9
���������
Pontianak Post
Selasa 1 Juni 2010 M / 17 Jumadil Akhir 1431 H
SELEBRITAS
Takut Pergi Salon PEMEGANG mahkota kontes kecantikan Miss World 2009, Kaiane Aldorino, 23, ternyata memiliki cerita tentang rambut panjangnya. Begitu inginnya mempertahankan rambut panjangnya itu, perempuan asal negara kecil yang berbatasan dengan Spanyol, Gibraltar, tersebut takut pergi ke salon. Hal itu dia ungkapkan kemarin (31/5) di Lamoda Cafe, Plaza Indonesia. Aldorino datang ke Jakarta untuk memberikan dukungan dalam acara pemilihan Miss Indonesia nanti malam. “Sejakkecilrambut Kaiane Aldorino saya panjang. Sangat jarang pendek. Entah kenapa, saya memang sangat suka rambut panjang. Karena itu, saya selalu memperhatikan dan merawatnya. Sampai-sampai, saya takut pergi ke hairdresser.
Eceran Rp. 2.500
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Teror Pembakaran Berlanjut Kini Giliran Mobil Parkir SINGKAWANG—Rentetatan teror pembakaran berlanjut. Satu unit mobil dibakar di Jalan Diponegoro, Singkawang, Senin (31/5) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB. Api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas. Polisi lantas mengamankan mobil untuk kepentingan penyelidikan. Mobil kijang kapsul KB 1208 CF itu diparkir di depan kediaman pemiliknya, Jomadi Loka, fotografer senior Kalbar.
Tidak ada yang mengatahui pasti kejadian ini. Warga sekitar saat itu terlelap tidur. Peristiwa tersebut menyedot perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Namun tidak lama, polisi langsung membawa mobil tersebut ke Polres Singkawang. Jomadi Loka mengaku, tidak tahu penyebab terbakar mobilnya itu. Baru sadar ketika ada teriakan dari jalan mengatakan ada kebakaran. Sontak dia terbangun melihat dari lantai atas rumah. “Saya tidak langsung turun, lihat dari atas
dulu. Rupanya mobil saya yang terbakar,” ujarnya. Putra Jomadi yang pertama kali turun mendekati mobil. Kemudian segera memadamkannya dengan alat pemadam api ringan (apar). Tidak berselang lama, pemadam kebakaran tiba di lokasi, menyemprotkan air memastikan tidak ada lagi api dan asap. “Anak saya yang turun memadamkannya. Tapi tidak lama ada pemadam kebakaran,” katanya. Jomadi mengatakan, mobil tersebut
di parkir di depan ruko dari pukul 17.00. Sepulangnya dari Pasir Panjang sebagai juri lomba fotografi Wisata Bahtera 2010 Kota Singkawang. “Dari sore parkir di situ, tidak ada pindah-pindah mobilnya,” terangnya. Sekitar pukul 23.00, Jomadi terlelap. Baru tersadar setelah mobilnya terbakar. Jelas peristiwa ini membuatnya merugi, tapi dia tidak mau menyebutkan jumlah kerugian. u Ke Halaman 7 kolom 1
u Ke Halaman 7 kolom 5
DIBAKAR: Mobil milik Jomadi Loka dibakar pada Senin (31/5) dinihari. Polisi menyelidiki kasus pembakaran ini.
KORUPSi sirkuit
JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi PONTIANAK--Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sirkuit Batu Layang, Senin (31/5) pagi mengagendakan pendapat penuntutan umum terhadap keberatan (eksepsi) tim penasehat hukum terdakwa Gusti Hersan Aslirosa. Terdakwa hadir didampingi empat kuasa hukumnya. Dalam menjawab eksepsi, tiga JPU membacakan secara bergantian. Masingmasing Syaiful Bahri, Rita Gusti Hersan Aslirosa Hilga, Leny Sebayang. Jaksa memohon agar majelis hakim Pengadilan Negeri Pontianak yang memeriksa dan mengadili perkara itu menolak seluruh eksepsi u Ke Halaman 7 kolom 1
BANSOS
Pengurus RT Bantah Bhakti TNI 2006 Fiktif PONTIANAK--Pengurus rukun tetangga dan warga membantah kegiatan Bhakti TNI yang menggunakan Dana Bantuan Sosial Pemkot Pontianak pada 2006 adalah fiktif. Mereka bersama-sama mengerjakan pembangunan jalan dan barau selama tiga sampai 14 hari. “Kegiatannya ada. Saya juga heran mengapa dibilang fiktif. Padahal memang ada tentara dan warga mengerjakannya,” ujar Ketua RT 03 RW 8 Gang Belibis Pontianak, Usman Saad (63) di kediamannya, Senin (31/5) pagi. Menurut Usman, bhakti TNI tersebut ketika itu u Ke Halaman 7 kolom 5
RI Kecam Serangan Israel ke Misi Flotilla
Polisi Masih Dalami Bentrok di Duri Kosambi
JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengecam dan mengutuk Israel yang menyerang misi kemanusiaan Freedom Flotilla di kapal Mavi Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina. Pemerintah juga akan terus berusaha memastikan nasib warga negara Indonesia yang turut serta dalam misi pelayaran kemanusiaan tersebut. ’’Tentu sikap kita terhadap tindakan Israel itu mudah, jelas, dan lugas. Tentu kita mengecam serta mengutuk tindakan Israel menyergap kapal kemanusiaan itu, bahkan di luar perairannya,’’ kata Menlu Marty Natalegawa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (31/5). Menurut Marty, Israel telah melakukan kesalahan ganda dengan menyergap kapal misi kemanusiaan tersebut. Selain tak ada dasar untuk menyergap, tindakan blokade yang dilakukan tentara zionis itu merupakan pelanggaran hukum internasional.
JAKARTA--Kerusuhan di dua lokasi sepanjang Minggu malam (30/5) hingga dini hari kemarin (31/5) di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dan Cipondoh, Tangerang, terus diusut polisi. Hingga kemarin petang, polisi sudah memeriksa 10 orang terkait kerusuhan tersebut. ’’Tapi, semua masih berstatus saksi. Belum ada yang kami tetapkan sebagai tersangka,’’ujar
u Ke Halaman 7 kolom 5
Nasib 12 Relawan RI Belum Jelas HINGGA tadi malam, belum ada kejelasan soal nasib 12 relawan Indonesia yang berangkat ke Jalur Gaza, Palestina, dengan menumpang kapal Mavi Marmara. Mereka tergabung dalam tim relawan pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza. Di antara jumlah itu, lima orang adalah relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Chief Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad mengatakan, sebelum kapal relawan diserang tentara Israel, pihaknya menghubungi ketua tim relawan Nur Fitri Moeslim Taher. ’’Terakhir, saya mendapat informasi sebelum mereka bersandar,’’ katanya saat dihubungi tadi malam (31/5). Menurut Sarbini, informasi tersebut diperolehnya dari Fitri melalui pesan singkat lewat ponsel (SMS). Isinya berupa pemberitahuan bahwa dua jam lagi kapal bersandar di pelabuhan Israel. u Ke Halaman 7 kolom 1
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafoi Amar di kantornya. Selain itu, lanjut dia, pihaknya menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, linggis dan baju bernoda darah milik korban yang tewas terbunuh, Endit Mawardi, 44. Boy dalam kesempatan itu juga membantah kerusuhan tersebut merupakan bentrok antaretnis. u Ke Halaman 7 kolom 1
Hakim Tolak Praperadilan Susno pejabatnya sedang JAKARTA – berada di Kamboja, Keinginan Susno LPSK mengurungDuadji menghirup kan niatnya. udara segar bakal su”Kami akan dalit terwujud. Setelah tang lagi Senin (keupaya praperadilanmarin, Red),” ucap nya ditolak, hingga Komisioner LPSK kemarin Lembaga Bidang Bantuan, Perlidungan Saksi Kompensasi, dan dan Korban (LPSK) Restitusi Lili Pinjuga tidak bergerak tauli Siregar saat cepat untuk melinSusno Duadji itu. Kenyataannya, dunginya. Bahkan, lembaga yang dipimpin Abdul kemarin LPSK tidak mendatangi Haris Semendawai itu hanya Mabes Polri. Saat ditanya tentang janjinya bisa menunggu kesanggupan polisi untuk berkoordinasi dengan itu Abdul Haris sedikit berkelit. Dia mengatakan, yang mengurusi LPSK. ”Kami menunggu polisi kapan hal itu adalah anak buahnya dan mereka bisa menerima kami (un- dia tidak terlalu turut campur di tuk berkoordinasi),” kata Abdul dalamnya. Yang penting, lanjutHaris (31/5). Sebelumnya, LPSK nya, LPKS sudah melakukan sebenarnya akan mendatangi koordinasi dengan Mabes Polri Bareskrim Mabes Polri Kamis dengan berbagai cara. lalu (27/5). Namun, karena para u Ke Halaman 7 kolom 5
Melihat Keluarga Tersangka Tragedi Tugu Naga yang Ditahan Polda Kalbar 11:42 15:07 17:46 19:00 04:16
Pergi Shalat Jumat Bersama, Menangis Lihat Abi Diseret-seret Tujuh orang ditangkap polisi saat demonstrasi Tugu Naga Singkawang, Jumat (28/5) sore. Mereka telah ditetapkan tersangka. Kini diamankan di tahanan Polda Kalbar. Ketujuh tersangka itu diboyong dari Polres Singkawang menuju Polda Kalbar pada Senin (30/5) sore. Ketujuhnya adalah tulang punggung keluarga. Bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan. Hendy/Pontianak Post
HENDY, Singkawang
TRAUMA: Keluarga tersangka aksi demo di Patung Naga. Nanda dan Fauzil (berkopiah) trauma melihat bapaknya diseret.
BEBERAPA orang berkumpul di sebuah rumah di Jalan Kartini, Singkawang, Senin (31/5) sore. Tiga perempuan berjilbab duduk di kursi sofa. Lainnya lesehan di lantai. Ada juga balita dan anak-anak. Tidak ada keceriaan, banyak yang murung. Kecuali Kelvin (5) dan adiknya yang berusia tidak lebih dari 1,5 tahun. Keduanya sibuk melintas di ruang tamu. Kelvin adalah anak dari Andri Hermawan, salah satu warga yang ditahan Polres Singkawang pada demonstrasi Tugu Naga, Jumat (28/5) lalu. Dia tidak tahu bapaknya ditangkap. Mengira ke luar kota, karena memang dirahasiakan sang ibu. “Bapak lagi ke Tebas, cari jagung. Tapi perginya sudah lama, belum pulang sampai sekarang. Kelvin minta bapak bawa jagung yang banyak,” tuturnya polos. Mendengarnya penuturan lugu tersebut, istri Andri, Bely Erninda tidak mampu berkata. Lama terdiam menahan sesak di dada.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media