Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Minggu, 7 Juni 2009 M / 13 Jumadil Akhir 1430 H

SELEBRITAS

Prihatin Kasus Prita BANYAK yang merasa ganjil atas kasus Prita Mulyasari. Salah satunya Luna Maya. Menurutnya, jika kasus Prita terjadi di luar negeri, ibu dua anak itu malah dapat duit. Bukan di penjara, seperti halnya yang terjadi di Indonesia. “Kalau kayak gitu kasusnya, sudah keterlaluan namanya. Agak-agak aneh menurut aku. Kalau di luar negeri, rumah sakitnya yang harus membayar ganti rugi kalau pasien merasa nggak puas,” tandas Luna kesal, saat dimintai komentar atas kasus yang membelit Prita, belum lama ini. Luna Maya Luna juga menyayangkan tindakan yang diambil Rumah Sakit Omni Internasional, yang sudah tega memenjarakan ibu muda itu. Ke Halaman 11 kolom 5

JANJI CAPRES

Eceran Rp. 2.500

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T

Ambalat Disusupi Pesawat Tempur Asing Perundingan RI-Malaysia Dimulai Agustus JAKARTA--Tak hanya kapal laut, pesawat udara ternyata juga berseliweran secara diam-diam di langit nusantara. Satuan radar TNI AU sudah beberapa kali memergoki pesawat asing itu. Bahkan, di sekitar Ambalat, TNI AU mencatat telah terjadi empat kali penyusupan pesawat tempur asing di blok tersebut. “Memang ada laporan seperti itu, tapi sudah ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Sulistyo kemarin (6/6). Laporan itu disampaikan Satuan Radar 225 Tarakan TNI AU. Pesawat militer asing tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara NKRI di Utara Kalimantan Timur itu sejak Desember 2008 hingga Februari 2009. Pesawat biasanya terbang rendah dengan ketinggian hingga 7.000 kaki dengan kecepatan 300 km/jam, pesawat bergerak dari dari Tawau. Namun demikian, TNIAU belum bisa memastikan apakah pesawat

Pengumuman Unas Terancam Mundur JAKARTA--Para kepala dinas pendidikan diberbagai daerah mulai resah lantaran pengumuman ujian nasional (Unas) terancam molor. Ini disebabkan, hingga kini belum ada kepastian ujian ulang yang direncanakan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Surat BSNP bernomor 1782/BSNP/6/2009 yang telah dikirim ke delapan provinsi itu menyebut bila pelaksanaan ujian ulang masih menunggu keputusan Mendiknas Bambang Sudibyo. Disatu sisi, hingga kini Mendiknas juga belum memutuskan jadwal ujian ulang. Bahkan, sikap Mendiknas terlihat

acuh tiap kali ditanya komentar seputar ujian ulang. Tak urung, sikap Mendiknas memicu keresahan peserta Unas. Siswa diberbagai daerah mulai menanyakan kepastian pengumuman Unas kepada pihak sekolah. Sementara, pihak sekolah sendiri belum bisa memberi kepastian lantaran hingga kini belum ada pemberitahuan resmi tentang pengumuman tersebut. Merekapun mempertanyakan persoalan ini kepada kepala dinas pendidikan. Namun, yang terjadi para kepala dinas pendidikan juga belum bisa memberi kepastian. Ke Halaman 11 kolom 1

Ke Halaman 11 kolom 5

Raka Denny/Jawa Pos

HARLAH: Megawati dan Prabowo saat memberikan sambutan peringatan Hari Lahir Proklamator Bung Karno ke-108 di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/6) kemarin.

JK Tingkatkan Upah Buruh, Mega Hapus Outsourcing JAKARTA--Calon presiden Jusuf Kalla menjanjikan peningkatan upah buruh melalui efisiensi industri. Bila terpilih menjadi presiden, JK juga menjanjikan proyek perumahan dan transportasi bagi pekerja di kawasan industri. Ke Halaman 11 kolom 5

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)

DEMO KEDUBES: Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta kemarin (6/6). Mereka meminta kepada kerajaan Malaysia membebaskan seluruh nelayan trasional yang telah di tangkap pemerintah negeri jiran itu. Agus Wahyudi/Jawa Pos

Tanah Makam Tionghoa Dicaplok PONTIANAK--Ketua Umum MABT Kalimantan Barat Harso Utomo Suwito meminta kejelasan penyelesaian kasus pencaplokkan tanah makan warga Tionghoa beberapa daerah. Setidaknya MABT menemukan pencaplokan pada tiga kompleks pemakaman. Diantaranya di Sintang, Pemangkat dan Pontianak. “Bukannya kita harus menghormati mereka yang sudah meninggal. Apalagi kalau yang meninggal itu orangtua, kakek-nenek bahkan leluhur kita. Tidak seharusnya makam mereka kita dicaplok,”

katanya di Pontianak, Sabtu (6/6). Ia menambahkan, pencaplokan di Sintang terjadi pada areal makam Tionghoa seluas satu hektar. Sekitar sembilan rumah telah didirikan pada areal itu. Empat diantaranya telah memiliki sertifikat, sisanya berupa SKT tahun 2000-an. “Kuburan itu kan sudah digunakan sejak tahun 1970 an. Sudah dapat dikatakan kuburan kuno. Kenapa bisa, ada pihak yang tidak bertanggung jawab menjual tanah di sana dan didirikan rumah, apalagi Harso Utomo Suwito

Ke Halaman 11 kolom 1

Pilpres Tanpa Tabulasi Nasional 11:43 15:09

17:48 19:02 04:17

KASUS ANTASARI

Janji Kapolri Terlewati JAKARTA--Janji Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri untuk segera merampungkan berkas penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain pekan ini meleset. Hingga akhir pekan, Kejaksaan belum menerima berkas. Bahkan, Antasari Rabu (3/6) lalu masih sempat diperiksa penyidik. “Ini berarti penyidik kurang serius menangani kasus sebesar ini,” ujar Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta Sanusi Pane saat dihubungi kemarin. Ke Halaman 11 kolom 5

Khawatir Kontrol terhadap Penghitungan Suara Melemah JAKARTA--Publik hampir dipastikan tak bisa lagi menikmati tabulasi nasional penghitungan suara oleh KPU, seperti saat pemilu legislatif lalu. Kondisi tersebut

memancing kekhawatiran baru. Yakni, melemahnya penghitungan suara manual. Mantan Ketua Pansus RUU Pemilu Ferry Mursyidan Baldan menilai, rencana KPU menghilangkan tabulasi nasional itu akan menjadi ruang bagi sejumlah pihak untuk bermain-main dengan hasil pilpres. “Peniadaan tabulasi adalah sebuah kemunduran,” ujarnya di Jakarta

kemarin (6/6). Anggota Komisi II DPR dari Golkar itu juga mengatakan heran atas keputusan KPU tersebut. Jika pada pemilihan legislatif dengan peserta termasuk jumlah caleg banyak saja bisa dilaksanakan, pada pilpres yang pesertanya lebih sedikit, tabulasi justru ditiadakan. “Solusinya adalah melakukan perbaikan, bukan Ke Halaman 11 kolom 1

MUI Haramkan Vaksin Meningitis Haji J A K A R TA tusan itu ditetetap-Setelah melalui kan maka rencana proses cukup panjangka panjang unjang, sidang Komituk mencari masusi Fatwa Majelis kan seputar vaksin Ulama Indonesia itu dihentikan. Ter(MUI) akhirnya masuk juga untuk memutuskan bahmembatalkan renwa vaksin menincana pergi ke Belgia gitis untuk haji adaguna menyaksikan lah haram. Ketua langsung proses Komisi Fatwa MUI pembuatan vaksin Maruf Amin menminingitis. “Tidak Maruf Amin gatakan keputusan ada lagi yang akan itu adalah hasil dari pertimbangan dibuktikan, jadi kami urungkan dan analisa data fakta terkait niat ke Belgia,” katanya. vaksin tersebut. Ketua MUI KH Amidhan “Namun keterangan yang pal- menuturkan pihaknya segera ing kuat adalah dari Departemen menemui Duta Besar Arab Saudi Kesehatan yang mempertegas untuk mempertanyakan alasan bahwa vaksin tersebut mengand- ketentuan wajib vaksin meningitis ung babi,” ujarnya ketika ditemui bagi jemaah haji. Apabila hal di kantornya Sabtu (6/6) ke- tersebut merupakan kewajiban marin. yang tidak bisa dihindari, kata Maruf mengatakan sejak kepu Ke Halaman 11 kolom 1

Kisah Sedih Penderita Komplikasi Penyakit Hyper-IgE yang Langka

Sebelum Meninggal, Minta Istri Tunda Kelahiran hingga Agustus Panca adalah satu di antara puluhan, mungkin ratusan juta, orang di dunia ini yang tak menyadari bahwa dia mewarisi penyakit orang tuanya. Di antara penyakit-penyakit yang punya kecenderungan menurun adalah alergi dan diabetes.

NANY WIJAYA, Surabaya KARYAWAN bagian pemasaran Jawa Pos itu sudah lama tahu bahwa bapaknya mengidap penyakit kencing manis atau diabetes. Tetapi, dia tak pernah menyadari bahwa itu akan menurun kepadanya, Boy Slamet/Jawa Pos sampai Prof Dr dr Agung Pranoto SpPD KEMD MSc yang ahli diabetes menyam- PENYELAMATAN: Dokter dan perawat UGD RS Siloam Surabaya memberikan bantuan pernapasan untuk menyelamatkan Panca. Sayang tak berhasil. paikan diagnosisnya.

Mengapa dokter tiba-tiba memeriksa kadar gula Panca? Seperti disebutkan kemarin, dr Agung dan dr Djoko Santoso SpPD KGH PhD mencurigai adanya diabetes itu setelah melihat kadar kalium Panca tidak segera turun, padahal sudah berkali-kali dicuci darah. Begitu mengetahui Panca diabetes dengan kadar gula darah yang begitu ekstrem, dr Agung pun segera memberikan suntikan insulin dosis tinggi. Bagaimana hasilnya? Sangat mengejutkan. Gulanya hanya turun sedikit. Dari 900 ke 800 mg/dh. Padahal, ketika diperiksa, Panca dalam keadaan puasa. Bayangkan kalau tidak puasa dan belum diberi insulin dosis tinggi? “Pasti di atas 1.000,” kata dr Agung. Sekali lagi, tim dokter harus berjuang keras untuk menyelamatkan Panca. Jika langkah mereka tidak cepat dan tepat, Panca bisa kehilangan nyawa.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 11 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.