Pontianak Post
Jumat 4 September 2009 M / 14 Ramadhan 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Gempa Besar Mengancam Korban Tewas 59 Orang
MUTIARA RAMADHAN
JAKARTA – Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) yang mengguncang Pulau Jawa, Rabu (2/9), diprediksi masih akan terjadi lagi. Meski rentetan gempa susulan sampai saat ini berskala kecil, sangat mungkin gempa yang lebih besar mengancam. Hal itu mengacu pada hasil analisis episentrum gempa yang berjarak tidak jauh dari titik gempa Pangandaran pada 17 Juli 2006. ’’Bisa juga gempa tersebut mengusik u Ke Halaman 11 kolom 1
Saatnya Berzakat lewat Amilin MENUNAIKAN zakat maal kepada amilin kini semakin tinggi, pada tingkat nasional, tahun 2002 akumulasi zakat terhimpun dari mayoritas Organisasi Pengelola Zakat/ OPZ, yaitu (BAZ dan LAZ) baru Rp 68,4 Milyar. Tahun 2008 tumbuh drastis menjadi Rp 930 Milyar dan tahun 2009 diprediksi mencapai Rp. 1 atau 1,2 Trilyun (Irfan Syauqi Beik: 2009). Fenomena tersebut juga terjadi di tingkat daerah, termasuk KalimanViryan Azis tan Barat. Akumulasi dana Ketua Forum Zakat Kalbar terhimpun dari BAZ dan LAZ (BAZ Prov. Kalbar, Dompet Ummat Kalbar, TPU Al-Mumtaz Kalbar, Labinas, LAZ Muhammadiyah) dalam dua tahun terakhir menunjukkan akumulasi dana terhimpun meningkat. Perubahan perilaku masyarakat muslim ini terjadi sebagai dampak dari edukasi secara terus menerus dari OPZ yang diiringi dengan pengembangan kapasitas lembaga yang amanah dan profesional dalam bekerja. Diharapkan bila kesadaran berzakat lewat amilin terus berkembang, akan mewujudkan visi zakat, yaitu merubah mustahik menjadi muzakki.
Usep Saeffulloh/Radar Tasikmalaya
PILIH TIDUR DI KEBUN: Warga di beberapa RT di Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, belum mau tidur di dalam rumah. Sebab, mereka takut ada gempa susulan.
Trauma, Tidur & Sahur di Sawah AFP Photo
JASAD BAYI: Anggota TNI menemukan jasad bayi dari rerutuhan tanah longsor di Desa Cikangkareng, Cibinong. Longsor akibat gempa ini dilaporkan 15 warga tewas.
KORBAN gempa di kaki Gunung Hanafi, Cianjur, terus bertambah. Kemarin dilaporkan 15 orang ditemukan tewas karena tertimbun tanah longsor sesaat setelah gempa terjadi pukul 15.00, Rabu (2/9). Sekitar 40 warga Desa Cikangkareng, Cibinong, masih dinyatakan hilang. u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 1
04-9
04:13 04:23 11:44 14:56 17:48 18:57
05-9
04:13 04:23 11:44 14:56 17:48 18:56
Menonaktifkan Virus Influenza Tipe A (H1N1) Pembangunan dan Mengurangi 90% Aktivitas Virus Mematikan Jembatan Tayan Prioritas Nasional
Indonesia merupakan salah satu negara terpolusi, sedangkan Jakarta merupakan kota ketiga yang terburuk tingkat polusinya di dunia menurut standar WHO. Berbagai macam penyakit dapat disebabkan oleh udara yang kotor seperti TBC, alergi sampai influenza. SHARP sebagai perusahaan yang sangat peduli lingkungan dan kesehatan telah mengembangkan teknologi yang mampu mengatasi masalah ini.
SHARP telah mengembangkan teknologi Plasmacluster dengan konsentrasi ion tinggi yang mampu mempercepat pemurnian udara di ruangan. Ion Plasmacluster akan menonaktifkan mikroba di udara seperti virus dan bakteri, penyebab alergi seperti debu rumah, serta sangat efektif dalam menghilangkan baubau tidak sedap seperti bau asap rokok, bau binatang peliharaan, bau sampah, u Ke Halaman 11 kolom 1
SERTIFIKAT: President Director PT Sharp Electronics Indonesia Mr Fumihiro Irie menerima sertifikat dari Prof Samsuridjal, Manager Deputy of Ventura Research, University of Indonesia.
PONTIANAK—Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, memastikan pembangunan Jembatan Tayan yang menjadi penghubung jalan TransKalimantan Poros Selatan pasti akan dibangun. Soalnya, rencana tersebut sudah termasuk dalam program prioritas nasional. Begitu pula dengan penyelesaian pembangunan jalan Trans-Kalimantan, Joko Kirmanto pembangunan jalan akses perbatasan dan paralel perbatasan. Khusus untuk jembatan Tayan, kata Joko, saat ini pemerintah pusat sedang mencari dana u Ke Halaman 11 kolom 1
Ramadhan di Negeri Mullah; Merasakan Indahnya Perbedaan dalam Beragama
Tumpukan Uang Setengah Meter Kelilingi Makam Imam Ketujuh Lebih dari sepekan sejak awal Ramadhan, guru besar Institut Agama Islam Negeri Prof Dr Moh. Ali Aziz memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk berdakwah di Iran. Inilah catatannya sepulang dari Negeri Mullah yang menganut faham Syiah itu.
yang biasanya memenuhi telepon seluler, facebook, e-mail, blog, dan sebagainya, tidak sesemarak tahun lalu. Selama konflik terjadi antara pendukung Ahmadinejad dan kandidat tandingannya, Mir-Hossein Mousavi, semua saluran komunikasi internet dan telepon dalam dan luar negeri ditutup total untuk mengatasi konflik yang semakin luas. Namun, sebagian warga masih mengisi blog atau facebook dengan Mohe Ramadhan Mohe Nuzul Qur’an (Selamat Ramadhan, bulan turunnya Alquran), bahkan berkomukasi dengan dunia luar menggunakan jasa Free Gate yang disediakan negara asing. Pemerintah Iran mengumumkan awal
RAMADHAN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sisa-sisa panasnya suhu politik pasca pemilihan presiden Iran Juni lalu yang dimenangi incumbent Ahmadinejad masih terasa. Ucapan selamat Ramadhan antarwarga Iran, seperti ’’Ramadhan Mubarok’’ atau ’’Mohe Ramadhan’’ Moh Ali Aziz untuk Jawa Pos Group
BERDAKWAH: Moh Ali Aziz (kanan) bersama dua sahabatnya di kompleks makam Imam Khomeini di Iran.
puasa pada Sabtu, 22 Agustus 2009, setelah sehari sebelumnya melihat bulan (rukyat). Pada pukul 20.00 atau 22.30 waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), terdengar azan magrib sebagai malam pertama Ramadhan. Azan mereka berbeda dengan azan di Indonesia. Ada tambahan ’’Asyhadu anna ’aliyyan waliyullah’’ (Aku bersaksi bahwa Ali adalah kekasih Allah) dan ’’Hayya ala khoiril ’amal’’ (Mari melakukan perbuatan terbaik) di tengah bacaan azan. Bahkan, di masjid lain yang saya kunjungi di Teheran ada tambahan lagi ’’Asyhadu anna aliyyan amiral mukminin hujjatullah’’ (Aku bersaksi, Ali pemimpin kaum mukminin, penguat agama Allah). KBRI menggunakan patokan waktu memulai dan berbuka puasa dari kalender Abu Yousuf yang berbeda dengan jadwal milik pemerintah Iran yang rata-rata Magrib
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 5
Jawa Pos Group Media