Pontianak Post Selasa, 3 Maret 2009 M / 6 Rabiul Awal 1430 H
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
SELEBRITAS
Gaya Para Pemimpin Krisis
Tunda Punya Anak
Obama Cium Ibu, Wen Chatting dengan Rakyat
REKAN kerja Tukul dalam acara Bukan Empat Mata, Vega Darwanti baru saja melangsungkan pernikahannya dengan seorang dokter Demasany Sanjaya setelah 2 tahun lebih pacaran. Vega Darwanti yang sering disebut Ngatini oleh Tukul Arwana itu bersedia menjadi istri pria pujaannya, Dema. Dema menyerahkan seperangkat alat shalat dan uang tunai senilai Rp. 1.032.009 dan sepasang cincin kawin sebagai mas kawinnya. Seusai menikah, Vega dan suaminya, Dema akan melangsungVega Darwanti kan bulan madu ke Pulau Dewata, Bali. Mengapa mereka memilih Bali?, Lantaran Vega mendapat pekerjaan di Pulau Dewata itu. “Bulan madu di Bali sekalian kerja,” ujarnya sebelum akad nikah di Masjid At-Tiin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur (1/3). Ke Halaman 8 kolom 6
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:56 15:08
18:01 19:09 04:36
Di masa krisis berat seperti ini, para pemimpin dunia kelihatannya melakukan komunikasi langsung dengan rakyatnya melebihi dari yang sudah-sudah. Presiden Obama dan Perdana Menteri Wen Jiabao dua contoh yang amat menarik.
O l e h
Dahlan Iskan
KETIKA Senat Amerika Serikat memperdebatkan setuju atau tidak atas langkah-langkah presiden baru itu, Obama berdialog langsung dengan rakyat di beberapa kota yang paling terkena krisis. Kemarin lusa, pemimpin dari negara komunis yang biasanya sangat tertutup pun, chatting langsung dengan jutaan netter-nya selama dua jam lebih. Ketika para wakil rakyat kelihatan keberatan untuk menyetujui usaha
mengatasi krisis, Obama seakan membuat sidang tandingan. Meski sudah menjadi presiden, pidato Obama saat itu persis ketika masih jadi calon presiden: santai sekali seperti tidak ada beban. Bahkan, di sela-sela pidato, sesekali dia mengambil minum sendiri. Bukan dari gelas yang sudah tersedia di atas podium, tapi dari botol yang dia taruh di lantai dekat podium. Seorang presiden AS melakukan itu. Tanpa moderator dia juga langsung
melakukan tanya jawab dengan yang hadir di gedung itu. Ketika ada seorang wanita yang mengeluhkan nasibnya di saat krisis ini, dia datangi wanita itu. Dia cium, dia bisikkan kata-kata yang memberi harapan. Sama sekali tidak menggambarkan prosedur, tata cara, dan security seorang presiden. Cara demikian dia perlukan karena dia harus bersaing langsung dengan wakil rakyat. Sidang di senat (wakil rakyat) Ke Halaman 8 kolom 1
Malaysia 30 Kali Langgar Batas Pangdam Rekomendasikan Badan Otorita JAKARTA--Pelanggaran terhadap batas wilayah kedaulatan RI masih marak terjadi. Pelakunya paling banyak dilakukan aparat negeri tetangga, Malaysia. Bahkan, kendati nota protes dan forum bersama antarnegara berbatasan langsung sudah dilakukan, tetap saja bandel. Catatatan Kementrian Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) menunjukkan, Provinsi Kalimantan Timur merupakan daerah yang paling sering dilanggar oleh negara lain.
Trans-Kalimantan Rampung 2010
“Pelanggaran perbatasan perairan di Kalimantan Timur dan seputar Laut Sulawesi telah terjadi 21 kali pelanggaran oleh kapal perang Malaysia dan enam kali oleh kapal polisi maritim Malaysia. Perairan lainnya ada tiga kali pelanggaran,” terang Menko Polhukam Widodo AS di rapat kerja (raker) Komisi I DPR RI kemarin. Begitu pula pada pelanggaran wilayah udara. Selama 2008, kata Widodo, telah terjadi 16 kali pelanggaran di Kaltim. Wilayah udara lainnya antara lain tiga kali di Papua, dua kali di wilayah Selat Malaka, dan tujuh kali di wilayah-wilayah lain di Indonesia.
PONTIANAK—Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menargetkan pembangunan trans-Kalimantan bisa diselesaikan 2010. Ini meliputi jalan Trans-Kalimantan poros Selatan, Tengah dan Utara. Untuk pembangunan jalan poros Selatan, menurutnya sudah hampir selesai. Ke Halaman 11 kolom 5
Ke Halaman 11 kolom 1
Mudjadi/Pontianak Post
MULUS: Simpang Ambawang-Pontianak-Tayan, Jalan Trans Kalimantan tahun kemarin telah rampung dikerjakan.
Mahasiswa WNI Tikam Profesor Singapura
Mantan Gubernur Jabar Terdakwa Korupsi Sidang Perdana Tipikor, Terancam Seumur Hidup JAKARTA – Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan mulai kemarin duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor (tindak pidana korupsi). Pria 63 tahun itu diduga melakukan korupsi dalam berbagai proyek pengadaan yang merugikan negara puluhan miliar rupiah. Pria yang pernah menjadi orang nomor satu di Jawa Barat
(Jabar) itu pun terancam pidana badan seumur hidup. Dalam sidang tersebut, Danny tak sendiri. Di sebelahnya duduk dua terdakwa, yang dulu mantan bawahannya. Mereka adalah mantan Kabiro Perlengkapan Setda Wahyu Kurnia dan mantan Kabiro Perlengkapan dan Pengendalian Program Ijuddin Budhyana. Danny terlihat lesu saat mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan bergantian oleh JPU (jaksa penuntut Ke Halaman 11 kolom 5
TERDAKWA: Danny Setiawan.
SINGAPURA – Mahasiswa teknik elektro asal Indonesia menjadi berita utama seluruh media di Singapura kemarin (2/3). Mahasiswa bernama David Hartanto Widjaya, 22, itu diduga kuat menusuk Profesor Chan Kap Luk, 40, dosen pembimbing skripsinya di Nanyang Technological Uni-
versity (NTU) Singapura. Mengutip Channel NewsAsia, setelah beraksi nekat, David tewas karena bunuh diri. Sang dosen mengalami luka parah dan kini dirawat National University Hospital. Kekerasan berdarah di universitas itu menggemparkan Ke Halaman 11 kolom 5
Theresia Mastai; Kapolsek yang Menyamar di Klinik Aborsi Ibu Kota
Terbongkar setelah Dokter Pergoki sang Bunda Theresia Terungkapnya praktik aborsi di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, tak lepas dari peran Theresia Mastai. Berkat keberanian penyamaran wanita yang juga Kapolsek Johar Baru itu, praktik yang telah berlangsung sepuluh tahun dan dijaga rapi tersebut akhirnya terbongkar.
FELANANS, Jakarta SAAT lepas dari seragam, Theresia Mastai tidak berbeda dengan ibu-ibu biasa. Saat meninjau tempat kejadian perkara (TKP) klinik aborsi di Jl Percetakan Negara II, Blok A Nomor 10, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2) malam, wanita itu tampak santai dengan celana jins, kaus kuning,
Felanans/Jawa Pos
MENYAMAR: Theresia Mastai saat meninjau TKP klinik aborsi di Jl Percetakan Negara II, Blok A Nomor 10, Johar Baru, Jakarta Pusat, kemarin.
serta syal berwarna ungu yang melingkar di leher. Saat sedang turun ke lapangan seperti itu, Theresia memang tidak menampakkan kesan sebagai Kapolsek berpangkat komisaris polisi (setara mayor di TNI). Namun, melihat bagaimana gaya dia mengomando bawahannya, ditambah jas kulit berwarna hitam ala intelijen, barulah warga tahu wanita berambut pendek itu punya posisi di kepolisian. Pengungkapan klinik aborsi di Johar Baru yang di TKP ditemukan kuburan diduga berisi ribuan janin itu termasuk prestasi besar. Namun, bagi Theresia yang pernah bergabung di Badan Narkotika Nasional (BNN) serta reserse narkoba Polda Metro Jaya, praktik penyamaran seperti itu adalah hal biasa. Menurut Theresia, dia mendapat informasi awal tentang TKP itu dari masyarakat. Namun, sebagai petugas dia tak boleh gegabah bertindak. Dia harus melakukan pengamatan yang cermat. Lantas, apa yang mendasarinya melakukan penyamaran di tempat yang di tembok depannya disamarkan sebagai Klinik
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media