CAK Oktober 2013

Page 1

CATATAN AREK KAMPUS I N S P I R A T I F

.

S O L U T I F

.

T E R P E R C A Y A

K O R A N C I V I TA S A K A D E M I K A I T S

ISU KAMPUS:

EDISI OKTOBER 2013

MENYONGSONG PIMNAS XXVII, ITS KEMBALI TARGETKAN JUARA UMUM HAL 4

KONTEMPORER:

KEINDAHAN YANG MENGANCAM HAL 7

HUMANIORA:

MUSH’AB BIN UMAYR: SANG PEMUDA IMPIAN HAL 8

sumber: mtsbahrululumawipari.wordpress.com/

Suasana Kongres Pemuda

KETIKA PEMUDA BERSUMPAH CATATAN ALFIAN NUR MUHAMMAD DAN TEGUH JULIANTO

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Begitulah suara-suara yang menyeli- pemuda memang tidak bisa dipisahkan muti atmosfer bumi pertiwi pada Kongres dari usia, akan tetapi sesungguhnya sePemuda II, 28 Oktober 1928 silam. Sumpah mangat yang tinggilah menjadi ciri khas yang terjadi akibat ledakan semangat pemuda. Yang menjadi pertanyaan adalah, pemuda dari seluruh penjuru nusantara. “Apakah ada yang mengarahkan semangat Sumpah yang sekaligus menjadi pemer- tinggi itu?” begitulah ujar salah satu dosen satu para pemuda dalam beragamnya Teknik Fisika ITS, bapak Detak Yan Pratama, suku, bahasa, bahkan agama di negeri ini. ST, M.Sc, ketika ditanya mengenai sumpah Yang menjadi pertanyaan adalah pemuda. Ya, semangat yang luar biasa itu siapakah yang disebut pemuda itu? sering kali tidak ada yang mengarahkan Persepsi kebanyakan orang tentang sehingga terjadi hal-hal yang tidak diing-

inkan. Oleh karena itu diperlukan ilmu dan iman untuk mengarahkan pemuda dengan semangat juang tinggi menuju prestasi. “Ilmu tentang agama adalah benteng bagi pemuda”, tambah beliau yang juga merupakan mantan Presiden BEM ITS periode 2006/2007. (Bersambung ke hal 11)


2

R E DA K S I

CAK | OKTOBER 2013

SALAM REDAKSI Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas limpahan kasih sayang-Nya Koran CAK kembali hadir menemani para pembaca yang budiman. Sholawat serta salam tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw, nabi akhir zaman. Sebagai media yang inpiratif, terpercaya, dan solutif, CAK mengangkat isu-isu terhangat mulai dari ranah kampus ITS hingga berita dari dunia internasional. Semoga CAK bisa menjadi pemicu semangat kita dalam berbuat kebaikan. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada segenap crew CAK yang mau berletih-letih membantu terbitnya CAK, para pembaca setia dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. “Orang-orang yang mampu Berjaya adalah mereka yang mengamalkan iqro’ (membaca) dalam kehidupannya, tiada hari tanpa penambahan ilmu” itulah kata-kata penutup dalam salam redaksi kali ini.

EDITORIAL

SAATNYA BERGERAK DAN BERKONTRIBUSI Sejak diikrarkan hampir sembilan dekade lalu, sumpah pemuda tak hanya menjadi sejarah yang hampir selalu ada di text book pelajaran IPS di sekolah dasar. Sumpah pemuda yang “diyakini” sebagai tonggak perjuangan dan perlawanan bangsa Indonesia untuk merdeka, saat ini mungkin patut kita pertanyakan lagi eksistensinya, terutama di kalangan pemuda yang saat itu menjadi para inisiator. Akankah semangat sumpah pemuda 85 lalu tahun masih membekas hingga saat ini? Pemuda. Identik dengan perubahan, inisiatif, karya, semangat memulai, dan beberapa mungkin memfokuskan pada semangat mencari jati diri. Pemuda dapat dikatakan sebagai lakon utama dalam menentukan kemajuan suatu negara, bahkan juga mampu merepresentatifkan kepribadian suatu bangsa. Sebagai generasi yang diharapkan menjadi pioneer dan menjadi calon pemimpin masa depan, pemuda tentu tidak mungkin sekedar pasif atau menjadi penonton dari

CAK ONLINE open issuu.com/jmmiits

CONTACT US

KRITIK, SARAN, DAN TULISAN ANDA SANGAT BERARTI BAGI KAMI

mail to media.jmmi.its@gmail.com

CATATAN AREK KAMPUS

perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi di masyarakat. Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia sempat dibuat geger dengan terungkapnya kasus penyalahgunaan kewenangan hukum di Indonesia. Mulai dari berita penangkapan salah satu penegak hukum tertinggi di Indonesia sampai merembet pada terungkapnya indikasi pelanggaran hukum dan penyalahgunaan kekuasaan lainnya. Dapat kita bayangkan kekecewaan masyarakat yang mungkin saja terlampau jenuh dan menganggap aparat atau bahkan hukum yang ada di Indonesia sudah tidak lagi bisa diharapkan. Lantas sebagai pemuda akankah kita juga akan bersikap demikian? Pemuda yang secara tidak langsung menyandang gelar agent of change sudah bukan masanya lagi bersikap diam, pesimis, atau bahkan masuk dalam barisan “sakit hati” dimana hanya mampu mengkritik tanpa mau memberi solusi. Di saat kondisi masyarakat seperti ini justru reaksi dan kiprah dari para pemu-

dalah yang ditunggu-tunggu. Kepekaan, kepeduliaan, dan semangat untuk mengawali perubahan yang baik bagi lingkungan adalah keniscayaan. Ibaratnya saat kondisi gelap gulita, tak ada gunanya untuk terus merutuki, cukup dengan kemauan dan aksi nyata menyalakan satu lilin kecil saja, kegelapan pun akan sirna. Oleh karena itu, semangat sumpah pemuda yang selalu diperingati pada 28 Oktober ini semoga tidak hanya hadir dalam seremonial saja, melainkan menjadi momen untuk bersama-sama membangun tekad dan berkomitmen untuk menjadi generasi yang handal, tidak saja dalam membangun negeri ke arah yang lebih baik, aman dan sejahtera, tetapi juga memiliki tanggung jawab lebih untuk memulai perubahan dimulai yang bisa dimulai dari diri sendiri. Waktunya berkarya, menjadi tokoh-tokoh muda yang mampu menorehkan sejarah peradaban.

TRUST US WITH YOUR

ADVERTISEMENTS

DAN BANTU KAMI MENYEBARKAN KEBAIKAN

CALL 088801608649 or MAIL to media.jmmi.its@gmail.com

Penerbit: Divisi Media JMMI Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pelindung: Ketua Tim Pembina Kerohanian Islam ITS. Penanggung Jawab: Ilham Azmy. Pimpinan Redaksi: Alfian Nur Muhammad. Wakil Pimpinan Redaksi: Binti Fatmawati. Editor: Syahrul Anang Nugroho, Hanny Adiati, Fadia Fadzliyana Saifuddin. Reporter: Gifari Zulkarnaen, Fauji, Muhammad Nizar Nurrohman, Syafriansyah, Rowi Fajar Muhammad, Jaharani, Arning Susilawati. Sirkulasi dan Dana: Dian Anjani Khoirunnisaa, Dita Suwirni Maswan, Teguh Julianto. Layouter: Nany Maryani, Ahmad Ridwan Fauzi, Sindunuraga Rikarno Putra. Komikus: Imaniar Vanda Sandria. Kontributor: Yusfin Rahayu.


CAK | OKTOBER 2013

3

EVEN KAMPUS

DIES NATALIS KE-53, ITS USUNG SLOGAN BARU CATATAN ARNING SUSILAWATI

Sudah tahu apa itu “Etos Kreatif Unggul”? Adalah slogan untuk dies natalis ke 53 ITS tahun 2013, seperti yang dipaparkan oleh Bapak Dr.Ir. Hidayat Soegihardjo Masiran MS (9/09) di Gedung Rektorat Lt. 1. Slogan ini memberi penyemangat, pengingat bahwa ITS harus bisa meningkatkan etos kerja dan kreatifitas untuk keunggulan internasional sehingga dapat menjadikan ITS sebagai world class university dengan dukungan segenap Civitas Akademika ITS, seluruh alumni, masyarakat, dan stake holders. Lebih spesifiknya, Bapak Rektor, Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA memaparkan bahwa untuk menjadi sebuah world class university itu artinya ITS harus menjadi sebuah perguruan tinggi riset dengan reputasi internasional. Mimpi besar tersebut dijabarkan dalam acuan yaitu : (i) peningkatan kebersamaan sumber daya manusia sebagai modal dasar, (ii) peningkatan kesejahteraan melalui penguatan pendapatan, dan (iii) adanya transparansi anggaran. Sejumlah program kerja unggulan telah dipersiapkan sebagai langkah percepatan, diantaranya adalah mengadakan promosi kerjasama internasional berupa berupa

penggalakan kerjasama di bidang pendidikan dan riset dengan mitra perguruan tinggi luar negeri (PTLN), penguatan program pascasarjana untuk pengembangan riset, pemutakhiran teknologi, peningkatan komunikasi intelektual, dan perwujudan pembangunan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan di tingkat global. Demikian pula dengan pengembangan iklim ilmiah di lingkungan kampus melalui pendidikan berbasis laboratorium sehingga diharapkan terjadi sinergisitas dan kerja sama antara dosen dan mahasiswa dari berbagai tingkatan studi. Konkretnya, beberapa kegiatan telah diikuti ITS yang notabene adalah kegiatan di tingkat global, seperti CommTECH yang bertemakan memecahkan isu lokal dengan pengetahuan global, Maritime Challenge, Paduan Suara di Spanyol, Student Race Formula di Jepang, race mobil tenaga matahari di Spanyol, serta International Conference : ICCI (Despro), SEACMA (Matematika), Green Concept (Arsitektur), Summer Course (Sipil dan Lingkungan) dan Nanoscience & technology (Fisika). (ce2/nny)

JADWAL KEGIATAN DIES NATALIS 53 ITS ITS Mencari Bakat

Memaknai perhelatan akbar dies ini dapat dilihat dari logo dies natalis ke 53 ITS, yakni : 1. Angka 53 digambarkan sebagai kepala burung garuda, burung yang paling unggul diantara burung yang lain. Lima warna melambangkan ke lima fakultas yang siap mengemban misi ITS menuju reputasi internasional. 2. Tulisan 1960-2013 mempunyai arti lahirnya ITS di tahun 1960 dan tambah berjaya di tahun 2013.

(1 September – 3 November)

Ajang Pencarian Bakat bagi Civitas Akademika dan Keluarga Besar ITS

Turnamen Olahraga

Logo Dies Natalis ITS ke-53 sumber : dies53.its.ac.id

(16 September – 27 Oktober)

Sepak bola, Futsal, Bola Volley, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Catur, Bola Basket, Bulu Tangkis, Tarik Tambang, Golf

Kegiatan Sosial ITS

(1 Oktober – 31 Oktober)

ITS Mengajar, Pasar Murah, Donor Darah, Sunatan Massal, Kumpul Anak Yatim & Festival Banjari, Penghijauan

Sepeda Gembira / Gowes ITS

(13 Oktober 2013)

Dapatkan Hadiah Utama sebuah Mobil serta Hadiah Kejutan lainnya

Pagelaran Wayang Kulit

(19 Oktober 2013)

Bersama Dalang Ki Cahyo Kuntadi (ISI Solo) dengan lakon “Lahir Parikesit“

Jalan Sehat ITS Turnamen Golf Alumni ITS Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Mbarek-ITS

(27 Oktober 2013) (2 November 2013) (3 November 2013)

Dimeriahkan oleh Pasar Seni dan Teknologi, Temu Alumni Panggung Seni, Yovie & Nuno, dan Klanthing

Seminar Nasional

(9 November 2013)

Urbanizing Small Town: Ujung Tombak Kekuatan Pembangunan Indonesia

Stadium General

(9 November 2013)

Peran SDM yang Unggul dan Kreatif dalam Percepatan Pembangunan Indonesia Oleh Hatta Rajasa (Menko Perekonomian RI)

Sidang Terbuka & Penganugerahan Orasi Ilmiah oleh Ir. Djoko Kirmanto Dipl. HE. (Menteri Pekerjaan Umum RI) Serta Penganugerahan Penghargaan Sepuluh Nopember dan Angka Nitisastro

3. Tulisan ITS yang khas berwarna biru dan indah, diambil dari logo kebanggaan ITS.

(10 November 2013)

4. Slogan: “kreatif, etos, unggul sebagai representasi tema dies tahun ini yaitu “Meningkatkan etos kerja dan kreatifitas untuk keunggulan internasional”.


4

ISU KAMPUS

CAK | OKTOBER 2013

sumber: istimewa

MENYONGSONG PIMNAS XXVII, ITS KEMBALI TARGETKAN JUARA UMUM CATATAN GIFARI ZULKARNAEN DAN MUHAMMAD NIZAR NURROHMAN

“Tak ada kata lelah untuk berkarya dan menebar kemanfaatan, istirahat yang sesungguhnya adalah saat kita di surga ...” Mungkin inilah ungkapan yang tepat untuk seluruh mahasiswa ITS yang saat ini sudah mulai kembali membuat proposal PKM pada tahun pembuatan 2014. Spanduk-spanduk penyemangat yang dibentangkan di beberapa ruas jalan kampus, slogan-slogan dan ajakan untuk kembali membuat PKM di beberapa akun media sosial, seolah merupakan efek dari genderang perang yang kembali ditabuh. Sebuah tekad dan ikhtiar, untuk kembali membawa nama baik almamater. Baru sebulan mahasiswa ITS merasakan euforia juara umum PIMNAS 26 dan membawa pulang piala Adikarta Kertawidya, deadline pengumpulan proposal PKM untuk PIMNAS 27 sudah menjadi headline keilmiahan di ITS. PKM yang merupakan ajang kreativitas mahasiswa terbesar di Indonesia ini secara langsung mendanai mahasiswa untuk merealisasikan ide inovatif mereka dalam memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat. Walaupun hampir setiap tahun ITS selalu memberikan jumlah kontingen terbanyak, pada PIMNAS XXVI ITS pertama kalinya menjadi juara umum. PERJALANAN MENUJU JUARA Meskipun ajang PIMNAS telah diselenggarakan hingga ke-26 kalinya, ternyata kegiatan PKM ini baru mulai booming di ITS pada sekitar lima tahun terakhir ini. Melihat potensi besar kebermanfaatan program DIKTI bernama PKM ini, Ristek BEM ITS, tepatnya saat kepengurusan 2009-2010 menginisiasi Gerakan 1000

PKM. Target nominal memang tidak tercapai, tapi terbukti gerakan tersebut berhasil menggebrak semangat mahasiswa ITS untuk mengoptimalkan PKM dengan jumlah hingga 913 proposal terkirim dan 133 diantaranya didanai DIKTI. Pembinaan pada para pejuang PIMNAS pun tidak tanggung-tanggung. Tim ITS dikarantina dan digembleng untuk melatih kemampuan presentasi mereka, bahkan hingga mengundang presenter nasional untuk menjadi trainer. Hasilnya, pada waktu PIMNAS XXIII di Bali ITS meraih juara II. Tahun berikutnya, Ristek BEM ITS menaikkan target menjadi Gerakan 1500 PKM untuk menarik lebih banyak massa. Alhasil lebih dari seribu PKM terkirim, walaupun masih belum mencapai angka 1500. ITS meraih Juara II dalam PIMNAS XXIV di Makassar. Di tahun 2011 pendanaan PKM 2012, orientasi mahasiswa ITS pun telah berubah dari “Ngirim PKM nggak?” menjadi “Dapat berapa PKM yang didanai?”.

Mahasiswa ITS berlomba-lomba mengirimkan proposal PKM sebanyak mungkin. Namun agaknya ITS memang masih harus bersabar, pada PIMNAS XXV di Yogyakarta ITS menjadi Juara III. PIMNAS XXV merupakan evaluasi besar untuk ITS. Dengan Gerakan 5000 Pembuat PKM, Ristek BEM ITS kepengurusan 20122013 dibantu Ristek di masing-masing HMJ melakukan pembenahan dan lebih menggiatkan pemantauan kualitas proposal dan pelaksanaan PKM. Tak disangka, kendala besar terjadi. Proses pencairan dana PKM mengalami masalah dan terhambat. Tak hanya itu, para pejuang PKM direpotkan dengan sistem administrasi keuangan dan laporan pertanggungjawaban yang baru. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat tim ITS. Pihak kemahasiswaan ITS tidak tanggung-tanggung memberikan dana talangansebesar 2 juta untuk setiap tim agar PKM mereka tetap dapat berjalan walau dana dari DIKTI belum turun. Jumlah PKM yang didanai memang berkurang jika dibandingkan dengan tahun


CAK | OKTOBER 2013

ISU KAMPUS

5

PIMNAS XXVI Mataram, ITS Raih Juara Umum

sebelumnya, namun kualitas meningkat sesuai yang diharapkan. “Menurunnya kuantitas memang konsekuensi logis dalam upaya meningkatkan kualitas yang optimal” ujar MenRistek BEM ITS 20122013, Sony Junianto. Meskipun terdapat beberapa kendala, kualitas dan semangat dari tim ITS pun menjadikan ITS juara umum PIMNAS XXVI di Mataram. REFLEKSI KEMENANGAN Perjalanan panjang ITS dalam meraih juara umum PIMNAS tentu menjadi salah satu cerita epik dalam sejarah prestasi keilmiahan ITS. Namun, apakah makna sebenarnya dari semua itu? PIMNAS disini bukanlah sebatas ajang prestige pribadi atau almamater, namun lebih kepada kontribusi dan kebermanfaatan untuk bangsa. DIKTI sendiri memberikan dana PKM kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat merealisasikan dan melaksanakan ide kreatif mereka sehingga mengurangi kesenjangan teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan masyarakat serta menjawab tuntutan masyarakat atas mutu lulusan perguruan tinggi yang mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan bangsa.Tujuan baik dari usaha DIKTI ini hendaknya dimanfaatkan dengan benar oleh mahasiswa. “PKM seharusnya dimanfaatkan mahasiswa untuk mengaktualisasi idenya dan mengabdi kepada negara” saran Sony. Kesalahan pemanfaatan PKM salah satunya adalah karya-karya PKM seringkali berhenti setelah masa program selesai.

Contoh baik dari keberlanjutan PKM-GT yaitu Proyek Riset “MRaC: Mangrove RhizoraChitecture” menuju realisasi Jakarta Mangrove Waterfront City yang telah meraih banyak penghargaan riset nasional maupun internasional. Contoh lain adalah PKM-K “SegoNjamoer” yang sekarang telah sukses berkembang dengan 36 cabang tersebar di seluruh Indonesia dengan omsettotal Rp. 5.184.000.000,- per tahun. Program yang mengusahakan keberlanjutan PKM dari BEM ITS bernama “PKM Developer” saat ini juga menerapkan karya PKM mahasiswa ITS berupa alat penggiling ikan yang diaplikasikan di desa binaan Kalisari. Karya-karya PKM potensial dan besar kebermanfaatannya harusnya ditindaklanjuti secara serius, baik oleh mahasiswa maupun pemerintah. Kesalahan lain dari pemanfaatan PKM adalah penyelewengan dana hibah DIKTI yang sering kali jauh lebih banyak dari dana yang murni digunakan untuk pelaksanaan PKM. Dana surplus ini hendaknya digunakan untuk keberlanjutan PKM, bukannya malah digunakan untuk kepentingan diluar pelaksanaan PKM. Sisa dana PKM bisa disiasati dengan banyak hal, seperti yang dilakukan oleh tim PKM-P yang salah seorang anggotanya adalah Fauzan Adziima, mantan Ketua Umum JMMI 2012-2013. Sejak tahun pertama kuliah, Fauzan yang telah meloloskan tim PKM-nya ke PIMNAS empat kali berturut-turut ini memiliki tips untuk pemanfaatan dana PKM yang berlebih. “Dana hibah DIKTI yang tersisa setelah selesainya

PKM-P saya gunakan untuk publikasi hasil penelitian saya ke seminar-seminar di seluruh Indonesia” ujar Fauzan. LANGKAH KEDEPAN Menyongsong PIMNAS XXVII, BEM ITS menargetkan 5.000 pembuat PKM dan 10.000 proposal PKM terkumpul ke DIKTI. “Tahun ini kami memperketat pembinaan pra-pengumpulan proposal melalui monitoring oleh kakak-kakak pendamping keilmiahan yang tersebar di seluruh jurusan ITS. Tujuan kami adalah meningkatkan kualitas proposal PKM yang dikirim ke DIKTI”, terang Sony. Setelah kemenangan ITS meraih juara umum PIMNAS, target ITS kali ini meningkat menjadi Juara Umum PIMNAS 3x bertutut-turut. Yang perlu diwaspadai adalah kampus favorit seperti UI dan ITB yang tahun-tahun sebelumnya kalah bersaing di ajang PIMNAS karena kurangnya kesadaran dari mahasiswanya atas bergengsi dan bermanfaatnya kegiatan ini, mulai berusaha mem-booming-kan gerakan PKM di kampusnya. Hal ini menampik isu bahwa kelas mereka adalah ajang internasional, bukan ajang nasional seperti PIMNAS. Tidak lupa rival-rival lama seperti UGM, UA dan UB tentu tidak akan tinggal diam melihat ITS merebut juara umum PIMNAS XXVII. Untuk mewujudkan target itu, tentulah butuh partisipasi dari semua elemen ITS. So, lets join us. Realisasikan kebermanfaatan karyamu dengan PKM, dan bersama kita ukir sejarah! (gdz/nzr/nny)


6

ISU KAMPUS

CAK | OKTOBER 2013

HARAPAN BARU KM ITS CATATAN FAUJI

“Tongkat estafet kepemimpinan mahasiswa ITS kembali dipergilirkan. Belum lama ini Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (KM ITS) menggelar pesta demokrasi untuk memilih Presiden BEM yang baru. Gotong Royong dan Muda Bersahabat menjadi dua hal yang mewarnai kampanye kedua calon presbem yang pada dasarnya memiliki tujuan luhur yang sama yaitu mewujudkan KM ITS yang lebih baik” Pemilu yang diselenggarakan pada tanggal 25-26 September 2013 tersebut menghadirkan dua calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (CaPresBEM), Wildan Hilmi Z . A. dari Jurusan Teknik Sistem Perkapalan dan Mukhlis Ndoyo Said dari Jurusan Teknik Industri. Selain itu terdapat sembilan orang calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (caDPM) yang turut serta dipilih pada pemilu tersebut. Meski banyak permasalah dan perdebatan yang terjadi pada saat perhitungan suara, akhirnya Mukhlis dengan slogannya Muda Bersahabat terpilih sebagai Presiden BEM yang baru dengan jumlah suara 4268, unggun dari calon nomor urut 1 yang memperoleh dukungan 1570 suara. Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ini mengangkat slogan ‘Muda Bersahabat’ untuk kepengurusan BEM ITS setahun ke depan. Seperti dikutip dari laman resminya, Muda Bersahabat adalah bentuk ekspresi mahasiswa yang mulai resah dengan metode pergerakan masa kini yang cenderung bergerak dengan cara lama. Hadir dengan visi untuk meningkatkan kepedulian sobat muda terhadap Indonesia. Berada pada lingkungan dimana kampus pahlawan (ITS) berdiri, maka Muda Bersahabat ingin menjadikan berbagai mozaik yang ada didalamnya terangkai menjadi satu untuk kesatuan KM ITS. Dengan semangat muda yang identik dengan kreatif, unik , dan energik, para sobat muda ingin hadir mewarnai bumi Indonesia dengan persembahan berbeda. PROGRAM UNGGULAN “Untuk kepengurusan tahun ini, saya punya empat program unggulan. Kampung KM ITS, KM ITS Fresh, ITS Mencari Pemimpin untuk Indonesia, serta yang terakhir Pasar Rakyat,” ujarnya saat diwawancarai oleh tim redaksi CAK, Jumat (10/10/13). Kampung KM ITS adalah program yang mengintegrasikan seluruh aktivitas KM ITS yang bergerak dibidang sosial untuk disatukan pada suatu tempat dengan membentuk aliansi BEM Fakultas dimana masing-masing fakultas tersebut

Mukhlis Ndoyo Said

mempunya ciri khas keahlian yang dapat diwujudkan dalam bentuk nyata. Yang kedua, KM ITS Fresh. Mukhlis menjelaskan, KM ITS Fresh adalah bentuk kepedulian KM ITS terhadap kesehatan yang nantinya akan mencoba memberikan kesadaran kepada mahasiswa untuk senantiasa menjaga kesehatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan mahasiswa, sehingga menjadi penghambat proses rekrutmen pasca kampus. Yang ketiga, ITS Mencari Pemimpin untuk Indonesia. “Dengan adanya program ini saya berharap mahasiswa peka terhadap calon-calon pemimpin Indonesia, mengingat 2014 adalah tahun politik. Program ini untuk mengenalkan calon-calon pemimpin Indonesia kelak. Agar mahasiswa menjadi pemilih yang cerdas,” ujar Mukhlis. Sebagai calon pemimpin bangsa kelak, mahasiswa ITS wajib mengetahui akan gambaran konsepsi masa depan bangsa Indonesia akan dibawa kemana. Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi BEM ITS untuk mendorong mahasiswa ITS untuk bersuara dalam penentuan sosok seperti

apakah yang diinginkan sebenarnya. Dan yang terakhir, Pasar Rakyat. Menurutnya, pasar rakyat ini adalah salah satu cara untuk mengenalkan Indonesia. Dengan cara menampilkan pertunjukan seni, festival jajanan nusantara, hingga segala yang menunjukkan bahwa inilah Indonesia. Yang nantinya akan dipadukan dengan konsep ITS Expo. Mukhlis menambahkan, “Salah satu misi saya adalah selangkah lebih maju mengenal Indonesia. Tapi saya tidak mau mengenalkannya dengan cara-cara yang berat, cara lama. Mengenal indonesia harusnya dengan hal-hal yang mudah. Contohnya seperti festival kecap Bango. Kita jadi tahu makanan-makanan penjuru Indonesia. Melalui pasar rakyat ini saya berharap mahasiswa paham dengan budaya Indonesia, paham kesenian, makanan-makanan nusantara, dan lain sebagainya.” (Bersambung ke hal 11)


CAK | OKTOBER 2013

7

KONTEMPORER

KEINDAHAN YANG MENGANCAM CATATAN YUSFIN RAHAYU

“Because a princess doesn’t need a crown” -anonim Beberapa waktu yang lalu, pro kontra diadakannya kontes kecantikan ratu sejagat Miss world sempat mewarnai berbagai media Indonesia. Beberapa pihak, termasuk salah satu stasiun TV swasta yang menjadi promotor utama acara miss world nampaknya cukup “sukses” menggaet simpati dan dukungan banyak pihak agar acara tersebut jadi diselenggarakan di Indonesia. Penyelanggara dan para penggiat kontes kecantikan ini berdalih bahwa Miss world akan mengangkat citra Indonesia di mata internasional. Mereka optimis bahwa sektor pariwisata Indonesia akan semakin dikenal dengan promosi melalui ajang ini. Hal positif lain yang diusung adalah pelelangan barang milik kontestan yang hasilnya disumbangkan ke panti-panti sosial. Namun di lain pihak gelombang penolakan juga semakin terlihat. Usaha penolakan tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ajang yang dihelat sepanjang bulan September 2013 ini. Gerakan #TolakMissWorld juga mewarnai beragam media sosial. Gerakan ini memuncak pada aksi-aksi yang dilancarkan berbagai pihak, mulai dari ormas Islam, aliansi masyarakat daerah, LSM yang fokus di bidang perempuan, sampai aktivis Lembaga Dakwah Kampus beramai-ramai turun ke jalan. Penolakan makin gencar terlebih setelah fatwa MUI tidak digubris pemerintah maupun panitia penyelenggara. Mayoritas muslim Indonesia dan organisasi yang melakukan penolakan menganggap bahwa Miss world jauh dari kepribadian bangsa Indonesia. Ajang ini sudah tercitrakan buruk dengan adanya ‘ritual wajib’ aksi panggung kontestan yang hanya mengenakan baju renang. Bukan hanya di Indonesia, sebelumnya feminis

di Inggris pun dengan tegas menyebutnya sebagai eksploitasi perempuan yang harus dilawan. Berbagai elemen menyuarakan penolakannya. Alih-alih mundur, penyelenggara semakin sering mengadakan konferensi pers untuk menegaskan bahwa Miss world tetap digelar. Promosi pariwisata, penghapusan sesi swimsuit, dan agenda sosial menjadi usaha dari pihak penyelenggara agar ajang ini tetap dilaksanakan di Indonesia. Namun banyak fakta tentang Miss world akhirnya terkuak. Sektor pariwisata di Venezuela justru minus 3% ketika Negara ini memenangkan Miss world tahun 2008 dan 2009. Di beberapa kasus, gelar Miss world dicabut karena perbuatan tidak senonoh, menjadi model majalah porno, atau terungkapnya kisah asmara sang juara dengan salah satu jurinya. Fakta lain juga mencerminkan bahwa ajang ini dinodai oleh tindakan cacat para pengusung mahkotanya. Pada akhirnya, Miss world tetap diselenggarakan di Indonesia. Dampak negatif dengan diselenggarakannya Miss world memang tidak instan. Namun hal utama yang dikhawatirkan dari adanya ajang kecantikan ini adalah terkikisnya martabat perempuan secara perlahan. Pihak-pihak yang banyak melakukan penolakan memang dari berbagai organisasi Islam, namun bukan berarti yang ingin diperjuangkan disini adalah muslimah atau perempuan muslim saja, tapi juga untuk semua perempuan. Dengan diselenggarakannya Miss world, perempuan yang memiliki peran besar terhadap pembentukan generasi dikhawatirkan akan disamarkan tujuan hidupnya. Popularitas dianggap kemuliaan yang

INFO EVENT

Untuk menjadi perempuan yang sukses, brain dan behavior mutlak harus dimiliki, karena tak semua perempuan terlahir dengan beauty yang diakui patut dikejar. Memenangi kontes kecantikan seakan sebuah prestasi yang harus diakui. Hanya demi satu kontes, jutaan perempuan tergerak untuk berlomba menjadi ‘primadona’. Bagi seorang muslimah, sungguh lebih utama belajar menjadi seorang istri yang sholihah, ibu yang baik, dan perempuan yang berperan di tengah masyarakat. Namanya akan dikenang banyak orang tanpa diminta. Hal yang dilihat adalah seberapa besar kontribusi seorang perempuan, bukan seberapa tangkas dia mengalahkan kompetitornya di sebuah ajang musiman. Menjadi perempuan sukses tak perlu kontes. Cukup menjaga diri dengan sempurna, berprestasi sesuai bidangnya, dan bermanfaat bagi sesama. Perempuan sukses adalah perempuan yang mampu mencetak generasi yang membawa perubahan kearah lebih baik. Untuk menjadi perempuan yang sukses, brain dan behavior mutlak harus dimiliki, karena tak semua perempuan terlahir dengan beauty yang diakui. (ysf/nny)

Jaringan Kemuslimahan Daerah Surabaya Raya Presents: TALKSHOW KEMUSLIMAHAN

INTERNATIONAL HIJAB SOLIDARITY DAYS 2 November 2013

Plasa Dr. Angka, ITS

085755557151


8

HUMANIORA

CAK | OKTOBER 2013

MUSH’AB BIN UMAYR: SANG PEMUDA IMPIAN CATATAN AHMAD RIDWAN FAUZI

“Nabi Muhammad SAW merupakan uswah (panutan) sepanjang zaman. Begitu pula dengan para sahabat dan orang-orang di sekeliling beliau yang merupakan sosok-sosok umat terbaik dan mendapat bimbingan serta didikan secara langsung dari sang uswah. Mush’ab bin Umayr merupakan salah satu sahabat sekaligus pemuda hebat di Rasulullah” Siapakah gadis mekkah yang tidak kenal beliau? Ya, beliau adalah Mush’ab bin Umayr. Remaja Quraisy yang tampan, gagah dan kaya raya ini selalu menjadi idaman banyak gadis mekkah. Bahkan dikisahkan bahwa banyak gadis Mekkah tergila-gila padanya sehingga selalu berangan-angan untuk menjadi istrinya. Mush’ab bin Umayr lahir dan dibesarkan oleh keluarga kaya raya. Tak banyak masyarakat Mekkah yang seberuntung Mush’ab, dimana beliau berada dalam kesenangan dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki banyak harta. Namun adakah kiranya pikiran yang terbesit jikalau Mush’ab bin Umayr yang hidup serba kecukupan, hidup mewah, menjadi buah bibir para gadis Mekkah dan selalu menjadi bintang di segala pertemuan ini akan meningkat menjadi tamsil dalam semangat kepahlawanan? Suatu hari, pemuda ini mendengar kabar tentang Muhammad Al-Amin sebagai orang yang telah Allah utus, bertugas menjadi dai yang mengajak umat beribadah kepada Allah. Saat itu juga beliau mendengar kabar bahwa Rasulullah bersama sahabatnya berkumpul di bukit Shafa, di rumah Arqam bin Abil Arqam untuk menghindari gangguan dan ancaman kaum Quraisy. Baru saja duduk dalam majelis Rasulullah SAW, ayat-ayat Al-Qur’an yang indah dan penuh makna mengalir dari kalbu Rasulullah SAW melalui kedua bibirnya, sehingga seluruh orang dalam majelis terpesona dengan lantunan ayat yang dibacakan Rasulullah SAW, termasuk di dalam kalbu Mush’ab. Saat itulah Mush’ab bin Umayr menyatakan keislamannya di depan Rasulullah SAW. Ibunda Mush’ab, Khunas binti Malik, adalah seseorang yang berpendirian tegas. Tidak hanya disegani, iapun ditakuti di kalangannya. Maka, Mush’ab pertama-tama menyembunyikan keislamannya kepada ibunya. Demikian ia senantiasa kembali kepada majelis Rasulullah SAW di rumah Arqam, dengan hati yang senang, tenang,

serta keimanan yang semakin bertambah. Namun seiring berjalan waktu, kabar tentang keislaman Mush’ab pun menyebar karena kaum Quraisy yang selalu berkeliaran kemana-mana. Suatu hari bahkan Utsman bin Thalhah melihat Mush’ab masuk ke rumah Arqam sembunyi-sembunyi dan shalat seperti Rasulullah SAW. Maka dilaporkannyalah hal ini kepada ibunda Mush’ab. Mengetahui hal ini ibunda Mush’ab sangat murka kepadanya. Mush’ab disiksa, dan ditahan oleh ibundanya berhari-hari agar beliau mau meninggalkan islam, dan kembali kepada keyakinan ibunya, yaitu menyembah berhala. Namun Mush’ab tetap teguh pada pendiriannya untuk menegakkan pilar-pilar Islam. Pernah pada suatu hari Mush’ab melihat ibunya dalam keadaan pucat lesu. Dia menanyakan sebabnya. Kata ibunya, dia telah berniat di hadapan berhala bahwa dia tidak akan makan dan minum sehingga Mush’ab meninggalkan Islamnya. Mendengar jawaban ibunya, Mus’ab berkata kepada ibunya: “Andaikata ibu mempunyai seratus nyawa sekalipun, dan nyawa ibu keluar satu demi satu, niscaya saya tetap tidak akan meninggalkan Islam sama sekali”. Beberapa lama Mush’ab dikurung oleh ibunya. Namun ia mencari muslihat dan berhasil mengelabui ibu dan penjaga-penjaganya. Hal ini kebetulan dilakukan karena rombongan sahabat Nabi sedang hijrah ke Habasyah. Ikutlah Mush’ab bersama rombongan sahabat pergi ke Habasyah untuk melindungi diri. Saat para sahabat melihat kondisi Mush’ab dengan pakaian yang compang-camping, sebagian sahabat menjatuhkan air matanya karena mengingat bahwa dahulu Mush’ab adalah seseorang yang berlinang harta dan kesenangan, dengan pakaian yang begitu megah dan menghamburkan bau yang wangi. Rasulullah SAW melihat dengan pandangan yang hangat dan penuh kasih sayang seraya berkata, “Dahulu aku lihat

Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.” Suatu saat Mush’ab diutus Rasul menjalankan tugas Allah untuk mengajarkan Islam kepada orang-orang Anshar di bukit Aqabah. Dia juga harus mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijrah Rasulullah. Sebenarnya masih banyak sahabat yang lebih berpengaruh dalam menangani hal tersebut. Namun Rasul telah memilih Mush’ab. Ia pun menyadari ini merupakan amanat yang sangat penting sebagai tanggung jawab Diinul Islam di kota Madinah. Dalam Perang Uhud, Mush’ab bin Umair adalah salah seorang pahlawan dan pembawa bendera perang. Ketika kaum Muslimin melupakan perintah Nabi, ia mengacungkan bendera setinggi-tingginya dan bertakbir sekeras-kerasnya, lalu maju menyerang musuh, agar menarik perhatian musuh kepadanya dan melupakan Rasulullah SAW. Dengan demikian ia membentuk barisan tentara dengan dirinya sendiri. (Bersambung ke hal 11)


CAK | OKTOBER 2013

9

ISLAMIC CORNER

TAJ MAHAL: PERSEMBAHAN CINTA SANG KAISAR CATATAN FADIA FADZLIYANA SAIFUDDIN

“Begitu banyak karya umat muslim yang memberikan sumbangsih seiring dengan kemajuan peradaban dunia. Karya-karya fenomenal dan temuan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra memiliki ciri khas dan warna tersendiri dalam sejarah. Beberapa kota dan bangunan megah di dunia juga menjadi penanda bahwa cahaya Islam mampu mendorong umatnya untuk terus berkarya� Berbicara tentang arsitektur, salah satu karya arsitektur dunia yang paling fenomenal adalah Taj Mahal. Taj Mahal yang terletak di kota Agra India adalah salah satu mausoleum paling terkenal di dunia. Bangunan ini menandai masa ketika arsitektur Islami mencapai puncak kesempurnaan. Taj Mahal dibangun oleh Pangeran Khurram atau lebih dikenal dengan gelar yang diberikan ayahnya yakni Shah Jehan (Raja dunia). Gelar tersebut diberikan untuk menghargai kemenangan Shah Jehan yang diperoleh dalam banyak medan perang. Shah Jehan memiliki minat yang besar dalam bidang arsitektur. Pada saat beliau naik takhta, kecintaan dan kemampuan arsitektur yang dimilikinya memungkinkan sang kaisar melaksanakan tak hanya program pembangunan megah, melainkan juga merawat istana yang indah. Jumlah uang yang Shah Jehan habiskan untuk sejumlah makam, pavilion, istana, taman pribadi, bahkan perencanaan keseluruhan kota sungguh mencengangkan. Sang kaisar benar-benar memperhatikan langsung setiap hal penting dalam proyek-proyek pembangunan tersebut. Kebanggaannya akan bangunan-bangunan menakjubkan yang ia dirikan tercermin pada bait terkenal yang tertulis di Benteng Merah Delhi: “Apabila firdaus sugguh ada di dunia, inilah dia, inilah dia, inilah dia!� Puncak pencapaian kemampuan sarsitektural sang penguasa adalah Taj Mahal, yang dibangun sebagai makam istri kesayangannya, Mumtaz Mahal. Dalam sejarah, Mumtaz Mahal memainkan peran yang tidak mencolok namun penting dalam pemerintahan Shah Jehan. Menurut seorang pelukis tarikh Mughal, Mumtaz adalah pendamping, teman akrab, sekaligus orang kepercayaan sang kaisar. Shah Jehan sangat mencintai Mumtaz Mahal,

dan walaupun memiliki istri lebih dari satu, Mumtaz sajalah yang mampu memberikan keturunan bagi Shah Jehan. Mumtaz Mahal wafat pada tahun 1631 sewaktu melahirkan putra ke-14. Hal tersebut membuat Shah Jehan sangat terpukul. Ia mengunci diri di ruang pribadinya dan menolak makan. Sang kaisar yang berduka memilih lokasi untuk makam istrinya di sebuah lekukan Sungai Jamuna di Agra. Bukannya mengikuti kebiasaan warga setempat dengan menempatkan makam di tengah-tengah sebuah taman, ia menempatkan makam sang istri di ujung lekukan menghadap sungai, sehingga bisa terlihat di cakrawala. Makam itu, dibangun dengan sekitar 20.000 pekerja selama 20 tahun, berdiri tegak di atas teras pualam. Terletak di atas sebuah pelataran lebar, dan diapit oleh dua bangunan batu pasir merah. Di setiap sudut, agak jauh dari makam, ada empat minaret pualam setinggi 42 meter. Keempat sisi makam dibuat identik, namun hanya bisa dimasuki dari sisi taman. Taman itu terbagi dua oleh sebuah kanal lebar dan lurus yang membentang dari makam ke gerbang utama. Di tengah kanal terdapat sebuah kolam persegi empat yang memantulkan bayangan Taj Mahal yang seolah-olah menggantung. Kubah yang besar, berbentuk seperti tunas teratai berpuncak di sebuah finial (ornament pucuk) perunggu berlapis emas. Keseluruhan bangunan dilapisi batu pualam berwarna putih yang didekorasi parchin kari, sejenis kriya batu tatahan yang menjadi ciri banyak bangunan Shah Jehan. Interior makam terdiri atas sebuah ruang tengah berbentuk segi delapan, yang berisikan senotaf Shah Jehan dan istrinya. Ada empat ruang samping yang saling terhubung dan juga tersambung dengan ruang tengah.

sumber: wikipedia.org

Interior Taj Mahal, India

Tabir teralis pualam putih mengelilingi senotaf dan menyaring sinar yang memasuki ruang makam. Bagi bangsa Mughal, sinar dipercaya sebagai pancaran sinar sang Illah. Kemegahan istana yang juga merupakan wujud cinta sang kaisar pada istrinya tetap terjaga sampai sekarang, bahkan Taj Mahal merupakan bangunan syang ditetapkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Subhanallah. (ffs/nny)


10

WAWA S A N

CAK | OKTOBER 2013

Muslim China Menguliti Hewan Qurban

Pemotongan Hewan Qurban

Pemasakan Daging Qurban

MEMOTRET TRADISI IDUL ADHA ALA MUSLIM CHINA DIKUTIP DARI HIDAYATULLAH Bagi kaum Muslim China, hari raya Idul Adha dirayakan empat hari penuh. Termasuk berbagai macam tradisi dan syiar keislaman, tidak seperti di mayoritas negara-negara Muslim, hari raya Idul Adha akan berakhir seiring dengan selesainya prosesi shalat ied dan penyembelihan hewan kurban, atau paling lama setelah surupnya matahari hari ied. Namun tidak demikian halnya bagi kalangan Muslim negeri China. Mereka merayakan hari raya Idul Adha selama empat hari penuh. Selama empat hari itu pula, umat Muslim negeri naga itu memeriahkan setiap harinya dengan pelbagai macam tradisi dan syiar keislaman. Di wilayah Xinjiang yang penduduknya mayoritas berasal dari etnik Uighur atau Turkistan Timur dan memeluk agama Islam, umat Muslim sudah tampak memeriahkan hari raya idul adha sebelum jatuhnya hari H. Saat hari raya tiba, mereka pun melaksanakan shalat id secara besar-besaran. Mesjid-mesjid tampak penuh, dan bahkan sebagian mereka yang tidak mendapatkan tempat harus shalat di jalan-jalan. Keadaan serupa juga didapati di daerah Ninjisha yang terletak di Barat Laut China dan mayoritas penduduknya berasal dari etnik Hui yang memeluk agama Islam. Selepas shalat id, mereka lalu menga-

dakan beberapa perayaan, seperti membaca ayat-ayat Al-Qur’an, menyanyikan kasidah-kasidah dan nasyid keagamaan, disamping saling bertukar makanan, bingkisan, dan hadiah. Selain itu, beberapa pasar “dadakan� juga turut memeriahkan perayaan tersebut, yang dilangsungkan selama empat hari berturut-turut. Tradisi yang sudah lama turun temurun ini tak pelak menjadi hari raya yang begitu istimewa bagi umat Muslim China. Perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk silih bersilaturahim dan mengeratkan tali persaudaraan antar sesama Muslim China. Maka, di hari raya idul adha ini, umat Muslim saling berziarah dan berkunjung antar satu sama lain. Harian China Daily China mengabarkan, beberapa umat Muslim China bahkan banyak yang rela untuk menempuh jarak yang jauh untuk dapat beziarah kepada kerabat mereka, dan untuk merayakan hari raya idul adha bersama-sama. Organisasi Muslim China yang berpusat di ibu kota Peking juga mengadakan perayaan meriah terkait hari raya idul adha ini. Perayaan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat negara, juga oleh duta agama-agama non-Muslim. Sementara itu, umat Muslim di wilayah Guang Zho memiliki tradisi yang tak kalah unik. Mereka terlebih dahulu berpuasa

Suasana Sholat Idul Adha

pada hari Arafah, yaitu sehari sebelum jatuhnya hari raya idul adha. Perayaan puasa di hari arafah rupanya telah menjadi tradisi yang mengakar kuat bagi muslim Guang Zho. Setelah berbuka puasa, umat muslim Guang Zho lantas menyaiapkan pelbagai macam makanan untuk perayan id esok harinya. Tradisi idul adha di China rupanya lebih mirip dengan tradisi idul fitri di Indonesia. Perayaan hari raya idul adha ternyata lebih meriah dari idul fitri. Fenomena ini juga terjadi di beberapa negara Timur Tengah. Di Mesir, misalnya, hari raya idul adha justru lebih semarak dari pada hari raya idul fitri. Di China, terdapat sekitar 20 juta umat Muslim. Kebanyakan mereka hidup di wilayah Xingjiang, Ninjisha, Kanshu, Shanghai, Yunan, Shanshi, juga di Mongolia Dalam. Sayangnya, umat Muslim yang hidup di wilayah-wilayah dataran-pedalaman seperti Xinjiang, Yunan, dan Mongolia belum mendapatkan hak sepenuhnya dari pemerintahan China. (Hanin Mazaya/hidayatullah)


11

CAK | OKTOBER 2013

PEMUDA JAMAN SEKARANG DINILAI KURANG PEKA

Ketika Pemuda ...

Meskipun ada beberapa orang tua yang memiliki semangat lebih tinggi dari pemuda, akan tetapi kecepatan berpikir dalam mengambil keputusan menjadi hal lain yang membedakan pemuda dengan yang lain. Bisa kita lihat dalam catatan sejarah dimana para pemudalah yang mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI dimana kondisinya saat itu beliau berdua masih memper-

“Jadi, peduli terhadap lingkungan dan terus belajar untuk menambah wawasan adalah cara kongkrit untuk merealisasikan sumpah pemuda.”

timbangkan kemerdekaan RI dengan pemerintah Jepang. Selain itu seorang pemuda adalah mereka yang memiliki rasa ingin tahu terhadap sebuah informasi. Ketika menemukan atau mengalami sesuatu yang baru yang belum mereka ketahui, maka seorang pemuda akan bersegera untuk mencari dan menemukan apa sebenarnya yang terjadi dan apa manfaat atau hikmah dibalik peristiwa atau sesuatu yang ia temukan. Akan tetapi jika kita melihat fenomena pemuda saat ini memang berbeda dengan pemuda waktu itu. Bapak Detak menilai bahwa pemuda saat ini cenderung kurang peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. “Kalau boleh saya bertanya, berapa sih jumlah anak kos yang mengenal tetangga kiri kanannya?” ujar dosen yang juga pernah menjadi pengurus JMMI tersebut. Padatnya aktivitas kuliah dan organisasi terkadang membuat mahasiswa enggan untuk bermasyarakat dan mengenal lingkungan disekitar tempat tinggalnya, padahal interaksi tidak hanya sebatas dengan akademisi saja namun

BINTANG DAN MAHKOTA PARA SYUHADA

Mush’ab Bin Umayr ...

Tiba-tiba datang musuh bernama Ibnu Qumaiah dengan menunggang kuda, lalu menebas tangan Mush’ab hingga putus, sementara Mush’ab meneriakkan, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul.” Maka Mush’ab memegang bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush’ab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil berucap, “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul.” Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush’ab pun gugur, dan bendera jatuh. Ia gugur sebagai bintang dan mahkota para syuhada. Rasulullah bersama para sahabat datang meninjau medan pertempuran untuk menyampaikan perpisahan kepada

para syuhada. Ketika sampai di tempat terbaringnya jasad Mush’ab, bercucuranlah dengan deras air matanya. Rasulullah SAW bersabda, “Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir!” Kemudian sambil memandangi burdah yang digunakan untuk kain penutup itu, Rasulullah berkata, “Ketika di Makkah dulu, tak seorang pun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripadanya (Mush’ab). Tetapi sekarang ini, dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah.” Inilah kisah Mush’ab bin Umayr, seorang pemuda yang teguh pendiriannya terhadap Islam. Mush’ab rela meninggalkan seluruh harta yang sangat berlimpah yang dulu ia miliki, kehidupan yang serba berkecukupan hanya untuk mengejar cinta Allah dan Rasul-Nya. Tak satupun dapat merobohkan pendiriannya yang kukuh sekalipun itu adalah ibunya yang sangat ia sayangi. (arf/nny)

juga dengan masyarakat umum, terlebih saat di kehidupan pasca kampus nantinya. “Peduli itu akan timbul kalau kita punya wawasan”, ujar pak Detak yg juga merupakan alumni S2 UKM (Universiti Kebangsaan Malaysia). Jadi, peduli terhadap lingkungan dan terus belajar untuk menambah wawasan adalah cara kongkrit untuk merealisasikan sumpah pemuda. “Mahasiswa ITS berasal dari berbagai daerah dan suku oleh karena itulah kampus ITS bisa menjadi laboratorium untuk lebih toleran dan belajar menerima perbedaan”, tegas pak Detak. Islam memang mengajarkan untuk bisa bergaul dengan siapa saja dan menerima perbedaan (asal tidak bergesekan dengan akidah) sehingga sebagai mahasiswa ITS kita tidak lagi canggung ketika harus berada di lingkungan yang berbeda dengan lingkungan di daerah asal. “Menjadi mahasiswa itu waktunya sempit tetapi waktu itulah sebenarnya waktu emas kita” ujar beliau saat menutup wawancara dengan redaksi CAK. (afn/tgh/nny)

BERHARAP BISA LEBIH PEDULI TERHADAP INDONESIA Harapan Baru ...

Mukhlis juga mengungkapkan harapannya untuk KM ITS. “Harapan saya, ITS sebagai kampus besar di Indonesia, dan kita mahasiswa sebagai penggeraknya, agar bisa peduli terhadap Indonesia. Mulai dari hal yang kecil dan peduli terhadap lingkungan sekitar, contohnya peduli masyarakat Keputih, Gebang, dan lain sebagainya.” Di akhir wawancara dengan redaksi CAK, Mukhlis berharap agar mahasiswa ITS dapat lebih paham mengenai wawasan global karena itu memang mutlak diperlukan, tapi mahasiswa harus paham dulu dengan bangsanya sendiri, agar tidak mudah terbawa arus globalisasi. Semoga harapan dan visi misi presbem ITS terpilih ini dapat membawa KM ITS ke arah yang lebih baik lagi, tentunya harus dengan sinergisitas dan dukungan penuh civitas akademik ITS. Vivat!!! (fzb/nny)


12

KOMIK

CAK | OKTOBER 2013

OLEH IMANIAR V. SANDRIA


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.