Pontianak Post
Senin, 1 Juni 2009 M / 7 Jumadil Akhir 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
SELEBRITAS
Sering Deg-degan JIKA sedang manggung, Bunga Citra Lestari terlihat seksi, cantik, dan menarik. Tanpa banyak yang tahu, kalau saat itu dada Bunga selalu berdetak saking gugupnya. Padahal ia selalu manggung dengan pesiapan beberapa hari sebelumnya, mulai dari kostum, make-up artist lengkap dengan stylist. “Yang pasti, mental yang paling penting aku siapkan sebelum mentas. Tampil di panggung nggak segampang dilihat orang. Aku harus bisa mengontrol suara. Dan nggak segampang apa Bunga Citra Lestari yang aku bayangkan waktu kecil. Waktu kecil aku lihat orang nyanyi kayaknya enak, ternyata banyak pengorbanan,” tutur istri Ashraf Sinclair ini. Jika penonton terlihat menikmati lagu yang dinyanyikannya, Bunga akan bernyanyi dengan semangat. “Puas kalau orang terbawa dengan lagu
Manohara Bebas Dramatis Model Cantik yang Diperistri Pangeran Kelantan
JAKARTA – Setelah dua bulan lebih ”dikurung” suaminya, Manohara Odelia Pinot, model cantik asal Indonesia yang diperistri Tengku Muhammad Fakhry, pangeran dari Kerajaan Kelantan Malaysia, akhirnya bebas. Bebasnya wanita 17 tahun pada Sabtu lalu (30/5) ketika berada di Singapura itu berlangsung dramatis. Kemarin pagi sekitar pukul 07.30, Manohara dan ibunya, Ny Daisy Fajarina, tiba di tanah air. Kehadiran ibu
dan anak itu disambut isak tangis kerabat dekatnya dan puluhan aktivis Laskar Merah Putih. Suasana haru pun pecah di Bandara Soekarno-Hatta, tempat penyambutan mereka. Yuli Andre, kuasa hukum Daisy, mengatakan, kebebasan Manohara dari penjagaan ketat Kerajaan Kelantan itu tidak terlepas dari campur tangan pihak asing. ”Kami memang minta bantuan FBI dan Kedubes AS. Mereka banyak membantu hingga Manohara berhasil pulang ke Indonesia,” kata Andre. Untuk membebaskan Manohara dari penjagaan ketat itu, keluarga dan tim pengacara berkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI Singapura. u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 5
Mustari A Rauf/ Radar Tarakan
SIAGA: Pasukan marinir siap siaga tempur di garis perbatasan sepanjang bibir pantai pulau Sebatik.
FEDRIK TARIGAN/NONSTOP
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:42 15:07
17:46 19:00 04:16
HARU: Manohara Adelia Pinot Dicium sang ibu Daisy saat tiba di tanah air, Minggu (31/5). Ia diambil paksa dari Singapura dan dibawa pulang ke Indonesia.
Para Pria Jago Masak Presentasikan Kluwek hingga ke Amerika Para pria ini sering tampil di televisi sebagai ahli kuliner. Mereka punya spesifikasi sendiri-sendiri. William Wongso ahli masakan Indonesia, Asia dan Eropa, serta namanya sudah mendunia. dan Haryo Pramoe piawai memasak dalam keadaan darurat. Sedangkan Edwin Lauw dikenal jago memasak sehat (baca Cover Story halaman 2). u Ke Halaman 11 kolom 1
Situasi Memanas, Deplu Buat Nota Protes ke Malaysia JAKARTA - Memanasnya situasi di perbatasan Indonesia-Malaysia sampai juga ke meja diplomasi. Departemen Luar Negeri (Deplu) kini tengah mematangkan Nota Protes Diplomatik yang disampaikan kepada Malaysia atas tindakan pelanggaran batas negara yang dilakukan kapal perang negeri jiran tersebut beberapa pekan terakhir. Nota itu akan menjadi dasar bagi tim perunding Deplu untuk menempuh langkah diplomatis dalam menyikapi perbatasan di ujung pulau Sulawesi itu. “Nota Protes sudah disiapkan dan akan segera dikirimkan,” terang Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah ketika dihubungi tadi malam. Faiza mengatakan, Nota Protes itu akan melampirkan keterangan resmi dari TNIAL yang berisi data-data resmi.
Diantaranya, data titik koordinat pelanggaran batas wilayah dan kronologis kejadian di Ambalat. Kepada Malaysia, Deplu akan menyampaikan koordinat resmi yang mencantumkan peta perbatasan resmi RI-Malaysia. “Hal itu akan mempertegas laporan adanya pelanggaran batas oleh Kapal Perang Malaysia,” terang dia. Faiza menegaskan bahwa kasus Ambalat memang bukan hal baru. Sejak 2003 silam, dia menghitung sedikitnya sudah ada 13 kali perundingan bilateral untuk menyelesaikan kasus perbatasan Ambalat itu secara diplomatis yang gagal menemui titik temu. Baik tim perunding RI maupun Malaysia tetap belum bisa menyepakati sejumlah item terkait perbatasan di titik itu.
Setelah 13 Kali Perundingan Ambalat Buntu
Agus Wahyudi/Jawa Pos
KOKI: Koki Indonesia, William Wongso di Jakarta International Expo.
u Ke Halaman 11 kolom 5
Keluh Kesah Manohara Selama jadi Istri Pangeran Kesultanan Kelantan
Sering Pakai Perhiasan, Dicopot Bodyguard Setelah Acara Sejak menikah dengan putra mahkota Kesultanan Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry, Manohara Odelia Pinot merasa kehidupannya berubah drastis. Saat ada kesempatan, mantan model itu memutuskan lari dan kembali kepada orang tuanya di tanah air.
M SATIBI, Jakarta Wajah Manohara Odelia Pinot, 17, terlihat berseri-seri saat memberikan keterangan pers di markas Laskar Merah Putih, kawasan Petojo, Jakarta Barat, keFEDRIK TARIGAN/NONSTOP marin (31/5). Saat itu gadis cantik tersebut didampingi sang ibu, Daisy Fajarina, dan BAHAGIA: Manohara Adelia Pinot tampak bahagia setelah bebas suaminya Tengku Muhammad Fakhry. pengacaranya, Yuli Andre.
Manohara mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pukul 07.30 kemarin. Dia didampingi ibu dan kakak kandungnya, Dewi Sari Asih. Mereka tiba di tanah air dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 823 dari Singapura. Dari terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Manohara bersama ibu dan adiknya disambut meriah anggota Laskar Merah Putih pimpinan Edi Hartawan. Mereka pun mengawal Manohara ke markas Laskar Merah Putih. Manohara mengaku telah melakukan segala upaya untuk bisa kabur dari sang suami, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry. ’’Sejak dulu saya memang ingin bercerai (dan meninggalkan suami),’’ ujarnya dalam bahasa Indonesia agak terpatah-patah. Sehari-hari Manohara lebih banyak berbahasa Inggris. Ayahnya warga negara Amerika. Manohara dinikahi Fakhry saat belum genap 17 tahun. Acara pernikahannya digelar secara mewah pada Agustus tahun lalu. Tetapi, setelah menikah, dia tak merasakan kebahagiaan. Malah dia mengaku men-
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 5
Jawa Pos Group Media