Pontianak Post P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Rabu, 1 Juli 2009 M / 8 Rajab 1430 H
SELEBRITAS
Jacko Tinggalkan Wasiat Harta untuk Ibu dan Anak WASHINGTON – Jauh hari sebelum meninggal, superstar musik Michael Jackson, 50, ternyata telah menulis wasiat soal pembagian hartanya. Koran Wall Street Journal kemarin (30/6) memberitakan bahwa dalam wasiat yang ditulis pada 2002, penyanyi pop yang akrab dipanggil Jacko itu membagikan rumah dan tanahnya untuk ibu, tiga anaknya, dan satu atau lebih yayasan amal. Menurut Journal, pengacara Jacko mungkin akan mempresentasikan wasiat itu, yang diyakini sebagai wasiat terakhir, kepada Pengadilan Michael Jackson Tinggi Los Angeles Kamis besok (2/7). Sang pengacara John Branca dan eksekutif musik John Mclain, teman dekat Jacko, u Ke Halaman 11 kolom 5
Eceran Rp. 2.500
Airbus Jatuh, Bocah Lima Tahun Selamat MORONI – Musibah kembali terjadi dalam dunia penerbangan. Setelah pesawatAirbusA330-320 milik Air France jatuh di Samudera Atlantik pada 1 Juni lalu saat terbang dari Rio de Janeiro ke Paris, kemarin (30/6) pesawat
Airbus A310 milik maskapai penerbangan Yemenia bernasib sama. Pesawat milik maskapai dari Yaman itu jatuh di Samudera India ketika hendak mendarat di Bandara Moroni, Kepulauan Komoro.
Saksi mata menuturkan, pesawat yang mengangkut 153 orang itu –termasuk sebelas awak– gagal mendarat dan tetap melaju sampai tercebur ke laut dan kemudian tenggelam. Itu tragedi dan pukulan kedua
bagi Airbus dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Dalam kecelakaan pesawat Air France lalu, 228 penumpang dan awak tewas. Badan pesawat juga hancur berkeping-keping. Evakuasi makan waktu yang cukup lama.
Penyebab kecelakaan Air France belum diketahui karena kotak hitam (black box) belum ditemukan. Sejumlah mayat dan juga puing pesawat Yemenia mengapung di u Ke Halaman 11 kolom 1
AFP/Bertrand Langlois
CARI INFORMASI: Keluarga penumpang pesawat Yemenia Airbus 310-300 mencari informasi keberadaan penumpang pesawaat yang jatuh di Samudera India ketika hendak mendarat di Bandara Moroni, Kepulauan Komoro, kemarin.
Kabareskrim Merasa Disadap Diduga Terkait Kasus Bank Century
Susno Duadji
JAKARTA--Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Susno Duadji mengaku menjadi korban penyadapan. Jenderal bintang tiga itu merasa sebagian pembicaraan melalui telepon seluler (ponsel) telah disadap pihak lain. Saat merasa disadap, mantan Kapolda itu sengaja berbicara lewat telepon se-
cara asal-asalan. Tujuannya, agar sang penyadap merasa kebingunan. “Yang menyadap saya tidak dapat apa-apa. Paling dengar saya marah-marah. Ngamuk, ngamuk. Saya kalau disadap malah tambah menjadi-jadi (marah),” ujar Susno di Mabes Polri, Jakarta kemarin (30/6). Nomor telepon Susno 081597xxx memang sejak awal terbuka untuk umum. Dalam berbagai kesempatan, Susno meminta masyarakat tak ragu menyampaikan keluhannya di nomor ponsel u Ke Halaman 11 kolom 1
Kalbar Waspada Influenza A H1N1 Siagakan Klinik Kesehatan di PLB Entikong dan Supadio PONTIANAK--Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat membuka Klinik Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut upaya penanggulangan masuknya Influenza A H1N1 atau virus flu babi
(swine flu). “Sejak sepekan terakhir ini kita telah menempatkan KKP di Bandar Udara Supadio dan di PPLB Entikong, Sanggau,” kata Diah Kusuma Wardani SKM.MKes, Kasi Penanggulangan Penyakit di Dinkes Provinsi Kalbar. Ada dua alasan kuat yang mendukung penempatan KKP di kedua tempat tersebut. Pertama, Bandar Udara Supadio, Pontianak dan PPLB Entikong, Sanggau
merupakan pintu gerbang bagi para WNA dan WNI yang datang dari sejumlah negara, khususnya Malaysia. Kedua, dengan menempatkan KKP disana, maka pemeriksaan terhadap influenza A H1N1 dapat lebih mudah dilakukan. Teknis pemeriksaan dilakukan petugas di KKP terbilang masih sangat sederhana. Semua masih dilakukan secara manual. Setiap WNA dan WNI yang datang dari
BBM Tak Naik, Subsidi Bengkak Dari Rp 67 T Jadi Rp 102,5 T
JAKARTA--Fluktuasi harga minyak dunia masih menjadi momok bagi anggaran negara. Gara-gara harga minyak dunia terus mendaki, subsidi energi yang ditanggung negara pun terus membengkak. Berdasar hitungan
Departemen Keuangan, tahun ini subsidi energi bakal membengkak 52,9 persen menjadi Rp 102,5 triliun. ”Subsidi yang mengalami kenaikan paling banyak adalah listrik dan BBM karena perubahan harga,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat mengajukan Laporan Semester I, Prognosa BBM u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 5
Keluarga David Hartanto; setelah Empat Bulan Kematian yang Misterius Itu
Uang Kurang, Belum Lunasi Fee Pengacara Ratusan juta rupiah sudah dihabiskan keluarga Hartono Widjaja untuk membiayai perjuangannya mencari keadilan bagi anaknya, David Hartanto Widjaja, yang terbunuh di Singapura. Hingga kini, sudah empat bulan berlalu, kematian mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) itu masih bersaput misteri.
ZULHAM MUBARAK, Jakarta WAJAH Hartono tampak lelah. Pria 56 tahun itu beberapa kali mengelap kacamatanya yang berembun dengan sapu
tangan. Saat mengelap itu, tangan kanannya terlihat bergemetar. ’’Hati saya rasanya disilet-silet setiap kali mendengar orang membicarakan dan bertanya perihal anak saya,’’ ujarnya lirih. ’’Seakan-akan dia masih hidup dan ada di samping kami,’’ sambungnya sambil mengelus dada. Siang itu Hartono, didampingi tim pengacara yang diketuai O.C. Kaligis, memiliki agenda untuk memaparkan temuan dan data seputar kematian David kepada wartawan. Keterangan pers itu diberikan di sela waktu menunggu keputusan sidang koroner di Singapura yang menangani kasus kematian David. Seperti diberitakan, tubuh David ditemukan tewas di kampusnya, NTU Singapura, pada 2 Maret lalu. Semula media massa di sana menyebut kematian David karena bunuh diri. Zulham Mubarak/Jawa Pos Pemuda 22 tahun itu diberitakan melompat CARI KEADILAN: Tim kuasa hukum David, OC Kaligis (kiri) dan ayah David, Hartanto dari lantai enam kampusnya setelah berusaha Widjaya (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Jakarta kemarin.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media