Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Kamis, 7 Mei 2009 M / 11 Jumadil Awal 1430 H

Eceran Rp. 2.500

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T

SELEBRITAS

Pertajam Antasari Check-in

Jadi Tersangka, Tak Dicekal PENYANYI Krisdayanti (KD) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Roro Rahmawati, pemilik Yayasan Andika Putra. Roro meminta polisi mencekal KD. Ia kecewa karena polisi tidak melarang istri musisi,Anang atas rencana keberangkatannya untuk konser ke Singapura, pada 9 Mei nanti. “Saya kecewa seharusnya polisi menindaklanjuti. Mudah-mudahan besok atau lusa dicekal. Saya sudah Krisdayanti semangat, keadilan pasti datang,” kata Roro kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/5).

Saat Bertemu Rani-Nasrudin di Hotel Gran Mahakam JAKARTA – Pertemuan Antasari Azhar dengan Rani Juliani di Hotel Gran Mahakam pertengahan Mei 2008 menjadi salah satu kunci utama motif pembunuhan Nasrudin Zulkarnain (14/3). Sebelum mengonfrontasi Antasari dengan Rani, penyidik Polda Metro Jaya kemarin mempertajam investigasi di balik pertemuan Antasari-Rani di hotel di kawasan Blok M tersebut. ’’Apa yang diucapkan AA (Antasari Azhar) kepada Rani, apa yang diucapkan pada Nasrudin, itu yang sedang dikembangkan,’’ ujar seorang penyidik yang menangani kasus tersebut. Salah satu cara pengungkapan adalah memeriksa rekaman CCTV Ke Halaman 11 kolom 1

Ke Halaman 11 kolom 5

Rani Dapat Ancaman Bunuh

Raka Deni/Jawa Pos

DIPERIKSA: Antasari mengenakan baju tahanan orange saat berjalan menuju ruang pemeriksaan.

PILPRES

Muspimnas, PKB Bulat Dukung SBY JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kemarin (6/5) melaksanakan musyawarah pimpinan nasional (muspimnas). Hasilnya sudah bisa ditebak, PKB secara bulat mendukung penuh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres. Ke Halaman 11 kolom 5

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)

17:45 18:56 04:17

”Karena Rani mendapat teror, baik melalui SMS dan telepon, polisi berinisiatif langsung mengamankan saksi kunci pembunuhan ini beserta kedua orang tuanya,” terang sumber dari Polres Metro Tangerang. Sumber yang juga penyidik itu menyimpulkan, Rani akan dihabisi setelah Nasrudin ditembak di dalam mobil BMW B 191 E di Perumahan Modernland, Kelapa Indah, Pinang, Tangerang, Sabtu (14/3). ’’Teror itu terjadi saat Nasrudin juga menerima teror dari orang yang sama,” jelasnya. Menurut perwira polisi itu, sebelum peristiwa penembakan, Nasrudin berniat melaporkan ancaman pembunuhan tersebut ke Komisi III DPR RI. Tapi, niat itu diurungkan karena dilarang mertuanya, Endang M. Hasan Rani Juliani

Ke Halaman 11 kolom 1

Face Off Pertama Sukses di AS Proyek CMS CLEVELAND--Untuk kali pertama, operasi ganti wajah (face off) sukses dilakukan di Amerika Serikat (AS). Connie Culp, 46, yang wajahnya hancur akibat ditembak dari jarak dekat oleh suaminya lima tahun silam, berhasil ditransplantasi dengan muka perempuan yang telah meninggal. Operasi itu dilakukan lima bulan lalu di Klinik Cleveland, Ohio. Kemarin (Selasa waktu AS) Connie muncul di depan publik setelah sekian lama identitasnya dirahasiakan. Saat tampil di depan media, ekspresi Connie Face Ke Halaman 11 kolom 5

11:41 15:03

RANI Juliani ternyata menjadi sasaran teror sebelum insiden penembakan Nasrudin Zulkarnain (14/3). Pengakuan itu disampaikan caddy golf Modern tersebut setelah dijemput Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang dari rumahnya pada 15 Maret lalu. Rani diamankan polisi karena terkait tewasnya direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) itu. Sehari setelah penembakan, Rani, 22, beserta orang tuanya, Endang M Hasan, 67 dan Kuswati, 60, langsung disembunyikan di Markas Polres Metro Tangerang. Ketika diperiksa, Rani mengaku ketakutan dengan ancaman pembunuhan dari orang tak dikenal. Ancaman itu disampaikan via SMS dan telepon. Menurut Rani, ancaman dan teror juga diterima suami sirinya, Nasrudin, sebelum penembakan.

PLN Penuh Akal-akalan

Pontianak priode 1999-2004 yang juga telah menerima dana tersebut. Mengenai keterlambatan menghadiri panggilan Kejaksaan Mempawah, dijelaskan Effendi, dirinya sama sekali tidak berniat melarikan diri. Mereka sangat menghormati putusan Mahkamah Agung. Sebelum menjalani eksekusi, dilakukan konsultasi dulu dengan pengacara. Perlu pula menjelaskan kepada keluarga dan sanak famili seputar putusan tersebut.

JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan terhadap Direktur Luar Jawa, Madura, dan Bali PT PLN Hariadi Sadono. Mantan GM PLN Distribusi Jatim periode 2004–2008 itu menjadi tersangka kasus pengadaan proyek Customer Management System (CMS) yang diduga merugikan negara Rp 80 miliar. Untuk menambah alat bukti, kemarin PLN menggeledah kantor pusat perusahaan setrum pelat merah tersebut. Sejumlah penyidik langsung mengubek-ubek ruangan Hariadi Sadono di lantai 5. Menurut Manajer Humas PT PLN Ario Subijoko, hingga pukul 18.45 tadi Sofyan Djalil malam, proses pencarian alat bukti masih berlangsung. ’’Pak Hariadi juga masih di kantor, siap kalau-kalau KPK membutuhkan keterangan,’’ ujarnya. Ario mengatakan, Dirut PLN Fahmi Mochtar juga sudah menginstruksi manajemen untuk kooperatif dan

Ke Halaman 11 kolom 1

Ke Halaman 11 kolom 5

Reuters

GANTI WAJAH: Connie Culp sebelum menjalani operasi. (Kanan) Penampilan Connie Culp setelah menjalani beberapa operasi pergantian wajah.

Seret Eksekutif dan Anggota Dewan Penerima Dana Effendi: Kami Tak Ingin jadi Tumbal MEMPAWAH—Terpidana kasus Yayasan Bestari Gate Effendi Cingkong SH mendesak Kejaksaan Mempawah untuk mengusut pihak eksekutif. Mereka telah turut aktif mencairkan dana yayasan yang diterima dewan. Begitu juga dengan 35 anggota dewan penerima dana. “Jika merujuk UU Tipikor, barang siapa dengan kewenangan yang ada

memperkaya diri atau orang lain, maka masuk dalam tindak pidana korupsi. Kami tak ingin jadi tumbal. Saya tidak ikhlas diperlakukan seperti ini. Mereka yang menerima dana juga perlu diusut tuntas,” kata Effendi sebelum menyerahkan diri kepada Kejaksaan Negeri Mempawah pada Selasa (5/5) lalu. Effendi tak ingin dirinya bersama empat rekannya yang lain harus menanggung beban atas kasus YB Gate. Pihak kejaksaan harus mengusut pula 35 mantan anggota DPRD Kabupaten

Men BUMN Segera Nonaktifkan Hariadi

Sepak Terjang Sigid Haryo Wibisono; Tersangka Pembunuhan Nasrudin

Sering Jadi Pendamai, Selalu Pestakan Ultah Ibu Begitu nama Sigid Haryo Wibisono dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, direktur PT Putra Rajawali Banjaran, teman-temannya di Semarang kaget. Bagaimana sebenarnya sepak terjang Sigid?

PRATONO-RICKI, Semarang DI DEPAN nama Sigid, ada gelar ningrat: Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT). Di mata temantemannya di Semarang, sosok pria 43

Irzan Aslam/Jawa pos

MEGAH: Kediaman Sigid Haryo

tahun itu dikenal ringan tangan. Dia sangat gampang menolong orang lain yang mengalami kesusahan. Hal tersebut disampaikan Supriyadi, salah seorang teman dekat Sigid. Mantan wartawan di Semarang itu menceritakan, Sigid pernah membantu menyekolahkan anak seorang temannya yang tidak mampu. Selain sering membantu, kata Supri, Sigid dikenal sebagai pendamai konflik. ’’Misalnya, saya berkonflik dengan orang dan orang itu kenal Sigid. Maka, Sigidlah yang kemudian menjadi pendamainya,’’ ujarnya. Dia menduga kasus yang menjerat sobatnya tersebut berawal dari permintaan bantuan oleh Antasari Azhar kepada Sigid. ’’Mungkin Antasari minta bantuan dan dibela Sigid karena dia memang penolong,’’ paparnya. Supriyadi yang kini menjadi konsultan media tersebut mengaku bersahabat dengan Sigid saat menjadi anggota Komisi C DPRD Jateng 1997 dan menjabat ketua FKPPI Jateng. ’’Waktu dia (Sigid) jadi anggota dewan, saya masih menjadi wartawan,’’ jelasnya.

Wibisono terlihat megah.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 11 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Pontianak Post by Pontianak Post - Issuu