Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post

PontiComTech Baca Hal 11-14

Selasa 1 Desember 2009 M / 14 Dzulhijjah 1430 H

P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t

Eceran Rp. 2.500

TBS Tak Dibayar, Kantor PT AMS Dibakar Resmi Lapor Polisi, Kerugian BIG Capai Miliaran Rupiah KETAPANG—Petani sawit tak mampu lagi menahan kesabarannya. Pembayaran Tandan Buah Segar (TBS) yang tak pasti membuat mereka nekad. Kantor dan mess karyawan serta logistik PT Antar Mustika Sagara (AMS) --anak perusahaan PT Benua Indah Group (BIG)-- di Kecamatan Singkup, Ketapang dibakar. Ketua Forum Komunikasi Petani Sawit Benua Indah Gropu (BIG), Budi Santoso,

membenarkan adanya pembakaran kantor AMS. Akan tetapi Budi tidak merinci kerugian materi yang ada. “Kita cuma mendapat informasi Kantor AMS di Singkup dibakar massa,” ungkapnya. Ia mengatakan hal tersebut boleh jadi dikarenakan kekecewaan petani akibat tidak direalisasikannya pembayaran TBS kepada petani. Kecamatan Singkup sekitar 250 Km dari Kota Ketapang. Ketua DPRD Ketapang, H Gusti Kamboja juga telah mendapat laporan kasus pembakaran kantor PT AMS itu. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Ketapang untuk meredam aksi massa ini. DPRD Ketapang mendesak pihak terlibat seperti

PT Artu dan PT BIG segera menuntaskan masalah pembayaran TBS. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. “Agar persoalan ini tidak meluas kita minta semua pihak menjalankan semua kesepakatan yang dibuat,” ungkapnya, Senin (30/11) kemarin. Dengan adanya kasus ini, kata Gusti Kamboja, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa. Pembakaran yang terjadi sudah masuk ranah polisi, karena dianggap aksi ini mengganggu ketertiban dan keamanan. “Kalau begini persoalanya sudah lain. Ini sudah ranah kepolisian,” katanya. Namun DPRD Ketapang telah maksimal memperjuangkan petani mendapatkan haknya. Ia

menyayangkan tindakan pembakaran ini, karena tidak dijalankannya skema jalan keluar oleh pihak pembuat kesepakatan. “Apabila skema yang dibuat dijalankan tidak akan terjadi semacam ini.” Ketua Panja DPRD Ketapang Jamhuri Amir menjelaskan saat ini DPRD telah berkoordinasi dengan pihak polisi dalam hal pengamanan. Bahkan Ketua Panja dan sebagian anggota akan berangkat ke Jakarta meminta Ditjenbun memfaslitasi persoalan antara PT Arrtu dan PT BIG. Bahkan rencananya panja akan bertemu dengan Boediono Tan, owner PT BIG, untuk segera menuntaskan persoalan ini. u Ke Halaman 7 kolom 5

Menkeu Serahkan Data Century ke KPK JAKARTA--Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tampaknya gerah juga dengan berbagai spekulasi mengenai tidak transparannya penyelamatan Bank Century. Sebagai respons atas spekulasi tersebut, Ani --sapaan karib Sri Mulyani-- bertindak proaktif dengan menyerahkan data Century ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Ani, dirinya sudah menyampaikan berita acara penyerahan kepada KPK mengenai seluruh material yang ada di Departemen Keuangan terkait proses penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, sehingga harus diselamatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan bailout Rp 6,7 triliun. “Hari ini (kemarin, red) sudah saya sampaikan,” ujarnya setelah pertemuan dengan pimpinan media massa di Jakarta kemarin (30/11). Dalam pertemuan tertutup yang dilakukan di sebuah u Ke Halaman 7 kolom 1

Ukon Furkon Sukanda/Indopos

CENTURY: Mahasiswa Universitas Nasional (Unas) terlibat aksi saling dorong dengan anggota kepolisian saat berunjukrasa di depan gedung KPK, Jakarta, kemarin. Mereka mendesak KPK mengambilalih kasus dugaan penggelapan dana Bank Century.

MA Pastikan Tolak Unas Diknas Matangkan Persiapan

MUTASI

PTN Siap Dilibatkan Penuh

PONTIANAK—Kepada Dinas Pendidikan Kalbar Alexius Akim menegaskan pelaksanaan ujian akhir nasioal (Unas) masih perlu dilakukan. “Namun sistemnya diubah. Jangan membebankan daerah,” katanya sebelum membuka rapat koordinasi dengan Dewan

Mendiknas Minta BSNP Edarkan Surat Siap Ujian

Pendidikan Kalbar di Hotel Merpati, Senin (30/11). Salah satu yang perlu diubah, kata Akim, adalah standar nilai kelulusan. Tidak bisa standar kelulusan antara siswa di kota disamakan dengan daerah. “Standar pendidikan para gurunya saja sudah berbeda. Apalagi dengan dukungan infastruktur,” ujarnya. u Ke Halaman 7 kolom 1

Alexius Akim

JAKARTA - Polemik soal ditolak atau tidak pelaksanaan ujian nasional (Unas) terus memanas. Kali ini Mahkamah Agung (MA) menegaskan, putusan majelis hakim kasasi yang mengadili perkara unas adalah ditolak murni, bukan ditolak dengan perbaikan.

Ditolak murni, menurut Humas MA Andri Tristianto Sutrisna, adalah putusan yang dihasilkan majelis hakim kasasi sama dengan putusan majelis tingkat pertama dan banding. Bila ditolak dengan perbaikan, lanjut dia, majelis u Ke Halaman 7 kolom 1

Raka Denny/Jawa Pos

KABARESKRIM: Pejabat baru Irjen Polisi Ito Sumardi (kanan) menggantikan pejabat lama Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji.

Ito Janji Periksa Susno JAKARTA--Tongkat komando Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri resmi berpindah tangan. Usai dilantik, Kabareskrim Irjen Ito Sumardi mengaku siap memeriksa pendahulunya. Namun, dengan syarat harus ada bukti yang cukup kuat yang menunjukkan keterlibatan Komjen Susno Duadji. ”Pasti dong kalau memang ada laporannya, ada perkaranya, ada kasusnya. Semua orang sama di depan hukum,” ujar Ito setelah acara serah terima jabatan di u Ke Halaman 7 kolom 5

Jaksa Stop Kasus Bibit-Chandra Hari Ini Teken Berita Acara Penerimaan SKPP

JAKARTA - Kasus dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah akhirnya dihenti-

kan. Kejaksaan Agung memastikan menerbitkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) Bibit-Chandra dalam kasus dugaan pemerasan dan penyalahgu-

naan wewenang. ”Paling lambat besok (hari ini, Red) jam 1 siang Kajari (kepala Kejaksaan Negeri) Jaksel menandatangani SKPP untuk

Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto,” tegas Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy u Ke Halaman 7 kolom 5

Terinfeksi HIV/AIDS Bukan Akhir Kehidupan 11:34 14:59 17:38 18:51 04:07

Telaten Gunakan Kondom, Tak Tularkan Istri dan Anak Kondom menjadi salah satu upaya efektif mencegah penularan HIV/AIDS. Terutama bagi yang sering berganti pasangan. Bahkan berkat kondom, 40 orang dengan HIV/AIDS menikah dan tidak menularkan penyakit tersebut kepada sang istri maupun anak.

CHAIRUNNISYA, Pontianak SEBUT saja namanya Merry. Waria berusia 35 tahun ini merupakan salah satu orang dengan HIV/AIDS

Hari Budiman/Rakyat Merdeka

PEKAN KONDOM: Dua petugas BKKBN memperagakan pemakaian kondom kepada peserta Pekan Kondom Nasional di FKUI, Jakarta.

(ODHA) di Kota Pontianak. Merry mengetahui dirinya terinfeksi HIV/AIDS sejak lima tahun lalu. Ketika itu, seseorang dari sebuah lembaga swadaya masyarakat berhasil membujuknya untuk memeriksakan diri. Hasilnya, ia dinyatakan positif HIV/AIDS. Namun, karena terhimpit kondisi ekonomi, Merry tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai pekerja seks. Minimal dalam dua pekan, ia selalu mangkal bersama teman-temannya mencari pria hidung belang. ”Pengguna jasa saya tidak hanya pria lajang. 20 persennya adalah pria beristri. Ada juga anak muda,” kata Merry kepada Pontianak Post di kediamannya kemarin. Ia menyadari bahwa dirinya bisa menularkan penyakit kepada orang lain. Terkadang, Merry meminta tamunya menggunakan kondom. ”Tetapi tidak semuanya mau menggunakan

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.