64
XPSME!DVQ
Pontianak Post
Rabu 7 April 2010 M / 22 Rabiul Akhir 1431 H
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T
Kejiwaan Edwin Labil Sakit Saat Diperiksa, Tak Diizinkan Dibawa ke RS PONTIANAK—Kejiwaan Edwin terlihat labil pasca penangkapan dan penggeledahan rumahnya di Jalan Suprapto VII Pontianak. Saat diperiksaan kemarin (6/4), dia terlihat trauma, merasa sedih kemudian menunjukkan penyesalan teramat. Namun sebentar kemudian merasa gembira seperti tak ada beban pikiran usai melakukan sesuatu. “Ketika diperiksa aparat, Edwin selalu menampakkan mimik berbeda. Seperti kepribadian ganda,” kata Hanafi Kasimin, penasehat hukum Edwin kepada Pontianak Post, Selasa (6/4) seusai pemeriksaan kliennya. Karena itu dia berinisiatif mengajukan surat permohonan kepada Poltabes dan Polda Kalbar agar Edwin dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Edwin diduga terlibat dalam pembunuhan Uray Qori, gadis asal Desa Bekuk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dia diperkirakan dibunuh dikediamannya, Ke Halaman 7 kolom 1
Shando Safela/Pontianak Post
UJI BARANG BUKTI: Petugas BPPOM didampingi petugas Satuan Narkoba Poltabes saat melakukan pengujian bahan kimia dari barang bukti yang diamankan di rumah Edwin Rahadi.
Polisi Selidiki Keterlibatan Anggota Dewan KONDISI jenazah Uray Qori cukup mengenaskan. Beberapa anggota keluarga dan kerabat tidak bisa berkata-kata ketika melihat kondisi jasad korban sebelum dilakukan otopsi di RSUD dr Soedarso Pontianak pada Senin (5/4) malam. Saat otopsi berlangsung, hanya keluarga inti yakni ayah, ibu, abang dan kakak korban diperkenankan masuk. Beberapa anggota keluarga hanya sempat melihat keadaan korban ketika belum dibawa ke ruang paling dalam kamar mayat. Saat itu, orangtua masuk ke dalam dan petugas membuka tutup jenazah Qori. Ketika dibuka, kakak Qori berteriak histeris. Kerabat yang mengintip melalui jendela langsung terdiam. ”Kasihan kondisnya. Lehernya seperti patah,” ujar salah seorang kerabat Ke Halaman 7 kolom 5
Diduga Pelaku Mengidap Sadomasokis
Ali Fuchih Siauw
Armijn Chandra
sual melalui penyiksaan. Kata sadomasokis berasal dari sadis dan masokis. Sadis adalah kelainan saat seseorang akan mengalami kepuasan atau mencapai orgasme dalam aktivitas seksualnya. Masokis adalah seseorang yang mendapatkan kenikmatan saat disakiti oleh pasangannya. ”Sadomasokis itu keduanya. Sebenarnya untuk kasus Edwin tersebut belum bisa dipastikan. Untuk memastikannya, perlu penyelidikan lebih lanjut,” kata pria yang juga beristrikan dokter ini. Sebenarnya, sadomasokis banyak terjadi pada masyarakat, baik lelaki maupun perempuan. Jika lingkungannya tidak mendukung dan pasangan tidak bisa mengatasi, penyimpangan akan terus terjadi.
ADA dugaan Edwin, pelaku pembunuhan Uray Qori (18) menderita kelainan seksual. Dugaan ini muncul karena korban keluar dari kamar dalam keadaan terluka dan tanpa busana. ”Bisa dilihat dari perlakuannya terhadap perempuan lain yang pernah menjadi pacarnya. Kejiwaannya harus diperiksakan dulu. Apakah memang terjadi penyimpangan seksual atau ada motif lain,” kata spesialis andrologi dr Ali Fuchih Siauw, M.Repro, Sp.And kepada Pontianak Post di ruang kerjanya, Selasa (6/4). Pria kelahiran 27 Oktober 1961 ini menjelaskan, banyak cara untuk melampiaskan hasrat seseorang dalam melakukan hubungan seksual. Bisa dengan cara alami bahkan bisa juga dengan menyimpang seperti sadomasokis. Ini merupakan bentuk penyimpangan sek-
Ke Halaman 7 kolom 5
PPATK Laporkan Kasus Pajak
MIFTAHUDDIN/RADAR BALI
GROW WITH CHARACTER
Corporate Culture APA yang membedakan sebuah perusahaan dari perusahaan lain? Tentu saja jawabannya misi dan visinya. Kalau mau ekstrem, apa bedanya antara organisasi mafia dan red cross? Wow jauh sekali kan? Misi yang satu nggak peduli kemanusiaan, sedangkan yang lain sangat peduli. Visinya juga pasti Hermawan Kartajaya
Ke Halaman 7 kolom 1
MENANGIS: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri saat menyampaikan pidato politik pada Kongres PDIP di Sanur, Bali, kemarin (6/4).
Orasi Politik, Mega Menangis Puji DPR, Kritik SBY SANUR – Tertutup sudah kemungkinan berkoalisinya PDIP dengan pemerintahan Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY). Meski tidak menyebutkan secara eksplisit akan menjadi oposisi, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan sikapnya yang enggan bergabung dengan barisan koalisi. Saat berorasi politik membuka Kongres III PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach kemarin (6/4), Megawati menegaskan bahwa
PDIP tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik. Apalagi, imbuh dia, dari sudut ketatanegaraan yang dianut Indonesia, diskursus mengenai oposisi-koalisi tidak punya fondasi untuk diperdebatkan. ’’Kita tidak perlu terjebak dalam diskursus semacam itu,’’ ujarnya. Dia menyatakan, PDIP bukannya anti kekuasaan. Tapi, bila PDIP harus memegang tampuk kekuasaan, biarkan itu terjadi karena kehendak rakyat. Ke Halaman 7 kolom 1
JAKARTA--Aliran dana mencurigakan senilai Rp28 miliar di rekening Gayus Halomoan Tambunan, tersangka kasus manipulasi pajak, bukan yang terbesar. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pernah melaporkan kasus yang lebih besar pada tahun lalu. Namun, tindak lanjut laporan itu belum diungkap kepada publik. Kepala PPATK Yunus Husein mengakui telah melaporkan adanya aliran dana mencurigakan dari mantan pegawai Ditjen Pajak. Nilai transaksinya jauh lebih besar daripada kasus yang melibatkan Gayus. ”Ya, lebih gede (dari nilai kasus Gayus),’’ kata Yunus yang juga anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum setelah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (6/4). Yunus tidak bersedia menyebutkan identitas mantan pegawai Ditjen Pajak dan aliran dana mencurigakan temuan PPATK tersebut.Yang jelas, lanjut dia, temuan itu telah dilaporkan ke kepolisian dan kejaksaan pada Maret 2009. ’’Pokoknya tahun lalu sudah disampaikan. (Bagaimana detailnya) tanya saja ke Kapolri dan Jaksa Agung,’’ katanya. Yunus tidak secara khusus melaporkan temuan tersebut kepada Ke Hal 7 kolom 5
Hari-hari Terakhir Uray Qori Menjelang Kematian 11:47 14:58 17:51 18:59 04:26
Terperangkap di Rumah, Hanya Boleh Keluar bersama Edwin Ratusan pelayat mengantarkan kepergian Uray Qori ke pemakaman umum Desa Bekut, Kecamatan Tebas, Selasa (6/4) kemarin. Uraian air mata tampak jelas pada wajah kaum kerabat dan rekan-rekan almarhumah yang dikenal bersahabat dengan semua orang. Bagaimana kondisi sebelum terbunuhnya gadis kelahiran 7 Juni 1992 ini?
Uray Qori
Thoriq/Pontianak Post
THORIQ, Tebas
DIMAKAMKAN: Uray Qori kemarin dimakamkan di pemakaman muslim Desa Bekut, Kecamatan Tebas.
CUACA cerah mewarnai Desa Bekut. Tepat pukul 09.00, almarhumah Uray Qori dibawa dari rumah duka di Dusun Senja RT 04 RW 02 ke masjid untuk disalatkan. Ratusan orang menyalatkan jenazah hingga mengantarkan ke pemakaman. Kaum kerabat pasangan Uray Iskandar dan Waspiah berbondong-bondong memikul keranda ke lokasi kuburan yang berjarak sekitar 200 meter dari jalan provinsi. Ketika di pemakaman, orang tua dan kakak almarhum menahan isak tangis mereka jangan sampai menetes dikuburan. Tampak jelas dikain kapan bercak darah dibagian kepala dan badan Qori sebelum dimasukkan
Uray Iskandar
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 7 kolom 5
Jawa Pos Group Media