Pontianak Post Selasa, 10 Februari 2009 M / 14 Shafar 1430 H
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
SELEBRITAS
Dalang Demo Tokoh Nasional
Ogah Dikejar Obsesi JANGAN tanyakan tentang obsesi kepada Rossa Roslaina Sri Handayani. Penyanyi bertubuh mungil itu akan menjawab tegas tidak memiliki obsesi. Rossa yang tengah mempersiapkan konser tunggal di Surabaya mengaku tidak memiliki obsesi karena tidak mau menjadi orang gila. ’’Ya, saya tidak mau gila karena takut gagal dengan obsesi saya,’’ katanya ketika ditemui di Makan Time, Surabaya, Sabtu (7/2). Karena Rossa itulah, perempuan kelahiran Sumedang, 9 Oktober 1978, itu lebih suka membiarkan hidupnya mengalir begitu saja, termasuk karir dalam dunia olah vokal. Saat meluncurkan album pertamanya, Nada-Nada Cinta, sekitar 12 tahun lalu, Rossa tak pernah menyangka namanya akan setenar sekarang. Bahkan berkesempatan melangsungkan konser tunggal bersama musikus hebat Indonesia seperti Erwin Gutawa. ’’Dulu saya cuma mikir, asyik, bisa nyanyi di Jakarta,’’ katanya, lantas tertawa. Ke Halaman 11 kolom 5
Hasil Investigasi DPR soal Demo Maut DPRD Sumut
Donny/Radar Mojokerto/JPNN
TETAP PRAKTIK: Dengan digendong seorang kerabatnya, Ponari yang sedang sakit tetap praktik kemarin.
Praktik Dukun Cilik Tewaskan 4 Orang Tapi Polisi Tak Kunjung Tutup
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
JOMBANG--Keputusan aparat keamanan membiarkan praktik pengobatan oleh bocah cilik Ponari kembali berakibat fatal kemarin (9/2). Praktik penyembuhan dengan batu oleh bocah 10 tahun asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, yang sebelumnya sudah ditutup karena menelan korban dua orang tewas kembali diizinkan buka mulai Minggu (8/2). Akibatnya sangat tragis. Baru sehari dibuka, dua orang langsung tewas di lokasi kemarin (9/2). Dengan tambahan dua korban itu, berarti sudah empat orang tewas sejak praktik dibuka 20 hari lalu. Radar Mojokerto (Jawa Pos Group) melaporkan, praktik dukun tiban yang berlangsung sejak 17 Januari lalu dan didatangi puluhan ribu pengunjung itu sebetulnya
ditutup sejak Kamis (5/2). Penyebabnya, praktik itu sudah merenggut nyawa Rumiadi, 58, warga Kediri, dan Nurul Niftadi, 42, warga Jombang. Namun, pelajaran mahal itu tak membuat jera. Tempat praktik penyembuhan alternatif Ponari kembali dibuka, Minggu (8/2). Pembukaan ini sehari lebih cepat dari yang dijadwalkan. Pihak keluarga, pamong desa, dan kepolisian setempat berdalih, keputusan membuka praktik itu tidak lepas dari banyaknya ’’pasien’’ yang terus berdatangan. Selain itu, jalan dusun ke rumah Ponari pun telah dipaving. ’’Karena banyak orang yang datang untuk mendapatkan pengobatan, akhirnya panitia mengambil kesepakatan membuka praktik Ponari pada Minggu,’’ kata Kepala Desa Balongsari Retno Nila Cahyani.
Ke Halaman 11 kolom 5
Dite Surendra/Radar Semarang
TERTUNDA: Maskapai penerbangan dari Batavia Air terjebak banjir di bandara A Yani Semarang akibat cuaca yang sempat memburuk (9/2) dan menunda jadwal penerbangan tujuan Jakarta.
Ke Halaman 11 kolom 1
Meski Belum Normal
Wawancara Eksklusif dengan Valentino Rossi
Bangga Gairah Indonesia 11:59 15:19
18:03 19:13 04:36
JAKARTA – Demo anarkis yang memicu tewasnya Ketua DPRD Sumatera UtaraAbdulAzizAngkat diduga tidak hanya melibatkan pelaku lokal. Ditengarai, ada tokoh nasional yang terlibat bahkan menjadi dalang aksi yang mencoreng demokrasi itu. Indikasi mengejutkan tersebut diungkapkan Ketua Tim Investigasi DPR Maiyasyak Johan di sela rapat kerja DPR bersama Kapolri kemarin (9/2). Saat didesak wartawan untuk menyebutkan nama tokoh nasional itu, Maiyasyak berkelit dan mengaku sedang mengumpulkan data pasti soal tokoh Jakarta yang ikut berperan tersebut. ’’Kalau kami lihat secara menyeluruh, kelihatannya ada. Sekarang kami sedang kumpulkan buktinya,’’ katanya. Politikus asal PPP itu hanya bersedia menyebut nama tokoh nasional terse- Bambang Hendarso but dalam laporan ke komisi. Laporan dari tim investigasi DPR selambatnya rampung minggu depan. Indikasi keterlibatan aktor nasional juga diungkapkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira. ’’Memang ada,’’ ujar Abubakar yang kemarin juga ikut rapat. Polisi, kata dia, juga sudah mengetahui otak pelaku kerusuhan yang berujung tewasnya Aziz Angkat tersebut. ’’Kalau disebut sekarang, nanti malah kabur,’’ katanya.
JAKARTA--Salah satu bintang paling kondang di dunia, bintang MotoGP Valentino Rossi, kemarin menyapa para penggemar di Indonesia. Selama sehari, juara dunia penunggang Fiat Yamaha itu mengikuti serangkaian acara di Hotel Mulia dan Istora Senayan Jakarta. Dari kunjungan sehari itu, terlihat betul bagaimana maniaknya Indonesia terhadap pembalap berjulukan ”The Doctor” tersebut. Praktis, dia sudah diserbu penggemar sejak menginjakkan kaki untuk kali pertama di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Kemarin jadwal berbagai program harus berubah atau dibatalkan karena serbuan para penggemar. Jadwal wawancara khusus pun ikut berubah-ubah. Ke Halaman 11 kolom 1
Bandara-Stasiun KA Mulai Operasi
SEMARANG – Banjir yang melanda Semarang dan sekitarnya sejak Sabtu malam (7/2) mulai surut. Namun, hal tersebut belum terlalu membantu menormalkan lalu lintas di jalur pantura. Genangan air rata-rata masih mencapai 40 cm hingga satu meter, sehingga kendaraan belum berani lewat. Genangan terlihat, antara lain, di Jalan Kaligawe, Kecamatan Genuk; Sawah Besar dan Kaligawe Gayamsari; serta di sejumlah kelurahan di wilayah Kecamatan Semarang Utara. Akibat genangan air di Jalan Kaligawe, arus kendaraan dari arah Demak menuju Semarang tertahan Agus Wahyudi/Jawa Pos AKRAB: Valentino Rossi dan wartawan Jawa Pos Azrul Ananda di pertigaan Genuksari hingga Terboyo. Begitu pula saat wawancara khusus kemarin.
Ke Halaman 11 kolom 5
Catatan Perjalanan ke Papua
Untuk Orang Rp 5 Ribu, Mumi Rp 20 Ribu Seperti kata banyak orang, kunjungan Anda ke Papua belum lengkap kalau belum ke Wamena. Saya sudah membuktikan, ini bukan sekadar ungkapan, tapi fakta. Sebab, ibu kota Lembah Baliem ini memang menyimpan banyak cerita dan gambar. Dan, inilah pengalaman wartawan Jawa Pos, NANY WIJAYA memotret di sana.
SEJAK puluhan tahun lalu, nama Lembah Baliem sudah terkenal. Bahkan, para ahli antropologi di Barat menyebutnya sebagai museum hidup. Sebab, sampai zaman sudah modern, suku yang hidup di kaki Pegunungan Jayawijaya itu masih mempertahankan budaya aslinya.
Nany Wijaya/Jawa Pos
PASANG TARIF: Bertho saat nego harga pemotretan dengan warga Dani di Desa Kurulu, Kabupaten Wamena, Papua.
Sebelum 1970-an, pemerintah masih mengizinkan orang asing melakukan penelitian antropologi di daerah tersebut. Inilah sebabnya, mengapa Dani menjadi suku yang paling banyak disebut dalam buku-buku dan tesistesis antropologi. Tetapi, penelitian itu sempat dilarang selama beberapa dekade, setelah terjadi dua peristiwa menghebohkan. Yang pertama, karena hilangnya Michael Rockefeller, anak kesayangan orang terkaya di dunia David Rockefeller, ketika berkunjung ke Lembah Baliem. Kedua, setelah terjadinya pernikahan paling kontroversial antara Obahorok Doga, kepala suku Dani dengan Wyn Sargent, wartawan foto asal Amerika Serikat yang mengaku sebagai antropolog. Dari banyak suku yang hidup di Papua, nama Dani memang paling dikenal. Bukan karena suku ini yang paling banyak diteliti, tetapi karena suku ini paling gemar berperang. Hal itulah yang kemudian menjadikan suku ini paling banyak diteliti antropolog. Karena itu pula, suku tersebut mendapat julukan the Headhunter.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 8 kolom 3
Jawa Pos Group Media