Pontianak Post

Page 1

94

���������

Pontianak Post

Senin 8 Maret 2010 M / 22 Rabiul Awal 1431 H

Selebritas Terapi Air Seni MESKI terapi urine sudah tak asing lagi, jika diminta untuk meminum air seni sendiri, mungkin orang akan berpikir dua kali. Tetapi, tidak demikian halnya dengan artis Vicky Burky. Wanita kelahiran Bandung, 17 Juni 1965, itu melakukan terapi tersebut selama 6 tahun. Menurut dia, urine memiliki manfaat yang cukup besar bagi kondisi kesehatannya. Buktinya, kondisi wanita bernama l e n g k a p Vi c t o rine Cherryline Soedarjono Burki itu tampak segar hingga kini. “Untuk mendapatkan tubuh yang fit, aku Vicky Burki menggunakan terapi urine. Ya, tentunya ditambah dengan olahraga teratur dan olahpikir juga,” kata Vicky Burky di Jakarta kemarin (7/3). Dia bercerita, kali pertama dirinya tertarik melakukan terapi urine setelah membaca salah satu buku

Eceran Rp. 2.500

pertama dan terutama di kalimantan barat

Ingin Aceh Seperti Mindanao Razia di Pidie, Polisi Temukan Senapan M-16 dan Ratusan Amunisi

BANDA ACEH – Penyisiran dan perburuan terhadap anggota teroris yang diduga terkait dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Aceh terus dilakukan aparat keamanan. Ini menyusul insiden baku tembak yang menewaskan seorang personel

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan dua Brimob Polda Aceh di Desa Lamkabeu, Kec. Seulimeum, Aceh Besar, Kamis malam lalu (4/3). Seperti dilaporkan Metro Aceh (Jawa Pos Group), dalam operasi

kemarin (7/3) anggota Polres Pidie menemukan senapan M-16 dan ratusan amunisi sekitar pukul 14.00. Penyisiran yang dipimpin langsung Kapolres Pidie AKBP Moffan M.K. itu terkait dengan informasi adanya u Ke Halaman 7 kolom 5

u Ke Halaman 7 kolom 5 Metro Aceh/Dian Sarah

KEJAR TERORIS: Pasukan Brimob Kelapa Dua Jakarta beristirahat setelah melakukan penyisiran kawasan yang diduga tempat persembunyian teroris di Aceh.

Tokoh Sumatera Kumpulkan Aktivis Jawa SIAPA sebenarnya kelompok beranggota 60 orang yang saat ini diburu Densus 88 di Aceh? Dari penelusuran Pontianak Post, pelakunya tetap organisasi lama. Yakni, salah satu faksi Jamaah Islamiyah dengan gabungan aktivis NII (Negara Islam Indonesia). Menurut penuturan sumber di kepolisian, meski sebagian besar anak buahnya tertangkap, pentolan kelompok itu masih bebas. ’’Dia adalah tokoh lama. Lama berjihad di Poso dan kemudian masuk ke kamp Hudaibiyah di Mindanao, Filipina, pada 1998,’’ ujar sumber itu.

grow with character

Sumber tersebut lantas menyebut nama tokoh itu, namun mewanti-wanti agar tidak menulis namanya langsung karena belum tertangkap. ’’Tulis saja inisialnya, Mt,’’ tuturnya. Mt termasuk generasi keempat yang masuk Filipina. Sempat di Kamp Abu Baka, dia kemudian membuat sebuah kamp baru di kawasan Liguasan Marsh, S.K. Pendaton, Mindanao. Dia dilatih langsung oleh Ikrima alias Ali Fauzi dan Mike alias Umar Patek. Menurut sumber tadi, Mt mengumpulkan aktivis-aktivis tersebut tak lebih u Ke Halaman 7 kolom 1

Penanganan Korupsi Bansos Berlarut

Why-What-How PELAJARAN terbesar yang saya dapat dari Harvard Business School sebenarnya bukan di materi dan kasus-kasusnya. Juga bukan dari cara mereka membahas kasus, walaupun hal itu sangat hebat. Tapi, yang terbesar adalah cara berpikir Why-What-How! Sebelumnya, saya hanya tahu 5W, 1 H. Why, What, Who, When, and Why plus How! Tetapi, sebenarnya tiga W terakhir bisa masuk how. Who adalah pelaksana dari what. When adalah kapan pelaksanaan what itu Hermawan Kartajaya dan where adalah di mana what itu mau dilaksanakan! Dua W pertama, yaitu why dan what, memang harus berdiri sendiri. Sebenarnya, Anda bisa me-refer pada tiga hal lain juga, yaitu cognitive, affective, dan psychomotor. Gampangnya, olah pikir, olah rasa, dan olahraga! Ketika saya mulai mendirikan MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Surabaya, why saya adalah karena tiga hal. Pertama, saya melihat tanda-tanda bahwa walaupun Pak Harto masih sangat kuat, kayaknya tidak bisa menghindari globalisasi. Globalisasi akan menghadirkan persaingan yang memerlukan marketing. u Ke Halaman 7 kolom 1

pun menempuh jalur hukum dengan menggugat Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai pada 10 Februari lalu. Myra yang selama ini diam kemarin (7/3) bersuara. Dia

PONTIANAK—Penanganan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) KONI Kalbar yang terindikasi merugikan negara Rp22,14 miliar terkesan berlarut-larut. Polda Kalbar harus memiliki target waktu penyelesaian kasus ini. Badan Pekerja Kontak Rakyat Borneo Agus Budiman, mengatakan penuntasan kasus korupsi merupakan skala prioritas Mabes Polri dalam penegakan hukum. “Karena itu Polda mesti cepat mengungkap kasus Bansos Provinsi,” jelasnya kepada Pontianak Post kemarin. Hingga kini belum ada penetapan kasus tersangka.

u Ke Halaman 7 kolom 5

u Ke Halaman 7 kolom 5

Abror Rizki/Rumgapres

DUKUNG DBL: Presiden Suslo Bambang Yudhoyono menandatangani bola DBL untuk Commissioner Azrul Ananda dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh-tokoh muda dari berbagai kalangan di kediaman pribadi presiden di Puri Cikeas tadi malam. Dari kiri, Azrul Ananda, Presiden SBY, Ani Yudhoyono, dan Menpora Andi A Mallarangeng.

Myra Tuding LPSK Sewenang-wenang Setelah Dibebastugaskan sejak 19 Februari 2010 JAKARTA--Myra Dirasi, komisioner penanggung jawab bidang perlindungan Lembaga

Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang dibebastugaskan sejak 19 Februari lalu, merasa kecewa atas tindakan lembaganya. Sebelumnya, LPSK juga menonaktifkan Myra pada November 2009. Tidak terima, Myra

Erwin L Tobing

Kita telah menggelar pertemuan dengan BPKP terkait kasus ini. Siapapun yang terlibat akan menjalani proses hukum

Mus Mulyadi; The King of Keroncong yang Kini Buta karena Diabetes

Tak Bisa Melihat, Sering Salah Menghadap Penonton Pada 70-an, nama Mus Mulyadi dikenal sebagai rajanya musik keroncong (The King of Keroncong). Suara dan cengkoknya sangat khas. Kini dia berjuang melawan diabetes. Penyakit itu bahkan menyebabkan kedua matanya buta. IGNA ARDIANI A, Jakarta

KETIKA ditemui di kediamannya di Taman Alfa Indah, Joglo, Jakarta Barat, Mus Mulyadi sedang bersantai. Saat itu dia mengenakan kemeja batik dan celana Igna Ardiani/Jawa Pos panjang hitam. Tubuhnya terlihat lebih BUTA: Musmulyadi kini tak bisa lagi melihat. kurus. Online: http://www.pontianakpost.com/

Metro Aceh/Dian Sarah

SENJATA: Hasil sweeping polisi di kawasan sawah GP Pante Crung, Padang Tiji, menemukan senjata dan amunisi milik jaringan teroris di Aceh.

Tak ada lagi kumis menghiasi wajah, seperti yang menjadi ciri khasnya. Kondisi fisik Mus juga jauh berbeda. Saat menemui Pontianak Post di ruang tamu rumahnya, Mus dikawal seorang suster yang bertugas mengarahkan setiap langkahnya. ’’Saya sudah tidak bisa melihat sama sekali,’’ cerita pria kelahiran Surabaya 14 Agustus 1945 tersebut. ’’Hanya cahaya yang bisa tampak, tapi samar-samar,’’ ujarnya. Pria bernama asli Mulyadi itu menceritakan, kedua matanya sama sekali tak bisa melihat sejak akhir 2009. Musibah itu merupakan komplikasi dari diabetes yang diidapnya sejak 1984.

*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Menurut Mus, kejadiannya berlangsung tanpa diduga. ’’Waktu itu saya sibuk-sibuknya mengerjakan album Keroncong Murni. Malam seusai rekaman, saya capek sekali. Begitu bangun esok pagi, mata saya tiba-tiba tidak bisa melihat,’’ ujarnya. ”Itu terjadi dua hari setelah Natal,” lanjutnya. Menurunnya kemampuan melihat yang drastis itu membuat Mus shock. Personel Favourite Band tersebut segera ke dokter untuk memeriksakan kondisinya. Beberapa hari kemudian, operasi untuk mata kiri pun dilakukan. Sayang, upaya tersebut tak banyak u Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.