Pontianak Post
Senin, 2 Februari 2009 M / 6 Shafar 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Tiga Bulan untuk Amandemen Aturan Japung
SELEBRITI
Buka Warung Murah Adanya warung murah bagi kalangan tidak mampu dirasakan manfaatnya oleh artis cantik Titi DJ. Wanita yang telah menikah tiga kali itu pun berencana untuk membuat warung serupa di dekat rumahnya di kawasan Serpong, Banten. ”Saya tertarik dengan pembuatan warung ini. Bayangkan, yang seharusnya makanannya harganya Rp7 ribu dijual menjadi Rp4 ribu. Makanya saya berencana membuat seperti ini di dekat rumah juga,” kata Titi DJ saat ditemui di acara pembukaan Warung Murah di kawasan Kemandoran, Jakarta Selatan beberapa Titi DJ waktu lalu. Selain mencoba memberdayakan jajanan yang murah bagi masyarakat kelas bawah, bersama temannya u Ke Halaman 11 kolom 5
Rumah Tangga Presiden
IMLEK BERSAMA: Presiden SBY memberikan ucapan selamat pada perayaan Imlek 2560 di JCC, kemarin.
SBY: Penuhi Hak-hak Sipil Warga Tionghoa JAKARTA--Nuansa Nusantara benarbenar terasa dalam perayaan tahun baru Imlek 2560 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, kemarin. Selain barongsai, berbagai atraksi yang menggambarkan keberagaman Indonesia ditampilkan untuk menghibur undangan.
Antara lain, lawakan Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong), tari Banyuwangi, hingga tampilnya pesinden kondang asal Solo, Waljinah. Acara yang diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) itu juga dihadiri Presiden
Susilo BambangYudhoyono beserta istri dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Dalam sambutannya, presiden menyatakan kegembiraannya dengan kemajuan pesat terhadap pemenuhan hak-hak sipil warga Tionghoa.
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan batas waktu tiga bulan kepada Departemen Dalam Negeri untuk mengamandemen Peraturan Menteri Dalam Negeri No 32 tahun 2002 tentang jasa pungut. Hal ini diperlukan agar para pejabat tidak mendapatkan peluang menangguk aliran jasa pungut pajak daerah lagi. “Kami berharap sebelum waktu tiga bulan amandemen itu sudah rampung,” jelas Wakil Ketua KPK Haryono Umar, kemarin. Menurut dia, jasa pungut (japung) pajak daerah itu rata-rata diterimakan berkala setiap tiga bulan. Dengan asumsi itu, maka Maret nanti, sudah tidak ada japung yang mengalir ke kantong pejabat daerah lagi. Sehingga, yang mendapat jatah dana tersebut hanya para petugas pemungut pajak saja. Meski amandemen itu menjadi domain Mendagri, namun KPK sudah mendapat titik terang soal perubahan itu. ’’Depdagri sudah menyepakatinya. Ini juga demi usaha pemberantasan korupsi,” jelas Mantan Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu. Desakan itu juga untuk menangkal kebingungan di tingkat daerah soal boleh tidaknya penerimaan japung. “Kalau makin cepat, daerah juga tidak akan kebingungan,” tambahnya. KPK, kata Haryono, tengah mengidentifikasi pasal mana saja yang berpeluang munculnya korupsi dalam Permendagri itu. Setelah rampung, KPK
Solusi Cepat Cegah Aliran Dana ke Pejabat Daerah
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 5
Kalla Tinjau Padi di Bawah Gedung “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:58 15:20
18:02 19:14 04:34
TOKYO--Jepang selalu memiliki terobosan teknologi. Untuk mengatasi makin sempitnya lahan, para ilmuwan negara Sakura itu berhasil mengembangkan pertanian di bawah gedung (basement). Salah satunya yang terlihat gedung Otemachi-Nomura, Tokyo. Wartawan Jawa Pos Group Tomy Cahyo Gutomo melaporkan, bangunan 20 lantai di pojok kawasan pertokan elite Ginza itu, dari luar terlihat seperti gedung perkantoran
JPNN Photo
GUGAT: Khofifah memberikan keterangan pers mengenai rencana mengadu ke MK lagi.
Bantah Disebut Tak Siap Kalah
SOLO--Bencana banjir yang dipicu luapan air Bengawan Solo bergeser ke timur. Setelah mengisolasi daerah hulu, Kota Sragen dan sebagian Solo, mulai kemarin (1/1) luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu menyasar ke kotakota wilayah timur seperti Pati, Kudus, Demak, dan Blora di Jawa Tengah. Tarikan gravitasi juga
JAKARTA--Mantan calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap bertekat akan mengadu lagi ke Mahkamah Kosntitusi (MK). Rencananya, pengaduan tersebut dimasukkan hari ini (2/2). Khofifah menepis bahwa pelaporannya kembali tersebut menandakan, jika dirinya dianggap tidak siap kalah di Pilkada Jatim lalu. Justru sebaliknya, dia menuding, bahwa pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) lah yang tidak siap kalah. “Karena tidak siap kalah, mereka melakukan segala cara, menghalalkan segala cara, untuk memenangkan proses pencalonan itu,” tegasnya, saat menggelar konferensi pers, di Hotel Allson, Jakarta, kemarin (1/2). Menurut dia, pihak yang mengadu ke MK bukan berarti tidak siap kalah.
u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 1
Tomy Cahyo Gutomo/Jawa Pos
tanam padi: Padi tumbuh subur di bawah bangunan gedung di Jepang.
Jateng Surut, Jatim Mulai Banjir Luapan Bengawan Solo
36 Tahun Pontianak Post; Dari Tantangan Gubernur hingga Epaper
Inginkan Koran yang Benar-benar Dibutuhkan Masyarakat Hari ini Pontianak Post genap berusia 36 tahun. Tak banyak yang tahu perjuangan awal hadirnya Pontianak Post di Kalbar. Berikut penggalan wawancara dengan Komisaris Utama Pontianak Post sekaligus inisiator munculnya Pontianak Post, Tabrani Hadi.
Tabrani Hadi
Apa alasan munculnya Harian Akcaya di Kalimantan Barat? Berawal dari keinginan seorang Gubernur Kalbar, Kadarusno (almarhum), yang
PERUBAHAN: Koran Akcaya edisi tahun 1974. (Kanan) Pontianak Post melakukan perubahan tata wajah mengikuti trend koran masa kini.
menginginkan adanya surat kabar. Ketika itu media sudah ada, tetapi masih belum berfungsi sepenuhnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Gubernur ingin keberadaan surat kabar yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Adanya koran sebagai ”sarapan pagi”. Kemudian Pak Kadarusno memanggil saya sebagai Kepala Staf Bagian Humas. Beliau pun mengemukakan pendapatnya dan menantang saya apakah mampu mewujudkannya. Saya bilang, kalau Bapak serius, hal tersebut mungkin bisa diwujudkan. Akhirnya pada 2 Febuari 1973, terbitlah sebuah koran dengan nama Akcaya. u Ke Halaman 11 kolom 1
Mudjadi/Pontianak Post
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Jawa Pos Group Media