NOTULENSI Dialog Silaturahmi Paslon Presiden dan Wakil Presiden Bersama Komunitas Kesehatan
Hari/Tanggal : Kamis, 28 Februari 2019 Tempat
: Hotel Bidara Ruang Birawa
Jl. Gatot subroto kav 71-73 Pancoran - Jakarta Selatan Waktu
: 8.30-15.00
Dialog pasangan calon diawali dengan pembukaan dari ketua PB IDI Dr Daeng M Faqih, SH, MH. yang memaparkan setidaknya tiga poin utama yang harus menjadi fokusan kita bersama terhadap dunia kesehatan, yakni; 1.
Perbaikan JKN secara terus menerus dengan poin utama yakni penguatan JKN.
2.
Perlu dilakukan perbaikan-perbaikan pada sistem pendidikan kita agar mampu
memiliki daya saing dan kualitas seorang dokter di era revolusi 4.0. 3.
Kepada pasangan calon presiden dimohon untuk lebih memperhatikan dan
memfasilitasi perlindungan hukum kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis di Indonesia.
Kemudian forum dilanjutkan dengan pemaparan dari calon presiden Indonesia nomor urut 01
Pemaparan Jokowi Jokow menyampaikan bila Indonesia ingin masuk menjadi negara yang maju, ada sebuah jebakan yg harus dihindari yaitu middle income trap, jebakan negara yang berpendapatan menengah. Jika kita tejebak di sini kita tidak mungkin bisa melompati menjadi negara maju.
syarat yang harus diselesaikan meloncat menjadi negara maju.
1. Infrastruktur. infrakstruktur kita yang masih tertinggal, masih 37%. Biaya logistik, biaya transportasi, dibanding negara tetangga kita Malaysia, kita masih 2,5 kali lebih mahal. artinya daya saing kita rendah. 2. Pembangunan SDM. yang harus mau tidak mau menjadi sebuah syarat mutlak bagi pendapatan kita ke depan, apabila kita tidak ingin terjebak dalam middle income trap. Oleh karena itu, isu kesehatan adalah isu yang sangat strategis, meskipun infrastruktur kita baik, tetapi kalau sdm kita, stunting masih tinggi, gizi buruk masih ada, sanitasi masih belum tertangani. jangan beharap kita bisa lompat menjadi negara maju. bonus demografi bisa menjadi
produktifitas dengan daya saing kuat apabila bisa ditangani dengan baik, tetapi tidak serius menangani ini bisa menjadi beban, baik beban ekonomi maupun beban sosial. oleh karena itu kedepan saya menyampaikan, dalam 5 tahun ini kita konsentrasi di bidang infrastruktur tetapi kita akan menggeser pada safeting strategy masuk ke dalam pembangunan sdm, salah satunya fondasi itu adalah bidang kesehatan yang harus menjadi fokus kita. Jokowi juga memaparkan mengenai JKN. Bagi beliau masih ada problem dan hal teknis di lapangan yang mohon di maklumi. Mengenai JKN harus diselesaikan dengan keseluruhanholistik dan ditangani antar institusi.
Jokowi juga menyampaikan akan menyediakan waktu untuk berbicara lebih lanjut mengenai masalah masalah kesehatan yang timbul apabila dari kalangan manapun memiliki keresahan yang harus disampaikan kepada beliau.
Setelah pemaparan tersebut calon presiden 01 segera meninggalkan tempat dialog untuk menyelesaikan urusan lainnya.
Kemudian setelah break ibadah dan makan siang sesi dilanjutkan oleh pemaparan calon presiden 02
Pemaparan Prabowo Prabowo memaparkan bahwa masalah kesehatan benar benar masalah penting dalam hal “kemanusiaan� yang harus segera diselesaikan . Dalam peradaban selalu menempatkan masalah kesehatan sebagai masalah utama, karna itu suatu peradaban dapat dikatakan berhasil ketika sudah memikirkan,merencanakan, dan menindaklanjuti masalah kesehatan kesehatan yang ada. Suatu negara bisa dikatakan berhasil apabila mampu menyelesaikan masalah masalah kesehatan yang timbul secara merata.
Prabowo juga menyampaikan bahwa persoalan inti dari bangsa indonesia adalah ketika kita mengetahui bahwa sebenarnya kekayaan indonesia tidak tinggal di indonesia itu sendiri, kekayaan kita terus terusan mengalir keluar dan terus berjalan selama puluhan tahun dengan berbagai bukti berupa angka dan fakta. Contoh : defisit dana BPJS hanya sekitar 20 triliun,dan pak prabowo juga menyampaikan bahwasanya “ kalau saya memimpin suatu pemerintahan tersebut, saya akan anggap persoalan defisit BPJS ini adalah persoalan kecil
karena fakta yang saya perhitungkan dan saya temukan bahwa kebocoran uang bangsa indonesia tiap tahunnya lebih dari 1000 triliun.�
Inti dari sambutan bapak prabowo ini adalah mengenai “kebutuhan bangsa� kita harus punya pelayanan kesehatan kepada anak anak kita, kalau tidak kita akan terus menerus menjadi bangsa yang kalah. Anak anak kita harus menjadi anak anak dengan gizi yang cukup, semua kalangan masyarakat harus mempunyai kehidupan dan kualitas hidup yang baik, dokter dokter harus dihormati, rumah sakit kita harus menjadi rumah sakit yang memadai, orang orang miskin pun harus diberi pelayanan kesehatan yang merata. Tuntutan tuntutan yang ada merupakan suatu tujuan saya untuk memeratakan kesejahteraan mulai dari garda utama pendidikan dan kesehatan.
Adapun beberapa informasi lain terkait persatuan organisasi kesehatan adalah sebagai berikut: IDI
-
DLP ( dokter layanan primer )
-
kesejahteraan anggota tenaga kesehatan
-
perlindungan hukum terkait tenaga kesehatan
-
realita masalah kebijakan kesehatan
PDGI
-
31.000 dokter gigi umum dan 4.000 dokter gigi spesialis
-
adanya kesenjangan antara yang bekerja di kota dan di desa. Karna masih kurangnya kesadaran warga desa untuk datang ke dokter gigi
-
pelayanan kesehatan Dokter Gigi tidak merata
-
banyak obat yang dijual online namun tidak bersertifikasi
-
suplai obat terganggu, praktek kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan
IAI
tidak optimal akibat hutang piutang BPJS -
harga obat di era JKN yang ditawarkan, memicu kelangkaan obat
-
pemerintah memperlakukan masing-masing tenaga kesehatan secara merata dan adil
PPNI
-
berencana untuk mengadakan perawat desa
-
jumlah pendidikan banyak (>1000 prodi) namun kualitas pendidikan rendah dan biaya mahal juga belum berorientasi pasar global
-
konsil keperawatan belum terbentuk
-
belum merasakan keadilan dan kewajaran dalam melaksanakan JKN-BPJS
-
distribusi bidan belum merata diseluruh Indonesia
-
di era JKN, bidan kurang dibudayakan dan jasa pelayanan kebidanan pada
IBI
JKN tidak sesuai dengan biaya operasional -
masalah geografis sering berdampak pada proses rujukan pasien
-
kesejahteraan bidan utamanya yang non PNS dibayar sangat rendah
PERSAGI
-
sistem pengadaan SDM kesehatan masih buruk
-
terjadi mal distribusi (menumpuk di kota)
-
pemberdayaan SDM untuk mengabdi ke masyarakat melemah
-
program pemberdayaan masyarakat hanya slogan kosong, sehingga program lingkungan dan perilaku terabaikan.
“negara yang berhasil diukur dari kualitas pelayanan kesehatan pada rakyatnya.�