Pontianak Post Senin 5 Oktober 2009 M / 16 Syawal 1430 H
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
SELEBRITAS
Said Mufti/Riau Pos
TIBA: Manohara saat tiba di Kota Pekanbaru untuk menghadiri Munas Golkar, kemarin.
Ingin Belajar Politik MANOHARA Odelia Pinot mendadak berada di antara peserta Munas Partai Golkar kemarin (4/10). Artis sinetron yang terkenal karena drama percintaannya dengan Pangeran Kelantan, Malaysia, itu jauh-jauh datang dari Jakarta ke Pekanbaru bersama ibundanya, Daisy Fajarina. Mano –sapaan Manohara– tetap dikawal LSM Laskar Merah Putih. Kehadiran Mano bukan kali pertama dalam kegiatan partai berlambang beringin tersebut. Saat kampanye pemilu presiden (pilpres), Mano memenuhi undangan tim kampanye pasangan Jusuf Kalla (JK)-Wiranto dalam sebuah acara di kawasan Jakarta Utara. Kepada Riau Pos (Jawa Pos Group), Mano mengatakan kedatangannya atas undangan seorang bendahara DPP Partai Golkar. Selain itu, Mano sengaja datang karena ingin belajar politik dengan melihat langsung pelaksanaan suksesi ketua umum. ”Mano bukan datang untuk mendukung salah satu calon. Semua calon bagus-bagus dan layak memimpin Golkar. Dan, Mano mendukung semuanya. Kan, Mano bukan pengurus Partai Golkar. Jadi, tidak mungkin bisa ikut-ikutan,’’ tutur Mano didampingi ibunya. Ke Halaman 11 kolom 5
REUTERS
BERTAHAN: Warga membawa mie instant diantara reruntuhan bangunan pemukiman penduduk di Kota Padang. Meluasnya kawasan yang terkena gempa sehingga belum semua mendapat bantuan dari relawan.
Warga Mulai Kelaparan Tiga Ribu Warga di Perkampungan Tionghoa Tertimbun Reruntuhan
Distribusi Makanan Sulit, Trauma Gempa Susulan
MENURUT Kepala Krisis Bencana Depkes Rustam S Pakaya, ribuan orang diperkirakan masih tertimbun di Kota Padang. Terutama, di wilayah perkampungan Tionghoa. Lebih dari 80 persen perkampungan itu hancur. Dia memperkirakan sekitar 3 ribu warga Tionghoa REUTERS di perkampungan tersebut meninggal akibat tertimbun SELAMAT: Seorang ibu dan anaknya selamat dari reruntuhan Ke Halaman 11 kolom 5
PADANG--Para korban gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mulai kelaparan. Mereka yang kekurangan makanan tak hanya berada di daerah terpencil, tapi juga di Kota Pariaman dan Padang. Bantuan makanan telat datang. Hal itu dikeluhkan para warga Enam Lingkung Nagari Pakandangan, Kampung Panas, Padang Pariaman. Menurut Yulianti, salah seorang warga, sejak gempa terjadi Rabu lalu (30/9), desanya belum mendapat bantuan makanan sama sekali. ’’Ada bantuan pakaian. Tapi, buat apa? Kami Ke Halaman 11 kolom 1
bangunan rumahnya.
Nagari Tandikek Jadi Kuburan Masal “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103) REUTERS
11:34 14:41
17:37 18:46 04:13
KENANGAN: Puing-puing Hotel Ambacang Padang setelah diguncang gempa. Relawan terus berusaha mencari korban selamat dibawah reruntuhan bangunan. (Kanan) Hotel Ambacang sebelum terjadi gempa.
Relawan Kalbar Siap ke Padang GEMPA kembali melanda tanah air. Musibah itu kini dialami saudara kita di Sumatera Barat dan sekitarnya. Ribuan warga kehilangan sanak saudaranya. Tempat tinggal ambruk, begitu juga dengan fasilitas umum lainnya. Mari kita berdarma untuk meringankan beban mereka. Bantuan dapat disampaikan ke Redaksi Pontianak Post (Lantai 5), Graha Pena Pontianak, Jalan Gajahmada 2-4 Pontianak. Atau melalui Bank Kalbar rekening Simpeda (online) nomor 1025049523 a.n Kalbar Peduli Sumatera. Sekecil apapun bantuan Anda begitu berharga. Kami juga siap menjemput bantuan Anda. Hubungi telepon atau sms 081345653653 atau (0561) 7918676.
Sumbangan Hingga Jumat(2/10) Rp
33.993.500
Sumbangan Sabtu (3/10) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Club Senam Cinta Sehat Renaldo EDS Ari luluk Lo sau lim Erwin Sutrisno KA Alif Bolang Pembeli & Pedagang Pasar Flamboyan
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
2,000,000 500,000 50,000 200,000 50,000 300,000 150,000 200,000
Rp
878,800
Ke Halaman 11 kolom 6
PONTIANAK--Gempa Sumatera berada dalam fase tanggap darurat. Dimana hati seluruh warga Indonesia dari berbagai etnis diketuk untuk meningkatkan rasa solidaritas. Bersama berusaha membantu, sesama warga Indonesia yang menjadi korban akibat gempa. Masyarakat Indonesia di Kalimantan Barat berinisitif membentuk Solidaritas Gempa Sumatera (SGS). Di dalamnya berkumpul beberapa organisasi yang bersinergi untuk kerja kemanusiaan, mereka pun tetap membuka diri bagi pihak lain yang ingin bekerjasama. Hingga saat ini sejumlah organisasi, badan, dan perusahaan yang telah bersinergi antara lain Pontianak Post, Dompet Ummat,
TVRI Kalbar, K-TV, Radio Volare, dan Studio 21. SGS juga didukung Pemkot Pontianak yang dimotori Wakil Walikota Pontianak Paryadi. SGS bersama rekanannya terus mengumpulkan donasi untuk korban gempa. Luasnya dampak gempa dan banyaknya daerah yang memerlukan bantuan langsung, membuat tim SGS harus bertindak cepat. Dalam minggu ini, mereka direcanakan berangkat ke lokasi bekas gempa. Koodinasi dengan beberapa organisasi lokal di Sumatera telah dilakukan, sehingga diharapkan penyaluran pertama bantuan itu langsung dapat meringankan beban korban di sana. Menurut tim, kendala penyaluran ban-
tuan biasanya terdapat di daerah terisolir, tak ayal bantuan banyak menumpuk di ibukota daerah. Karena itu pergerakan tim bakal didasarkan pada pengalaman penyaluran bantuan di gempa Jogja. Ketika itu tim masyarakat Kalbar dimotori Harian Pontianak Post, Dompet Ummat, dan mahasiswa Kalbar yang sedang berkuliah di Jogja. Sementara itu, masyarakat Kalbar lainnya yang ingin memberikan donasi dapat langsung menyalurkannya ke Kantor Harian Pontianak Post atau Kantor Dompet Ummat Jalan Karimata No.2A. Calon pemberi donasi dapat juga menghubungi layanan jemput donasi di 0561-7918676. Ke Halaman 11 kolom 5
PERKAMPUNGAN Nagari Tandikek, Patamuan, Padang Pariaman, benar-benar hancur. Lebih dari 90 persen bangunan di lokasi tersebut luluh lantak. Lebih dari separo warganya tidak selamat dari bencana gempa Kamis, 30 September, itu. Bola mata Jawanis sembab. Raut muka pria berumur 43 tahun itu kuyu, sekuyu kain sarung yang dia kenakan sewaktu menggali reruntuhan bangunan yang ambruk karena gempa bumi hebat di Korong Jumanak, Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, pekan lalu. ’’Lah pai sadonyo, Pak. Ndak ado nan tingga lai. (Sudah pergi semuanya, Pak. Tidak ada lagi yang tinggal). Tolonglah kami. Tolonglah kami,” kata Jawanis sambil mengais puing-puing bangunan rumahnya yang telah rata dengan tanah Ke Halaman 11 kolom 5
REUTERS
TERTIMBUN: Pemukiman penduduk rata tertimbun tanah longsor.
Kampung Korong Sialangan, Padang Pariaman, yang Musnah Dihajar Gempa
Rumah Sekampung Habis, Belum Tersentuh Bantuan Penanganan korban gempa di Padang baru menjangkau kawasan ’’perkotaan’’. Sementara daerah pedalaman terabaikan. Ada kampung yang seluruh rumahnya hancur, tapi belum sedikit pun tersentuh bantuan.
TITIK ANDRIYANI, Padang Pariaman DI PADANG PARIAMAN, banyak desa dan dusun yang sama sekali belum tersentuh bantuan. Baik bantuan pangan, penanganan fisik, maupun evakuasi korban. Kondisi desa-desa terpencil itu
REUTERS/Dadang Tri
LONGSOR: Jalan-jalan yang melintasi kawasan perbukitan sebagian besar longsor.
amat mengenaskan. Misalnya, Dusun Korong Sialangan, Desa Padang Alai, Kecamatan Koto V Timur. Dusun yang berada di perbukitan itu kini nyaris hilang dari peta. Seluruh rumah penduduk hancur rata dengan tanah, tanpa sisa satu pun. Dusun itu ditinggali sekitar 350 penduduk dengan 133 rumah. Kini seluruh rumah itu tinggal puing-puing berserakan. Memang, sebagian besar penduduk dusun itu selamat. Hingga kini, ’’baru’’ enam korban yang ditemukan meninggal. Tapi, diperkirakan ada puluhan korban lain yang masih tertimbun bangunan rumah. Saat ini penduduk amat membutuhkan bantuan. Terutama, pasokan makanan. Sebab, hingga lima hari pascagempa, belum satu pun petugas maupun relawan menjamah kawasan tersebut. Memang, untuk menuju ke Korong Sialangan
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media