Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post

Sabtu, 6 November 2008 M / 8 Dzulhijjah 1429 H

Selebriti Observasi Ibu-Ibu Setelah 17 tahun berkiprah di dunia seni peran, Marini Zumarnis merasa baru kali pertama mendapatkan peran ber­beda. Perempuan kelahiran 24 Maret 1976 itu harus tampil seksi dan sporty di film layar lebar MBA (Married By Accident). Sebelum syuting, aktris yang memerankan Wanda itu harus menurunkan berat badan lebih dari empat kilogram. Imbasnya harus rajin olahraga dan makan teratur, meski tidak harus diet ketat. ”Biasanya, peran saya Marini Zumarnis seperti itu-itu saja. Tapi, ini menantang,” ujarnya di MPX Pasaraya Grande, Jakarta, Selasa (2/12). u Ke Halaman 11 kolom 5

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu­nya atas orang-orang yang ber­ iman.” (An-Nisa’: 103)

Nasional 11:33 14:58

17:38 18:51 04:07

P ert a ma da n Ter ut a ma di K al i m a n t a n B a r a t

BBM Bisa Turun Lagi

Polisi Datangi Rumah Ahmad Dhani Cari Alat Bukti Kasus Merah Putih JAKARTA – Kasus dug­ aan penodaan bendera merah putih yang dilakukan pen­ tolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani Prasetyo, ber­ lanjut. Tim penyidik Direk­ torat V Tipiter/Bareskrim dan Puslabfor Mabes Polri mendatangi kediaman suami Maia Estianty itu di bilangan Pondok Indah, Jakarta Se­ latan, kemarin siang (5/12). Mereka sedianya mencari barang bukti untuk menun­ taskan kasus yang dipicu laporan pakar IT Roy Suryo itu. ’’Kami datangi rumah­ nya, masuk ke studionya, dan ternyata lokasi syuting gambar bendera yang diberi lambang Dewa 19 itu bukan di situ, tapi di Kemang,’’ jelas Kanit V/Tipiter Bareskrim Kombespol Satria Maseo. Keterangan tersebut dida­ patkan dari Dhani yang lang­ sung menemui tim penyidik. ’’Kami akan ke Kemang dulu. Katanya, dia menyewa di tempat itu dan ada yang na­ manya Mr R sebagai entertain yang mendesain. Kami akan periksa Mr R,’’ tegasnya. Kedatangan penyidik sebe­ narnya ingin menggeledah rumah Dhani dan mengum­ pulkan barang bukti. ’’Tapi, karena lokasinya bukan di situ (rumah Dhani), kami tunda dulu. Kami belum gali keterangan dari dia (Dhani). Tapi, kami dapat info dari orang dekatnya bahwa ide tersebut (pemasangan logo) dari Dhani,’’ kata Satria. Karena itu, penyidik akan u Ke Halaman 11 kolom 1

Eceran Pontianak Rp.2.500

JAKARTA – Janji menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar belum terealisasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menebar harapan baru. Dia kemarin (5/12) memberi sinyal akan menurunkan lagi harga premium. Kebijakan itu diambil karena harga minyak mentah dunia baru saja turun menjadi USD 43 per barel. ’’Kami sedang exercise dengan cermat. Baik oleh Menkeu, ESDM, dan menteri-menteri terkait untuk melihat peluang menurunkan kembali premium dan tentu­ nya juga solar,’’ kata SBY saat konferensi pers usai rapat evaluasi kredit usaha rakyat (KUR) di gedung BRI kemarin. Awal bulan ini, pemerintah baru saja menurunkan harga bensin dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500. Pada 1 Desember lalu, SBY juga memberikan sinyal menurunkan harga solar per 1 Januari 2009. Menurut dia, penurunan harga BBM ber­ subsidi jenis premium dan solar bertujuan meringankan beban sektor riil. Selain itu, meringankan pelaku industri akibat tekanan krisis keuangan global. SBY berharap, jika nanti harga premium dan solar benar-benar turun, beban masyarakat pengguna kendaraan umum maupun pribadi bisa ringan. Kapan diumumkan dan diberlakukan? SBY lagi-lagi mem­ beri teka-teki. Menurut dia, kepastian harga baru BBM dan

SBY Masih Hitung dengan Cermat

u Ke Halaman 11 kolom 5

RAKA DENNY/JPNN

KLARIFIKASI: Ahmad Dhani berikan klarifikasi kepada penyidik dari mabes Polri tentang tuduhan pelecehan bendera di studionya kawasan Pondok Indah Jakarta.

Garuda Guangzhou Agendakan Tour Reuni Perantauan ke Kalbar

Nasional Cari Utangan ke Jepang Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pe­ merintah berencana menaikkan defisit anggaran dalam APBN lebih dari dua persen untuk mening­ katkan daya tahan terhadap krisis. Pembiayaan defisit akan ditutup dengan utang bilateral yang ditawarkan sejumlah negara seperti Jepang dan Australia. ’’Defisit di APBN 2009 sekitar 1,2 persen. Melihat keadaan, mungkin defisit akan lebih besar daripada tahun lalu (dua persen). Jusuf Kalla Tapi, berapa persisnya ten­ tu bergantung pembicaraan dengan DPR. Namun, undang-undang memperbolehkan defisit maksimal u Ke Halaman 11 kolom 1

Ananda dan Marcella Obyek Wisata Kalbar Perlu Berbenah Terancam Bui 8 Tahun

GUANGZHOU--Industri pari­ wisata Kalimantan Barat perlu kerja keras. Travel agent China selalu menjadikan Bali sebagai tolok ukur untuk mendatangkan turis ke daerah tujuan wisata yang belum pernah mereka kunjungi. Pontianak dan Singkawang perlu berbenah untuk itu. ”Dari paparan yang disajikan, Pontianak dan Singkawang memang punya daya tarik. Terutama ada istiadat dan budayanya,” kata General Man­ ager Love in Bali Tour and Travel Joy Lei setelah mendengarkan paparan Ronny Tansari dari Ateng Tour mengenai potensi wisata di Kalbar kemarin.

u Ke Halaman 11 kolom 1

Resmi Jadi Tersangka

istimewa

FOTO BERSAMA: Asita Kalbar, Garuda Beijing dan travel agent potensial Guangzhou, foto bersama usai pertemuan di Rosedale Hotel, Guangzhou, kemarin.

103 Jamaah Haji Meninggal Dunia Penipu Haji Ditelisik MAKKAH – Dua hari menjelang pe­ lak­sanaan wukuf di Arafah, 103 jamaah Indonesia dinyatakan meninggal dunia. Mayoritas meninggal karena lanjut usia. Namun, lebih dari separo di antara mereka yang meninggal terjangkit penyakit sistem sirkulasi pernapasan. ’’Lebih dari separo

jamaah wafat karena sistem sirkulasi perna­ pasan,’’ kata dr Ramon, petugas kesehatan haji di Makkah. Jumlah itu merupakan gabungan dari angka kematian di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Makkah, dan Jeddah. Menurut Ramon, jumlah tersebut tergolong banyak menjelang pelaksanaan wukuf.

JAKARTA – Aktris peraih Piala Citra Festival Film In­ donesia 2005 Marcella Zalianty terlibat semakin dalam pada kasus premanisme yang menimpa rekan kerjanya, Agung Setiawan. Menyusul pembalap nasional Ananda Mikola, sta­ tus produser dan bintang utama film Lastri itu ditingkatkan penyidik, dari saksi menjadi tersangka. Kapolres Ja­k arta Pusat Kombes Ike Edwin, berdasar hasil pemer­ iksaan tim Resmob dan tim Khusus Pol­res Jakarta Pusat, men­ gatakan, Marcella dan Ananda berada di lokasi kejadian. ”Hasil itu membuat Marcella kini kami periksa sebagai ter­ sangka,” tutur per­ wira dengan melati tiga itu di halaman parkir polres ke­ marin (5/12). Pasal yang dikenakan un­ tuk Marcella, lanjut u Ke Hal 11

kolom 5

Marcella Zalianty

u Ke Halaman 11 kolom 1

Musytahar Umar Thalib, hingga Akhir Hayat Mengabdi di Dunia Medis

Sudah Terkena Kanker, Masih Bangun Rumah Sakit Komitmen dr Musytahar Umar Thalib di dunia medis patut diacungi jempol. Saat sehat, dia membangun beberapa rumah sakit di Jatim. Bahkan, saat kesehatannya merosot akibat digerogoti kanker prostat, dia merelakan tubuhnya jadi objek riset. WINARDI NAWA PUTRA, Jember

PAGI ITU sekitar pukul 10.00 di ruang paviliun nomor 1 Rumah Sakit Darmo Sura­ baya, dr H Musytahar Umar Thalib terbaring lemah akibat kanker prostat yang diderita sejak tujuh tahun lalu. Jarum infus pun masih menancap di tangan dan selang alat bantu pernapasan terhubung di hidung. Warna kulit di sekitar jarum infus yang menancap juga sudah terlihat membiru. Online: http://www.pontianakpost.com/

WINARDI NAWA PUTRA

MEMBINA: dr Musytahar Umar Thalib di hadapan perawat binaannya.

Dengan setia, Widad, istri Musytahar, dan anakanaknya, menunggui di dekatnya. Dengan suara lemah, Musytahar meminta bantuan untuk diam­ bilkan air minum. ’’Milo,’’ ujarnya dengan suara pelan meminta susu Milo. Segelas Milo cokelat yang tinggal separo pun diberikan istrinya. Saat memegang gelas, tangan­ nya gemetar. Secara perlahan, susu Milo itu pun diminum lewat sedotan. Namun, saat diminum, susu itu pun keluar lagi dan membasahi bibir. Musytahar lalu berbisik kepada salah seorang putranya yang duduk di dekat ranjang. Dia minta dibacakan bab per bab isi naskah bukunya, Si Moai Ingin Jadi Dokter, Leader in Emergency, yang su­ dah selesai ditulis dan siap diterbitkan. Buku itu berisi pengalaman, gagasan, ide, fal­ safah hidup, serta perjuangannya selama 40 tahun menjadi dokter. Termasuk, kiprah 26 tahun men­ jadi kepala Rumah Sakit Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi, sejak 1965. Buku tersebut juga ber­ cerita tentang upayanya mendirikan RS Al Huda,

*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 11 kolom 3

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.