Pontianak Post
Sabtu 8 Agustus 2009 M / 11 Syaban 1430 H
Selebritas Sedih Tak Melayat AIR mata Happy Salma tak bisa dibendung saat mengetahui kematian W.S. Rendra melalui sms yang dikirimkan seorang temannya. Gadis kelahiran Sukabumi, 4 Januari 1980 ini mengaku sedih lantaran tak bisa melihat jasad budayawan tersebut untuk terakhir kalinya. ”Aku tidak bisa menghadiri pemakamannya karena harus syuting ftv (film televisi),” ujarnya terisak saat dihubungi melalui telepon kemarin sore. Padahal saat dirinya terkulai lemas Happy Salma di rumah sakit karena terserang tifus 2006 lalu, Rendra menyempatkan waktu menjenguknya. Saat itu, kata dia, Rendra datang bersama istri pertamanya, Ken Zuraida. ”Aku surprise banget beliau mau datang menjenguk aku. Itu jadi kenangan tidak terlupakan,” tuturnya yang mengaku berteman baik dengan salah satu anak Rendra. (eos)
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang ber iman.” (An-Nisa’: 103)
11:50 15:12
17:54 19:07 04:27
FLU BABI Sebabkan 0,4 Persen Kematian KEPALA Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, HM Subuh, mengungkapkan flu babi (H1N1) tidak seganas flu biasa. Tingkat kematian yang disebabkan flu ini hanya 0,4 persen sedangkan flu biasa mencapai 1 persen. Kematian yang menimpa penderita flu babi biasanya terjadi pada penderita yang juga memiliki penyakit penyerta lainnya atau yang rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Meskipun demikian, kata Subuh Subuh, ada kekhawatiran di kalangan medis bahwa suatu saat virus flu babi ini dapat melakukan perkawinan dengan virus flu burung (H5N1) sehingga melahirkan virus baru yang sangat berbahaya. “Flu babi itu memang tidak ganas, tetapi penularan atau penyebarannya lebih tinggi. Sedangkan flu burung, walaupun penyebarannya tidak setinggi flu babi, tetapi virusnya lebih ganas. Kira-kira 80 persen penderitanya meninggal,” katanya kemarin. Perkawinan antar-virus ini, menurutnya dapat menimbulkan virus baru yang memadukan dua sifat dominan tersebut yaitu ganas dan sekaligus mudah menyebar. Terkait dengan penanggulangan flu babi di Kalbar, Subuh juga mengungkapkan, Dirjen Pelayanan Medis sudah mengeluarkan surat yang menginstruksikan agar semua RS, baik swasta maupun negeri siap merawat H1N1 mulai tingkat suspect sampai yang sudah dinyatakan positif. u Ke Halaman 11 kolom 5
pertama dan terutama di kalimantan barat
Eceran Rp. 2.500
Densus 88 Tangkap Simpul Noordin Baku Tembak Warnai Pengepungan Rumah Muh. Zahri
merupakan kakak beradik bernama Aris (32), dan Hendra (38), yang berprofesi sebagai montir sepeda ontel di kawasan tersebut. Menurut keterangan yang
TEMANGGUNG- Upaya all out terus dilakukan tim Densus 88 Mabes Polri dalam mengejar gembong teroris nomor satu: Noordin M. Top. Kemarin sore sekitar pukul 17.00, mereka mengepung sebuah rumah di Dusun Beji Desa Kedu Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung yang diyakini sebagai markas teroris. Bahkan, Noordin disebut-sebut berada di rumah tersebut. Selama pengepungan, terjadi baku tembak antara polisi dan penghuni rumah. Bahkan, baku tembak itu terjadi hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 22.30. Rumah yang dikepung itu letaknya cukup terpencil dari tetangga-tetangga sekitar, di tengah persawahan. Pemiliknya adalah Muh. Zahri (60) yang ternyata ayah dari Tatak (salah satu teroris jaringan Noordin dan Dr Azhari) yang ditangkap di Wonosobo sekitar Maret 2006. Berapa orang yang berada di dalam rumah itu? Informasi di tempat kejadian menyebut ada beberapa versi. Versi pertama, ada empat orang. Mereka adalah Zahri, isterinya Endang (54), cucunya yang masih anak-anak, dan seorang pria yang
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 5
Reuters
DIBURU: Reka terakhir gambar Noordin M Top terus disebar. Hingga kemarin gembong teroris ini diyakini berada di Dusun Beji,Kabupaten Temanggung
Dua Teroris Diciduk
TEMANGGUNG - Tim Densus 88 menciduk dua warga Temanggung yang di duga terlibat jaringan teroris di kawasan pasar kedu, kecamatan kedu, Kabupaten Temanggung, kemarin. keduanya diketahui
Komposisi Kursi Tahap II Tetap Putusan MA Tak Berlaku JAKARTA-Kisruh penghitungan kursi DPR dan DPRD di penghitungan tahap II akhirnya tuntas. Mahkamah Konstitusi memutuskan pasal penghitungan tahap II di semua tingkat hanya mempertimbangkan sisa suara dan suara parpol yang belum terhitung di tahap I. Putusan itu sekaligus mementahkan putusan Mahkamah Agung terkait cara penghitungan kursi tahap II pada 18 Juni lalu. “Mengabulkan sebagian gugatan pemohon, dengan menyatakan pasal 205
ayat 4 (penghitungan tahap II DPR RI) berkekuatan hukum tetap, sepanjang dilakukan berdasarkan putusan MK,” kata Mahfud MD, ketua MK dalam pembacaan putusan perkara penghitungan kursi tahap II DPR dan DPRD di gedung MK, Jakarta, kemarin (7/8). “ Perkara penghitungan tahap II itu diajukan oleh lima partai yakni PKS, Hanura, Gerindra, PPP, dan PAN. Dikabulkan sebagian, karena MK menolak mengabulkan gugatan agar pasal penghitungan tahap II dinyatakan tidak berkekuatan hukum tetap. “ Dalam amar putusannya, pasal 205 ayat 4, pasal 211 dan 212 ayat 3 dinyatakan u Ke Halaman 11 kolom 1
Antasari Tolak Adegan Cium Rani MA Hukum 29
Hakim Nakal
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nasrudin JAKARTA - Antasari Azhar kembali dipertemukan Rani Juliani di Hotel Gran Mahakam. Kali ini polisi menggelar rekonstruksi untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) agar segera dinyatakan lengkap (P-21). Mantan caddy golf itu datang menggunakan baju warna kotak-kotak hitam dan disambut oleh Nasrudin (diperankan oleh pengganti). Setelah itu, Antasari datang menyusul. Karena tertutup, wartawan tidak bisa melihat adegan secara detail kejadian di kamar 803 itu. “Yang jelas, Pak Antasari mengakui ada pertemuan itu,” ujar Kepala Satuan Kejahatan
Tolong bedakan antara hubungan individu dan pertemuan informal dengan sebuah kasus hukum. Jadi bukan berarti kalau Kapolri sudah ketemu KPK terus stop (kasusnya),” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan
JAKARTA-Mahkamah Agung (MA) terus menegakkan fungsi pengawasan terhadap kinerja hakim di bawahnya.Yang terbaru mahkamah menjatuhkan sanksi pada 29 hakim nakal. Mereka diduga melanggar kode etik selama bertugas sebagai pengadil. Laporan tersebut dibikin Mahkamah Agung selama April-Juni 2009. Penegakan disipilin itu dilakukan pada 60 kasus yang beragam. Di antara mereka 14 orang hakim dijatuhkan hukuman berat. Dalam penyelidikan MA mereka terbukti mengabaikan hukum acara persidangan, tidak obyektif saat menangani perkara. “Banyak jenis pelanggaran berat yang kami temukan,” jelas Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung, Hatta Ali, kemarin. Para hakim yang terbukti melanggar berat tersebut kemudian di nonpalukan (dilarang memegang perkara) dalam kurun waktu tertentu. Konsekuensinya, mereka juga tak mendapatkan tunjangan remunerasi. Tunjangan tersebut diberikan kepada para hakim dalam rangka reformasi birokrasi di mahkamah. Sedangkan sisanya, 15 hakim dijatuhkan sanksi ringan, mulai penundaan kepangkatan dan mutasi. “Sanksi ringan itu bisa juga berupa penundaan kepangkatan berkala,” jelas pria yang
u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 5
Fery Pradolo/INDOPOS
SENYUM: Rhani Juliani dan Antasari Azhar kemarin muncul dengan mengumbar senyum usai reka ulang di depan publik di Hotel Gran Mahakam, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan.
u Ke Halaman 11 kolom 1
Suap Pimpinan KPK Terus Bergulir Panggil Pimpinan Setelah Alat Bukti Lengkap JAKARTA-Kasus dugaan suap oknum pimpinan KPK yang dilaporkan Antasari Azhar terus bergulir.
Walaupun dua orang pimpinan yakni Bibit Samat Riyanto dan Chandra M Hamzah sudah bertemu dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, polisi memastikan kasus itu jalan terus. “Proses hukumnya tetap berlanjut.
Kisah Pilot-Pilot yang Sukses Lakukan Pendaratan Darurat
Bukukan Penyelamatan dalam Miracle of Flight Dunia penerbangan hampir pasti masih ingat peristiwa pada 16 Januari 2002. Kapten pilot Abdul Rozaq mendaratkan pesawat Boeing 737-300 milik Garuda di Sungai Bulukan, Desa Serenan, Juwiring, Klaten, Jawa Tengah. Seorang pramugari meninggal, sedangkan 54 penumpang dan lima kru lain selamat. Penyelamatan fenomenal oleh Rozaq itu merupakan sejarah manis penerbangan Indonesia. RIDLWAN HABIB-Jakarta Online: http://www.pontianakpost.com/
Ridlwan/ Jawa Pos
Tetap Berkarya: Kapten Pilot Abdul Rozaq di lantai satu kantornya Koperasi Awak Garuda Indonesia yang dipenuhi alat-alat fitnes di komplek Pergudangan Bandara Mas, Tangerang.
TAK memedulikan kacamatanya yang melorot ke kelopak mata, Abdul Rozaq tetap asyik menatap layar laptopnya. Pria 52 tahun tersebut baru saja menjawab e-mail salah seorang mantan penumpang pesawat yang didaratkan di Sungai Bulukan itu. “Sampai sekarang, kami masih sering kontak. Mereka bertukar kabar dan selalu bersyukur setiap ada musibah pesawat terbang,” katanya ketika ditemui di kantornya, kompleks pergudangan Bandara Mas, Tangerang, Rabu (5/8). Pekan ini dunia penerbangan memang berduka. Pesawat Twin Otter milik Merpati menabrak tebing di Oxibil, Papua. Seluruh penumpangnya tewas. “Kalau ada kecelakaan pesawat, hati saya seperti diingatkan lagi agar selalu bersyukur. Sebab, semua yang terjadi saat itu benar-benar tak masuk akal manusia,” kata pria kelahiran Wergukulon, Kudus, 29 Maret 1957 itu. Pria yang mengawali karir sebagai kopilot
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media