FAJAR BALI EDISI 27 OKTOBER 2014

Page 1

FAJAR BALI

SENIN, 27 OKTOBER 2014 l Tahun XV

Harga Eceran: Rp 3.000,-

Gagal Pilgub, Puspayoga Jadi Menteri

Selamat Pagi

Pak Gubernur Kepala Membesar, Berharap Bantuan Pengobatan Malang benar nasib yang dialami oleh keluarga miskin I Wayan Lanus (35) asal Banjar Dinas Bantang, Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Karangasem. Pasalnya,

ke hal. 11

FB/BUDIASA

SAKIT-Ni Wayan Merta saat menggendong anaknya yang sakit.

Cukup mengejutkan publik Bali, sosok Anak Agung Ngurah Puspayoga, mantan Wakil Gubernur Bali yang memiliki kedekatan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ternyata dipercaya sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK. Penetapan ini diumumkan Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (26/10). JAKARTA–Fajar Bali Sebelumnya nama Puspayoga disebut-sebut masuk dalam bursa bakal calon menteri kabinet Jokowi di posisi Menteri Pariwisata. Belakangan, menteri Koperasi, Usaha Kecil dan

Menengah, merupakan pos yang disebut-sebut akan ditempati mantan Wakil Gubernur Bali dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. Prediksi ini pun sudah terjawab kemarin.

FB/IST

KABINET KERJA-Presiden Joko Widodo foto bersama dengan para menteri dalam kabinet kerjanya. Kedekatannya dengan pimpi- kan jadi pertimbangan nama lunan PDIP ditambah faktor rep- lusan S1 di Universitas Ngurah resentasi warga Bali, disebut- Rai, Denpasar tahun 1991 itu

masuk dalam jajaran menteri. “Profesionalitas yang harus dimajukan, bukan soal kedekatan. Biarlah posisi-posisi itu diambil oleh orang yang memang menguasai bidang masing-masing,” ujar Puspayoga. Disinggung soal kedekatan dirinya dengan petinggi PDIP yang jadi partai pengusung Jokowi, Puspayoga tak menampiknya. Ia menyebut telah menjadi kader dan pengurus partai di Bali sejak remaja. Ayahnya, Cok Sayoga adalah Ketua DPD PDI Bali periode 1980-an. Puspayoga bahkan menuturkan, keluarganya sudah ke hal. 11

Pelantikan Pimpinan DPRD Bali Digelar Besok DENPASAR-Fajar Bali Simpang siur pelantikan pimpinan DPRD Bali akhirnya mencapai titik terang. Surat Keputusan (SK) yang ditunggutunggu ternyata sudah tiba sejak Kamis (23/10) lalu. Uniknya, surat tersebut ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi sehari sebelum masa tugasnya dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II berakhir. Dengan kadatangan surat tersebut, Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Bali, Made Ngurah Yudha Wijaya memastikan pelantikan akan digelar pada Selasa (28/10) besok. Pelantikan ini memang terpaut lama dari kedatangan SK, namun menurut Yudha Wijaya hal ini sudah didasarkan pertimbangan di internal DPRD Bali. “Surat keputusan sudah datang sejak tanggal 23 Oktober lalu, dan ditandatangani oleh Mendagri tanggal 19 Oktober. Sesuai kesepakatan, pelanti-

kan dilangsungkan hari Selasa (tanggal 28) dan dipimpin oleh ketua pengadilan tinggi Denpasar,” paparnya saat ditemui di Kantor DPRD Bali beberapa waktu lalu. Sebelum pelantikan pimpinan definitif, pada Senin (27/10) hari ini, akan lebih dulu digelar pengumuman alat kelengkapan dewan. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kepala DPRD sementara, Gde Kusuma Putra. “Setelah

alat kelengkapan dewan diumumkan, barulah pelantikan pimpinan definitif,” ujarnya. Seperti pelantikan-pelantikan tahun sebelumnya, pelantikan pimpinan definitif tahun ini pun akan diawali upacara mejayajaya. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 09.00 wita. Seperti diberitakan sebelumnya, Gde Kusuma Putra menyampaikan, jabatan Ketua DPRD definitif periode 2014-2019 ke hal. 11

014/VI/KTR

Studi Banding Humas Pemprov Bali ke Kabupaten Belitung Timur (3-habis)

Nyama Bali di Belitung Timur Sukses Kelola Perkebunan Sawit dan Karet Pada kesempatan studi banding ke Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, rombongan Humas Pemerintah Provinsi Bali juga menyempatkan diri menyapa sameton Bali di Desa Pelepak Pute. Di Desa ini, transmigran Bali tumbuh dan berkembang. Pemerintah Belitung Timur memfasilitasi lahan garapan nyaris 1 hingga 5 hektar per kepala keluarga. Antara warga asli dan trasmigran pun diberikan perlakuan seimbang. Mereka hidup dalam kebersamaan, tanpa ada konflik identitas, apalagi agama. Warga Bali di Pelepak Pute bebas merayakan Galungan dan Kuningan tanpa tekanan. BELITUNG TIMUR–Fajar Bali Gapura paras berukir membuka jalan menuju Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Belitung

Timur. Hamparan kembang kamboja putih melempar senyum menyambut yang datang. Tengoklah, di kiri dan kanan jalan

FB/DIAH

SAMETON BALI-Aktivitas warga transmigran Bali di Belitung Timur.

Saat Hari Raya Galungan-Kuningan, Mereka Tetap Ngelawar

berjejer rumah penduduk dengan pagar berukir, sanggah beratap ijuk, serta halaman luas nan rapi. Perkampungan ini sungguh berbeda dengan sekitarnya. Ada aura Bali, dan ada sorot mata yang membendung rindu untuk tanah kelahiran. Masih terlalu pagi untuk bersantai di Desa Pelepak Pute ketika rombongan Biro Humas Pemprov Bali berkunjung beberapa waktu lalu. Tak banyak warga yang terlihat. Namun, sejak tahun 1990, Desa ini memang menjadi tujuan utama ke hal. 11

631/X/DIAH

562/IX/KTR

ONLINE: www.fajarbali.com

Layouter: dejerie

join facebook.com/fajar.bali


2 Bule Brazil Mengaku Pecandu Narkoba DENPASAR-Fajar Bali Warga negara Brazil bernama Marlon Eduardo (32) yang kedapatan menyimpan, menguasai atau memiliki narkoba jenis Hasis seberat 0,13 gram dan ganja (0,14 gram) pada persidangan lalu mengaku sebagai pemakai. Dia dengan tegas mengatakan sudah lama menggunakan barang haram yang dijadikan barang bukti dalam persidangan itu. "Saya sempat mengikuti terapi penyembuhan pada tahun 2003 hingga 2004 di Brasil," ujar Marlon Eduardo dihadapan Majelis Hakim pimpinan I Gede Ketut Wanugraha dan Jaksa Penuntut Umum, Ni Luh Oka Ariani Adikarini. Meski terdakwa awalnya mengaku sering mengkonsumsi narkoba, tapi selama dia ada di Bali, dia baru sekali mengisap hasis. "Saya membeli Hasis dan ganja itu dari seseorang yang bekerja di tempat hiburan malam di kawasa Legian, Kuta, Bali," ujar Marlon yang bekerja sebagai pemandu selancar air di negaranya tersebut. Ia juga mengakui sering menghisap kokain yang mana dalam seminggu rutin menggunakan 1 gram. "Untuk efek dari penggunaan kokain itu bisa selama lima hingga enam jam," ujarnya. Seperti diketahui, terdakwa ditangkap oleh petugas pada 24 Juli 2014, Pukul 13.45 di Jalan Gunung Soputan, Abiantimbul, Denpasar Barat karena kedapatan menyimpan dan menguasai narkotika golongan I yakni hasis seberat 0,13 gram dan ganja (0,14 gram). Terdakwa ditangkap oleh petugas berkat informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki mengkonsumsi narkoba di dalam mobil. Kemudian petugas melakukan penggeledah dan berhasil menemukan barang haram tersebut di dalam mobil Toyota Avansa DK-1521- FD yang tersimpan didalam satu kotak permen. Petugas kembali melakukan pengeledahan di rumahnya di jalan Tegal Cupek, Kerobokan, Kuta Utara kembali menemukan alat hisap, timbangan elektrik. Akibat perbuatannya terdakwa dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan narkoba. W-007

Barnoza Akhirnya Ajukan PK

DENPASAR-Fajar Bali Satu dari empat terdakwa kasus dugaan korupsi parkir bandara, Indrapura Barnoza nampaknya terus melawan. Sebab putusan 10 tahun penjara yang diterimanya, dianggap tidak sebanding dengan apa yang dilakukan. Oleh karena itu, dia melalui kuasa hukumnya, Nuriyanto akhirnya nekat mengajukan upaya hukum Peninjuan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) RI. Sikap ini seperti yang tertuang dalam surat pengajuan yang sudah sampai ke meja Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Menurut sumber koran ini, Barnoza sudah pasti mengajukan banding. "Iya, Barnoza mengajukan banding,"ujar sumber yang enggan namanuya dikorankan. Sumber juga mengatakan bahwa, sesuai dengan mamori PK yang diterima, intinya Barnoza mengajukan PK karena merasa kecewa. "Dia kecewa karena selama ini sudah kooperatif tapi tetap dihukum berat," kata sumber tadi. Sementara salah satu jaksa Kejari Denpasar, Eddy Arta Wijaya yang ditemui membenarkan Barnoza mengajukan PK. "Iya dia mengajukan PK," katanya singkat. Seperti diberitakan, Indrapura Barnoza bersama Mikhael Maksi, Rudi Jhonson Sitorus, dan Chris Wisnu Sridana menjadi terdakwa dalam kasus korupsi parkir bandara yang merugikan negara senilai Rp 28,01 miliar. Atas perbuatanya itu, Barnoza oleh majelis Hakim Tipikor pimpinan Nursyam divonis 10 tahun penjara. Selain dihukum penjara, terdakwa yang merupakan mantan General Manager PT Penata Sarana Bali (PSB) juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Namun dalam putusan, terdakwa tidak diwajibkan mengganti atau mengembalikan kerugian negara karena terdakwa tidak ikut menikmati hasil korupsi. Diketahui, vonis majelis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni, 14 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Terdakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam amar putusannya majelis hakim menilai hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindakan korupsi. "Hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesal, serta menjadi tulang punggung keluarga," ujarnya. Kasus yang terjadi pada tahun 2008 hingga 2011 tersebut juga telah memvonis dua orang terdakwa lain masing-masing sepuluh tahun penjara yaitu, Rudi Jhonson Sitorus (staf administrasi PSB) dan Mikhael Maksi (Manager Oprasional PSB). Selain itu, kasus yang merugikan negara senilai Rp 28,01 miliar tersebut akan mengagendakan vonis kepada mantan Dirut PSB Chris Sridana pada tanggal 5 mei 2014. W-007

METRO KOTA

FAJA R BALI

SENIN, 27 OKTOBER 2014  Tahun XV

Tewasnya Warga Inggris di Vila Emerald Sanur

Anak Korban Gagal Jenguk Ibunya Dipenjara DENPASAR-Fajar Bali Keinginan John Ellis anak pertama dari pasangan Robert Kevin Ellis dan Julaikah Noor Aini alias Ellis (45) yang kini menjadi tersangka pembunuh sang suami, berakhir gagal. Pasalnya, petugas piket rumah tahanan Polda Bali melarang John menemui ibunya karena tidak ada jadwal besuk, pada Minggu (26/10) kemarin. Informasi menyebutkan, John Ellis tiba di Polda Bali sekitar pukul 12.15 Wita dan didampingi seorang bodyguard. John yang bertubuh atletis itu langsung masuk ke ruang Dit Reskrimum Polda Bali, didampingi penga-

caranya I Nyoman Wisnu SH. Namun, beberapa menit kemudian, John terlihat keluar dan menuju rumah tahananan. Sayangnya, petugas piket menolak John bertemu dengan ibunya Noor Ellis yang ditahan karena terlibat pembunuhan terhadap Robert, yang juga ayah dari dari John Ellis. Karena ditolak, John Ellis tampak bermuram durja karena tidak bisa melihat ibu kandungnya. “Anak klien dilarang membesuk karena datang di luar jam besuk. Disuruh datang Selasa dan Jumat depan,” kata I Nyoman Wisnu kemarin. I Nyoman Wisnu mengatakan,

DENPASAR-Fajar Bali Dalam sepekan Jumat (17/10) dan Kamis (23/10), jajaran Sat Narkoba Polresta Denpasar kembali menangkap dan memenjarakan 7 pelaku yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Mereka berinisial AN (35), RP (36), AND (30), Moh S (20), WEP (33), FES (31) dan PE (33). Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol I Gede Ganefo menjelaskan, tersangka FES diciduk di kamar kosannya di Jalan Tukad Badung, Denpasar pada Kamis (23/10) sekitar pukul 23.30 Wita. Dia kedatapan menyimpan 2 paket sabu seberat 0,23 gram dan 2 paket ganja seberat 8,55 gram. “Dia ini terlibat kasus pembobolan ATM salah satu bank. Statusnya pengedar tapi dia mengaku pemakai,” jelas Kompol Ganefo. Tersangka lainnya, PE (33) ditangkap di Jalan Puputan Renon, Denpasar. Hasil penggeledahan petugas, tersangka yang tinggal di Jalan Patih Nambi Denpasar ini disita 10 paket sabu seberat 3,59 gram. Lima tersangka lainnya, menurut mantan Kapolsek Kuta ini ditangkap ditempat berbeda. Yakni tersangka AN diciduk di Jalan Pulau Saelus, Denpasar pada Sabtu (18/10)

pukul 22.30 Wita dengan barang bukti 2 paket sabu seberat 0,37 gram. Tersangka lainnya, RP, diringkus di Jalan Gunung Kalimutu, Denpasar pada Rabu (15/10) pukul 09.30 Wita dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,41 gram. Berikutnya, tersangka AND ditangkap di Jalan Kertapura, Segina, Denpasar pada Rabu (15/10) dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,35 gram. Menyusul kemudian penangkapan tersangka Mohamad S di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar pada Rabu (22/10) dengan barang bukti sabu seberat 0,10 gram. Tersangka lainnya, penangkapan tersangka WEP di Jalan Raganata, Ubung, Denpasar pada Rabu (22/10) pukul 13.45 Wita dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,26 gram. Kompol Ganefo mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba. “Kami akan terus memerangi narkoba. Kami himbau kepada masyarakat untuk ikut membantu dan melaporkan apabila diwilayahnya ada pelaku penyalahgunaan narkoba,” tegas mantan Kapolsek Densel ini.R-005

Lagi, Tangkapan 7 Pelaku Narkoba

tak hanya John Ellis, adik John bernama Peter Ellis juga ingin bertemu ibunya dipenjara. Tadi adiknya tidak ikut masuk dan disuruh menunggu dimobil saja, kalau sudah diterima masuk baru dipanggil, tapi ternyata tidak bisa,” bebernya. Kedatangan John kata Wisnu karena ingin melihat kondisi ibunya dipenjara sekaligus menanyakan mengapa peristiwa pembunuhan itu terjadi. Sementara kata Wisnu, Noor Ellis juga berkeinginan dan curhat kepada anak anaknya sekaligus meminta maaf karena sudah membunuh bapaknya. “Tadi juga sudah saya

katakana kepada Noor Ellis bahwa tidak bisa dibesuk dan dia sudah paham. Padahal ibunya berkeinginan bertemu dengan anak anaknya,” terang Wisnu lagi. Wisnu berjanji, nantinya akan berusaha untuk mempertemukan ibu dan anak tersebut pada Senin (27/10) pagi ini. Alasanya, John dan Peter siangnya akan pulang ke New Zealand. Kebetulan besok (hari ini), kata Wisnu, Noor Ellis ada jadwal pemeriksaan. “Nanti saya akan pertemukan mereka,”ujar Wisnu. Seperti diketahui Robert ditemukan tewas terbungkus

sleeping bag di parit dikawasan Abiansemal, Badung. Tim gabungan Polda Bali dan Polres Badung akhirnya menangkap 4 pelakunya, Noor Ellis, istri korban, Adrianus Ngogo, Yani dan Felly (keduanya pembantu rumah tangga korban). Otak pelaku pembunuhan ini adalah Noor Ellis yang menyewa 5 pembunuh bayaran dengan imbalan Rp 150 juta. Pembunuhan yang direncanakan itu terjadi di tempat korban menginap di Vila Emerald Sanur. Adrianus merupakan salah satu pembunuh bayaran tersebut dan kini polisi masih mengejar empat pelaku lainnya. R-005

FB/HS

NARKOBA-Waka Polresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana dan Kasat Narkoba Kompol Gede Ganefo memperlihatkan para tersangka dan barang bukti narkoba, dalam sebuah jumpa pers.

Tembak Pakai Air Soft Gun Dibekuk

DENPASAR-Fajar Bali Jajaran Polsek Dentim menangkap seorang warga berinisial KS asal Banjar Gunung Penatih, Dentim, pada Sabtu (25/10). Penangkapan ini dilakukan karena KS menembak seorang warga Banjar Laplap, Dangin Puri, Denpasar Timur bernama Putu Astika dengan senjata Air Soft Gun, didepan rumah korban. Akibat penembakan itu korban mengalami luka dibagian pelipis. Menurut Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Wimboko didampingi Kanit Reskrim Polsek, Iptu Dony Bayuanggoro penembakan itu terjadi pada Sabtu (25/10) sekitar pukul 02.00 dini hari. “Korban (Putu Astika, red) saat itu makan di sebuah warung dan bertemu dengan pelaku, KS,” jelasnya kemarin. Kompol Wimboko mengatakan, sebelumnya, korban dan pelaku yang berasal dari banjar berbeda pernah cekok mulut di warung tersebut. Pertikaian berhasil didamaikan warga setempat dan keduanya pulang ke rumah masing masing. Nah, diduga dendam, KS mengambil senjata Air Soft Gun miliknya dan mencari Putu Astika di rumahnya di Banjar Laplap, Dentim. Setelah bertemu, KS langsung menembakkan Air Softgun ke arah kepala Astika yang saat itu berada di depan rumahnya. “Usai menembak, KS langsung kabur dengan motornya dan meninggalkan Astika yang mengalami luka di pelipis kiri matanya,” terangnya. Kasus ini kemudian dilaporkan korban ke Polsek Dentim. Selanjutnya, petugas buser menangkap tersangka KS di rumahnya di Banjar Gunung Penatih pada Sabtu pagi. “Senjata Air Soft Gun sudah diamankan,” bebernya. Kompol Wimboko menegaskan pelaku KS masih ditahan dan diperiksa. Dugaan sementara, penembakan ini bermotif dendam. “Pelaku ditahan dan masih diperiksa. Motifnya dendam,” terangnya. R-005

630/X/KTR

659/X/GLH

 Pemimpin Umum Perusahaan: I Gusti Made Arya Wisnu Mataram  Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Redaksi: Emanuel Dewata Oja  Direktur Perusahaan: I Gusti Agung Galuh Ardhaningrat, SE  Redaktur Pelaksana: Gusti Agung Paramita  Koordinator Liputan: Ida Bagus Kresna Dhana  Redaktur: Ida Bagus Putu Bagus, Gde Carmyaka, Hence Silalahi, Supriyono Desain Grafis/Tata Letak: Dejerie, Somayasa, Wiadnyana, Zohra  Staf Redaksi: Eliazar Patun, Blasius, Hery Subagio, Ayu Diah, Rony P. Bagus, Agung Gde, Putu Puspa Artayasa (Gianyar), Gde Sarjana (Klungkung), Made Doni (Tabanan), Wayan Sumertha (Bangli), Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara), Budiasa (Karangasem), Eflin, Marianus  Fotografer :Redy  Sekretaris Redaksi: Merta Yoga  Iklan: Ida Bagus Sudarsana, Kasturi, Supartini, Mikayanti  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Pemasaran dan Sirkulasi : IB. Sudarsana  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Mangupura No.: 009.01.11.000160, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS  Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan: Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax.: (0361) 411283, e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id, berita_fajar@fajarbali.co.id. Tarif Iklan: Umum BW: Rp. 35.000 mm/klm, Umum FC: Rp. 55.000 mm/klm, Keluarga/Sosial: Rp. 20.000 mm/klm, Iklan Lelang/Neraca: Rp 15.000,-/mmk, Advertorial: Rp. 15.000 mm/klm, Baris: Rp. 20.000/baris, Tarif Iklan Jaket (Coat Ad): Rp 225.000/mmk.  Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama  Percetakan: PT. Temprina

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN. Layouter: Soma


FAJA R BALI

senin, 27 OKTOBeR 2014 l Tahun XV

KOTA PLUS

3

Bupati Badung Ajak SKPD Terima Pencerahan BPK RI

Kepala BPK: Opini BPK Linier dengan Kesejahteraan Masyarakat Guna mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel di jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Badung AA Gde Agung mengajak segenap pimpinan SKPD, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Bendahara serta Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Badung untuk menerima pencerahan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali pada Jumat (24/10) lalu di Ruang Kerta Gosana Puspem Badung. MANGUPURA-Fajar Bali Pencerahan langsung diberikan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali Arman Syifa, M.Acc, Ak, didampingi Ka. Sub. Auditorat Bali 2 Amri Lewa. Selain segenap SKPD, turut hadir Bupati Badung A.A Gde Agung, Wakil Bupati I Made Sudiana serta Sekda Badung Kompyang R. Swandika. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali Arman Syifa menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah dan komitmen Bupati Badung beserta segenap jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Badung yang telah melakukan tindaklanjut atas segenap Rekomendasi BPK atas hasil Audit LKPD Tahun 2013. Menurut Arman Syifa, selama ini BPK terus melakukan pemantauan terhadap langkah dan upaya Pemkab Badung dalam melakukan perbaikan dan tindaklanjut. Banyak hal yang telah dilakukan oleh Pemkab Badung dinilai sebagai langkah yang sesuai dan

sangat diharapkan oleh BPK selaku institusi yang bertugas memeriksa pengelola keuangan negara sesuai amanat UU no 15/2006. “Sesuai amanat undang - undang ini, BPK komit menjadi lembaga yang kredibel dan berperan secara aktif mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik, transparan dan akuntabel. Misi kami adalah terus mendorong agar di Kabupaten Badung terwujud tata kelola keuangan daerah yang terus lebih baik di masa datang,” ujar Arman Syifa. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan Tips penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, antara lain adanya komitmen semua pihak untuk perbaiki diri, melakukan identitifikasi dan mengenali masalah, selanjutnya membuat rencana aksi serta menunjuk pejabat yang mengawal langkah langkah perbaikan dan melaksanakan

DEMF Siap Meriahkan DTIK Festival 2014 DENPASAR-Fajar Bali Denpasar Ethnic Music Fiesta (DEMF) akan meramaikan pelaksanaan Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK) Festival tahun 2014. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar, Dewa Made Agung, SE, M.Si., didampingi Kepala UPT Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) FM, Cokorde Istri Kristina Dewi, SS, usai rapat persiapan pelaksanaan DTIK Festival di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, baru-baru ini. Dewa Made Agung menegaskan, penyelenggaraan DEMF 2014 ini dimaksudkan untuk memberi ruang berekspresi dan menampilkan garapan para musisi aliran etnik di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya. Para musisi Bali sangat kreatif memadukan musik tradisional Bali yang sangat banyak jenis dan ragamnya dengan musik modern. Di samping ajang untuk menampilkan garapan kreatif, diharapkan para musisi Bali untuk terus berkarya melakukan kolaborasi instrumen gambelan Bali dengan instrumen musik modern. “Dengan demikian akan menambah khazanah blantika musik di daerah Bali,” ucapnya. Kepala Radio Publik Kota Denpasar, Cok. Istri Kristina Dewi, menegaskan, DEMF 2014 ini akan dilaksanakan serangkaian dengan pelaksanaan DTIK Festival dari tanggal 30 Oktober sampai 2 Nopember 2014, bertempat di kawasan Taman Kota, Lumintang, Denpasar. Diungkapkan Kristina Dewi, grup musik etnik yang sudah siap tampil pada acara ini di antaranya Batuan Ethnic Fusion yang dibentuk Balawan, Emoni (Ethnic Harmoni), Ipad Band, Gus Teja Word Music dan 4 band etnik partisipasi dari SMA/ SMK , yakni dari SMKN 2 Denpasar, SMA 3 Denpasar, SMA PGRI 2 Denpasar, Pekak Art Band serta 5 Band Etnik partisipasi dari umum yang berbahasa Bali, serta penampilan penyanyi pop Bali seperti Dek Ulik, Bayu Krisna dan Tri Puspa. “Kegiatan DEMF ini dirangkaikan pula dengan HUT ke-12, RPKD FM yang jatuh pada tanggal 21 Oktober 2014, yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti menampilkan artis Pop Bali, bakti sosial kunjungan ke Panti Asuhan Tattwan Asi, Lomba Senam Olah Karakter Tunas Bangsa dan partisipasi Fans RPKD FM,” ujarnya. Kristina Dewi juga mengajak masyarakat terutama pecinta musik untuk hadir menikmati berbagai sajian acara yang akan ditampilkan pada DEMF 2014 serta berbagai acara pada DTIK Festival 2014. R-004

Gubernur Minta Warga Tirossa Bali Beri Dampak Positif Bagi Pembangunan Bali

DENPASAR-Fajar Bali Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap perhimpunan warga-warga Timor, Rote, Semao dan Sabu Alor (Tirossa) di Bali menjadi wadah yang aktif dan memberi dampak positif bagi pembangunan Bali. Hal ini disampaikan saat menghadiri dan memberi sambutan dalam pelantikan Badan Pengurus Perhimpunan warga Tirossa NTT-Bali di hotel Harrads, Denpasar Sabtu (25/10). Selain pelantikan badan pengurus Perhimpunan Warga Tirossa NTT - Bali dilaksanakan juga pelantikan badan pengurus Koperasi Tirossa Bali untuk periode 2014-2018 yang dipimpin oleh Simon Nahak dan Katrine Neno selaku sekretaris umum. Walaupun baru dibentuk tiga bulan lalu namun keberadaan badan pengurus PW Tirossa NTT ini bertujuan untuk mendukung pembangunan Bali, sehingga perkembangan dan kemajuan dapat dinikmati bersama antar warga NTT yang berbaur di tengah kehidupan dan lingkungan orang Bali. Lebih lanjut Gubernur Pastika mengatakan agar keberadaan perhimpunan Tirossa di Bali fokus pada pembinaan dan pembangunan sumber daya manusia sehingga siap untuk menghadapi persaingan dunia global yang akan dihadapi pada tahun 2015 mendatang. “Dengan kunci belajar dan bekerja keras membangun dan mengembangkan jati diri sebagai warga keturunan NTT di Bali agar mampu memberi kontribusi bagi Bali dan NTT,” pungkasnya. W-019

FB/HERY

TERIMA BPK-Bupati Gde Agung didampingi Wabup Sudiana saat menerima Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali langkah-langkah perbaikan sesuai rekomendasi BPK. Di bagian lainnya Arman Syifa juga menegaskan bahwa dalam melakukan audit, BPK akan melaksanakan tugas secara profesional, mandiri serta akan melakukan verifikasi secara detail sehingga dalam opini yang disampaikan terdapat korelasi dan linier dengan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dikatakan, dalam tahun

ini semua perwakilan BPK juga diminta memantau dan mendorong penerapan dasar akuntasi secara Akrual Basis dalam tahun 2015, dan hal ini perlu dilakukan persiapan sejak awal dengan baik. Namun dalam konteksnya di Kabupaten Badung, BPK perwakilan Bali sangat optimis Pemkab Badung akan mampu melaksanakan sistem Akrual Basis. Sedangkan mencermati respon Bupati Badung terhadap opini BPK terhadap LKPD

tahun 2013, dimana Bupati Gde Agung beserta segenap jajaran telah berkomitmen menjadikan opini Tidak Wajar sebagai cambuk untuk dapat mengembalikan opini WTP yang sebelumnya diraih 2 kali berturut turut, BPK sangat mengapresiasi positif. “Hal tersebut merupakan wujud kongkrit dari Tips penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik,” pungkasnya. Sementara Bupati Gde Agung mengatakan bahwa pengarahan

dalam rangka pemantauan tindaklanjut atas audit LKPD 2013 ini amat sangat penting dan strategis, untuk menjadikan opini Tidak Wajar kembali menjadi WTP. “Kita berkomitmen menjadikan opini TW ini menjadi cambuk agar ke depan segenap jajaran menjadi lebih berhati-hati, sehingga opini WTP yang sudah berturut turut dapat diraih kembali,” harap Gde Agung. Terkait tindaklanjut hasil temuan yang sebagian be-

sar terkait dengan sistem pengendalian Intern yakni sebanyak 18 buah, menurut Bupati semua rekomendasi sudah ditindaklanjuti. Selanjutnya terhadap temuan lainnya terkait dengan kepatuhan juga telah dilakukan uji petik kepada SKPD. “Demikian pula terkait temuan pada aset tetap barang milik daerah saat ini juga telah ditindak lanjuti bekerja sama dengan DJKN,” paparnya. Pada sesi dialog, menanggapi penjelasan kepala BPK bahwa opini BPK ini juga terkait dan linier dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga terwujud pemerintahan yang berorientasi pada hasil, Bupati Gde Agung sangat menyambut baik kebijakan BPK RI yang mengkaitkan antara opini BPK dengan kesejahteraan masyarakat. “Kami amat sangat mendukung sehingga tujuan pemyelenggaraan pemerintahan yakni terwujudnya kesejahteraan, pelayanan publik dan daya saing daerah semakin meningkat,” ujar Gde Agung. Bupati juga berharap dalam melaksanakan tugas profesionalnya, BPK juga berkenan mempertimbangkan adanya kearifan lokal di Bali. Misalnya ketika bupati atau wakil bupati ngaturang punia saat upacara di pura, meskipun masyarakat tidak meminta apalagi mengajukan proposal. W-014

Pemprov Bali Kucurkan 6 M untuk HIV/AIDS Terima UNAIDS, Wagub Sudikerta Paparkan Kebijakan Pemprov dalam Penanggulangan HIV/AIDS

DENPASAR-Fajar Bali Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS di Bali memaparkan bahwa Pemprov Bali mengucurkan 6 miliar rupiah bagi penanggulangan HIV/AIDS di Bali untuk tahun ini. Angka ini meningkat dari sebelumnya yang hanya 300 sampai 500 juta pertahunnya. Mengingat bahaya HIV/AIDS semakin meresahkan di masyarakat. Demikian disampaikan Sudikerta saat menerima audensi dari Badan Koordinasi Program UNAIDS bertempat di Wisha Sabha Pratama, pada Jumat (24/10). “Selain itu, upaya penanggulangan yang bersifat preventif seperti penyuluhan dan sosialisasi bagi generasi muda dan masyarakat umum gencar dilakukan Pemprov Bali. Untuk mempercepat proses penyebarluasan informasi tersebut, Pemerintah mem-

FB/IST

AUDENSI-Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima audensi dari Badan Koordinasi Program UNAIDS bertempat di Wisha Sabha Pratama, pada Jumat (24/10). bentuk kader-kader di tingkat sekolah maupun desa seperti Kelompok Siswa Peduli AIDS

dan Narkoba serta memaksimalkan peran kepala-kepala desa dalam penyebarluasan

informasi ini,” ungkap Sudikerta. Sementara itu, Deputy Executive Director dari Sekretariat UNAIDS di Geneva Ny. Jan Beagle memberikan apresiasi terhadap langkah dan kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali. Ia berharap apa yang dilakukan Pemprov Bali ini dapat ditiru oleh negara lainnya, dimana dalam penanggulangan ini koordinasi antara elemen masyarakat muda, umum maupun adat sangat saling terkait. Pada kesempatan dialog, beberapa pertanyaan pun muncul dari para delegasi terkait dengan topik diskusi, di antaranya terkait dengan korelasi pemerintah dengan NGO dan LSM dalam penanggulangan HIV/AIDS serta pernyataan yang terkait dengan anggaran asuransi untuk orang yang terkena HIV/AIDS.

Ajak Masyarakat Kenali Kanker Sejak Dini

Terkait pertanyaan mengenai korelasi dengan LSM, Sudikerta yang didampingi oleh Sekretaris KPA Bali Made Suprapta memaparkan bahwa Bali juga mendapat dukungan dari pemerintah Australia baik dari segi anggaran maupun teknis seperti tenaga-tenaga ahli untuk memberikan pelatihan kepada tenaga yang ada di lapangan. Oleh karenanya LSM yang ada di lapangan sudah memiliki kapasitas yang baik dalam membantu pemerintah terkait hal ini. “Pada intinya komitmen pimpinan serta koordinasi dan korelasi antara pihak-pihak terkait paling penting agar tercipta suatu koordinasi yang selaras,” tegasnya. Sudikerta juga menjelaskan Pemprov menanggung para penderita HIV/AIDS yang memerlukan cuci darah akibat gagal ginjal selama seumur hidup. W-019*

Ny. Ratna Gde Agung Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Peduli Kanker MANGUPURA-Fajar Bali Dalam rangka memeriahkan HUT ke-5 kota Mangupura yang jatuh pada 16 Nopember mendatang, berbagai kegiatan sosial serta lomba untuk masyarakat dilaksanakan di Kabupaten Badung. Salah satunya jalan sehat peduli kanker yang digelar di areal Hotel Nusa Dua, Kuta Selatan, Minggu (25/10) lalu. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua YKI Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Badung Ny. Kompyang R. Swandika. Kegiatan jalan sehat mendapat respon positif dari warga, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta ikut berpartisipasi. Jalan sehat ini merupakan hasil kerjasama salah satu pemerhati dan peduli kanker di Indonesia yang berada di Badung. Hadir dalam acara tersebut Direktur RSUD Badung dr. Agus Bintang Suryadi, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Putu Rianingsih, Camat Kuta Selatan I Wayan Wirya beserta istri, Lurah Benoa I Wayan Solo. Hadir pula pakar Kanker Indonesia Prof. Dr. dr. Cakra, Pengurus YKI Cabang Badung, Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, anggota Pink Ribbon serta masyarakat sekitar. Pantauan di lapangan, peserta tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Badung saja, tapi dari mancanegara seperti Australia, New Zeland, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Filipina, Spanyol,

FB/HERY

JALAN SEHAT-Ketua YKI Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Badung Ny. Kompyang R. Swandika saat membuka jalan sehat peduli kanker yang digelar di areal Hotel Nusa Dua, Kuta Selatan Swiss, dan dari Nusantara yang sangat peduli dengan penyakit kanker. “Jalan sehat menjadi spesial karena, di samping diikuti oleh para peduli kanker dari berbagai negara juga para tamu yang kebetulan menginap di hotel-hotel kawasan Nusa Dua,” kata Ny. Ratna Gde Agung. Pada kesempatan tersebut, Istri Bupati Badung ini juga mengikuti senam aerobik yang dipandu oleh instruktur senam dari panitia. Setelah melakukan senam bersama di bawah sinar matahari Nusa Dua yang terik acara dilanjutkan dengan melepas peserta jalan sehat yang mengambil lokasi seputaran areal perhotelan

BTDC Nusa Dua yang ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon bersama. Ketua YKI Cabang Badung Ny. Ratna Gde Agung dalam kesempatan tersebut menyampaikan, jalan santai peduli kanker yang diprakarsai Yayasan Bali Pink Ribbon Foundation serangkaian memperingati HUT ke-5 Mangupura, bertujuan untuk menjalankan hidup sehat juga mengajak masyarakat dari kalangan manapun untuk bisa menjalankan hidup secara sehat dan pengenalan penyakit kanker sejak dini. “Jalan santai ini tidak hanya menjadi ajang kumpul-kumpul belaka namun jauh di dalamnya mengandung makna

yang mulia di samping bisa sharing sesama para pakar kanker juga ajang mempererat tali persaudaraan antara pencinta olahraga dan masyarakat,” terangnya. Diharapkan kegiatan semacam ini perlu mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak–pihak terkait, serta dapat dilaksanakan secara rutin dan cakupannya tidak hanya dengan sebatas olahraga jalan santai dan saresehan saja, tapi diperluas wilayahnya, seperti pengenalan dan pencegahan penyakit kanker secara dini melalui sekolah-sekolah seperti program PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna) Kabupaten Badung yang menjadi agenda tetap Pemerintah Badung. “Tidak hanya dalam memperingati HUT Kotaku Mangupura kegiatan pola hidup sehat dengan berolahraga diselenggarakan, hendaknya dapat dilakukan dalam even apa saja, yang penting berkaitan dengan kesehatan dan ini dapat menjadi pemicu dan penyemangat dalam menjalani hidup, karena penyakit apapun termasuk kanker ini tidak memandang kaya miskin atau tua muda, karena penyakit ini tidak mengenal ruang dan waktu siapapun orangnya bisa terjangkit. Tujuan utama diselenggarakan jalan sehat ini agar masyarakat semakin mencintai betapa pentingnya kesehatan dalam hidup ini dan ikut menjaga kebersihan baik diri sendiri juga terhadap lingkungannya,” ujar Ratna Gde Agung. W-014 Layouter: dejerie


DAERAH

4 KNPI Gianyar Bersihbersih di Pantai Lebih

FAJA R BALI

SENIN, 27 OKTOBER 2014 l Tahun XV

Tanpa IMB, Proyek Villa Jalan Terus Kendaraan Proyek Membuat Rusak Jalan Desa Proyek di Dusun Tulang Nyuh, Desa Tegak jalan terus, meski sudah sempat dihentikan pelaksanaannya oleh Tim Yustisi Pemkab Klungkung. Bahkan proyek yang sampai saat ini belum mengantongi IMB ini dikeluhkan pula warga setempat.

FB/ARTAYASA

KNPI Gianyar bersih-bersih di Pantai Lebih.

GIANYAR- Fajar Bali Bulan Bhakti Pemuda serangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Gianyar, Minggu (26/10) pagi diselenggarakan kegiatan bersih-bersih di Pantai Lebih. “ Untuk di Kecamatan Gianyar dipusatkan di Pantai Lebih dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sepanjang pantai melibatkan siswa, para bendega, karang taruna dan Sekehe Teruna (ST) Lebih Beten Kelod,” kata Ketua KNPI Gianyar, Nyoman Aryawan, Minggu kemarin. Selain itu, pada tahun 2014 ini dilaksanakan berbagai bentuk kegiatan seperti pameran kreativitas dan malam pentas pemuda (30 Oktober –1 Nopember 2014) di Lapangan Astina Raya Gianyar, kompetisi futsal, Dance Competition dan English Speak Contest antar SMA/SMK di Gianyar, seminar bahaya narkoba dan kegiatan sosial seperti donor darah dan bersihbersih di seluruh kecamatan. “Kegiatan ini untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda meningkatkan kreativitas dan potensi diri generasi muda,” ungkap Aryawan. Sekda Ida Bagus Gaga Adi Saputra usai kegiatan bersih-bersih di Pantai Lebih mengungkapkan, kegiatan yang melibatkan siswa, sekehe teruna dan masyarakat sekitar sebagai wujud nyata para generasi muda berinteraksi dengan lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini bisa menyentuh generasi muda untuk peduli lingkungan sekitarnya dan sesama. “Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diisi dengan acara seremonial belaka, tetapi harus melakukan kegiatan yang lebih bermakna dan menyentuh para pemuda terhadap lingkungan sekitar,” ujar Ida Bagus Gaga Adi Saputra. Kegiatan yang dilakukan serentak di seluruh kecamatan ini, menurut Ida Bagus Gaga Adi Saputra, sangat penting untuk menciptakan kebersihan lingkungan baik di pesisi pantai, pedesaan dan perkotaan. W-005

Gedung Eks RSUD Bangli ‘Diserobot’ Warga

BANGLI-Fajar Bali Pasca tidak difungsikan lagi , kini kondisi gedung eks rumah sakit umum daerah ( RSUD) Bangli yang beralamat di Jalan Kusuma Yudha Bangli bagaikan rumah hantu. Belakangan ‘diserobot’ warga untuk tempat parkir kendaraan pribadi mereka. Namun dibalik tidak difungsikanya lagi gedung tersebut pasca pindahnya RSUD Bangli ke jalan Brigen Ngurah Rai, Bangli. Sementara RSUD Bangli yang baru mengalami keterbatasan tempat parkir, bahkan sangat sumpek. Memang sempat beredar informasi kalau gedung eks RSUD Bangli akan digunakan sebagai tempat relokasi para pedagang Pasar Kidul , namun rencana tersebut tidak terealiasi karena tempat tersebut dianggap kurang manusiawi oleh sebagian pedagang. Kondisi gedung eks RSUD memang tidak terurus lagi pasca pemindahan pelayanan ke gedung baru di Jalan Ngurah Rai. Di beberapa sudut bangunan nampak bocor, begitu pula rumput liar tumbuh subur lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertamanan. Walaupun demikian masyarakat menggunakan kekosongan lahan itu untuk tempat parkir kendaraan. Nampak sebuah mobil jenis kijang diparkir di depan pintu masuk menuju ruangan yang dulunya adalah ruang UGD. Begitupula bekas ruangan apotik yang berada di sisi barat gedung juga tidak luput digunakan untuk garase dadakan. “Karena dianggap tidak ada aktifitas lagi maka ada warga yang menaruh mobil di sana “ ujar warga Pak dewa . Dia juga menyinggung bahwasanya sejak gedung tersebut tidak difungsikan lagi satu titik lampu pun tidak ada yang menyala. “ Kalau malam auara sangat menyeramkan , suasananya gelap gulita “ kata Pak Dewa. Sementara itu Plt Direktur RSUD Bangli dr I Wayan Sudiana saat dikonfirmasi terkait kondisi gedung eks RSUD Bangli , Minggu (26/10) mengatakan memang sejak bulan Desember 2013 pelayanan RSUD Bangli sudah total pindah ke gedung baru yang beralamat di jalan Ngurah Rai , Bangli. Terkait pindahnya pelayanan maka pihaknya telah menyerahkan asset berupa gedung itu ke Bagian Umum Pemkab Bangli. “ Kita sudah langsung serahkan penanganan gedung itu ke bagian umum untuk ditindaklanjuti “ kata Sudiana . W-002

SEMARAPURA-Fajar Bali Bendesa Adat Tulang Nyuh Wayan Sudarna mengaku sampai saat ini pembangunan proyek tersebut belum berkoordinasi ke desa adat.”Mestinya sebelum dibangun ada koordinasi ke saya selaku bendesa adat. Namun nyatanya sampai saat ini belum ada dan wargabanyak keberatan karena jalan desa menjadi rusak,” jelas Sudarna, Minggu (26/10) kemarin. Bendesa Adat Tulang Nyuh juga menyebutkan pembangunan yang berada di wilayah adat Tulang Nyuh harus juga sesuai dan tunduk pada awigawig yang ada di desa adat. ”Ini lihat saja sekarang, jalan desa menjadi hancur sepanjang 300 meter akibat kendaraan proyek keluar masuk,” terang Sudarna di lokasi proyek. Proyek yang sudah berjalan

sejak dua bulan lalu tersebut, setelah ditelusuri ternyata sama sekali tidak mengantongi ijin. Sudarna sendiri sudah menelusuri dari Kepala Desa, Camat dan Kantor Perijinan, namun sama sekali belum ada surat permohonan ijin. Selain menuntut agar kerusakan jalan harus diperbaiki, Bendesa Adat Tulang Nyuh menyebutkan agar pemilik proyek mematuhi awig-awig yang ada di wilayahnya. Disebutnya juga bahwa lahan yang dibangun tersebut masih merupakan tegalan yang produktif berisi tanaman Coklat, Kelapa dan Pisang. Disisi lain, diharapkannya pihak Pemerintah agar tegas melakukan penindakan bila nyata-nyata proyek tersebut tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Sedangkan dalam

SEMARAPURA-Fajar Bali Ratusan pedagang pasar Galiran menyerbu pengobatan gratis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Klungkung, Jumat (24/10). Pengobatan gratis ini serangkaian perayaan HUT IDI ke-64 tahun 2014. Selain menyelenggarakan pengobatan gratis, pada puncak peringatan HUT IDI juga dibuka secara resmi pos pengobatan Primkop IDI di Pasar

AMLAPURA-Fajar Bali Merebaknya isu dua remaja yang diduga mengidap HIV/ AIDS dan sengaja menyebarkan ke pemuda di Karangasem yang merebak akhir-akhir ini,baik di media sosial maupun di media lainya,membuat keluarga dan kedua gadis tersebut mengalami depresi. Tak ingin isu itu terus berkembang aparat desa asal kedua gadis itupun berinisiatif melakukan pendekatan kepada keluarga kedua gadis malang ini untuk diajak memeriksakan diri ke klinik VCT RSUD Karangasem. Hasilnya, berdasarkan hasil tes klinik VCT RSUD Karangasem, keduanya dinyatakan negatif sehingga keduanya dinyatakan bebas dari penyakit HIV/AIDS yang merebak akhirakhir ini. Didampingi sejumlah tokoh masyarakat, keluarga kedua gadis tersebut,dan Perbekel Laba Sari pun melakukan konfrensi pers, pada Minggu (26/10) kemarin di kantor Perbekel Laba Sari,Kecamatan Abang,Karangasem. Perbekel Laba Sari, I Made Gentiana mengaku sangat terusik dengan isu yang cukup menyesatkan

Pengobatan Gratis Diserbu Pedagang

FB/SARJANA

TANPA IMB-Proyek Villa di Dusun Tulang Nyuh jalan terus walau belum kantongi ijin apapun.

waktu dekat pula, Klian Subak Abian Gunung Sari juga akan diajak berkoordinasi terkait proyek tersebut. ”Lahan yang digunakan juga masih tegalan yang produktif, sehingga kami minta melakukan koordinasi,” tutup Wayan Sudarna.

Kasatpol PP Pemkab Klungkung, Nyoman Sucitra menyebutkan sudah beberapa kali melakukan pemantauan terhadap proyek Villa tersebut.Diketahui dari tukang yang bekerja di sana, proyek itu milik Jaelani Mariyanti, namun sampai saat

ini yang bersangkutan belum mengurus ijin apapun terkait proyek tersebut. ”Saya akan lakukan tindakan tegas, juga terkait dengan tenaga kerja yang belum melampirkan surat penduduk sementara,” jelas Sucitra pendek.W-010

Galiran oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta didampingi jajaran tenaga kesehatan di Kabupaten Klungkung. Primkop IDI ini dibuka di Blok C pintu barat Pasar Galiran dan pos ini akan dibuka enam kali dalam seminggu. Keberadaan pos pengobatan ini selanjutnya akan melayani para pedagang maupun pengunjung pasar Galiran dengan dilayani petugas dokter dan perawat. Ketua IDI Cabang Klung-

kung dr. I Nyoman Adiputra mengatakan, serangkaian peringatan HUT IDI ke-64 tahun 2014, IDI Cabang Klungkung mengadakan berbagai kegiatan. Selain mengadakan pengobatan gratis dalam rangka pembukaan pos pengobatan di Pasar Galiran, IDI Cabang Klungkung juga mendistribusikan kotak P3K beserta kelengkapannya ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau atau jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Pendistribusian ini melibatkan Club O2 Tracker Klungkung. Kotak P3K tersebut akan

diserahkan langsung kepada sejumlah warga miskin yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan di wilayah Payungan, Kecamatan Klungkung dan Bukit Abah, Kecamatan Dawan. “Dengan dibantu club tracker, kami distribusikan pula kota P3K kepada sejumlah warga miskin,” terang Adiputra. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, dengan adanya pos pengobatan di pasar Galiran ini akan mempermudah dan membantu pelayanan kesehatan kepada para

dan membuat keluarga kedua gadis itu mengalami depresi. Tak hanya keluarga kedua gadis tersebut,warga Laba Sari pun merasa terpukul dengan adanya isu tersebut. “Isu tersebut telah membuat keluarga kedua gadis itu dan warga di sini merasa terpukul,bagaimana tidak dalam setiap kesempatan ketika mengaku dari sini (Laba Sari) di bilang penyebar HIV/ AIDS, siapa yang tidak terluka disebut seperti itu,” ujar Gentiana kepada sejumlah awak media. Saat ini, pihaknya perlu meluruskan isu yang berkembang selama ini bahwa isu tersebut tidak benar. Apalagi setelah dilakukan tes ke klinik VCT RSUD Karangasem keduanya juga dinyatakan negatif. Pihaknya pun berharap agar masyarakat tidak percaya isu tersebut. “Ini hasil tes dari klinik VCT RSUD Karangasem, mereka dinyatakan negatif,sehingga keduanya dinyatakan bersih dari virus HIV/AIDS seperti isu yang beredar di Media,terutama di media sosial Blackbery maupun Facebook,” ujarnya lagi sambil memperlihatkan hasil

tes kesehatan dari klinik CVT RSUD Karangasem. Keberhasilan mengajak kedua gadis tersebut melakukan tes ke klinik VCT RSUD Karangasem memang tak lepas dari peranan semua pihak,mulai dari tokoh masyarakat Desa Laba Sari,Bidan Desa,dan juga dari Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) sebuah yayasan penanggulangan HIV-AIDS di Bali, yang tak pernah lelah melakukan pendekatan kepada keluarga kedua gadis itu. Hal itu pun diakui oleh salah seorang relawan dari YCUI,I Nyoman Miasa yang juga hadir dalam kesempatan itu. Miasa menceritakan, selama sebulan lebih isu itu beredar, pihaknya tetap melakukan komunikasi dengan aparat Desa Laba Sari,terutama Perbekel Laba Sari I Made Gentiana. Akhirnya setelah beberapa kali menggelar paruman, dan terus melakukan pendekatan, disepakati pada tanggal 23 Oktober 2014, bersama aparat desa termasuk keluarga kedua gadis itu menyanggupi untuk memeriksakan diri ke klinik VCT RSUD Karangasem. “Tanggal 23 Oktober kami antar ke klinik VCT,dan tanggal

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Laba Sari saat memperlihatkan hasil tes VCT.

pedagang maupun pengunjung pasar. Suwirta berharap, para pedagang maupun pengunjung pasar dapat menggunakan fasilitas pos pengobatan ini dengan baik. “Gunakan dengan baik, begitupun petugas agar memberikan pelayanan yang baik pula,” ujar Bupati Suwirta. Selain itu, kedepannya Suwirta juga berharap agar pelayanan kesehatan benar-benar menyentuh sampai kepelosokpelosok. “Pelayanan kesehatan tidak boleh ada jarak, harus sampai ke pelosok-pelosok,” imbuhnya.W-010

Hasil Tes VCT, Kedua Wanita Diisukan Penyebar HIV/AIDS Dinyatakan Negatif

Gapura Desa

FB/BUDIASA

24 Oktober hasil dari klinik VCT sudah bisa didapat,hasilnya pun mereka negatif,dan jelas isu tersebut tidak benar,” ujar Miasa. Sejumlah tokoh masyarakat Desa Laba Sari pun berharap, dengan adanya hasil tes dari klinik VCT tersebut, masyarakat tidak lagi percaya dengan isu yang beredar di medsos. Namun, meskipun mereka dinyatakan negatif HIV/AIDS, kedua remaja ini pun tidak berani keluar rumah.

Bahkan, sekedar untuk berbelanja pun mereka enggan keluar rumah. Hal itu pun diakui ayah kedua gadis itu. “Keduanya tidak mau keluar rumah,mereka tertekan, padahal anak-anak saya tidak pernah keluar rumah,namun isunya dibilang ada di Klungkung,sampai saya meminta Nyoman Griya yang kebetulan bekerja sebagai tenaga kesejahteraan sosial kecamatan Abang agar dicek,” ujarnya kedua gadis tersebut. W-016

Sangga Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa

Desa Terunyan Menjadi Perhatian Dunia

108 Pendoa Hindu dan Budha Gelar Doa Perdamaian BANGLI-Fajar Bali Suasana Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani, Sabtu (25/10) tampak dengan suasana lebih hening. Pasalnya sebanyak 108 pendoa dari agama Hindu dan Budha mengadakan doa bersama untuk kedamaian jagat raya ini. Dengan menyasar tempat di Desa Terunyan, kegiatan ini diikuti ratusan warga dari berbagai daerah di Bali, bahkan ada pendoa yang berasal dari luar negeri yang hadir. Doa perdamaian ini akan terus dilaksanakan ke berbagai daerah hingga sampai ke Tibet. “Karena seringnya terjadi bencana alam dan berbagai kekerasan yang terjadi di masyarakat, kita berinisiatif untuk menggelar doa perdamaian internasional agar tercipta perdamaian di jagat raya ini. Kita memilih di Desa Terunyan

karena tempatnya masih alami,” ujar Dewa Ketut Puja Suradnya, penggagas doa bersama untuk kedamaian jagat, saat ditemui di Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (25/10). Dijelaskannya, kegiatan ini berlangsung dari pukul 11.00 -15.00 Wita di Wantilan Pura Pancerin Jagat, Terunyan yang diikuti sekitar 500 orang, terdiri dari Sulinggih 7 orang, pendoa Hindu 54 orang, pendoa Budha 54 orang, masyarakat setempat maupun masyarakat yang berasal dari berbagai daerah lainnya. Doa international ini diterjemahkan ke dalam 5 bahasa yaitu, Indonesia, Inggris, Jepang, Mandarin, dan belanda. Salah seorang pendoa dari Jepang, Koubayasi yang beragama Budha sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya ikut kegiatan

ini karena ingin mendoakan jagat raya ini,”ujarnya. Perjalanan spiritual untuk doa perdamaian ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan. Nantinya akan menyasar ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, India, Taiwan, dan Tibet. Panitia penyelenggara menghimbau kepada masyarakat agar turut bergabung untuk mendoakan jagat raya ini. Puncak dari kegiatan perdamaian ini akan dilaksanakan di Bali, pada tanggal 25 September 2017, dan akan melibatkan sebanyak 200.000 orang. Sementara Perbekel Desa Terunyan I Wayan Arjana, sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya sangat antusias terhadap kegiatan ini, apalagi untuk kedamaian dunia. Namun saya sangat menyayangkan karena sebagian

FB/IST

Terunyan tak hanya didatangi oleh wisatawan yang ingin melihat keindahan alam dan setranya, tetapi juga para pendoa perdamaian.

warga disini kebanyakan yang bekerja keluar. Jadi warga di sini tidak bisa ikut sepenuhnya.

Mudah-mudahan Terunyan selalu menjadi perhatian dunia,” tambahnya.W-002 Layouter: Soma


DAERAH

FAJA R BALI

SENIN, 27 OKTOBER 2014 l Tahun XV

POTRET FAJAR BULELENG

5

Jembatan Seacorm Makin Mengkhawatirkan Pembatas Jembatan Rapuh, Kecelakaan Sering Terjadi Jembatan di Seacorm di Desa Perancak, kini makin mengkhawatirkan. Kondisinya banyak yang rusak, terutama pembatas jembatan, besinya sudah banyak yang rapuh dan hancur. Selain itu posisi aspal di jembatan itu sudah mulai miring.

FB/Agus

Saat serah terima jabatan tiga Kabag di Jajaran Polres Buleleng.

Tiga Kabag di Polres Buleleng Serahkan Jabatan TIGA jabatan kepala bagian di Jajaran Polres Buleleng diserahterimakan. Selain itu, posisi dua Kapolsek juga mengalami pergantian dalam upaya penyegaran organisasi. Serah terima jabatan berlangsung di Lapangan Utama Mapolres Buleleng. Mereka adalah, Kepala Bagian Operasional diserahkan kepada Michael Revelindo Risakotta dari Riza Faisal yang dipindah tugaskan menjadi Wakapolres Jembrana, Kepala Bagian Sumber Daya yang sebelumnya dipegang Made Sudirsa diserahkan kepada Ketut Sukrada yang sebelumnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan. Sukrada selanjutnya menyerahkan Kabag Perencanaan kepada Nyoman Surita yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Sukasada. W-008

Ribuan Pelamar CPNS Mengambil Nomor Ujian

SINGARAJA-Fajar Bali Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buleleng—terutama yang lolos administrasi, Jumat lalu memadati Gedung Sasana Budaya, Buleleng. Mereka yang datang hari Jumat untuk pelamar tenaga kesehatan, lintas jurusan dan tenaga teknik. Sedangkan yang hari Sabtu, khusus untuk formasi guru. “Untuk formasi guru ada 2.700 pelamar,” kata Ni Made Rousmini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng, Sabtu. Rousmini mengatakan, membludaknya pelamar guru dikarenakan formasi guru paling diminati oleh masyarakat. Selain juga memang jumlah lulusan setiap tahunnya sangat banyak. Pelamar yang mencari peruntungan di pengadaan CPNS di Buleleng juga banyak yang berasal dari luar daerah. Rousmini mengatakan, pengambilan nomor ujian yang dilakukan oleh BKD Buleleng sangat fleksibel. BKD masih memberikan toleransi bagi pelamar yang lulus administrasi yang belum sempat mengambil nomor ujiannya pada waktu yang telah ditentukan. ”Kami sangat fleksibel, masih memberikan toleransi kepada pelamar yang belum sempat datang mengambil nomor karena alasan sakit atau aktivitas yang sangat penting lainnya, sampai hari Senin (27/10) mendatang. Pelamar masih bisa mengambil nomor ujiannya, langsung ke kantor BKD Buleleng pada saat jam kerja,”imbuh dia. Sementara semua pelamar diwajibkan membawa foto copy bukti pendaftaran online dan KTP, saat mengambil nomor ujian. Yang terpenting lagi tidak dapat diwakilkan, karena pelamar harus menandatangani kartu yang harus dibawa pada saat ujian berlangsung. W- 008

KK Miskin di Ekasari Kebagian Sembako

NEGARA-Fajar Bali Jembatan yang cukup panjang melintasi sungai tersebut, bila dilintasi kendaraan cukup mengkhawatirkan, apalagi kendaraan roda empat. Beberapa pengendara kendaraan nyaris terjatuh. Salah satunya dialami Wayan Murdi, warga Kecamatan Melaya. Murdi, Minggu (26/10) kemarin mengatakan mengaku pada Jumat (24/10) petang lalu, mobil pick up yang dikemudikan ketika melintasi jembatan tersebut nyaris jatuh ke sungai. Saat melintasi di jembatan itu, ban mobilnya tersangkut di tengahtengah patahan aspal. Tiang penyangga jembatan tersebut ada yang keropos sehingga posisinya tak rata. Dia bersyukur bisa selamat, setelah mendapat bantuan dari warga yang ketika

itu sedang mancing. Mobilnya berhasil didorong hingga selamat. “Kalau tidak, mungkin mobil saya sudah jatuh ke sungai,” ujarnya. Merasa sangat mengkhawatirkan, dia memilih kembali memutar melalui Desa Yehkuning. Tampak kondisi jembatan itu, tiang pancannya sudah keropos dan badan jalan di jembatan sudah miring. Terdapat dua titik kemiringan pada jembatan yang panjangnya sekitar 50 meter. Tak hanya menghubungkan antar Desa Perancak dan Lingkungan Mertasari Kelurahan Loloan Timur, tetapi juga menghubungkan beberapa desa lainnya seperti Desa Yeh Kuning, Desa Air Kuning dan beberapa desa lainnya. Data yang diperoleh, jembatan tersebut dibangun ta-

FB/PRAMONO

PRIHATIN-Kondisi jembatan seacorm yang cukup memprihatinkan.

hun 1990-an dan setiap hari dilintasi ratusana kendaraan bermotor. Sementara itu, sebelumnya, jembatan itu sempat disinggung oleh Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan ketika dikunjungi Menteri Kelautan dan Perikanan RI,

Prahara Rumah Tangga Meningkat

WHDI Gelar Sosialisasi Pranikah TABANAN-Fajar Bali Ketidakharmonisan yang terjadi antara pasangan suami istri belakangan ini menjadi tren dalam kehidupan rumah tangga. Terlebih tidak sedikit diantaranya yang berujung kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tentunya merembet ke urusan hukum. Maraknya fenomena ini rupanya menyita perhatian Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali. Sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena itu, WHDI Provinsi Bali menggelar sosialisasi pendidikan pranikah untuk generasi muda/pelajar di Kabupaten Tabanan. Sosialisasi yang berlangsung Jumat (24/10) dibuka langsung oleh Wakil Ketua WHDI Provinsi Bali Nyoman Nilawati didampingi Ketua WHDI Kabupaten Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna Ariwangsa di Kantor Bupati Tabanan. Hadir juga dalam kesempatan itu Penasehat WHDI

Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya Kegiatan sosialisasi ini diikuti sekitar 200 orang peserta yang merupakan para pengurus OSIS baik dari SMA, SMK, dan Guru Konseling dari masing-masing sekolah. Tak hanya itu, para pemuda-pemudi dari karang taruna di Tabanan serta pengurus WHDI Kabupaten Tabanan ikut serta dalam sosialisasi ini. Dalam laporannya, Ketua WHDI Kabupaten Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna Ariwangsa menjelaskan, sosialisasi ini sebagai salah satu program kerja pihaknya dalam meningkatkan peran serta untuk membangun serta mendidik generasi penerus bangsa yang berkualitas. “Kedepannya kami tetap mengharapkan agar program seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,”ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua WHDI Provinsi Bali Nyoman Nilawati mengungkapkan, sos-

ialisasi ini sebagai pembekalan bagi para generasi muda agar saat berumah tangga nantinya bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Serta membangun keluarga yang sejahtera sehingga lahir calon-calon orang tua yang efektif dan melahirkan putraputri yang suputra. “Kegiatan ini merupakan suatu awal bahwa anak remaja kita perlu mendapatkan pembekalan untuk berumah tangga agar terhindar dari ketidakharmonisan dan berbagai macam masalah yang sering kita temui dalam berumah tangga. Saya harap kegiatan ini juga tidak berhenti sampai di sini saja namun bisa terus berkelanjutan,” imbuhnya. Adapun narasumber yang hadir pada sosilisasi ini adalah Ida Ayu Maharatni dan Nyoman Nilawati dari WHDI Provinsi Bali serta Kepala BPJS Cabang Denpasar dr.Putu Gede Widnyana. W-004

Sharif T Sutardjo ke Seacorm Jembrana, Oktober lalu. Kembang saat itu mengusulkan dan meminta kepada Menteri, supaya jembatan itu mendapat perbaikan, karena kondisinya makin mengkhawatirkan. Ketika itu, Menteri Kelautan dan Perikan-

an menyanggupi serta akan menganggarkannya. Wabup menghitung, bila jembatan itu diperbaikan memerlukan anggaran cukup besar sekitar Rp 4 miliar. Namun bila dibebankan ke APBD Jembrana, tidak akan mampu, karena PAD di Jembrana kecil. W-003

Bupati Pantau Kebersihan di Tiga Lokasi

NEGARA- Fajar Bali Masalah kebersihan di Jembrana, terus menjadi perhatian serius dari Bupati Jembrana Putu Artha. Bentuk perhatiannya, salah satunya memantau kebersihan di tiga lokasi, di antaranya di Sungai Ijogading yang ada di pusat Kota Negara, Tukad Piuh dan Sungai Tukadaya di Desa Tukadaya Kecamatan Jembrana, Jumat (24/10). Aksi kebersihan itu, juga diikuti ratusan PNS, TNI dan Polri. Salah satu tempat yang jadi pantauan aksi kebersihan, yakni di Sungai Dangin Tukadaya. Ketika itu, Artha melihat beberapa tempat kos dan menjadi satu dengan bangunan toko. Kondisi tempat kos tersebut, halamannya cukup luas dan hanya diperuntukan bagi yang belum berkeluarga. Menurut Sekretaris

Desa Dangin Tukadaya I Nengah Ranu Putra, koskosan itu pemilik sebelumnya dari Denpasar.Namun dia mendapat informasi, kalau kepemilikannya sudah pindah tangan. Namun sekarang, pihaknya belum mengetahui, siapa pemilik tempat kos tersebut, karena belum ada laporan ke desa. Terhadap hal itu, Bupati Artha meminta supaya aparat desa, supaya peka kepada situasi dan kondisi wilayahnya. Pihaknya tak melarang orang berusaha, tetapi setiap warga yang ingin membuka usaha supaya mematuhi aturan yang berlaku. “Setiap pemilik tempat kos, harus mentaati aturan kependudukan yang ada, karena masalah kependukan sudah diatur dalam peraturan daerah,” ujarnya. W-003

Bupati Eka Buka Muscab Gapensi

FB/PRAMONO

Keluarga miskin di Desa Ekasari mendapat bantuan sembako saat Bulan Bhakti Sosial, di Desa Ekasari Kecamatan Melaya.

NEGARA-Fajar Bali Warga miskin yang ada di sepuluh banjar di Desa Ekasari Kecamatan Melaya kebagian paket sembako. Tak hanya itu saja, juga digelontorkan sarana olahraga, serta peralata sekolah kepada siswa yang tergolong keluarga kurang mampu. Perhatian kepada sejumlah KK miskin di Desa Ekasari itu , serangkaian kegiatan Bulan Bhakti Karang Taruna tingkat Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Ekasari, mulai Sabtu (25/10) hingga Minggu (26/10) kemarin. Penyerahan bantuan bhakti sosial itu dihadiri Kabid Pelayanan Dinas Sosial Provinsi Bali, Parmiyasa didampingi Kadis Naker Kesos dan Transmigrasi Jembrana I Made Budiasa dan juga Ketua Karang Taruna Bali, I Ketut Rana dan juga utusan karang taruna di seluruh kabupaten di Bali. Parmiyasa menyampaikan kegiatan ini memang dipusatkan di Desa Ekasari sesuai dengan hasil keputusan dalam Rakerda Karang Tarunan Provinsi Bali, beberapa bulan lalu. Salah satu pertimbangannya, karena Desa Ekasari beberapa bulan lalu masuk sebagai nominasi delapan besar untuk lomba desa tingkat nasional. Bantuan berupa pembagian sembako dan peralatan sekolah kepada siswa kurang mampu, memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Ekasari. “Bantuan ini, akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, termasuk siswa yang tergolong keluarga kurang mampu,” ujar Parmiyasa. Kegiatan tersebut, juga disisipkan untuk mensosialisasikan terkait bahaya menggunakan narkoba dan HIV/AIDS terhadap masyarakat. Terkait ini, Kadis Naker Kesos dan Transmigrasi Jembrana, Made Budiasa berharap kegiatan semacam ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan peran serta fungsi karang taruna.”Pada era sekarang, karang taruna begitu penting. Berbagai tantangan dan cobaan bagi bangsa ini terus saja menerjang. Jika kita lengah, tentu sangat membahayakan tatatan kehidupan di masa kini dan masa datang,” ujarnya. Dia berharap supaya karang taruna di masing-masing desa mampu menyikapinya dengan kegiatan-kegiatan yang riil. W-003

TABANAN-Fajar Bali Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Tabanan, Jumat (24/10) di Restoran Dewi Shinta, Tanah Lot, Tabanan. Muscab VIII Badan Pimpinan Cabang Gapensi Tabanan kali ini mengambil tema, bertekad melakukan perubahan dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi dengan mengedepankan keandalan etika dan tanggung jawab menuju Tabanan Serasi. Acara yang diawali dengan pembacaan kode etik gapensi Dasa Brata, mengagendakan untuk memilih Ketua BPC Tabanan beserta pengurus periode 2014-2019. Ketua BPC Gapensi Tabanan Wayan Yogantara mengatakan gapensi merupakan organisasi bidang jasa kontruksi yangtidak hanya menjadi mitra pemerintah namun juga menjadi partner masyarakat. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan serangkaian Muscab yang digelar. Seperti dilaksanakannnya bedah rumah di Kecamatan Kediri dan Penebel. “Kami membangun tidak hanya untuk pemerintah saja, namun bagaimana keberadaan kami, bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya. Kedepan aksi sosial bedah rumah tidak hanya dilakukan setiap akan dilaksanakan Muscab lima tahun sekali, namun kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun. Dengan harapan mampu meringankan beban pemerintah dan masyarakat. Ketua BPC Gapensi Bali Wayan Adnyana menjelaskan, profesi Gapensi merupakan pekerjaan yang sangat strategis. Menurutnya, pembangunan akan terus terjadi dan tidak akan ada henti-hentinya. Pemerintah akan terus melakukan pembangunan di daerahnya. Hal ini terlihat dari data pertumbuhan pembangunan Indonesia di atas 4 persen. Dan jumlah inipun akan terus mengalami peningkatan. “Pembangunan akan terus terjadi. Tidak hanya perubahan

FB/Doni

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memukul gong menandai pembukaan Muscab Gapensi Tabanan.

infrastruktur, namun pembangunan juga mampu menampung tenaga kerja yang banyak,” ungkapnya. Meski menjadi mitra pemerintah, namun dirinya menuturkan berbagai kendala yang dihadapi saat ini. Seperti sistem pelelangan yang menggunakan basis teknologi hingga persyaratan lelang yang sangat sulit. Dengan kendala yang dihadapi tersebut, mengakibatkan keberadaan organisasi ini kian menurun. Berdasarkan data, dari tahun 2006 jumlah perusahaan kontruksi mencapai 1500 badan usaha. Namun kini di tahun

2014 jumlahnya menurun menjadi 680 badan usaha. Untuk di Tabanan dari 145 badan usaha sekarang yang masih bertahan mencapai 79 badan usaha. “Keberadaan kami sekarang ini berada pada titik nadir. Kami berharap dengan perhatian pemerintah, mampu meningkatkan semangat kami untuk terus berjuang membangun daerah yang kami cintai,” harapnya. Dirinya juga berharap, melalui muscab ini dijadikan ajang konsolidasi dan kepada pengurus yang baru dapat bekerja sesuai dengan program-program yang telah di-

rancang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi yang setinggi-tingginya juga diungkapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Menurutnya, apapun masalahnya dapat diselesaikan jika semua pihak dapat duduk bersama. Dimulai dari kebersamaan, maka pembangunan kea rah yang lebih baik dapat terwujud. “Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Mari kita komunikasikan dan koordinasikan, sehingga apa yang menjadi harapan kita untuk mewujudkan Tabanan Serasi dapat terwujud,” pungkasnya. W-004 Layouter: Soma


6

SENIN, 27 OKTOBER 2014 | TAHUN XV

8000 Seniman Akan Tampil All Out, Dipersembahkan untuk Pengabdian Bupati AA Gde Agung

FSBB 2014 “KRIYA HITA BALA WIKRAMA” K

abupaten Badung mengandalkan pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian, dan sangat berkepentingan sektor pariwisata dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Berbagai upaya terus dilakukan agar pariwisata selalu mengalami peremajaan dari waktu ke waktu, sehingga tidak memasuki tahap stagnasi. Mengacu pada Tri Hita Karana, sebuah prinsip warisan kearifan lokal yang mengajarkan mengenai tiga cara yang perlu ditempuh untuk mencapai keselarasan dalam kehidupan, yakni Hubungan yang harmonis antara manusia dan sang pencipta (parhyangan), Hubungan yang harmonis antara sesama manusia (pawongan), dan Hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungannya (palemahan). Falsafah Tri Hita Karana tersebutlah yang kemudian diadopsi dan diterapkan ke dalam visi dan misi Kabupaten Badung serta menjiwai kebijakan dan program pembangunan, ”Melangkah Bersama Membangun Badung berlandaskan Tri Hita Karana Menuju Masyarakat Adil, Sejahtera, dan Ajeg”. Visi tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam sembilan misi, dimana salah satu point-nya adalah Meningkatkan srada dan bhakti masyarakat terhadap ajaran agama, serta eksistensi adat budaya dalam rangka mengajegkan Bali di era kekinian. D a n dalam

rangka untuk menjaga kelestarian dan keajegan budaya Bali tersebutlah, Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan akan kembali menggelar Festival Seni Budaya Badung (FSSB) ke-8 tahun 2014. Festival Kebudayaan yang digelar dari tanggal 29 Oktober – 16 Nopember 2014 mengambil tema “KRIYA HITA BALA WIKRAMA” yang mengandung makna

‘Kreativitas Masyarakat yang Berkesinambungan Menuju Kesejahteraan Lahir dan Bathin’. Seperti apa semaraknya Budarangkaian Festival Seni Buda ya Badung yang juga dikaitkan dengan HUT Mangupura ke-5 Tahun 2014? Berikut wawancara Tim Fajar Mangupura

bersama Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Bhasma.

Bisa dijelaskan tema, makna dan kesenian apa saja yang ditampilkan di FSBB ke-8 di tahun 2014 ini? Baik terima kasih. Terlebih dahulu untuk diketahui, Festival Seni Budaya Badung (FSBB) ke-8 tahun 2014 ini masih ada kaitannya dengan HUT Mangupura ke-5. Dimana sebelum memperingati HUT Mangupura kita terlebih dahulu menggelar FSBB yang notabene tiap tahun memang kita gelar. Festival Seni Budaya tahun ini mengambil tema “KRIYA HITA BALA WIKRAMA” yang mengandung makna ‘Kreativitas Masyarakat yang Berkesinambungan Menuju Kesejahteraan Lahir dan Bathin’. Kemudian yang juga terasa spesial di FSBB kali ini, selain seni-seni yang sudah kita kembangkan, juga kita tampilkan seni-seni yang boleh dikatakan hampir hilang. Sementara itu, yang juga masih menjadi agenda tetap lainnya adalah pementasan atau perlombaan seni-seni lainnya seperti seperti gong kebyar dari anak-anak sampai dewasa, dan perempuan serta angklung kebyar. Pada intinya, dari seluruh kegiatan yang ada di FSBB tersebut, tujuan utama kita adalah mencari bibit seniman di Kabu-

paten Badung. Kemudian dari pemenang di FSBB itu, nantinya akan mewakili Kabupaten Badung ke tingkat Propinsi, terutama di gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan datang.

tahunAcara di FSBB tiap tahun nya semakin padat. Apa yang menjadi pertimbangan memperpadat agenda FSBB tersebut? Dulunya hanya sehari, setelah itu menjadi 3 hari dan selanjutnya sekarang sampai 18 hari. Ini menjadi bukti Kebubahwa kita di Dinas Kebu mengdayaan sudah mampu meng gairahkan dan membina seni Badan budaya di Kabupaten Ba dung. Bila kemudian ditanya pertimbangannya, mungkin lebih dikarenakan masyarakat Badung yang memang sangat bergairah, dalam menjaga eksistensi seni dan budayanya itu sendiri. Untuk indikasi makin semangatnya warga Badung di FSBB ini, bisa juga dilihat dari makin banyaknya seni yang di pentaskan di ApaFSBB di tahun 2014 ini. Apa lagi para seniman pun juga semakin antusias bila mampu juara, dan bahkan sangat bangga apabila bisa mewakili Badung di pentas kesenian samtingkat Propinsi, bahkan sam pai tingkat Nasional. Lantas ada berapa seniman yang terlibat di FSBB tahun 2014? Sangat banyak, kurang lebih sampai 8000 seniman. Mulai dari perlombaan lagu pop Bali , perlombaan gong kekebyar anak sampai gong ke byar dewasa wanita, angklung kebyar, dan keterlibatan dari 6 Sekaa (per Kecamatan di Badung).

K a b a r nya , m o m e n t FSSB tahun 2014 akan jauh lebih spesial. Bisa dijelaskan? Yang jauh lebih spesial dari FSBB tahun 2014 ini adalah kami ingin memberikan persembahan ke Bupati Badung AA Gde Agung, dimana beliau sudah mengabdi dengan komitmennya mempertahankan kebudayaan yang ada. Dalam hal ini kami telah berencana memberikan sesuatu, memang tidak memberikan dalam bentuk benda, namun hasil karya beliau yang kita

Drs. Ida Bagus Anom Bhasma

tunjukkan. Ide-ide beliau inilah hasilnya yang akan kita tampilkan. Dengan kata lain, FSBB 2014 ini akan betul-betul all out, itulah yang kami persembahkan ke beliau. Mempersembahkan hasil binaan beliau selama ini. Harus diketahui pula, karya beliau sangat banyak, diantaranya tari Sekar Jepun, lagu Bungan Jepun, tari Widiadari, tari Saraswati. Beliaulah yang memberikan inspirasi, sehingga kita punya 3 tarian khas Badung, yang selama ini dipakai untuk tari penyambutan tamu. Intinya hasil binaan Bapak Bupati AA Gde Agung selama ini tidaklah sia-sia. Momen yang juga nantinya akan berkesan di FSBB 2014 ini adalah, Bupati AA Gde Agung akan memberikan kenangkenangan, yakni Kerti Budaya untuk 12 orang seniman Badung. Penghargaan itu sebagai bentuk ucapan terima kasih beliau untuk para seniman di Kabupaten Badung, bentuk penghargaanya berupa emas kurang lebih 7 gram dalam bentuk lambang daerah.

Dari Agenda yang ada, apakah juga melibatkan Kabupaten lain? Untuk di tahun ini, perlombaan yang akan melibatkan Kabupaten lain hanya untuk perlombaan Baleganjur. Mengingat biasanya peminat dari lomba ini sangat banyak, maka khusus Baleganjur akan kita buka untuk umum. Sedangkan untuk perlombaan lainnya, kami khususnya untuk krama Badun saja.

FSSB tiap tahunnya makin semarak, hal itu ttentunya berkaitan pula dengan keberhasilan Dinas Kebudayaan dalam membangkitkan gairah pemuda untuk mencintai seni budayanya? Mungkin bisa dikatakan begitu, artinya selama ini kita di Dinas Kebudayaan Badung memang sangat intens menjajaki ke Banjar-Banjar, kita himpun pemuda-pemudi terutama di Sekaa Terunanya dan di sanggar-sanggar kesenian seluruh Banjar yang ada di Kabupaten Badung. Disanalah kita masuk untuk memberikan pendampingan, dorongan, semangat dan membina mereka. Kemudian, langkah yang juga selalu kita lakukan adalah dengan mendekati mereka ketika ada agenda perlombaan, agar setidaknya mereka mengadakan latihan se-

cara rutin. Sementara untuk sisi positif lainnya, ketika pemuda-pemudi kita aktif dalam berkesenian, dengan m e n g i ku t i j a dwa l - j a dwa l latihan, maka itu semua juga akan menjauhkan mereka ke kegiatan-kegiatan yang mengarah ke hal-hal negative.

Lantas bentuk perhatian seperti apa yang sudah diberikan oleh Dinas Kebudayaan, serta indikasi dari keberhasilannya menggairahkan generasi muda di Kabupaten Badung? Pemkab Badung tentunya sangat memperhatikan terhadap seni dan budaya. Bentuk perhatiannya dengan cara memberikan bantuan kepada sekaa-sekaa yang ada. Seni gambang, seruling yang hampir punah pun kita dorong untuk bangkit lagi, salah satunya juga dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan para seniman tersebut. Sedangkan bantuan lainnya, seperti pakaian tari dan bahkan untuk kegiatan sekaa-sekaa juga sudah ada beberapa yang kita berikan instrument. Kemudian bila berbicara keberhasilan, maka harus diakui sudah banyak seniman kita yang berhasil berprestasi di tingkat Propinsi bahkan sampai tingkat Nasional. Untuk yang terbaru, belum lama ini Sekaa yang di Kapal yakni gong kebyar a n a k- a n a k nya d a p a t m e wakili ke nasional dan berhasil mendapatkan juara. Sementara itu dapat kami laporkan, pelaksanaan FSSB 2014 akan sangat meriah. Hal ini membuktikan bahwa kekhawatiran budaya terkikis akan terbantahkan. Semangat generasi penerus inilah yang akan menjadi jawabannya. Dengan begitu banyaknya seniman yang terlibat, anakanak, remaja, dan sekolah antusias, menjadi jawaban eksistensi kebudayaan kita di Badung. Dengan kualitasnya semakin bagus, menunjukkan bahwa tidak hanya kuantitas, karena terbukti kualitas dari para seniman juga meningkat. Bentuk nyata kualitas makin meningkat, dapat dilihat di l o m b a g o n g , ke m a m p u a n pesertanya merata sama bagusnya, makanya kita sampai sulit untuk menentukan juaranya. Untuk itu kita patut bangga, karena akar budaya kita disambung positif oleh masyarakat kita di Badung.W-014

Pesan Moral di FSBB 2014

Ingatkan Ajaran Astabrata, untuk Pemimpin Badung Mendatang Festival Kebudayaan yang digelar dari tanggal 29 Oktober – 16 Nopember 2014 mengambil tema “KRIYA HITA BALA WIKRAMA” mengandung makna ‘Kreativitas Masyarakat yang Berkesinambungan Menuju Kesejahteraan Lahir dan Bathin’. Dari semarak Festival Seni Budaya Badung (FSBB) 2014, yang dirangkai peringatan HUT Fajar Mangupura ke-5 ini juga akan menyampaikan pesan moral, untuk calon Pemimpin Kabupaten Badung mendatang.

Pesan moral apa saja yang akan disampaikan? Berikut adalah penjelasan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Bhasma. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika sebelumnya pembukaan digelar di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung maka pada FSBB tahun 2014 ini pembukaannya akan dilaksanakan di Jaba Pura Taman Ayun Mengwi. Tujuan dari digesernya acara pembukaan itu, lebih dikarenakan panitia FSBB 2014 ingin memberikan kado terakhir buat Bupati Badung AA

Gde Agung. “Penggagas FSBB adalah Bapak Bupati AA Gde Agung, dimana pada awalnya FSBB pertama di buka di Jaba Pura Taman Ayun. Artinya ini kado buat Bapak Bupati AA Gde Agung, jelang beliau mengakhiri jabatannya, maka kita berinisiatif memberi kado bentuk rasa terima kasih, dan salah satunya kembali membuka FSBB di areal Jaba Pura Taman Ayun Mengwi,” ujar IB Anom Bhasma. Selain sebagai kado bentuk terima kasih, lanjut IB Anom Bhasma, panitia juga ingin mendekatkan acara pembu-

kaan tersebut ke masyarakat, selain itu agar wisatawan juga bisa menyaksikan pembukaan FSBB 2014. “Pembukaannya pada tanggal 29 bulan ini, kurang lebih sekitar jam 4 sore berlokasi di Jaba Pura Taman Ayun. Pada pembukaannya, akan diikuti seluruh kecamatan, pawainya kita lombakan sesuai potensi masing-masing Kecamatan,” terang Bhasma. Selain pesan moral bahwa penggagas FSBB adalah sosok AA Gde Agu n g , dalam FSBB tahun 2014 ini juga akan menyampaikan pesan moral untuk pemimpin (Bupati Badung) baru tahun 2015 mendatang. Pesan moral d i m a k s u d a k a n d i ra n g k a i dalam persembahan drama tari mengambil kisah Ramayana, tepatnya di Astrabrata nya ya n g m e n j a b a rka n 8 prinsip kepemimpinan dalam Hindu. “Kami hanya berusaha mengingatkan, dimana sosok pemimpin kedepan diharapkan minimal tahu dengan 8 prinsip kepemimpinan dalam

Hindu. Kami tidak bermaksud untuk menyinggung, murni hanya sebatas untuk mengingatkan saja,” katanya. Asta Brata merupakan 8 konsep ajaran kepemimpinan atau leadership Agama Hindu. Dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia , Asta Brata dijelaskan bahwa asal kata dari Asta Brata terdiri dari dua suku kata yaitu: asta berarti 8, sedangkan brata (atau ejaan yang dipersamakan beratha, bratha dan berata) adalah sikap atau laku. Jadi “Asta Brata” merupakan 8 (delapan) ajaran, filsafat atau ilmu kepemimpinan yang mulia dari warisan tanah Nusantara yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang pemimpin. Kedelapan ilmu kepemimpinan tersebut terdiri dari: (1) Surya atau mentari, Dia memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan yang membuat semua mahluk tumbuh dan berkembang. Analogi ini mengharapkan seorang pemimpin untuk

mampu menumbuhkembangka n d aya h i d u p rakyatnya untuk membangun bangsa dan negara, dengan memberikan bekal lahir dan bathin untuk dapat berkarya secara maksimal menurut swadharma atau bidang tugasnya masingmasing. (2) Candra atau rembulan. Memancarkan sinar di kegelapan malam. Cahaya rembulan yang lembut akan mampu menumbuhkan se mangat dan harapan di tengan kegelapan. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberikan dorongan atau motivasi untuk membangkitkan semangat rakyatnya, walau dalam kelamnya duka karena bencana. (3) Kartika atau bintang. Mem b e r i ka n si n a r i n da h ke m i l a u , j a u h di langit, sehingga dapat menjadi petunjuk arah bagi yang memerlukan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan untuk berbuat kebaikan. Tak pernah ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mu-

dah terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan. (4) Angkasa atau langit . Luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya memiliki keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri ya n g ku a t , h i n g ga d e n ga n sabar mampu menampung aspirasi atau pendapat rakyatnya yang beraneka ragam. (5) Bayu atau angin. Selalu ada dimana-mana, tanpa membedakan tempat serta selalu mengisi semua ruang kosong. Seorang pemimpin hendaknya dekat dengan rakyat, tanpa membedakan d e ra j a t d a n m a r t a b a t nya , b i s a m e n g e t a h u i ke a d a a n d a n ke i n g i n a n ra k ya t nya . Mampu memahami dan menyerap aspirasi rakyat. (6) S a m o d ra a t a u l a u t a n . B e tapapun luasnya samudra, senantiasa mempunyai permukaan yang rata, bersifat s e j u k m e nye g a r k a n . S a n g pemimpin hendaknya mampu

menempatkan semua orang pada derajat dan martabat yang sama, sehingga dapat berlaku adil, bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya. (7) Agni atau api. Api mempunyai kemampuan untuk membakar habis dan menghancur leburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan secara tegas, tuntas dan tanpa pandang bulu. Dan (8) Pertiwi atau bumi/tanah. Bumi mempunyai sifat kuat sekaligus murah hati. Selalu memberi hasil kepada siapapun yang mau berusaha mengelola dan memeliharanya dengan tekun. Seorang pemimpin hendaknya berwatak sentosa, teguh dan murah hati, senang beramal dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya. Demikian dijelaskan dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia tentang Asta Brata ini. W-014


g t t n u s n g n a i s i g n . a n l k n a -

SENIN, 27 OKTOBER 2014 | TAHUN XV

7

Pesta Rakyat Abiansemal, Bupati Tancapkan Kayonan

Semarak Menyambut HUT ke-5 Mangupura Dalam rangka menyambut HUT ke-5 Ibukota Badung “Mangupura”, Kecamatan Abiansemal menggelar Pesta Rakyat. Pesta Rakyat dengan berbagai macam lomba dan pertunjukan seni serta pameran produk unggulan masing-masing Desa yang ada di Kecamatan Abiansemal ini, dibuka Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta ditandai penancapan Kayonan, di Lapangan Kopral I Wayan Surem Blahkiuh. Sabtu (25/10) malam lalu. Turut hadir Wakil Bupati Badung I Made Sudiana, anggota DPRD Badung daerah pemilihan Abiansemal dan Petang, Sekda. Badung Kompyang R. Swandika, Ketua Tim Penggerak PKK Badung Nyonya Ratna Gde Agung, Ketua Gatriwara Nyonya Giri Prasta, Ketua DWP Nyonya Kompyang Swandika, para pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab. Badung dan Tripika Kecamatan Abiansemal serta sekitar 5 ribu masyarakat Kecamatan Abiansemal memadati Lapangan Kopral I Wayan Surem untuk menyaksikan

FB/HERY

Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Sekda Kompyang R. Swandika dan Ketua TP. PKK melihat hasil kerajinan masyarakat Abiansemal serangkaian pembukaan pesta rakyat Abiansemal, di Lapangan Kopral I Wayan Surem Blahkiuh

FB/HERY

Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta disaat membuka pesta rakyat Abiansemal ditandai penancapan Kayonan, di Lapangan Kopral I Wayan Surem Blahkiuh. Pesta Rakyat tersebut. Usai membuka Pesta Rakyat Abiansemal, Bupati Gde Agung menyaksikan Tari maskot Ba-

dung “Sekar Jepun” yang dibawakan oleh gong kebyar duta Abiansemal yakni Gong Kebyar Wanita Br. Jempeng Desa Taman

dan Gong Kebyar Anak-anak Desa Angantaka. Ditampilkan pula Janger Lansia Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani. Dis-

amping itu Bupati Gde Agung melakukan foto bersama dengan penari Janger Lansia dan menyempatkan diri untuk meninjau Stand Pameran produk unggulan masing-masing Desa yang merupakan hasil kreativitas masyarakat, yang nantinya dapat dipromosikan agar ekonomi masyarakat dapat sema-

kin menggeliat. Sementara itu Camat Abiansemal Putu Ngurah Thomas Yuniarta melaporkan, Pesta Rakyat Abiansemal dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 25 s/d 26 Oktober 2014 bertempat di Lapangan Kopral I Wayan Surem Blahkiuh. Jenis kegiatan yang dilaksanakan diantaranya;

pemeran UMKM dari 18 Desa yang ada di Kecamatan Abiansemal, pementasan gong kebyar Wanita dari Desa Taman, gong kebyar anak-anak dari Desa Angantaka, gong kebyar Dewasa dari Br. Semana Desa Mambal, Angklung dari Desa Bongkasa, Janger Lansia Br. Kedampal Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Lawak Sengap, Wayang Ceng Blonk, lomba mewarnai yang diikuti anak PAUD dan TK, Musik Pop Bali Tri G, Joged mebarung, Konser musik remaja se-Kecamatan Abiansemal dan lomba merangkai Janur bagi PKK Desa se-Kecamatan Abiansemal. Disamping itu Kecamatan Abiansemal juga bekerjasama dengan BKKBS dengan pemasangan alat kontrasepsi berupa Vasektomi, pemeriksaan mulut rahim (papsemear), begitu pula dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melayani pembuatan akte perkawinan dan kelahiran gratis yang diikuti ratusan masyarakat serta pemeriksaan katarak bagi para Veteran dari RSUD Kabupaten Badung. W-014

Pesta Rakyat Kuta Utara

Inisiasi Kegiatan Lestarikan Budaya dan Lingkungan Bupati Badung, A.A. Gde Agung juga membuka Pesta Rakyat Kecamatan Kuta Utara yang ditandai dengan penyerahan tumpeng juara dari Camat Kuta Utara kepada Bupati Badung, belum lama ini. Pesta rakyat ini merupakan pesta rakyat kecamatan ke- 4 yang dilaksanakan dalam serangkaian HUT Mangupra ke-5. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Badung, A.A. Gde Agung beserta Nyonya ratna Gde Agung, Ketua DPRD Badung, Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung, Made Sudiana beserta Nyonya Sri Sudiana, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Kompyang R. Swandika beserta Nyonya Kompyang R. Swandika, pimpinan SKPD di lingkungan pemerintahan Kabupaten Badung serta masyarakat Kuta Utara. Camat Kuta Utara, Yuyun Hanura Eny disela-sela kegiatan mengatakan, bahwa dalam rangka peringatan semarak Hut Manupura ke Lima ini, Kecamatan Kuta utara seblumnya telah menginisiasi kegiatan ino-

FB/HERY

Bupati Badung, A.A. Gde Agung saat membuka Pesta Rakyat Kecamatan Kuta Utara yang ditandai dengan penyerahan tumpeng juara dari Camat Kuta Utara kepada Bupati Badung. vatif yang sejalan dengan pencapaian visi dan misi Pemkab Badung yang berorientasi pada peningkatan ekonomi daerah, pelayanan publik, pengentasan kemiskinan serta pelestarian budaya dan lingkungan. Demikian pula dengan pelaksanaan kegiatan pesta rakyat ini juga dimaksudkan untuk menjalin keakraban masyara-

kat Kuta Utara. “Pesta ini kami kemas khusus dengan melibatkan semua komponen masyarakt Kuta Utara dari siswa sampai masyarakat lainnya. Kami berharap pesta rakyat menjadi momentum kebersamaan masyarakat Kuta Utara dengan Pemerintah Daerah kabupaten Badung dalam memperingati HUT Ibu Kota Mangupura ke-5,”

Pesta Rakyat Kuta Selatan

kata Yuyun. Sementara itu Sekcam Kuta Utara, Putu Eka memaparkan ada berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan Kuta Utara dalam serangkaian HUT Mangupura ini diantaranya, bersihbersih pantai Purancak, donor darah, penyuluhan HIV AIDS, Gerak Jalan indah. “Selain itu juga dilaksanakan parade drum band tingkat TK , SD , SMP dan SMA yang dilaksanakan di GOR Purna Krida Krobokan , parade baleganjur, jalan santai dan memancing di air deras. Sementara pada puncak acara dilaksanakan pameran UMKM, dan kuliner, lomba membuat tumpeng serta arja dari para guru, gong kebyar dewasa, lawak sengap dan pagelaran wayang cengblonk,” ungkap nya Sementara nanti pada penutupan Pesta rakyat kuta Utara ini akan ditampilkan parade baleganjur dari 3 desa dan kelurahan di lingkungan Kecamatan Kuta Utara. Masyarakat Kuta Utara juga akan dihibur artis pop Bali yakni Dek Ulik dan Nanoe Biru. W-014

Momentum Menumbuhkembangkan Spirit Kebersamaan Serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Mangupura ke-5 Tahun 2014, di gelar pesta rakyat yang berlangsung secara bergantian di 6 Kecamatan di Kabupaten Badung. Gelaran pesta rakyat untuk kali pertama dipercayakan pelaksanaannya kepada Kecamatan Kuta Selatan, selanjutnya pada minggu berikutnya dilaksanakan di Kecamatan Kuta, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal dan terakhir di Kecamatan Petang. Untuk pelaksanaan pesta rakyat di Kecamatan Kuta Selatan dilaksanakan di lapangan Lagoon. Kelurahan Benoa dan dibuka langsung oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung dengan didampingi Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana , Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika serta Ketua DPRD Badung yang diwakili oleh I Wayan Reta, belum lama ini. Camat Kuta Selatan Wayan Wirya dalam laporannya menyampaikan, pesta rakyat Kuta Selatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 2 sampai 3 Oktober 2014 di Lapangan Lagoon dengan menampilkan 20 stand yang terdiri dari stand UMKM dari masing-masing desa, kelurahan di Kecamatan Kuta Selatan, stand hasil karya dari

anak-anak SMK, BTDC serta dari Gahawisri dan stand kuliner dari masing-masing desa dan kelurahan di Kuta Selatan. Selain itu juga diisi dengan pertunjukan hiburan diantaranya Reog Ponorogo, gong kebyar, barong say, wayang cengblonk, bondres, lagu baliserta joget bumbung. “Kami juga bersinergi dengan SKPD terkait dengan melaksanakan Pap smear gratis, pelayanan akta kelahiran dan akta perkawinan, donor darah serta gerak jalan santai dengan melibatkan masyarakat di Kecamata kuta Selatan,” lapornya. Bupati Badung, A.A Gde Agung disela-sela kunjungan stand mengungkapkan, pesta rakyat serangkaian peringatan hari jadi Ibukota Kabupaten Badung “Mangupura” ini dapat dijadikan momentum untuk menumbuhkembangkan spririt kebersamaan seluruh masyarakat Badung untuk membangun rasa cinta Badung dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Badung. “Dalam pesta rakyat ini, ternyata juga menampilkan berbagai potensi unggulan Kecamatan Kuta Selatan dalam berbagai bidang. Hal ini tentu dapat memberi andil untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang juga tentunya

FB/HERY

Serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Mangupura ke-5 Tahun 2014, Bupati Badung Buka Pesta Rakyat Kuta Selatan, di lapangan Lagoon diimbangi dengan lapangan pekerjaan. Hal ini akan berimplikasi positip terhadap pengentasan pengangguran dan kemisskinan,” ungkap Gde Agung. Sementara itu, Suparta salah seorang pengunjung menyampaikan, kegiatan seperti ini agar dilaksanakan lebih lama , sehingga masyarakat di pelosok Kecamatan Kuta Selatan dapat ikut berpartisipasi. “ Untuk kegiatan mendatang juga agar diadakan lomba inovasi antar Sekaa teruna di Kecamatan kuta Selatan sehingga Sekaa teruna dapat menampilkn inovasinya

baik terkait adat, budaya dan agama,” sarannya. Turut Hadir dalamn Kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Dapil Kuta Selatan, Kepala SKPD dilingkungan Pemerindah Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Badung, Nyonya Ratna Gde Agung, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Nyonya Kompyang R Swandika, Nyonya Sri Sudiana, Camat se Kabupaten Badung, Lurah/ Perbekel se-Kuta Selatan, Rektor UNUD, Dirut BTDC, Dirut STP, perwakilan dari hotel di Kecamatan Kuta Selatan. W-014

FB/HERY

Wabup Made Sudiana bersama Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta saat membuka Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-5 Kota Mangupura Tahun 2014 di Kecamatan Petang.

Pesta Rakyat Kecamatan Petang

Membangun Cinta Daerah Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Peringatan HUT Ke-5 Ibu Kota Kabupaten Badung “Mangupura” ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan semangat kolektif, kebersamaan, Sagilik Saguluk Salunglung Sabayantaka seluruh masyarakat Kabupaten Badung, terutama dalam membangun rasa fanatisme dan rasa cinta Daerah sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Badung. Demikian disampaikan Wakil Bupati Badung I Made Sudiana dalam acara pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-5 Kota Mangupura Tahun 2014 di Kecamatan Petang, belum lama ini. Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta beserta Istri, Istri Wabup Ny. Made Sudiana, Camat Petang beserta Istri. Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk menjadikan Peringatan Hari jadi Kota Mangupura ini menjadi peringatan seluruh masyarakat Kabupaten Badung sehingga benar-benar menjadi peringatan bersama dan dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Badung. Melalui pergelaran Pesta Rakyat yang akan menampilkan berbagai potensi unggulan yang meliputi berbagai bidang dan sector termasuk mengangkat kreasi dan potensi seni budaya yang ada di masing-masing desa di Kecamatan Petang ini juga dinilai akan turut memberi andil terutama pada upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan sehingga berimplikasi positif terhadap pengentasan pengangguran dan kemiskinan sebagaimana yang tertuang dalam lima prinsip dasar

pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Badung. “Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan antara Badung Utara dan Selatan,” jelasnya. Kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka menyambut HUT ke-5 kota Mangupura ini dipandang sejalan dengan komitmen tersebut untuk mempromosikan pariwisata dan potensi unggulan kecamatan petang. Wabup I Made Sudiana merasa cukup terkesan bahwa kecamatan Petang yang selama ini menjadi areal pertanian produktif di Kabupaten Badung, ternyata masyarakatnya juga memiliki komitmen untuk menjaga keberlangsungan pelest arian seni budaya termasuk menjaga potensi ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. “Inilah esensi dari peringatan HUT Mangupura sehingga menjadi daya ungkit bagi segenap stakeholders Kabupaten Badung untuk dapat lebih meningkatkan dedikasi dan semangatnya untuk senantiasa bekerja keras sesuai swadharma masingmasing guna meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Badung,” tambahnya. Pesta rakyat ini dipandang sebagai wadah pemersatu rakyat, melalui kegiatan ini masyarakat bersatu menyatukan semangat untuk menuangkan ide melalui berbagai bentuk kreatifitas seni budaya dengan menggali potensipotensi yang ada di daerah yang dapat menjadi salah satu upaya promosi pariwisata. Demikian pula potensipotensi ekonomi unggulan lainnya dapat diperkenalkan dan dipromosikan melalui kegitan pesta rakyat ini. Oleh karenanya Wabup I Made Sudiana berharap kegiatan pesta

rakyat ini dapat berlangsung secara berkelanjutan setiap tahunnya dan dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan oleh seluruh masyarakat. Camat Petang Gusti Putu Ariawan melaporkan, sebagai tema perayaan HUT ke-5 kota Mangupura di Kabupaten Badung adalah “Badung Kabupatenku Mangupura Ibu Kotaku” yang berarti “ jadikan Mangupura Kota yang Bersih, Indah dan Berbudaya”. Untuk Kecamatan Petang dalam perayaan HUT ke-5 Kota Mangupura mengangkat tema “Netraning Ula” yang berarti “Mata Ular” yang menceritakan kisah perjalanan Ida Anak Agung Ketut Agung dari Puri Mengwi yang mampu menembus Goa Lawah menuju Pura Besakih atas petunjuk Raja Klungkung. Yang bermakna Filosofis bahwa seorang pemimpin harus mampu mengelola ancaman dan kelemahan menjadi suatu potensi dan kekuatan untuk membangun dan mengembangkan wilayah menuju kejayaan Daerah. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 17 s/d 18 Oktober 2014 bertempat di Banjar Petang Kelod, Desa Petang. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu Pameran UKM produk asli dari masing-masing desa di kecamatan Petang dan pameran hasil dari siswasiswi SMK Pertanian, Pameran Kuliner dari masing-masing Desa, Pasar murah PD pasar Kab Badung, kegiatan olahraga relli sepeda sehat, Donor darah, pelayanan pengobatan gratis, pelayanan akta kependudukan gratis, pelayanan Pap Smear dan KB gratis serta vasektomi, kegiatan sikat gigi massal dalam rangka bulan kesehatan gigi nasional dan hiburanhiburan lainnya.W-014 Layouter: Soma


8

PENDIDIKAN & BUDAYA

FAJA R BALI

SENIN, 27 OKTOBER 2014 l Tahun XV

Tradisi Lama Dihidupkan Kembali

Permainan Kuno Cikar-Cikaran Loloan NEGARA-Fajar Bali Tradisi cikar-cikaran, yang merupakan salah satu bentuk permainan anak-anak yang pernah ada di kampung Loloan Jembrana, kembali dihidupkan. Permainan cikar-cikaran yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut, dimunculkan saat pawai obor dan cikar-cikaran serangkaian memperingati 1 Muharam yang digelar remaja Kelurahan Loloan Timur Kecamatan Jembrana, Jumat (24/10) malam lalu. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pawai pelestarian tradisi budaya ini, lebih antusias, diikuti ratusan anak-anak remaja dan juga diikuti siswa SD 1 Loloan Timur, MIN Loloan Timur serta siswa MTsN Jembrana. Permainan Cikar-cikaran ini, sengaja ditonjolkan, karena permainan ini di masa lalu, sering dipergunakan oleh anak-anak di Loloan. Mainan jenis ini dibuat dari bahan bambu serta kayu. Tetapi kini, jenis permainan jenis ini, tak lagi bisa ditemui karena tergeser dengan permainan yang bersifat teknologi.

“Tradisi cikar-cikaran ini bentuk permainan dari bambu. Dulu mainan jenis ini sangat disenangi oleh anak-anak kecil.Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Karena itu, bentuk tradisi ini perlu kita lestarikan lagi. Ini sebuah bentuk permainan tradisional, “ ujar Mustahidin, selaku koordinator Remaja Loloan Timur ditemui Minggu (26/10) kemarin. Menurutnya, pawai obor dan cikar-cikaran tersebut rutenya sama dengan tahun lalu. Mulai Kelurahan Loloan Timur berputar ke Kelurahan Loloan Barat Negara lalu kembali ke tempat semula. Selain dari bambu, ada pula yang memiliki kreatifitas unik, bentuk c i ka r - c i ka ra n nya d i b u a t d a r i pepaya. “Antusias para remaja yang ikut, lebih besar dari tahun sebelumnya,” ujarnya. Selain menggelar pawai, kegiatan selanjutnya akan diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim atau istilah Loloannya, nyapu kepala anak yatim. Rencananya sekitar 50 anak yatim di Loloan Barat maupun Loloan

FB/PRAMONO

1 MUHARAM-Pawai obor dan cikar-cikaran menghiasi kegiatan 1 Muharam di Kelurahan Loloan Timur Kecamatan Jembrana.

Timur akan disantuni, sekitar tanggal 3 Nopember mendatang. Kegiatan serangkaian 1 Muharam ini,

Nopember. Untuk kegiatan Loloan bersih, rencananya bekerjasama dengan Kantor LHKP Jembrana

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Senator DPD RI, Asal Bali

Rapat Panmus DPD RI Bersama Komite III dan IV

FB/IST

KOMITE III–Senator DPD RI Dr. Arya Wedakarna Dalam Rapat Pleno III DPD RI Di Senayan.

Wedakarna Minta Dukungan RUU Otsus Bali Agar Dilanjutkan di Periode 20142019 Senator DPD RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menegaskan komitmennya untuk melanjutkan prestasi dari para pendahulu senior di DPD RI periode 2009 – 2014 untuk melanjutkan proses Otsus Bali yang telah menjadi RUU inisiatif dari DPD RI. Komitmen dan perjuangan untuk Otsus Bali ini disampaikan disela – sela rapat Panitia Musyawarah di Gedung GBHN MPR RI Senayan. Rapat panmus yang diikuti oleh seluruh anggota Komite III dan IV ini menga-

gendakan sejumlah sosialisasi diantaranya Sosialisasi Penyusunan RUU, penyusunan pandangan/pendapat dan pertimbangan DPD, sosialisasi pengawaasan DPD dan kegiatan DPD RI di daerah. ”Saya menegaskan bahwa seluruh senator dari Bali kompak untuk menindaklanjuti terkait OTSUS Bali sebagai salah satu produk DPD dalam bidang RUU. Saya akui akan banyak penyempurnaan dan perbaikan, tapi semangatnya akan kami lanjutkan. Apalagi pada periode sebelumnya semangat kebersamaan ini sangat baik. Dalam catatan kami, keputusan RUU Otsus Bali saat itu

FB/PRAMONO

UNIK-Bentuk cikar-cikaran, warisan permaian kuno di Loloan Timur.

disetujui oleh 128 anggota DPD saat itu menjadi RUU inisiatif DPD. Saat itu sidang dipimpin Bapak Irman Gusman (Ketua DPD RI). Saya harap semangatnya sama, kebersamaan untuk memperjuangkan kepentingan daerah. Saya sangat berterimakasih pada Senator Senior Wayan Sudirtha,SH yang telah berhasil mengawal hal ini ”ungkap Gusti Wedakarna. Lebih lanjut ia mengatakan Bali tidak memiliki potensi sumber alam seperti Aceh, Riau, Kaltim, Papua. Disatu sisi Bali telah menyumbangkan Rp 32 Triylun devisa untuk negara atau setara dri 30 % devisa negara. Dan peran Bali mengumbangkan devisa itu sangat penting dalam mengakselerasikan perekonomian nasional. ”Kehadiran DPD ini adalah untuk membela kepentingan daerah. Bali pun akan bersuara jika nanti ada daerah atau provinsi di Indonesia yang berjuang untuk keadilan dalam pembangunan nasional. Inilah bedanya di DPD, semua sangat selaras. Mudah- mudahan perjuangan Bali berhasil.”ungkap Gusti Wedakarna yang juga Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini.

akan terus diisi selama satu bulan dan juga dihiasi dengan aksi Loloan bersih dan Loloan sehat di Bulan

dengan melibatkan dan melombakan yang diikuti siswa SD serta Min Loloan Timur. W-003

Sambut HUT, SMAN 4 Gerak Jalan Sehat

DENPASAR-Fajar Bali Gerak jalan sehat menyambut HUT SMAN 4 Denpasar ke-32, telah dilaksanakan pada Minggu (26/10) pagi kemarin, ditandai pengibasan bendera gerak jalan sehat oleh Nyonya Gusti Ayu Swandewi, istri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Denpasar. Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMAN 4 Denpasar, Dr. I Wayan Rika, M.Pd., dan guru-guru, pegawai serta para siswa. Rute yang dilalui, start mulai dari depan sekolah menuju Jalan Merpati selanjutnya ke Jalan Mahendraddata dan kembali ke lokasi start. Usai gerak jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan menggelar SMAN 4 atau Foursma talent di antaranya musik dan lagu. Kepala SMAN 4 Denpasar, I Wayan Rika mengatakan, puncak HUT akan diperingati pada Senin (27/10), di Taman Safari Park, yang akan dihadiri Wali Kota Denpasar, guru-guru SMP dan SMA/SMK se-Denpasar. Di Taman Safari nanti, akan dipentas tari, serta pertukaran budaya antara SMAN 4 dengan siswa SMA asal Korea. Saat ini 20 siswa dan 3 guru asal Korea telah tiba di Denpasar, serangkaian mengikuti puncak HUT SMAN 4.

FB/BLAS

GERAK JALAN-Ny. Gusti Ayu Swandewi menaikkan bendera bertanda pelepasan peserta gerak jalan sehat SMAN 4.

Staf Humas Komite Sekolah SMAN 4, dr. Laksmi Duarsa, menjelaskan, kegiatan Foursma talent untuk mendidik siswa yang memiliki talenta yang bagus, dimana talentatalenta itu telah menghasilkan banyak juara, dan khusus tari dan nyanyi bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Harapan ke depan siswa tidak hanya maju atau sukses pada bidang ilmu pengetahuan saja, tetapi juga di bidang-bidang lainnya, di antara bidang sosial, termasuk pembangunan karakter. Pendidikan karakter dimulai dari SD hingga ke jenjang yang lebih tinggi, dan khusus

tingkat remaja sangat berpengaruh, ujar Laksmi Duarsa. Sedangkan terkait gerak jalan sehat sangat penting, sebagai pendukung kinerja. Namun selain gerak jalan memperingati HUT, guru dan pegawai serta siswa juga dapat melaksanakan gerak jalan sehat di luar sekolah. W-001

Diikuti 250 Siswa SD dan SMP Se-Denpasar

SMI Gelar Pertandingan Pencak Silat Komwil Cup

FB/BLAS

KOMWIL CUP-Ketua Komda SMI Bali, I Nengah Sukama berserta siswa SD dan SMP yang berpartisIpasi dalam Komwil cup.

DENPASAR-Fajar Bali Pertandingan pencak silat Satria Muda Indonesia (SMI) dalam memperebutkan Komisariat Wilayah (Komwil) Cup, untuk tingkat SD dan SMP se-Kota Denpasar, dibuka Ketua Komisariat Daerah (Komda) SMI Provinsi Bali, Dr. I Nengah Sukama, MM., di Padepokan Monang-maning Denpasar Jumat (24/10). Pertandingan pencak silat SMI ini diikuti 250 pesilat yang berlangsung selama 3 hari sejak Jumat pekan lalu, telah berakhir Minggu (26/7) petang kemarin. Ketua Komda SMI Bali, I Negara Sukama di sela-sela pertandingan silat di Pedepokan Minggu kemarin mengatakan, kejuaraan pencaksilat tersebut untuk menggali potensi dan selanjutnya untuk

dibina, sehingga terdapat bibit unggul, untuk berkompetisi baik pada tingkat kabupaten, provinsi, mau pun tingkat nasional. Diharapkan ke depan tunas-tunas muda bisa diandalkan untuk bangsa dan negara. Tanggal 28 Oktober akan dilakukan pengukuhan pengurus SMI yang baru, dan sekaligus memperingati sumpah pemuda dan ulang tahun Ormas Jala Satria Garuda sebagai sayap Partai Gerindra. Dengan olahraga bela diri ini, terbentuknya karakter buat generasi muda yang tangguh, karena generasi muda sebagai calon - calon pimimpin yang tangguh, baik tingkat desa, kabupaten, provinsi dan nasional. Sukama mengakui, pe-

muda Indonesia dengan semangat pariotisme berani menyobek bendera Belanda warna biru, dan mengibarkan bendera merah putih. Sekarang harus lahir generasi genarasi yang perlu digawang, sehingga ke depan lebih tangguh dan mantap. Pencak silat berupaya untuk bagaimana menggawang sportivitas dan kejujuran, sehingga berlatih pencak silat bukan hanya orientasinya hanya untuk mendapat juara dalam arena pertandingan. Tetapi untuk membentuk mental dan moral, serta mengangkat martabatnya untuk menuju jati diri bangsa. Untuk itu harus dipersiapkan agar menjadi anak yang tangguh dengan dasar kedisiplinan dan mental yang baik. Melalui persiapan tersebut maka kemungkinan besar cita-cita akan tercapai, namun harus juga melalui proses karena tidak semudah membalikkan telapak tangan, sehingga harus melalui proses. SMI sebagai kawah candra dimuka, untuk membentuk generasi muda andalan bangsa. Sistem pembinaan yang dilakukan SMI untuk memiliki rasa santun dan rasa hormatnya, sehingga bisa membawa nama baik warganya dan masyarakatnya, terlebih orangtuanya. Hal ini karena orangtua sebagai wujud dari Tuhan, untuk itu orangtua harus dihormati, dan inilah attitude (sikap red) yang ditanamkan oleh SMI. Sukama mengu-

raikan, saat ini telah terjadi degradasi disegala hal, sehingga generasi muda banyak yang rapuh dan dihadapkan dengan glamor sehingga lupa, bahwa semuanya hanya titipan di dunia, misalnya kekayaan, pangkat dan jabatan serta lainnya. Tetapi bila mental dan moral diinvestasikan sejak dini tidak baik, maka panennya juga tidak baik. Untuk itu calon-calon pemimpin perlu diselamatkan dengan penanganan yang tulus dan ikhlas, baik melalui organisasi olahraga atau pun seni dan bidang lainnya secara positif thingking (berpikir positif red). Dengan demikian tidak terjebak dalam seks bebas dan narkoba yang dapat mengakibatkan mentalnya rapuh, tegas Sukama. Pencak silat merupakan warisan leluhur, sehingga mengandung makna sebagai cabang olahraga yang mampu memprotek kaum muda melalui pembekalan iman untuk menjadi satria. Pencak silat bukan hanya sebatas untuk meraih prestasi saja atau bertanding di luar-luar tidak karuan-karuan. Tetapi, tutur Sukama, pencak silat merupakan seni dan budaya yang memiliki makna yang luar biasa, karena bukan budaya asing. Pencak silat punya moto yakni “bela diri bela bangsa, dan ikrarnya, musuh tidak dicari kalau ketemu dihindari. Kalau dimulai dinikmati, baru berhenti tak pernah mundur sejengkal pun. W-001

Layouter: Soma


SPORT

FAJA R BALI SENIN, 27 OKTOBER 2014 l Tahun XV

FPOK IKIP PGRI Bali Prestasi Maria Berkat Penerapan Iptek

FB/SUPRI

Drs. I Ketut Sumerta, M.For (Dekan) (kiri) Drs. Agustinus Dei Segu, M.Fis (PD I) dan Nyoman Sudjana, Sp.d (PD III) (kanan) DENPASAR-Fajar Bali Jebolan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Bali tak sekedar terampil mengajar, tapi juga dituntut mampu menjabarkan secara riil, yang dilandasi ilmu olahraga. Demikian dikatakan Dekan FPOK IKIP PGRI Bali, Drs. I Ketut Sumerta, M.For, diselasela seminar dengan tema Sport Sciences sebagai landasan peningkatan prestasi olahraga di Hotel Niki Denpasar, Jumat (24/10). Apakah prestasi yang diukir Maria Natalia Londa pada Asian Games 2014 di Korea Selatan, buah dari penerapan ilmu dan teknologi yang selama ini diwajibkan bagi mahasiswa FPOK? Dekan Ketut Sumerta menyatakan ilmu olahraga melandasi capaian prestasi. Menurutnya teori tanpa praktek menghayal atau mimpi, praktek tanpa teori akan buta, kalau pun jadi suatu kebetulan. Ungkapan itu merujuk prestasi yang diukir Maria dengan meraih medali emas pada nomor lonjat jauh Asia Games. Sebelumnya Maria tidak pernah mengukir prestasi sehebat yang dicapai pada Asian Games, tapi setelah menekuni teori dan praktek sesuai dengan bidangnya, yang bersangkutan menorehkan prestasi tinggi. “Silahkan menerjemahkan, FPOK tak mengklaim prestasi itu karena yang bersangkutan sebagai mahasiswi FPOK IKIP PGRI Bali. Tapi bukti nyata setelah

melanjutkan pendidikan di FPOK IKIP PGRI Bali, prestasi Maria meroket,”ujar Ketut Sumerta. Dijelaskan untuk mendalami salah satu cabang olahraga tidak sekedar bergerak berlatih secara rutinitas, tapi didasari dengan keilmuan waktu dan biaya. Lulusan FPOK juga harus punya pemahaman kejiawaan, dan ilmu olahraga yang dan terukur. “Peralatan milik IKIP PGRI Bali, untuk tes kebuguran tak hanya digunakan oleh mahasiswa, tapi juga dimanfaatkan oleh atlet Bali yang dipersiapkan berlaga menjelang PON,” katanya. Keinginan IKIP PGRI melakukan peremajaan peralatan tersebut, tapi masih mengusulkan ke Deputi Pemuda dan Olahraga, yang hingga kini belum ada jawaban. Bila harus dibiayai oleh IKIP PGRI Bali akan berat, karena tidak hanya FPOK saja yang harus memperoleh perhatian. Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, yang juga PD I FPOK PGRI Bali, Drs. Agustinus Dei Segu, M.Fis mengatakan kemajuan olahraga tak bisa alamiah atau h a s i l p e n ga l a m a n , t a p i harus bersentuhan dengan ilmu keolahraga. FPOK tidak hanya mendidik calon guru olahraga, tapi berharap mampu mengembangkan sebagai pelatih, pembina, bahkan jurnalis karena menguasai ilmu keolahragaan. R-007

Bali harus belajar kesungguhan NTT memboyong kenshi ke Jepang

Indra Kartasasmita : Perkemi Bali Disalip NTT K e t u a U m u m P P. Perkemi, Indra Kartasasmita mengingatkan Perkemi Bali secepatnya berbenah untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain termasuk dengan Nusa Tenggara Timur, dalam menggapai prestasi nasional. DENPASAR-Fajar Bali Pasca pindah tugas General Manajer PT. PLN Distrubusi Bali, Margawa Padangrata, Pengprov Perkemi Bali kehilangan induk. Namun kondisi itu tak berlarut-larut, penggantinya yakni Samsul Huda memperoleh kepercayaan sebagai Ketua Umum antar Waktu 2014-2016. Legalitas sebagai Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali, d i g e n g g a m S a m s u l Huda, Sabtu (25/10) setelah dilantik Ketua Umum PP. Perkemi, Indra Kartasasmita, bersamaan dengan pelatikan Pengkot Perkemi Denpasar, dengan Ketua Umum Agus Tekom Baba Asa, untuk periode 2014-2018.Ketum PP Perkemi, Indra Kartasasmita, mengingatkan Perkemi Bali, bahwa track record ketinggal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). “Pada PON XVIII di Pekanbaru Riau, NTT meraih 8 medali emas, dari jumlah itu 4 medali disumbangkan cabang kempo. Sementara Bali

Buleleng Boyong Piala Margarana IV

Kegiatan woodball Margarana Cup IV, 2014 di Lapangan Alit Saputra Tabanan DENPASAR-Fajar Bali Tim Woodball Buleleng keluar sebagai juara umum setelah mengemas tujuh medali, meliputi 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu, sekaligus memboyong Piala Margarana IV/ 2014, berakhir Minggu (26/10) kemarin, di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Tiga mendali emas tim woodball Buleleng kontribusi Ni Putu Devianasari di nomor perorangan fair way putri, Kadek Melinda kategori stroke senior putri dan Adik Putra di nomor stroke senior putra. Kemudian medali perak diperoleh dari tampilan Adik Septiono Putra nomor perorangan stroke senior putra, dan Ni Kadek Dyah Melinda Dewantari nomor perorangan stroke senior putri. Sedangkan dua perunggu didapat dari aksi I Komang Kalvin Sugesta Jaya, nomor

perorangan fair way putra serta Ni made Retna Mentarai nomor perorangan fair way putri. Sementara tim woodball Denpasar harus puas berada di posisi kedua setelah mengumpulkan 2 emas, 1 perak dan 5 medali perunggu, disusul Klungkung juara III, dengan mengoleksi 1 emas dan 2 perak. Ketua Umum Pengkab Indonesia Woodball Asosiation (IWbA) Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, mengatakan, antusias atlet untuk mengikuti ajang ini sangat luar biasa. Meskipun ada dua kabupaten yang tidak mengikutkan atletnya pada ajang itu yakni Bangli dan Karangasem. Namun ajang Margarana yang ke IV ini pesertanya bertambah dari sebelumnya. ”Kami berharap kejurprov woodball ini sebagai persia-

9

FB/SUPRI

pan pengcab woodball se-Bali untuk mengikuti Porprov XII Buleleng 2015 mendatang,” ucap Dewa Gede Ary Wirawan yang juga Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tabanan. Disisi lain Ketua Harian IWbA Bali Maryoto Subekti menjelaskan, agenda seperti ini harus bisa lebih rutin dilaksanakan, sebagai wahana menggali potensi atlet cabang olahraga woodball. Jika kabupaten/ kota menggelar event sama seperti IWbA Tabanan, diyakini Bali akan memendam atlet woodball bertabur bintang. “Tugas bagi Pengprov IWbA Bali untuk mendorong terusmenerus Pengkab yang absen yakni Karangasem dan Bangli. Kami berharap tidak absen pada Porprov Bali XII/2015 mendatang, di Buleleng,” pintanya. R-007

517/I/GLH

FB/SUPRI

Samsul Huda Ketum Perkemi Antar Waktu (kiri) dan Ketua Umum PP Perkemi Indra Kartasasmita saat menandatangani berita acara, Sabtu (25/10), didampingi Ketua Harian Perkemi Bali Fredrik Billy hanya meraih satu keping medali perunggu. Terobosan yang dilakukan Perkemi NTT mengirim kenshi belajar ke Jepang,”kata Indra Kartasasmita. Menurut Indra Kartasasmita, tugas Perkemi membangkitkan kembali kualitas kenshi, agar sejajar di level nasional. Sedangkan konsen-

trasi PP. Perkemi berjuang terus agar cabang olahraga ini bisa dipertandingkan pada SEA Games. “Saya sedang melakukan penjajagan supaya cabang kempo dipertandingkan pada SEA Games tahun 2017 di Malaysia,” tuturnya. Disisi lain, Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi,

mengatakan seluruh anggota KONI diberi kesempatan untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas atlet, salah satunya memberi dana pembinaan untuk menggelar kegiatan level Bali dan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas). “Saya menanti kesungguhan Perkemi Bali memberi kontribusi medali disetiap event yang diikuti,” pa-

parnya. Sedangkan, Samsul Huda mengaku secepatnya melakukan konsulidasi internal, untuk mencari tahu apa penyebab anjloknya reputasi cabang kempo di Bali. “Intinya saya juga menginginkan cabang kempo, memberi arti bagi Bali dan nasional terkait prestasi,”jelasnya. R-007

DENPASAR-Fajar Bali Pelatihan Terpusat (TC Sentralisasi,red) PON Remaja, mulai Senin, 20 Oktober 2014 yang melibatkan 139 atlet dan pelatih di Hotel Batukaru, Senin (27/10) hari ini akan dikukuhkan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. Rencana itu dibenarkan Ketua Umum

KONI Bali, I Ketut Suwandi. Meski sifatnya seremonial, Suwandi berharap, kedatangan Wagub Bali Ketut Sudikerta, di Hotel Batukaru Denpasar, sebagai wahana motivasi kepada duta-duta olahraga remaja Bali, yang akan berebut prestasi pada PON Remaja I, di Surabaya, Jawa Timur.

“Kehadiran Pak Wagub Bali sangat penting, guna menambatkan tekad menjunjung Bali dengan berebut medali di hajatan multi c a b a n g o l a h ra ga d i Ko t a Pahlawan.,”ujarnya. Di event yang berlangsung Desember 2014 itu, Bali mengikuti 13 cabang olahraga dari 15 cabang yang diper-

tandingkan. Ke-13 cabang olahraga tersebut meliputi, anggar, atletik, basket, voli pantai, tenis meja, tenis lapangan, menembak, panahan, judo, renang, pencak silat, bulutangkis dan sepakbola. “Hanya sepakbola masih menanti Pra-kualifikasi PON,”pungkasnya.R-007

Hari Ini, Wagub Bali Kukuhkan Tim PON Remaja

BERITA KEHILANGAN Telah Hilang Sebuah BPKB SPM. Honda dengan nomor polisi DK 8468 HZ ,wrna hitam silver,A/N I GUSTI PUTRA CELUK WIRAWAN yg beralamat di br. Dinas Gunung siku. Desa peken belayu marga tabanan ,nomor mesin : JF81E1305750,nomor rangka :MH1JF8112BK307664,Bagi yg menemukan silahkan hub 085738376226

629/X/KTR

018/I/FB/KTR

419/XI/AGN

453/XII/AGN

680/IX/GLH

Layouter: Manik


EKONOMI

10 VALAS MATA UANG USD AUD CHF CAD GBP EUR JPY HKD SAR SGD

Pekenan Lais Meseluk

KURS JUAL

KURS BELI

12174 10772 12814 10905 19572 15500 115.24 1629 3412 9739

11926 10272 12464 10555 19072 15000 109.74 1479 3012 9139

Tumbuhkembangkan Ekonomi Kreatif Masyarakat

Sumber: BNI

DPD. PERBARINDO BALI

Jl. Pidada VII/7A Denpasar. Telp. 0361-7425830 Fax. 0361-410999

Tingkat Bunga Pemjaminan Simpanan Periode 15 Mei - 14 September 2014

BANK UMUM

FAJA R BALI SENIN, 27 OKTOBER 2014 l TAHUN XV

BPR

RUPIAH

VALUTA ASING

RUPIAH

7,75%

1,50%

10.25%

Untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif masyarakat dalam memperkenalkan produkproduk hasil usaha rumah tangga, usaha kecil dan menengah, Kecamatan Denpasar Barat menggelar pasar rakyat “Pekenan Lais Meseluk” selama tiga hari dari tanggal 24 sampai 26 Oktober 2014.

Sumber : Surat Edaran LPS

Besar Tantangan Perusahaan Untuk Berkembang di Tanah Sendiri

DENPASAR-Fajar Bali Acara ini di hadiri langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang di dampingi oleh Camat Denpasar Barat IB. Joni Ariwibawa, Jumat (24/10) di Lapangan Tegal Harum. Hadir juga dalam kesempatan ini, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM PemDes) Kota Denpasar I Made Mertajaya, Camat Denpasar Selatan AA Gde Risnawan, Camat Denpasar

FB/CAR

TINJAU STAND-Sekda Kota Denpasar, mennjau stand peserta Pekenan Lais Meseluk untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif masyarakat di Denpasar Barat

Utara Nyoman Lodra dan SKPD terkait lainya. Camat Denpasar Barat, IB. Joni Ariwibawa yang juga selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan Pekenan Lais Meseluk ini bertujuan

Bulog Bali, Gencar Operasi Pasar

FB/IST

Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy,SP., dua sosok penting yang mendirikan Hardys pada 11 Juli 1997 dan membawa Grup Hardys mencapai Transformasi ke-5.

Mendirikan sebuah toko serba ada di tahun 1997, menjadi awal berdirinya Grup Hardys Holding yang saat ini telah mencapai Transformasi Ke-5 sejak Transformasi Pertama dicanangkan ditahun 2010 silam. Ir. Gede Agus Hardyawan dan Ketut Rukmini Hardy,SP., founder Grup Hardys Holdings kala itu telah membulatkan tekad untuk berkecimpung total membangun sebuah bisnis dan menyimpan mimpi penting untuk menyiapkan Hardys menjadi supremasi kebanggaan dan media untuk bisa berbuat lebih banyak bagi masyarakat Bali. Ditemui di Head Office Grup Hardys Holdings, di Jalan Tukad Pakerisan 100 X, PanjerDenpasar.,membangun sebuah bisnis yang berlabel lokal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai tantangan dan rintangan terus dirasakan hingga saat ini, baik yang nyata maupun tidak nyata. “Kompetisi yang tinggi, dukungan sumber daya manusia dan akses permodalan merupakan 3 hal kunci yang menjadi sumber kekuatan sekaligus bisa berbalik menjadi kelemahan dalam pengembangan perusahaan,”jelasnya. Grup Hardys sendiri yang saat ini telah bertransformasi menjadi 9 core business utama yakni :HardysRetail (PT. Hardys Retailindo), Hardys Property (PT. Hardys Propertindo), HardysLand (PT. Hardys Realtindo), HardysHotels (PT. Hardys Hotel Indonesia), HardysAgro (PT. Bali Agro Lestari Indah), HardysFunzone (PT. Sarana Rekreasi Keluarga Indonesia), HardysInvestment (PT. Hardys Corpora), HardysTrans (PT. Sarana Transportasi Indonesia Indah), dan HardysAdvertising (PT. Sarana Media Advertindo).,terus berusaha melewati fase demi fase untuk dapat terus bertahan serta berkembang ditengah gempuran dari berbagai sisi. Dijelaskan pengusaha yang akrab disapa Gede Hardy tersebut, dukungan dan kecintaan masyarakat kepada Grup Hardys serta dorongan dan dukungan stakeholder selama ini menjadi kunci kekuatan Grup Hardys untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Salah satunya adalah menjadi tempat belajar dan berkarir bagi anak-anak muda dan professional di seluruh unit bisnis Grup Hardys. Selain itu, HardysFoundation sebagai media melaksanakan yadnya dan tanggungjawab sosial perusahaan juga terus dikembangkan sehingga mampu membentuk sebuah manajemen lembaga yang baik dan berorientasi sustainability. “Cita-cita kami, setelah kami pensiun dari manajemen adalah melihat Grup Hardys Holdings terus berkembang dan bertumbuh ada atau tanpa kami didalamnya”ujarnya. Salah satu strategi yang dilakukan, adalah dengan membawa Grup Hardys melalui 9 core business, menjadi perusahaan terbuka secara bertahap melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) hingga bisa tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Dengan menjadi perusahaan terbuka, maka sebagian besar saham akan dimiliki oleh publik secara luas dan hal ini adalah satu jaminan perusahaan bisa terus berlanjut, ada dan bertumbuh melampaui usia perusahaan yang pernah ada dan berkembang sebelumnya di Bali,”jelasnya. Gede Hardy menekankan, mimpi itu akan bisa terwujud jika seluruh masyarakat dan stakeholder mendukung Grup Hardys dengan pikiran terbuka dan visi kedepan. “Ini penting, karena bagaimanapun juga Grup Hardys dan Bali adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, kami akan selalu membawa moto kami ‘Dari Bali Membangun Negeri’ sebagai spirit, bahwa suatu saat Grup Hardys akan tampil menjadi perusahaan kebanggaan masyarakat Bali,”pungkasnya. Rls

DENPASAR - Fajar Bali Untuk mengantisipasi pergerakan harga - harga keperluan bahan pokok, Perum Bulog Bali kian gencar melakukan operasi pasar. Selama beberapa minggu terakhir, Bulog Bali telah menyiapkan sebanyak 2 ton beras dan gula pasir. Kepala Bulog Divisi Regional Bali I Wayan Budita menyatakan, bahan pokok yang disiapkan merupakan kelas medium dan produksi dalam negeri. “Kami siapkan 2 ton beras kelas medium dan gula pasir produksi dalam negeri,” katanya saat ditemui di Denpasar belum lama ini. Dalam sebulan terakhir sebut Budita, Bulog Bali telah melakukan operasi pasar di Kabupaten Tabanan dan selanjutnya akan dilakukan di Kabupaten Gianyar. Kegiatan di kabupaten tersebut ungkapnya juga dalam rangka menyambut hari pangan se dunia. “Tentu, dalam operasi pasar ini pihaknya menjual dengan harga yang terjangkau,” kata Budita. B u d i t a m e n ya t a k a n , dalam operasi pasar ini pihaknya tentu bekerjasama dengan pemerintah kabupaten setempat. Hal ini sambungnya, sebagai upaya untuk mengatisipasi melonjaknya harga beras maupun keperluan sehari hari lainnya. Produksi gabah atau beras dari petani di Bali kata Budita, dikhawatirkan akan berkurang dalam musim tanam tahun ini. Hal ini sambungnya, diakibatkan karena iklim yang kurang menguntungkan apalagi kemarau panjang. “Tahun

ini kemarau panjang. Akibatnya, petani tidak bisa turun tanam karena tidak ada air irigasi,” ujar Budita. Selain itu kata Budita, adanya alih fungsi lahan pertanian produktif untuk kegiatan pembangunan temasuk sarana pariwisata juga berdampak terhadap berkurangnya hasil produksi. Banyaknya alih fungsi lahan ini sebutnya banyak terjadi di daerah yang banyak dikunjungi oleh turis. Untuk mengantisiapsi kondisi persediaan pangan di daerah Bali serta harga beras yang tetap terjangkau, pihaknya sering melakukan operasi pasar dan berdagang berbagai komoditas yang dikelola di depan Kantor Perum Bulog, Renon, Denpasar. Dalam kurun waktu 2014 hingga Oktober 2014 mendatang, pihaknya baru bisa membeli sebanyak 2.554 ton beras hasil produksi petani Bali. “Jumlah yang ada tersebut masih jauh dari sasaran yang ditetapkan yakni sebanyak 5 Kecilnya jumlah pengadaan ini kata Budita tak perlu dikhawatirkan karena saat ini Bulog Bali juga tetap menerima pasokan dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sehingga tambahnya, pihaknya kini memiliki 9.187 ton persediaan pangan nasional. Budita menuturkan, jumlah stok beras tersebut bisa mencukupi dalam rentang waktu 4 bulan ke depan dalam memenuhi permintaan masyarakat. “Terutama, pemenuhan program beras miskin (Raskin), keperluan TNI dan persiapan dalam menghadapi bencana alam di daerah ini,” ujarnya. W-011

603/IX/GLH

untuk memperkenalkan produk ekonomi kreatif yang ada di setiap Desa/Kelurahan seKecamatan Denpasar Barat. Sehingga produk ini nantinya bisa di kenal secara meluas oleh masyarakat dan selan-

jutnya diharapkan produksi dari produk-produk ini semakin berkembang di masa yang akan datang dan menjadi produk unggulan di Kota Denpasar. Pekenan Lais Meseluk kali ini melibatkan 30 pedagang yang

terdiri dari 18 stand kuliner dan aneka kue, 3 stand busana, 6 stand kerajinan dan 3 stand sarana upakara. Ariwibawa juga mengatakan, untuk meningkatkan animo masyarakat untuk datang dalam kegiatan pasar rakyat ini pihaknya juga menyelenggarakan berbagai macam kegiatan serta pertunjukan kesenian dan hiburan berupa bondres, parade band akustik, lomba busana endek bagi siswa sekolah se-Denpasar Barat dan gerak jalan sehat. Disamping itu pihaknya juga telah membagikan kupon belanja sebanyak 850 lembar dan kupon sembako sebanyak 850 lembar senilai 50 ribu rupiah kepada masyarakat secara gratis. Saat Pekenan Lais Meseluk ini juga dilasanakan penyerahan secara simbolis Bedah Rumah oleh Pemerintah Kota Denpasar kepada 6 KK penerima bantuan yang pelaksanaan pembangunannya telah dilaksanakan oleh Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar dengan masingmasing anggaran sebesar 30 juta rupiah. R-004

Ulang Tahun ke-19 Bali Bird Park

Usung Tema “New Thinking New Possibilities”

FB/AGUNG

Managing Director Bali Bird Park, Nick Blackbeard terlihat sedang melakukan pemotongan tumpeng bersama beberapa staf di Bali Bird Park, Jumat (24/10), serangkaian acara ulang tahun Bali Bird Park ke-19 di Singapadu, Batubulan, Gianyar.

GIANYAR-Fajar Bali Pada Ulang tahun ke-19 Bali Bird Park yang dirayakan, Jumat (24/10) di Singapadu, Batubulan, Gianyar mengusung tema “New Thinking New Possibilities”. “Dengan mengambil tema “New Thinking New Possibilitis” kita ingin membuka pikiran agar ada sebuah perubahan yang lebih baik serta tidak terlalu monoton,” jelas Director of sales dan Marketing Bali Bird Park, Made Herry Erika Sedana, di sela perayaan ulang tahun ke-19 Bali Bird Park,

Jumat (24/10). Selai itu, hubungan yang baik juga perlu ditingkatkan, baik itu menjalin hubungan yang baik secara internal maupun pada saat memberi pelayaan kepada pengunjung (hubungan ekternal). Dengan tema tersebut diharapkan nantinya agar bisa terjadi sebuah perubahan dari yang sudah baik menuju kearah yang lebih baik lagi, khususnya di keluarga besar Bali Bird Park. “Hubungan yang baik perlu terus kita jalin baik didalam maupun

diluar dan dengan tema tersebut diharapkan nantinya kita bisa menuju kearah yang lebih baik lagi ditahun-tahun yang akan datang,” ujaranya. Sedangkan untuk perayaan ulang tahun Bali Bird Park ke-19 menurut Erika, memang sengaja acara dirayakan dengan konsep kekeluargaan. “Perayaan kali ini kita pakai konsep kekeluargaan dengan menggundang keluarga dari setaf disini (Bali Bird Park) agar suasana kekeluargaan semakin erat terjalin,” katanya. Sebelum acara perayaan ulang tahun dirayakan beberapa acara seperti lomba antar departement Bali Bird Park dan sesi foto diadakan. Selain itu dilanjutkan juga dengan pemutaran sebuah video lucu-lucuan hasil karya dari beberapa staf yang disaksikan puluhan staf Bali Bird Park. Dalam acara ulang tahun tersebut dihadiri langsung oleh Managing Director Bali Bird Park, Nick Blackbeard yang dalam acara tersebut sekalian memotongkan tumpeng dan kue ulang tahun. M-004

600/X/KJS

Layouter: Zohra


NASIONAL Moralitas Budak-Tuan Lima Kabupaten I di Bali Krisis Air

FAJA R BALI

SENIN, 27 OKTOBER 2014 l Tahun XV

BPBD Siagakan 9 Mobil Tangki Air

DENPASAR-Fajar Bali Musim kemarau yang melanda Bali belum juga berakhir. Sepanjang bulan, curah hujan nyaris tiada. Akibatnya, debit air mengecil, krisis air di sejumlah kabupaten, hingga kebakaran hutan. Kondisi memprihatinkan inipun mendapat perhatian khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. Total ada lima kabupaten di Bali yang masuk zone merah krisis air. Yakni, Kabupaten Buleleng, Karangasem, Bangli, Klungkung, dan Jembrana. Kepala BPBD Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengungkapkan, musim kemarau tahun ini memang lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dampaknya pun lebih luas. Kabupaten Jembrana contohnya, tahun lalu tidak pernah mengalami krisis air. Namun,

tahun ini justru masuk dalam zone kekeringan. Menurut Dewa Indra, meski masuk dalam wilayah krisis air, tapi bukan berarti di seluruh wilayah di lima kabupaten tersebut kesulitan air bersih. Hanya di beberapa desa saja. Misalnya di Kabupaten Karangasem, kekeringan terparah terjadi di Seraya, Kubu, dan Abang. Selanjutnya di Kabupaten Buleleng khusus untuk wilayah Tejakula, Sukasada dan Gerokgak. Di Kabupaten Klungkung, krisis air terparah dialami oleh warga Nusa Penida, serta di Kabupaten Jembrana di Desa Yeh Embang, Tukad Aya, serta Wanasari. Menyikapi persoalan ini, BPBD sudah menyiapkan sejumlah upaya. Di antaranya, mengirimkan mobil-mobil tangki air untuk menyuplai kebutuhan warga. Dengan merangkul Dinas Sosial dan Pekerjaan Umum, kini sebanyak 9 mobil tangki air bersih telah diterjunkan. Masing-masing dua unit untuk

di Kabupaten Karangsem, Buleleng, Jembrana, dan Klungkung. Sedangkan satu unit dioperasikan di Kabupaten Bangli. Dewa Indra memaparkan, mobil-mobil tersebut disiagakan sepanjang waktu. “Kami layani sebanyak kebutuhan masyarakat, asalkan dapat dijangkau pasti kami layani,” tegasnya.

Satu-satunya kendala yang dialami oleh BPBD dalam menyuplai air adalah topografi desa. Perlu kerja ekstra menyuplai air bersih untuk desa yang berlokasi di lereng gunung. Misalnya di lereng Gunung Agung, Karangasem. Untuk mengatasi masalah tersebut, BPBD harus bekerja sama dengan kepala desa. Yakni dengan meminjam bak-bak air milik warga dan digunakan sebagai penampungan. Tak jarang pula, warga yang tinggal di pegunungan dipanggil untuk turun gun u n g d a n m e n ga m b i l a i r dari mobil tangki. “Untuk desa yang tidak terjangkau, kami kerja sama dengan warga. Kami pinjam bak-bak penampungan m e r e k a d a n s e l a n j u t n ya dapat menampung air untuk seluruh warga,” imbuhnya. Ia pun berharap, situasi ini juga mendapat perhatian khusus pihak swasta. Bekerja sama dengan pemerintah untuk menyediakan air bersih. W-019

JAKARTA-Fajar Bali Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan 34 menteri-menterinya di taman tengah, Istana Kepresidenan, Minggu (26/10). Namun di antara para menteri itu, tidak ada Juru Bicara Kepresidenan dan Sekretaris Kabinet. Mantan Deputi Transisi Jokowi-JK yang juga orang dekat Jokowi, Andi Widjajanto

mengungkapkan Jokowi tak akan menunjuk Juru Bicara. Jokowi akan tetap mempertahankan gayanya berkomunikasinya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. “Pak Jokowi tidak tunjuk jubir. Untuk urusan ke media, Pak Jokowi dengan gayanya seperti gubernur akan langsung bicara, atau bisa juga melalui menteri-menterinya,”

kata Andi. Pada masa pemerintahan Presiden SBY, juru bicara ditunjuk untuk membantu presiden menjelaskan suatu isu tertentu. Pada masa Kabinet Indonesia Bersatu I bahkan sampai ada dua juru bicara yakni Andi Mallarangeng untuk bidang dalam negeri dan Dino Patti Djalal untuk bidang luar negeri.

Pada masa kabinet Indonesia Bersatu II, SBY menunjuk Julian Aldrin Pasha. Andi yang tak mendapat posisi di kementerian ini juga menjelaskan bahwa Sekretaris Kabinet ditiadakan. Keberadaan Sekretaris Kabinet akan digabungkan dengan Sekretariat Negara. Pada masa pemerintahan SBY, Setkab berdiri sendiri. KP

DARI HALAMAN 1

payoga keok dalam pertarungan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2013 melawan pasangan I Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta.

Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menamakan kabinet ini dengan nama Kabinet Kerja.Jokowi menegaskan bahwa penetapan menteri telah dilakukan dengan hati-hati dan cermat. “Penetapan menteri dilakukan dengan hati-hati dan cermat, sekali lagi dengan hati-hati dan cermat.

Ini menjadi keutamaan karena kabinet ini akan bekerja selama 5 tahun,” tuturnya. Menurut Jokowi, dia dan JK diberikan waktu 14 hari untuk menyusun kabinet. Sementara hari ini, saat kabinet diumumkan adalah hari ke-6 setelah pasangan Jokowi-JK dilantik. “Anggota diumumkan di hari ke-6 setelah saya dan JK dilantik sebagai presiden dan wakil presiden dan pengumuman ini lebih cepat 8 hari dari batas maksimal yang diamanatkan UU tentang kementerian Negara,”

ungkapnya. Selain itu, Jokowi juga mencatat bahwa langkah mereka melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK untuk mendapatkan tokoh yang akurat dan tepat. “Yang kita pilih selain kemampuan di bidangnya, juga di operasional, leadership yang baik, dan kemampuan manajerial yang baik,” tambahnya. Jokowi juga menyampaikan telah mengantongi persetujuan DPR atas perubahan nomenklatur sejumlah kementerian. KP

sejak umur 7 hari. Di mana saat itu, anaknya mengalami panas cukup tinggi. Setelah sempat opname di RSUD Karangasem, Heri kecil pun diperbolehkan pulang. Namun, sejak berusia dua bulan, barulah muncul tanda-tanda ada keanehan pada kepala sang anak. “Sempat di opname di RSUD Karangasem, saat itu berusia 7 hari, dia mengalami panas tinggi,” ujar Ni Wayan Merta. Sejak berumur dua bulan itulah, pasutri ini harus menyiapkan biaya pengobatan untuk

anak mereka. Namun karena I Wayan Lanus hanya bekerja sebagai buruh proyek, Heri Wijaya baru bisa dilakukan operasi di RSUP Sanglah saat berusia 5 bulan. Itupun setelah mendapatkan bantuan dari donatur. Pun setelah keluar dari RSUP Sanglah hingga saat ini, Lanus belum pernah sekalipun memeriksakan kembali anak ketiganya tersebut ke RSUP Sanglah. Hal itu dikarenakan terbentur oleh biaya. “Paling kalau ada keluhan barulah di bawa ke bidan, kalau ke RSU Sanglah belum pernah karena terbentur

biaya,” ujarnya. Kini, kedua pasutri ini sangat mengharapkan uluran tangan Pemerintah Provinsi Bali utamanya Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk bisa membantu biaya pengobatan anaknya tersebut. “Semestinya kontrol ke RSUP Sanglah, namun karena terbentur biaya, ya cukup di bidan saja. Mudah-mudahan ada bantuan pemerintah untuk meringankan biaya pengobatan, karena anak saya baru sekali di operasi,” harapnya. W-016

pertama. Tepatnya tahun 1990 silam, laki-laki asal Banjar Munduk, Kabupaten Jembrana ini memboyong istrinya ke Belitung Timur. Awalnya tentu tak seperti yang ia bayangkan. Belitung Timur merupakan negeri penghasil timah dan pertambangan lainnya. Tentunya, tak mudah menjadi petani di kawasan tambang. Lahan gersang dan tekstur tanah pun sangat tidak bersahabat dengan jenis tanaman apapun. “Dulu tiang (saya) sampai di sini, semuanya masih belukar, sulit ditanami apapun. Tapi tiang tidak lantas menyerah,” ujarnya. Tahun demi tahun yang dilalui oleh Gusti Mayun tidaklah mudah. Ditambah lagi dengan persaingan lahan perkebunan dan pertambangan yang sangat ketat. Lahan perkebunan yang digarapnya kerap krisis air, lantaran sumber air dikeruk dan dijadikan kawasan tambang. Beruntung, kini situasi tersebut sudah membaik. Kelapa sawit dan karet yang dikembangkannya berlahan tumbuh, dan mulai mendatangkan rupiah. Jumlah transmigran Bali pun semakin berkembang. Kini sudah mencapai 200 kepala keluarga (KK) atau sekitar 546 jiwa.

Uniknya meski jauh dari Bali, setiap KK masih mempertahankan tradisi. Terbukti, setiap hari raya Galungan dan Kuningan Umat Hindu di Belitung Timur selalu ngelawar. Demikian juga dengan tradisi ngejot lawar dengan sesama warga tetap dilakukan. Tak hanya itu, upacara pernikahan hingga ngaben dilakukan dengan adat Bali. Semua itu dilakukan bukan sekadar untuk menjaga tradisi, tetapi menurut Gusti Mayun juga untuk mengobati rindu dengan suasana di Bali. “Tiap Galungan dan Kuningan kami tidak pernah absen ngelawar, semua tradisi nyaris sama seperti yang kami lakukan saat berada di Bali. Khayangan Tiga di sini juga lengkap. Dengan begitu, rindu kami dengan keluarga dan suasana di Bali dapat terobati,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Selain ngelawar, setiap sebulan sekali warga transmigran asal Bali juga memiliki kegiatan khusus. Yakni melakukan rapat adat dan membicarakan persiapan Piodalan di Pura Desa yang digelar setiap Purnama Kapat. Selama 24 tahun tinggal di Belitung Timur, Gusti Mayun mengaku bersyukur. Selain diberikan

kesempatan untuk mengembangkan perkebunan dan memperbaiki keadaan ekonomi keluarga, ia juga dapat bersosialisasi dengan penduduk asli di Belitung. Beruntung, selama ini tak pernah terjadi konflik apalagi hingga ribut-ribut dengan penduduk sekitar. Menurutnya, warga Bali dan penduduk Belitung saling menghormati dan sudah seperti saudara. Tak sekalipun ada perlakuan berbeda, antara penduduk transmigran dengan penduduk asli. Demikian juga dengan fasilitas ataupun bantuan dari pemerintah daerah. Berkat solidaritas yang tinggi, usaha yang dijalankan oleh warga transmigran Bali mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, rencananya tahun depan Gusti Mayun akan mengunjungi keluarganya di Jembrana. Sekaligus menghadiri acara wisuda anak bungsunya, Gusti Ayu Kadek Adista Dewi di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. “Tahun depan saya akan tengok anak-anak di Bali. Sekalian, karena anak saya yang paling kecil juga wisuda. Setelah itu, saya akan kembali melanjutkan berkebun di Belitung Timur,” imbuhnya. W-019*

Dewa Indra

FB/DIAH

Jokowi Tak Mau Pakai Juru Bicara

Gagal Pilgub, Puspayoga Jadi Menteri memiliki keakraban dengan almarhum Taufik Kiemas dan Megawati Soekarno Putri sejak lama. “Sejak tahun 1987 sampai sekarang pun masih. Ibu kan kerap berkunjung ke Bali. Jika ibu datang, saya yang menjemput. Kan mobil ibu diparkir di rumah saya,” kata Puspayoga. Mega pernah menyebut Puspayoga sebagai anak kandung PDIP saat jadi walikota Denpasar periode 2000-2005 dan 2005-2008. Sayangnya Pus-

Kepala Membesar, Berharap Bantuan Pengobatan DARI HALAMAN 1 satu anak laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun mengalami penyakit hydrosefalus (kepala membesar). Meskipun sempat dilakukan operasi, kini pasutri ini berharap bantuan pemerintah untuk biaya kelanjutkan anak mereka. Saat ditemui pada Minggu (26/10) kemarin, I Wayan Lanus yang ditemani sang istri Ni Wayan Merta (35) menceritakan, awal penderitaan anak laki satu-satunya yang diberi nama I Nengah Heri Wijaya (3) dimulai

stilah revolusi mental memang sangat mudah diucapkan. Bahkan menjadi jargon yang latah. Seorang gubernur kerap meluncurkan istilah revolusi mental dari bibirnya manakala melihat kepala dinas di satuan kerja tak becus menjalankan tugas. Begitu pula bos perusahaan memuntahkan istilah revolusi mental ketika geregetan melihat karyawan yang malas, bodoh, tidak bekerja keras, kurang kreatif, suka mencari pembenaran, doyan berburu kesalahan orang lain, agar dirinya disebut ratu adil. Menurut si bos, karyawan macam begini harus di revolusi mental. Istilah revolusi mental ini, tentu tak hanya berlaku pada si ‘anak buah’ , melainkan juga para pemimpin. Lalu revolusi mental seperti apa yang dimaksud? Saya teringat penalaran moralitas tuan dan moralitas budak dari seorang filsuf. Moralitas tuan merupakan sebuah ungkapan dari rasa hormat dan penghargaannya pada diri sendiri. Ia menilai dirinya sendiri sebagai ‘baik’, dan sebagai akibatnya apa yang diperbuatnya selalu baik. Ada orang-orang seperti dia – tuan tuan lain – yang juga ia hormati: mereka layak diperangi atau menjadi sahabat. Kemudian ada pula mereka yang diperintahnya. Ini lazim disebut budak. Seorang budak tindakannya ditentukan oleh tuannya. Bertindak demi pihaknya sendiri akan menyangkal statusnya sebagai seorang budak, dan dia takut melakukan hal ini. Kalau sentimen tuan ke arah budak adalah rasa perbedaan, sentimen budak itu ke arah tuannya adalah ressentiment, kebencian yang terpelihara dan takut bertindak. Moralitas budak bersifat reaktif. Moralitas itu berpusat pada objek ketakutan: sang tuan, dan melukiskan apa yang dilakukan sang tuan sebagai ‘kejahatan’. Budak sebaliknya ‘baik’. Jadi moralitas tuan menjungkirbalikkan nilai-nilai tuan, apa yang baik bagi sang tuan adalah jahat bagi sang budak. Sang budak pun akut dengan ressentiment (kebencian), ia dikepung ketakutan, karena itu ogah bertindak. Budak selalu membatinkan kebenciannya, yang muncul meresapi segala yang dipikirkan dan yang diperbuatnya. Inilah yang disebut moralitas budak: kebungkaman, pembatinan kebencian demi kebencian, mencipta moralitasnya dan penegasan dirinya sebagai budak. Jadi barang siapa yang selalu membatin-

Oleh: A.Paramita

kan kebencian, tanpa berani mengungkap kebenaran yang diyakini, siap-siap disebut: budak! Mungkin karena moralitas tuan, imbauan revolusi mental selalu meluncur dari sang tuan untuk sang budak, bukan sebaliknya. Mentalitas budaknya yang perlu di revolusi. Dalam jajaran pemerintahan, revolusi mental ini menjadi pemantik reformasi birokrasi untuk ‘si budakbudak’ negara. Mentalitas budak dalam jajaran pemerintahan ditinggalkan. Tak hanya mentalitas budak, mentalitas tuan pun perlu direvolusi. Jangan heran jika Jokowi – mantan gubernur DKI Jakarta – lahir dari ‘rahim’ rakyat, bukan tokoh lain. Mungkin saja, karena Presiden ke-7 republik Indonesia ini merevolusi mentalitas tuan dalam dirinya, dengan lebih dekat pada rakyat. Jadi revolusi mental disini menyangkut dua hal: revolusi mentalitas budak dan tuan. Sekiranya, ini juga menjadi catatan bagi para menteri dalam kebinet yang diumumkan kemarin. Ada dua hal lagi yang sepertinya perlu di revolusi: mentalitas maklar dan sikap social jealousy. Tak dipungkiri bangsa ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Fakta ini selalu menggugah negara lain untuk melakukan penjajahan. Celakanya, bangsa ini masih ketergantungan dengan negara lain dalam urusan pengelolaan sumber daya alam. Hasil alam mentah yang melimpah, diterbangkan ke luar negeri. Setelah itu, diimpor lagi ke dalam negeri dengan nilai jual cukup tinggi. Aktivitas seperti ini, justru menyuburkan mentalitas maklar, bukan mentalitas mencipta atau mengelola secara mandiri. Setidaknya, mentalitas maklar inilah yang menjangkiti bangsa ini. Resikonya, bangsa ini hanya akan jadi bangsa pembeli, konsumen, bukan bangsa pencipta. Singkatnya: bangsa yang menyuburkan para maklar. Belum lagi, bangsa ini dihadapkan pada kultur social jealousy (cemburu sosial). Gejala ini menjadi karakteristik sosial-kultural masyarakat Bali. Sering muncul sindiran, orang Bali tidak bisa melihat saudaranya maju dan berkembang.

11

Ketika ada rekan yang sukses, selalu disambut dengan muka masam. Bahkan tak sedikit diselesaikan dengan cara mistik, lantaran merasa sakit hati melihat orang lain lebih sukses tinimbang dirinya. Kecenderungan ini kerap menjadi alasan orang Bali tak pernah sukses di tanah sendiri. Ada sebuah ungkapan: sameton Bali sekadi petapan yuyu. Selalu menarik orang yang berada di posisi puncak, agar jatuh lagi ke bawah. Begitu sebaliknya. Orang Bali antarsesamanya pun seperti bermusuhan dalam satu atap. Untuk mengurai persoalan ini,sayatertarikmenyajikankembali pemikiran Usadi Wiryatnaya soal karakteristika kebudayaan Bali yang pernah ditulis di sebuah harian lokal. Salah satunya adalah karakteristik integralistis. MenurutUsadi,budayaBalicenderung melihat keseluruhan dan keutuhan sebagai yang utama. Individu, buana alit, tidak mempunyai peranan sendiri yang asali. Ia harus menyesuaikan diri dengan kembali pada komos besar, buana agung. Diperkuat olehbudaya agraris, integralisme ini berkembang menjadi gotongroyong, kebersamaan yang menjurus pada totalitarisme. Menurut Usadi, social jealousy atau kecemburuan sosial pun munculsebagaiakibatnya.Namun, menurutnya, kecemburuan sosial didalam budaya Bali mempunyai arti tersendiri. Budaya Bali tidak mengijinkan hal-hal yang tak sinkron dengan kebersamaan. Kelakuan hidup dan prestasi kerja haruslah tetap bergerak dalam lingkaran kebersamaan. Usadi menyimpulkan, social jealousy di Bali lebih tepat disebut intoleransi terhadap ketidaksesuaian dan ketidaksamaan. Namun tak dipungkiri jika, kultur ini akan membunuh individualisme. Pribadi tidak akan pernah menjadi persona yang bebas. Karena semuanya harus diatur dalam kehendak komunitas. Bisa jadi, komunalisme macam ini adalah teror, karena tidak sesuai dengan kultur baru bernama modernitas-industrial-individualistik. Prinsip kebersamaan yang kaku bisa melibas kompetensi individu. Sikap social jealousy selalu akan menghantui masyarakat Bali. Lalu masihkah kebersamaan ini perlu untuk dirawat? Jawabannya tentu saja perlu. Tapi kebersamaan yang toleran terhadap individu, bukan intoleran. Kebersamaan yang memberi peluang individu mengeksplorasi diri. Bukan membunuh potensi individu dan memupuk kecemburuan sosial. ***

Pelantikan Pimpinan DPRD Bali Digelar Besok DARI HALAMAN 1 akan diisi oleh anggota fraksi PDIP yang memperoleh kursi terbanyak, yakni 24. Sesuai keputusan DPD PDIP nama Nyoman Adi Wiryatama yang direkomendasi sebagai ketua

DPRD. Selanjutnya, posisi wakil ketua dijabat dari Partai Golkar yang memperoleh 11 kursi. Partai Golkar pun merekomendasi nama Nyoman Sugawa Korry. Didampingi Gusti Bagus Alit Putra dari Partai Demokrat dengan perolehan 8 kursi, dan Jro

Komang Swastika dari Partai Gerindra dengan perolehan 7 kursi, sama-sama menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bali. Namanama ini akan ditetapkan sebagai pimpinan dewan definitif melalui acara pelantikan di internal DPRD Bali. W-019

Nyama Bali di Belitung Timur Sukses Kelola Perkebunan Sawit dan Karet DARI HALAMAN 1 warga transmigran, khususnya Bali. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur pun memfasilitasi dengan lahan garapan nyaris 1 hingga 5 hektar per kepala keluarga. Mayoritas dimanfaatkan untuk menanam kepala sawit dan karet. Benar saja, di sepanjang jalan berhot mix mulus tersebut memang hanya nampak perkebunan sawit tertata rapi. Setiap pagi, tak ada warga yang bersantai, mereka menghabiskan waktu untuk menggarap kebun masing-masing. Gusti Kadek Mayun (62) merupakan salah satu warga transmigran yang kami jumpai. Senyumnya mengembang ketika tahu, rombongan yang datang berasal dari Bali. Pria yang sedang membangun tembok Pura inipun bergegas meletakkan peralatan pertukangannya. “Om Swastyastu” begitu sapanya ramah, menghadirkan aura Bali. Tanpa basa-basi, Gusti Mayun langsung berkisah tentang kegiatan sehari-harinya sebagai pendatang. Dengan menggunakan bahasa Bali, Gusti Mayun menuturkan bahwa ia merupakan transmigran asal Bali gelombang

026/VI/FB/MHM

Layouter: dejerie


POLITIK ICW Ajak Waspadai Menkumham Asal Partai

12

FAJA R BALI

SENIN, 27 oktobEr 2014 l tahun XV

Suara PARLEMEN

Harapkan Perppu Segera Disahkan

Presiden Joko Widodo menunjuk politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Yasonna Hamonangan Laoly, sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

MANGUPURA – Fajar Bali Dikeluarkannya Perppu nomor 01 Tahun 2014 oleh Presiden SBY sebagai salah satu langkah agar pemilihan kepala daerah bisa dilaksanakan secara langsung, diharapkan oleh Ketua Komisi III DPRD Badung, I Nyoman Satria dapat dijalankan secara penuh. Menurut politisi dari PDI P ini, keberadaan Perppu yang dikeluarkan oleh Presiden adalah salah satu bentuk upaya pemerintah untuk terus memperjuangkan pemilihan kepala daerah secara langsung. “Jika Perpu dapat dilaksanakan utuh, maka di Badung dan 4 kabupaten/kota di Bali pada September 2015 mendatang akan melaksanakan pilkada langsung dan tidak ada per paket lagi (hanya calon bupati, red),” jelas Satria, Sabtu (25/10). Dijelaskan Satria, dalam nomenklatur salah satu pasal, pada akhirnya pilkada hanya memilih calon bupati sedangkan wakil bupati menjadi hak prerogatif bupati terpilih untuk menentukan wakilnya. “Jika jumlah penduduk lebih dari 250 ribu penduduk maka bupati terpilih berhak memilih dua wakil bupati. Tahun 2015 nanti kita (Badung,red) akan memiliki 1 bupati dan 2 wakil bupati. Satria berharap, pada akhirnya pemerintah dalam hal ini DPR RI bisa segera mengambil keputusan agar tiap daerah bisa mempersiapkan pelaksanaan pesta demokrasi yang diperuntukan bagi masyarakat Indonesia. “Saya sangat berharap pada akhirnya nanti, Perppu yang dikeluarkan presiden bisa segera disahkan. Bagaimana pun rakyat jangan jadi korban lagi. Dan saya berharap semoga Pemilukada nanti bisa dilaksanakan secara langsung, ka re n a N e ga ra kita adalah Negara demokrasi, kita harus terus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi i t u ,” t u t upnya. M-005

JAKARTA-Fajar Bali “Menteri Hukum dan HAM adalah Yasonna Laoly, seorang politisi profesional dan ahli hukum, berpengalaman dalam hukum, dan saya berharap hukum Indonesia semakin baik di bawah Pak Laoly,” kata Presiden Jokowi saat mengumumkan menteri di halaman Istana Negara, Minggu, (26/10). Peneliti Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho,

meminta agar penunjukan itu diwaspadai. Jika Menkumham diisi oleh politikus, potensi Kementerian akan dibajak oleh kepentingan politikus sangat mungkin terjadi. ICW mengingatkan beberapa kasus yang melibatkan Menteri Hukum dan HAM asal partai, seperti penggunaan dana rekening Kemenkumham untuk kepentingan pencairan dana Tommy Soeharto. “Pengumpulan dana partai melalui proyek Sisminbakum atau obral remisi atau pembebasan bersyarat untuk narapidana asal parpol. Jika ini terjadi, citra pemerintah akan kembali suram,” kata Emerson menanggapi pilihan Presiden Jokowi tersebut. Yasonna Hamonangan Laoly adalah politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia pernah menjadi ang-

gota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (1999-2004), dilanjutkan sebagai anggota DPR periode 20042009 dan diangkat menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR pada 2013 serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR. Pria kelahiran Sorkam, Sumatera Utara, 27 Mei 1953, itu menamatkan sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada 1978, dilanjutkan ke jurusan sosiologi Virginia Commonwealth University, dan gelar doktornya pada bidang hukum diperoleh dari North Carolina State University pada 1996. Sebelum menjadi politikus, ia menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Nomensen Sumatera Utara pada 1998-1999 dan pernah menjadi pengacara

pada 1978-1983. Yasonna juga mendapat beberapa penghargaan Outstanding Graduate Student Award Virginia Commonwealth University, Amerika Serikat, pada 1986; Alpha Kappa Delta International Sosiology Honor Society 1987 di Amerika Serikat; dan Sigma Iota International Honor Society 1993 juga di AS. Yasonna baru menghadap Jokowi pada Jumat (24/10), tapi mengelak menyatakan pertemuan itu membahas mengenai menteri dan malah menyatakan dirinya berdiskusi tentang MPR. Ditunjuknya Yasonna semakin mengukuhkan tradisi pemilihan Menteri Hukum dan HAM yang didominasi dari partai politik sejak Reformasi 1998. Sebelumnya, Muladi dari Partai Golkar menjabat sebagai Menkumham pada 1998-

1999, dilanjutkan Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (23 Oktober 1999-7 Februari 2001 dan 9 Agustus 2001-20 Oktober 2004), Mohammad Mahfud MD dari Partai Kebangkitan Bangsa (20 Juli-9 Agustus 2001), Hamid Awaluddin dari Partai Golkar (2004-2007), Andi Mattalatta juga dari Partai Golkar (2007-2009), Patrialis Akbar dari Partai Amanat Nasional (2009-2011), serta Amir Syamsuddin dari Partai Demokrat (2011-2014). Pengecualian orang nonpartai hanya diberikan kepada Baharuddin Loppa yang hanya menjabat sekitar empat bulan, yaitu pada 9 Februari-2 Juni 2001, dan Marsilam Simanjuntak yang menjabat hanya sekitar satu bulan, yaitu 2 Juni-20 Juli 2001. TP

Pimpinan DPRD Kota Denpasar Dilantik

I Gusti Ngurah Gede Resmi Jabat Ketua

I Nyoman Satria FB/DOK

DENPASAR-Fajar Bali Ketua Sementara DPRD Kota Denpasar, yang dipegang kader PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Gede, SH, akhirnya dilantik secara resmi sebagai ketua DPRD Kota Denpasr periode 2914-2019. Dalam memimpin lembaga Legislatif Kota Denpasar ini, Ngurah Gede didampingi tiga orang wakil ketua masing-masing, I Wayan Mariyana Wandhira, ST (Golkar), Drs. A.A Ketut Asmara Putra (Demokrat), dan I Made Muliawan Arya (Gerindra). Pelantikan pimpinan DPRD Kota Denpasar ini sesuai surat Keputusan Gubernur Bali No. 1804/04-A/HK/2014, yang diawali dengan pengambilan sumpah dan janji yang dipandu Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar I Made Suweda, SH, melalui rapat paripurna istimewa DPRD Kota Denpasar, Jumat (24/10) di ruang sidang DPRD setempat. Pengambilan sumpah ini juga disaksikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota I GN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar A. AN Rai Iswara, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, dan Pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede mengatakan,

Formasi Pimpinan serta Fraksi dan alat Kelengkapan yang ditetapkan Ketua :

I Gusti Ngurah Gede, SH (PDIP)

Wakil Ketua:

FB/CAR

DILANTIK-Pimpinan DPRD Kota Denpasar, secara resmi diambilsumpah dan janjinya oleh Wakil Ketua PN Denpasar DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat memiliki tugas berat ke depan untuk dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Pasal 365 ayat 1 UU No. 17 tahun 2014 menyebutkan bahwa DPRD kabupaten/kota memiliki fungsi legislasi yang diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah bersama kepala daerah. Sementara fungsi anggaran diwujudkan dalam menetapkan APBD bersama pimpinan daerah, serta fungsi pengawasan dalam pelaksanaan UU peraturan daerah, keputusan kepala daerah, dan kebijakan yang ditetapkan kepala daerah. “Oleh karena itu dalam rangka melaksanakan fungsi DPRD kami mengharapkan kerjasama semua pihak, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat

Kota Denpasar,” ungkap Ngurah Gede. Diharapkan, dengan telah ditetapkannya pimpinan DPRD Kota Denpasar kondusifitas Kota Denpasar tetap terjaga. Pihaknya hendak melakukan skala prioritas secara bersama-sama eksekutif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dalam sambutan yang dibacakan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan, Pimpinan DPRD Kota Denpasar agar mampu mengemban partisipasi masyarakat dengan arif dan bijaksana, serta mendorong seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun kota mewujudkan visi Pemerintah Kota Denpasar. Pimpinan Dewan agar mampu menjalin komuni-

Sosok Adi Arnawa dalam Menyerap Aspirasi Masyarakat (1)

1. I Wayan Mariyana Wandhira, ST (Golkar) 2. Drs.AA. Ketut Asmara Putra (Demokrat) 3. I Made Muliawan Arya, SE (Ge­ rindra)

Pimpinan Fraksi-Fraksi: Fraksi PDI Perjuangan: I Kadek Agus Arya Wibawa, SE, MM Fraksi Golkar : I Putu Oka Mahendra, SE Fraksi Demokrat : Ir. AA. Susruta Ngurah Putra Fraksi Gerindra: I Ketut Budiartha, A. Ma. Par., S.Sos Fraksi Hanura : IB. Ketut Kiana, SH

Badan Kehormatan (BK) : I Nyoman Darsa, S. Sos (PDIP) Badan Legislasi (Baleg): AA. Putu Gede Wibawa (PDIP)

kasi dan koordinasi dengan seluruh anggota dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Usai paripurna pengambilan

PimPinan Komisi Komisi i (Bidang Pemerintahan dan Hukum): Ketua: I Ketut Suteja Kumara, ST (PDIP), wakil Nyoman Tamayasa (Hanura), dan sekretaris AA. Gede Mahendra, SE, SH (Golkar). Komisi ii (Bidang Keuangan/ anggaran) Ketua: IB. Kompyang Wiranatha, SE (PDIP), wakil, AA. Gede Putra Arie­ wangsa, SS (Demokrat), sekretaris, AA. Made Sumenadi, SH (Hanura). Komisi iii (Bidang Ekonomi dan Pembangunan) Ketua: Ir. Eko Supriadi (PDIP), wakil IB. Mayun Komala Putra, SH (Golkar), sekretaris Ir. I Ketut Budha (PDIP). Komisi iV (Bidang Kesejahteraan Rakyat) Ketua: I Gede Semara, SE (Demokrat), wakil: I Wayan Warka, SS (PDIP), sekretaris: I Gede Made Arya Jembawan, SE (Hanura).

sumpah dan janji Pimpinan DPRD Kota Denpasar dilanjutkan dengan sidang paripurna penetapan alat kelengkapan dewan yang diikuti seluruh anggota DPRD Kota Denpasar. R-004*

Berbaur dengan Masyarakat Petani, Konsep Mini Bulog sampai Formulasikan Koperasi Subak Sekaa Teruna Teruni (STT) Santi Bhuana Banjar Kekeran, Desa Angantaka Abiansemal menggelar acara jalan santai, Minggu (26/10) pagi. Momen tersebut terasa spesial, lantaran pelepasan jalan santai dipimpin langsung Bakal Calon (Balon) Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa. Pada kesempatan itu, Adi Arnawa rupanya juga tidak hanya sebatas melepas peserta, karena yang bersangkutan juga ikut bergabung berbaur bersama masyarakat mengikuti jalan santai hingga selesai. MANGUPURA-Fajar Bali Aspirasi dan keluhan apa saja yang terserap oleh Balon Bupati Badung Wayan Adi Arnawa dalam momen tersebut? Berikut laporannya. Dari rute yang melewati lahan pertanian, Adi Arnawa berkesempatan menyerap sejumlah aspirasi masyarakat setempat. Mulai dari persoalan belum maksimal terserapnya hasil pertanian, sampai aspirasi pengembangan

potensi para pelaku UMKM dan pengerajin. Dari sektor pertanian, masyarakat petani sangat menginginkan Adi Arnawa berjuang memfasilitasi penjualan hasil pertanian pada pasca panen. Tidak adanya lagi sistem KUD, membuat para petani lebih sering memilih melakukan sistem tebas, dan akibatnya para petani mengeluh sering merugi. Mendapat keluhan dari masyarakat petani, jika nantinya

dipercaya dan terpilih memimpin Kabupaten Badung, maka Adi Arnawa berjanji akan membentuk lembaga semacam mini Bulog. “Artinya memang perlu adanya lembaga yang memfasilitasi pada pasca panen, mungkin semacam mini Bulog. Lembaga tersebut diarahkan untuk menampung, membeli produksi petani untuk disalurkan ke para pembeli,” kata Adi Arnawa. Selain itu, konsep ke depan dia juga akan menggalakkan keberadaan koperasi di setiap subak, tentunya sesuai janjinya adalah dengan sistem pengelolaan atau manajemen yang jauh lebih profesional. Terlepas dari konsep itu, Adi Arnawa menekankan, persoalan yang ada di masyarakat petani sebenarnya sudah disikapi oleh Pemkab Badung, tinggal dimaksimalkan saja. Dengan banyaknya

FB/REDY

TANAM DURIAN-Balon Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, saat penanaman bibit durian di jaba pura desa Angantaka, Abiansemal Badung

bantuan dari Pemkab Badung selama ini, mulai dari bantuan pupuk, sampai bantuan dana ke seluruh subak juga sudah diberikan. Jadi yang terpenting untuk ke depannya menurut dia adalah memikirkan agar bantuan itu dapat dikelola dengan manajemen yang profesional. “Memang perlu ada formulasi untuk bagaimana mengimplementasikannya. Arah saya ke depan, akan menggalakkan koperasi di setiap subak. Kita akan coba ikuti konsep LPD, sebagaimana diketahui LPD dulunya hanya diberi modal awal sekitar Rp 4,5 juta. Dan lihatlah sekarang, dengan manajemen yang baik, LPD dapat berkembang, mampu berperan membangun perekonomian krama Bali. Konsep LPD tersebutlah menginspirasi saya untuk membuat formulasi koperasi di seluruh subak di Kabu-

paten Badung,” jelasnya sembari menambahkan, untuk tahun ini bantuan Pemkab Badung ke subak sekitar Rp 35 juta, dimana kabarnya tahun depan akan naik menjadi Rp 50 juta. “Seandainya saya didukung oleh subak, saya akan pertimbangkan besaran dari pada bantuan subak itu. Tetapi harapan saya tentu dimanfaatkan dengan baik, dibentuk suatu lembaga koperasi, sehingga bisa mengelola keuangan subak. Bahkan arahnya tidak hanya untuk keperluan subak saja, krama juga bisa memanfaatkannya dengan sistem simpan pinjam. Intinya, manajemen pengelolaan ini yang perlu kita dorong, serta memfasilitasi sehingga seluruh subak bisa memanajemen apa yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung,” lanjut Adi Arnawa. W-014

402/VII/BGS

ONLINE: www.fajarbali.com

Layouter: dejerie


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.