Pontianak Post Senin 3 Agustus 2009 M / 12 Syaban 1430 H
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
Eceran Rp. 2.500
Ana-Ani; Kembar Siam Dempet Kepala Pertama di Indonesia
Hidup Normal, Berprestasi di Kampus
DEMPET: Yuliana dan Yuliani sebelum menjalani operasi pemisahan.
Dua puluh dua tahun lalu, untuk yang pertama di Indonesia, dua bayi kembar dempet kepala bisa dipisahkan. Kini, mereka sudah beranjak dewasa dan tergolong berprestasi di kampusnya. Inilah kisah mereka yang penuh liku.
SELEBRITAS
Pindah ke Panggung Baru JELANG dilantik menjadi anggota DPR, Tantowi Yahya menyiapkan konser tunggal pada 14 Agustus mendatang. Semacam konser perpisahan dengan dunia yang dia tekuni selama ini, yaitu hiburan, lalu masuk ke panggung politik. Disebut konser perpisahan karena Tantowi segera fokus pada panggung barunya. Meski menyatakan akan total berpolitik, dia tak bisa pisah seratus persen dengan dunia hiburan yang membesarkannya. Tantowi Yahya ”Memang, saya akan konsentrasi penuh pada politik. Tapi, jujur saja, panggung hiburan telah menjadi bagian hidup saya,” ucapnya kemarin (2/8). Kenapa konser Celebrating 20Years of Success yang menandai peralihan karirnya itu diadakan di Surabaya? ”Kota ini sudah seperti tempat tinggal saya. Bayangkan, hampir setiap minggu saya ke Surabaya untuk berbagai pertunjukan dan menjadi MC,” ujarnya. Ke Halaman 11 kolom 5
JUMAT (31/7) lalu adalah hari ulang tahun Pristian Yuliana dan Pristian Yuliani, dua saudara kembar yang ketika lahir dalam kondisi dempet kepala (craniopagus). Anak pasangan Tularji-Hartini itu lahir di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 1987. Kondisi Ana dan Ani (panggilan akrab untuk Yuliana dan Ke Halaman 11 kolom 1
DEWASA: Prof Kamardi Talut dan istri bersama Yuliana dan Yuliani di Padang.
PADANG EKSPRES
Hanya 16 Kursi DPR Berubah KPU Tunggu Putusan Mahkamah Konstitusi JAKARTA--Komposisi caleg terpilih DPR sesudah pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA) tidak banyak berubah. Sesuai dengan hasil pleno, KPU tidak melaksanakan putusan MA tentang perolehan kursi tahap II untuk DPR, tetapi
melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal revisi tata cara penghitungan tahap III. ”Hanya ada dua penyebab perubahan caleg terpilih (DPR), yaitu pelaksanaan putusan MK dan hasil pemungutan atau penghitungan ulang di berbagai daerah,” tegas anggota KPU sekaligus Ketua Pokja Penetapan dan Rekapitulasi Hasil Pemilu Andi Nurpati di Kantor KPU, Jakarta, kemarin (2/8).
Putusan MK kelak mungkin hanya mengubah 16 caleg terpilih di antara total 560 caleg DPR. Itu jelas berbeda dari konsekuensi pelaksanaan putusan MA yang berpotensi mengubah komposisi caleg di seluruh tingkatan. Menurut Andi, dengan hasil pleno, KPU akan tetap melaksanakan putusan MK berdasar Peraturan KPU 15/2009. Meskipun MA telah membatalkan beberapa pasal di peraturan tersebut melalui sejumlah
putusannya, langkah KPU itu tidak menjadi halangan. Sebab, putusan MA baru berlaku pada 22 Oktober mendatang atau 90 hari sejak KPU menerima salinan putusannya pada 22 Juli lalu. Ketentuan tersebut merujuk pasal 8 Peraturan MA 1/2004. ”Putusan itu pun tidak berlaku surut. Artinya, saat 22 Oktober dieksekusi, itu tidak akan mengubah apa yang sudah ditetapkan sebelumnya,” jelas Andi. Ke Halaman 11 kolom 5
JATUH: Prototype pesawat komersil twin otter milik maskapi penerbangan Merpati yang jatuh di Terpones, batas wilayah antara Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang.
15 Menit Take Off, Twin Otter Merpati Jatuh
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:51 15:13
17:55 19:06 04:27
JAYAPURA--Dunia penerbangan di Papua kembali mengalami musibah. Kali ini pesawat komersil jenis twin otter milik maskapi penerbangan Merpati dengan nomor penerbangan MZ 9760D dan nomor lambung PK-NVC. Pesawat itu hilang dari Bandara Sentani saat menuju Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang. Kemungkinan besar pesawat jatuh.
Pesawat naas tersebut hilang kontak (lost kontak) 15 menit setelah lepas landas dari Bandara Sentani. Pesawat berbadan kecil tersebut berangkat pukul 10.28 WIT dengan membawa 15 orang terdiri atas 12 penumpang (dua diantarnya bayi) dan 3 crew. Dengan jam berangkat 10.28, dalam kondisi normal, pesawat harusnya
mendarat pukul 11.05 WIT atau hanya membutuhkan waktu 1 jam 04 menit. “Memang kami dapat informasi beberapa menit setelah take off dari Bandara Sentani, petugas melapor pesawat hilang kontak,” ujar Kepala Bidang Keselamatan Penerbangan Bandara Sentani, Suparno S.Sos, MM di kantornya kemarin. “Seharusnya pesawat sudah tiba pukul 11.05 WIT. Tapi
Kreativitas Bebas Tak Berbatas JEMBER--Fenomena yang terjadi di dunia tergambar apik dalam Jember Fashion Carnaval (JFC) Ke-8 yang dilaksanakan kemarin (2/8). Tampilan kreativitas seolah bebas dan tak berbatas. Ekstrem, unik, dan ekspresif. Itu tergambar jelas dari properti yang digunakan sebagai bahan rancangan. Mulai botol infus, jemuran pakaian, layang-layang, seruling, sampai bumbu dapur seperti kunyit dan jahe, semua dirajut menjadi busana elegan. Dynand Fariz, president of JFC, mengatakan bahwa tahun ini JFC mengusung tema World Unity yang berarti satukan dan Ke Halaman 11 kolom 5
hingga kini kami belum mendapat kabar,” sambung Suparno. Pesawat ini hilang kontak pada 53 Nautical Mile (NM) menuju Bandara Oksibil. Menurut Suparno setelah kabar tersebut diterima, pihaknya melalui petugas tower bandara terus melakukan kordinasi dengan bandara lainnya. Namun hingga Ke Halaman 11 kolom 5
Pakai CDI, Deteksi Jaringan Noordin TEROR
JAKARTA Tim investigasi kasus bom JW Marriott dan RitzCarlton tak kenal hari libur. Apalagi, korps baju cokelat itu sedang diburu waktu untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Untuk mempercepat kerja, mereka menangkap satu per satu orang-orang yang dicurigai terlibat dalam teror bom itu.
B
’’Tidak ditangkap serentak. Yang sudah terpantau langsung diamankan dan diperiksa, orang per orang,’’ ujar seorang perwira yang ikut menangani perburuan jaringan yang terlibat teror itu kemarin. Dia menyatakan tak bisa menjelaskan secara detail siapa saja
JAKARTA
Boy Slamet/Jawa Pos
UNIK: Salah satu peserta Jember Fashion Carnaval (JFC) Ke-8, kemarin.
Ke Halaman 11 kolom 1
Akhmad Rifai; Peneliti Bom di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Terobsesi Bom Asap Hitam untuk Kejar Penjahat Sejak peritiwa peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, 17 Juli lalu, Akhmad Rifai kerap dicari wartawan. Bukan karena dia menjadi saksi mata, melainkan memiliki keahlian dan pengetahuan luas soal bom. Siapa dia?
ANGGIT SATRIYO, Jakarta SAAT ini Rifai tercatat sebagai satu-satunya peneliti bom yang dimiliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). ”Sejak kejadian itu (bom di Mar-
Muhammad Ali/Jawa Pos
PAKAR BOM: Ahmad Rifa’i saat ditemui di kantornya, kemarin.
riott dan Ritz-Carlton, Red) banyak wartawan mencari saya. Mereka ingin tahu jenis bom yang meledak di dua hotel itu,” ujar Rifai di kantornya. Saat ini pria 50 tahun itu tergabung sebagai peneliti di Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT. Dia berkantor di gedung BPPT lantai 9, satu ruang dengan peneliti panser dan peneliti teknologi informasi pertahanan. Rifai mulai bergabung dengan lembaga yang pernah dibesarkan B.J. Habibie saat menjabat menteri riset dan teknologi (Menristek) tersebut pada 1985. Itu setelah dia tamat kuliah dari Jurusan Teknik Kimia ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya. Dua tahun berselang, Rifai berkesempatan memperdalam ilmu pertahanan di Technical University of Berlin, Jerman. Ilmu yang dipelajari lebih spesifik lagi, yakni soal bom.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 8 kolom 1
Jawa Pos Group Media