38 XPSME!DVQ
Pontianak Post
Senin 3 Mei 2010 M / 19 Jumadil Awal 1431 H
SELEBRITAS
Lebih Suka Ubi MENJAGA tubuh yang ideal bukan masalah bagi Farah Quinn. Meski seorang chef andal yang doyan makan, ibu satu anak tersebut masih bisa memiliki tubuh ramping. Rahasianya, perempuan berdarah Palembang itu ternyata membatasi konsumsi karbohidrat, terutama nasi. “Kami sekeluarga memang jarang makan nasi. Kami selalu ganti-ganti sumber karbohidrat,” ungkap Farah. Dia beralasan bahwa nasi merupakan sumber kalori yang sangat besar. Jadi, untuk menghindari kelebihan bobot badan, wanita yang mendirikan Restoran Camus di Phoenix, Farah Quinn Arizona, Amerika Serikat, itu menggantinya dengan roti, pizza, pasta, kentang, maupun ubi.
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T
Penyelundupan Sabu Senilai Rp6 M Digagalkan ENTIKONG--Petugas Bea Cukai Pos Pelayanan Lintas Batas (PPLB) Entikong berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 4 Kg atau senilai Rp6 miliar dari Sarawak, Malaysia ke Pontianak, Kalbar pada Minggu (2/5) pukul 09.00 WIB. Barang bukti berupa kristal sabu dan tersangka Erita Elisabet (36) kini diamankan. Badan Narkotika Nasional (BNN) melansir harga pasaran sabu kristal saat ini Rp1,5 juta per gram. Petugas Bea Cukai Entikong Dudung menjelaskan pengungkapan penyelundupan sabu ini berawal dari pemeriksaan rutin terhadap barang bawan penumpang bus antarnegara. Pada saat itu situasi cukup ramai. Ke Halaman 7 kolom 5
$JXV $O¿DQ .DSXDV 3RVW
DIAMANKAN: Tersangka Erita Elisabet pemilik sabu.
Ke Halaman 7 kolom 5
$JXV $O¿DQ .DSXDV 3RVW
SABU: Petugas Bea Cukai Entikong memperlihatkan barang di dalam tas yang mencurigakan. Hasil pemeriksaan terungkap sabu kristal seberat 4 Kg.
Usut Tuntas Jenderal Pemilik Rekening Rp95 M
MUNAS PERADI
Otto Terpilih Aklamasi PONTIANAK--Otto Hasibuan terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPN Perhimpunan Advokat Indonesia, lima tahun kedepan. Pemilihan di Function Hall I Hotel Kapuas Pontianak, Sabtu (1/5), harusnya berjalan dua putaran. Awalnya dari sembilan calon ketua umum, nama Otto Hasibuan dan Deny Kailimang berada pada peringkat I dan II, masingmasing 50 dan 16 suara. Tapi, putaran kedua tidak dapat dilaksanakan karena Otto Hasibuan Deny Kailimang mundur dari bursa pencalonan. Sehingga Otto Hasibuan terpilih secara aklamasi. “Semoga organisasi Peradi ini lebih baik kedepannya,” ujar Deny Kailimang usai pembacaan hasil pemilihan ketua baru. Ditambahkan Deny, ia sadar, jika proses pemilihan diteruskan bisa memicu perpecahan dalam tubuh Peradi. Ia tidak menginginkan itu terjadi. Ke Halaman 7 kolom 5
Kompolnas Duga Termasuk Seribu Rekening Bermasalah Shando Safela/Pontianak Post
MTV EXIT: Agnes Monica, artis multi talent saat beraksi didepan ribuan penggemarnya pada konser musik MTV Exit tadi malam di Alun-alun Kapuas.
Stop Perdagangan Manusia Konser MTV Exit Dijejali Penonton PONTIANAK--Puluhan ribu masyarakat Kota Pontianak memeriahkan konser anti trafficking, Minggu (2/5) malam.
Pontianak menjadi kota pertama dipilih MTV Exit dalam mengampanyekan stop perdagangan manusia. Konser didukung artis ibu kota Agnes Monica dan Hijau Daun, serta group band lokal. Hijau Daun yang baru kali pertama Ke Halaman 7 kolom 1
JAKARTA – Dugaan tentang duit mencurigakan Rp 95 miliar dalam rekening milik jenderal bintang dua terus menggelinding. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) setuju untuk membongkar dugaan soal rekening tidak wajar milik perwira tinggi Polri itu. Sekretaris Kompolnas Adnan Pandu Praja menduga rekening jenderal polisi itu merupakan salah satu di antara seribu rekening yang dinyatakan bermasalah oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). ’’Bisa jadi, dia (pemilik rekening, Red) adalah salah satu dari mereka. Itu sangat mungkin,’’ kata Adnan saat dihubungi
kemarin (2/5). Alasannya, kurun waktu penerimaan duit itu cocok dengan data yang dilansir PPATK. Saat itu lembaga yang dipimpin Yunus Husein tersebut menyebut bahwa seribu rekening bermasalah itu dikumpulkan sejak 2003 hingga sekarang. Nah, Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan bahwa transaksi duit mencurigakan dalam rekening jenderal polisi itu berlangsung pada 2005–2008. Sebelumnya, peneliti divisi investigasi ICW Tama Satrya Langkun membeber, seorang jenderal bintang dua (inspektur jenderal atau irjen polisi) diduga punya rekening mencurigakan Rp 95 milliar. Dana itu dipisah dalam dua rekening berbeda masing-masing Rp 47 miliar dan Rp 48 miliar. ’’Ada yang dimasukkan rekening anaknya,’’ kata Tama. Menurut Adnan, seribu rekening Ke Halaman 7 kolom 1
Menjenguk Bimo, Balita 1,5 Tahun yang Diasuh Ayah-Ibu di Penjara 11:42 15:02 17:46 18:56 04:19
Kalapas Anggap Anak Sendiri, Punya Banyak Om dan Tante Sejak umur 3 bulan hingga 1,5 tahun, Bimo Putro tinggal di penjara. Itu terjadi karena dua orang tuanya juga berada di sana untuk menjalani hukuman karena terlibat kasus penipuan. Bagaimana balita itu menjalani kehidupan di balik jeruji besi.
TRI MUJOKO BAYUAJI, Sleman BALITA 1,5 tahun tersebut terlihat sedang bermain-main di sebuah ruangan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Cebongan, Sleman, Jogjakarta. Ruangan itu biasanya digunakan para napi untuk menerima tamu-tamu.
Yogi Isti/Radar Djogja
ANAK PENJARA: Bimo Putro, 1,5 tahun bersama kedua orang tuanya, Widaya dan Herlina Tyas di Lapas Cebongan, Sleman, Jogjakarta.
Sesekali, Bimo Putro, nama balita tersebut, berteriak-teriak. Dia bertubuh gemuk dan pipinya tembem. Siang itu, dia didampingi seorang pemuda yang mengenakan seragam napi. “Mamaaa...,” teriak Bimo kepada seorang wanita yang duduk di sebelahnya. Wanita itu, Herlina Tyas, 39, tak lain adalah ibu kandung Bimo. Dengan penuh kasih sayang Herlina memeluk anaknya. “Iya sayang... yang pinter ya...,” katanya. Duduk di sebelah Herlina sang suami, Widaya Hadi Sanyata, 44. Jika Bimo sampai berada di Lapas Cebongan sejak lahir, itu terjadi karena dua orang tuanya harus mendekam di sana untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang mereka lakukan. Widya menceritakan, Bimo seharusnya lahir pada Januari 2009. Namun, ketika usia kandungan baru masuk tujuh bulan, istrinya sudah mengeluh seperti akan melahirkan.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media