAYU SAKSONO/RaBa
BERAT: Seorang penambang mengangkat puluhan kilogram belerang di pundak beberapa waktu lalu.
Segera Laksanakan Rekom Komnas HAM
IWAN SETIONO/RaBa
DIPERIKSA: Kapolsek Ary Murtini bersama anggota memeriksa ponsel siswa SDN 1 Lateng, Banyuwangi, kemarin (21/5).
BANYUWANGI - Rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ditanggapi serius Pemkab Banyuwangi. Bupati Abdullah Azwar Anas sedang mempersiapkan kebijakan dan aksi nyata untuk follow up rekomendasi Komnas HAM tersebut. Dalam beberapa hari ke depan, Bupati Anas akan mengumumkan paket kebijakan terkait tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Belum diketahui secara jelas apa saja kebijakan yang dipersiapkan untuk merespons rekomendasi Komnas HAM yang
dipimpin Ifdal Kasim tersebut. Menurut Bupati Anas, golden share pengelolaan tambang emas sudah menjadi keputusan final pemerintah daerah. “Kita akan kerja keras untuk mendapatkan hak rakyat Banyuwangi,” jelas Bupati Anas. Sebelum rekomendasi Komnas HAM itu turun, Bupati Anas mengaku tidak mengenal lelah untuk mendapatkan golden share atau saham teritorial itu. Dia beralasan, golden share merupakan hak rakyat Banyuwangi yang wajib diperjuangkan pemerintah ■
Baca Segera...Hal 35
Jika Pintu Masuk Pelabuhan Boom Tersumbat Pasir
Nelayan Resah, Pemerintah Angkat Tangan Hampir sebulan ini muara di Pantai Boom, Banyuwangi, tidak bisa dilewati secara bebas oleh perahu dan kapal. Garagaranya, muara di pelabuhan itu tertutup tumpukan pasir.
Untuk membedakan RS dengan pasar
Status waspada, ratusan penambang belerang nekat naik Ijen
AGUS BAIHAQI, Banyuwangi
SIANG itu cuaca di sekitar Pantai Boom cukup panas. Banyak warga yang berjejer di sepanjang bangunan dermaga yang belum rampung pembangunannya itu. Di antara warga itu, ada yang mencari ikan dengan cara memancing, dan juga ada yang menjaring. Kali ini warga yang mencari ikan de-
RSUD Situbondo segera bangun gedung baru
Siapa yang tahan puasa sampai 6 bulan
GALIH COKRO/RaBa
BUNTU: Tumpukan pasir benar-benar menutup muara di Pelabuhan Boom kemarin.
ngan cara memancing dan menggunakan jaring di sekitar dermaga dekat muara itu cukup aman. Sebab, perahu para nelayan dan kapal
barang yang sering berseliweran di sekitar dermaga itu tidak akan terlihat lagi. “Muara sudah tertutup pasir full, jadi perahu dan kapal tidak
bisa keluar dan masuk pelabuhan lewat muara,” cetus salah satu warga sambil asyik memancing ■ Baca Nelayan...Hal 35
email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com