67
Pontianak Post
���������
Minggu 4 April 2010 M / 19 Rabiul Akhir 1431 H
GROW WITH CHARACTER
Marketing is a Noun, Marketing is a Verb BUKU kedua saya bersama Philip Kotler berjudul Sustainable Market-ing Enterprise in Asia. Disini saya menyempurnakan lagi Model Marketing Plus 2000, walaupun dasarnya sama. Ini merupakan versi ketiga,karena versi keduanya ada di RepositioningAsia. Diversi ketiga ini,saya sudah “bicara” tentang sebuah Marketing Company. Jadi Marketing benar benar bukan sebagai fungsi yang paling penting saja. Tapi Hermawan Kartajaya Marketing sebagai “jiwa” dari perusahaan tersebut. Nah kalau Marketing sudah “merasuk” kedalam jiwa perusahaan yang terlihat pada sikap dan perilaku
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Dua Jenderal Polisi Bersalah Selidiki Oknum Atasan Edmond-Radja
JAKARTA--Kasus mafia pajak yang sedang bergulir dengan aktor utama Gayus Tambunan, membuat karir emas dua jendral polisi, Brigjen Edmond Ilyas dan Brigjen Radja Erizman berada di ujung tanduk. Mereka dinyatakan bersalah dalam pelanggaran kode etik. Ini adalah hasil dari pemer-
u Ke Halaman 11 kolom 1
NASIONAL
Eceran Rp. 2.500
Radja Erizman
iksaan maraton yang dilakukan penyidik dari Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Baik Edmond maupun Radja terindikasi menyalahgunakan wewenang mereka saat menjabat sebagai Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim. “Dari catatan Divisi Propam tadi, secara umum ada prosedurprosedur yang tidak dilaksanankan sebagaimana mestinya. Kemudian kapasitas sebagai penyidik yang seharusnya melakukan penyidikan u Ke Halaman 11 kolom 1
JAM Was Periksa Lima Jaksa
Thomas Kukuh/Jawa Pos
MELAYAT: Menkokesra Agung Laksono memberikan penghormatan terakhir kepada William Soeryadjaya di rumah duka RSPAD, kemarin (3/4).
Pendiri PT Astra Internasional Tutup Usia JAKARTA--Dunia usaha Indonesia berduka. Tokoh pengusaha nasional pendiri PT Astra Internasional Inc William Soeryadjaya meninggal dunia Jumat (2/3) malam. Setelah dirawat sejak 10 Maret lalu di RS Medistra karena mengalami gangguan kesehatan di bagian lambungnya, sekitar pukul 22.45, William menghembuskan nafas terakhirnya.
Muhammad Ali/Jawa Pos
JAKARTA--Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyikapi hasil pemeriksaan tim eksaminasi terkait penanganan jaksa terhadap perkara Gayus Tambunan. Senin (5/4) besok, rencananya, tim mu-
lai memeriksa jaksa-jaksa yang terlibat dalam penanganan perkara itu. “Senin bidang pengawasan sudah mulai melakukan pemeriksaan (jaksa),” kata Kapuspenkum Kejagung u Ke Halaman 11 kolom 5
DIPERIKSA: Cirus Sinaga, Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Ika Safitri memberikan keterangan pers membantah keterlibatan dalam kasus Gayus Tambunan.
Waspadai Sanksi Hukum Internasional
u Ke Halaman 11 kolom 5
Perdagangan Karbon Jangan Orientasi Ekonomi Semata
11:49 14:56 17:53 19:01 04:28
SENYoM SIMPOL
Super Nakal
SEKARANG memang Pendi Juling udah kawet dengan si Pat. Tapi dolok. Waktu maseh bujang. Bukan maen nakalnye si Pendi Juling. Sakeng nakalnye, banyak orang yang mabok dibikinnye. Siape jak. Jangankan Wak Letuk, abahnye. Pak mude Pak mudenye, semuenye dibikin neng neng ket (pening-pening siket) same putra kesayangan Wak Letuk nih. Udah seringkali diingatkan, tapi dasar budak tu “Toing” Minhard jawak, orang ngomong baet-baet eh malah diketawakkannye. Setaon lalu, Wak Letuk beli motor. Bukak bungkos. Ini pon memang pesanannye si Pendi jaoh-jaoh hari. Pokoknye kalau Abah Letuk tadak maok mbelikkannye, Pendi tak maok sekolah. Pokoknye tadak sekali-sekali. Jangankan pegi sekolah, ngeliat kawannye pegi sekolah, si Pendi tadak terimak. Ditareknye itu kawan, kemudian dipakse bukak bajuk seragamnye. Habes itu budak tu disurohnye balek. Meraong-raong lah budak tu nanges. u Ke Halaman 11 kolom 5
terbang pada Kamis (1/4) menumpang pesawat Thai Airways TG 433 dengan rute Bangkok-Jakarta. Dia menyembunyikan peket ketamine dalam kemasan plastik di dinding karton, lalu dicampur dengan barang dagangan berupa kain sari
PONTIANAK--Semangat perjanjian kerja sama perdagangan karbon yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sambas dengan Carbon Strategic-Australia seharusnya tidak hanya berorientasikan kepada kompensasi ekonomi semata. Namun perjanjian tersebut hendaknya lebih mengutamakan upaya pemerintah daerah mengurangi dampak perubahan iklim. Demikian disampaikan Deman Huri Gustira, Direktur Eksekutif LPSAIR, Sabtu (3/4), yang saat ini sedang menjalankan program kampanye mitigasi perubahan iklim dan reducing emissions from deforestation and
u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 1
Irawan A/Tangsel Pos
TERSANGKA: Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan. Tiga warga negara asing diamankan dengan barang bukti Ketamine 4950 gram dan Sabu-sabu 2600 gram dengan estimasi total nilai barang Rp8,85 miliar.
Lagi, WNA Selundupkan Sabu TANGERANG--Warga negara asing (WNA) seperti tak pernah jera menyelundupkan barang terlarang meski berkali-kali tertangkap tangan. Kali ini dua warga Iran dan satu warga India ditangkap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Dari tangan ketiga tersangka, petugas menyita 2.600 gram sabu-sabu dan 4.950 gram ketamine. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai SoekarnoHatta Baduri Wijayanta menyatakan, warga India bernama Rana Krisna Sahkaranayan, 49, itu
Deman Huri Gustira
Kalau mekanisme komplen tidak dibangun bisa beresiko. Dapat mengancam kedaulatan negara. Analoginya, kita punya hutan, tapi masyarakat dan negara tidak bisa mengakses karena dilindungi perjanjian kerjasama.
Nasib Petani Kelapa di Pemangkat Setelah Artona Semakin Mengganas
Tak Ada Kepedulian Pemerintah, Inisiatif Semprotkan Air Garam Serangan hama Artona Cathocantha pada kebun kelapa rakyat di Kecamatan Pemangkat semakin luas. Petani tak berdaya mengatasinya. Berbagai upaya telah dilakukan. Namun mereka tak pasrah, eksperimen pembasmian hama dilakukan. Mulai dari pengasapan sampai penyemprotan air garam. Dimana kepedulian pemerintah?
HENDY ERWINDI, Pemangkat
Hendy/Pontianak Post
BASMI HAMA: Petani kelapa menyemprotkan air garam untuk mengatasi serangan hama Artona Cathocantha yang memakan daun kelapa.
SEJAK siang hingga sore Pemangkat diguyur hujan, Sabtu (3/4). Di tengah kebun kelapa, lelaki bertubuh kurus berteduh di gubuk beratap daun nipah. Kepalanya mendongah, menerawang menembus pelepah kelapa yang mulai menguning. Sebentar-sebentar menoleh, menerawang lagi. “Gila, hanya sebentar kebun kelapa saya habis dimakan ulat,” ucap Bong Kin, petani kelapa di Sebangkau, Pemangkat, Sambas. Hujan deras berubah rintik. Tak menunggu reda, Bong Kin bergegas. Merenggut alat penyemprot pestisida lantas menyemprot daun kelapanya. “Ini yang bisa saya lakukan. Hanya pakai air garam, coba-coba saja dari pada pasrah,” tuturnya. Sejak sebulan terakhir, ratusan bahkan seribu hektar kelapa di Pemangkat terserang hama artona cathocantha. Hanya hitungan hari pohon kelapa menguning, kemudian cokelat, lalu kering.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 5
Jawa Pos Group Media