Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Senin, 10 November 2008 M / 12 Dzulqaidah 1429 H P E RT A M A DA N T E RUT A M A DI K AL IM AN T AN BAR AT

SELEBRITI

Suka Curhat di Blog LUNAMaya justru bersyukur. Karena tidak memiliki pacar saat ini. Bagaimana tidak, belum punya pacar saja pengeluaran untuk pulsa ponsel sudah mencapai jutaan rupiah. Bagaimana kalau punya kekasih, bisa membengkak. “Lumayan, Nggak punya pacar. Nggak menjadikan aku melupakan segalanya. Aku paling-paling nelpon dan SMS satu jutaan. Kalau jarang nelpon, lima ratusan sebulan, “ ujarnya. Bagi Luna, ponsel memang menjaLuna Maya di bagian hidupnya yang paling penting. Nggak heran, model satu ini belum kepikiran untuk memcari pacar . Luna mengaku sampai tidak bisa tenang jika ponselnya tertinggal.

Eceran Pontianak Rp.2.500

Ditembak tanpa Penutup Mata Detik-Detik Terakhir Prosesi Eksekusi Mati Amrozi Dkk CILACAP--Jenazah tiga terpidana mati kasus bom Bali I kemarin (9/11) dimakamkan. Ribuan pelayat mengantarkan Amrozi, Imam Samudra, dan Ali

Ghufron (Mukhlas) ke peristirahatan terakhir. Dari sumber terpercaya di Nusakambangan, Pontianak Post mendapatkan detail detik demi detik proses ekekusi. Saat itu, azan Isya yang berkumandang dari Masjid At-Taubah di kompleks Lapas Batu baru saja berlalu. Hujan deras menyamarkan suaranya.Amrozi, Mukhlas, serta Imam Samudra

lekas berdiri dan mendirikan salat di dalam sel masing-masing. Mereka tidak melewatkan satu detik pun malam yang tidak berbulan tersebut tanpa ibadah. Karena itu, bunyi pintu terali besi yang dibuka pukul 22.00 Sabtu malam tidak mengejutkan karena mereka memang masih terjaga. Di luar sel, hujan baru saja reda. Suara katak bersahutan

memecah kesunyian malam yang bisu di Lapas Batu. Angin malam menerbangkan bau tanah, menggantikan bau laut. â€?Mereka sama sekali tidak WHUNHMXW 6HSHUWL VXGDK EHUÂżUDVDW ´ kata sumber koran ini di Nusakambangan, mengingat momen yang menurut dia tidak akan bisa dia lupakan seumur hidup itu. ‹ Ke Halaman 11 kolom 1

Satu Peluru Tembus Leher Imam SERANG--Jenazah Imam Samudra alias Abdul Aziz akhirnya dimakamkan di samping kiri pusara ayahnya, Sihabuddin, di tempat pemakaman Keramat, Kelurahan Lopang, Kota Serang, kemarin. Ribuan warga dan simpatisan menyaksikan prosesi pemakaman salah satu terpidana mati bom Bali I tersebut. Proses pemakaman berawal dari kedatangan jenazah Imam yang diterbangkan dari Cilacap. Heli milik polisi udara Mabes Polri mendarat di helipad Mapolda Banten sekitar pukul 08.10 WIB. Dari Mapolda, jenazah yang diletakkan dalam keranda hijau itu langsung dibawa ke rumah mertua Imam di Kompleks Pasir Indah, Cinanggung, Kota Serang. Jenazah diserahkanAsisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Banten Indra Gunawan mewakili

‹ Ke Halaman 11 kolom 5

‹ Ke Halaman 11 kolom 1

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.� (An-Nisa’: 103)

11:28 14:51

17:33 18:44 04:04

Guslan Gumilang/Jawa Pos

BENTROK: Pasukan Mujahid sedang berhadapan dengan petugas keamanan saat pemakaman Amrozi dan Muklas.

KOLOM

Tak Setetes pun Air Mata Tariyem Jatuh

Visa on Arrival dan Pariwisata Kalbar GONG pemberlakuan Visa on Arrival telah dibunyikan, tepatnya 1 November 2008. Entikong telah dipilih sebagai pintu gerbang masuk dengan harapan akan menarik wisatawan mancanegara yang diperkirakan sebanyak 30 ribu (Drs Lyong,Assiten III pemprov Kalbar). Memang kita harus mengangkat topi bagi Wempie Ohoiwutun

‹ Ke Halaman 11 kolom 1

Yan Cikal/Radar Banten

DIMAKAMKAN: Ribuan simpatisan mengangkat kranda Jenazah Imam Samudra, saat disemayamkan di Mesjid Al-Manar, Kampung Kebaharan, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Minggu (9/11).

Pembalasan Hanya Membuat Semua Buta Korban Australia Lega dan Waswas SYDNEY – Bom yang meledak 12 Oktober 2002 di Legian, Kuta, Bali, menyakiti banyak negara. Selain mencabut nyawa 96 warga Indonesia, bom yang dirancang trio Mukhlas, Imam Samudra, dan Amrozi itu membunuh ratusan warga dari 21 negara lain. Banyaknya negara yang dirugikan itu membuat pelaksanaan eksekusi

Kevin Rudd

mati dini hari kemarin juga menjadi perhatian media massa dunia. Australia yang menjadi negara dengan jumlah korban tewas terbanyak, 88 orang, memberikan porsi besar terhadap berita ditembak matinya Amrozi cs. Beberapa jam setelah berita resmi eksekusi disampaikan Kejaksaan Agung, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengeluarkan pernyataan. Dia menyampaikan, pelaksanaan eksekusi yang ‹ Ke Halaman 11 kolom 5

LAMONGAN--Keinginan Tariyem agar anak-anaknya, Amrozi dan Ali Ghufron alias Mukhlas, bisa segera pulang terwujud kemarin (9/11). Hanya, adik-kakak itu pulang kampung dalam keadaan tidak bernyawa lagi setelah regu tembak mengeksekusi mati dua terpidana bom Bali I tersebut. Tariyem memang orang yang paling banyak menarik simpati dalam prosesi pemakaman Mukhlas dan Amrozi kemarin. Rumah ibu kandung Amrozi dan Mukhlas itu terus dikunjungi tamu. Terutama kerabat-kerabatnya. Baik dari Desa Tenggulun maupun luar desa. Selain memberikan dukungan moral, tidak sedikit di antara mereka mengirimkan makanan kepada Tariyem. ’’Mungkin mboke (ibu, Red) dikira ada apa-apa. Ternyata, dia tetap menter ae (tegar, Red). Air mata setetes pun VHMDXK LQL WLGDN NHOXDU œœ XMDU $Âż\DK saudara perempuan Amrozi dan Mukhlas, sambil menonton siaran televisi yang sedang memberitakan

eksekusi mati trio bomber di rumahnya petang kemarin. Tariyem memang sosok ibu yang memiliki ketegaran luar biasa. Beberapa kali diterpa kabar duka, raut wajah ibu tujuh anak itu sama sekali tetap tidak menampakkan wajah murung. Bahkan, istri almarhum H Nurhasyim itu saat awal-awal rencana eksekusi masih sempat pergi ke sawah miliknya. ’’Kulo sampun ikhlas. Wong pesene Amrozi kale Ghufron nggih ngoten. Dikengken sing sabar (Saya sudah ikhlas. Pesan Amrozi dan Ali Ghufron ‹ Ke Halaman 11 kolom 5

Reaksi Korban Bom Bali setelah Amrozi Cs Jalani Eksekusi

Sesenggukan di Ground Zero, Lalu Persembahkan Sedap Malam Matahari pagi mewarnai cakrawala menyambut tibanya hari. Yang berbahagia, Engkaulah putraku, dambaan hatiku. Semoga ulang tahunmu ini merupakan awal kebahagian di masa depanmu.

Ground Zero, tempat yang menjadi episentrum ledakan Bom Bali pada 2002, kemarin menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi pasca eksekusi Amrosi Cs. Keluarga korban dan pelancong mengungkapkan perasaan mereka di monumen yang merekam tragedi yang membuat 2002 orang tewas ini.

Candra Gupta-Ali M, Bali

Dari: Dad (Shane) & Mom (Michelle )

Miftahuddin/Radar Bali

DOA: Ni Nyoman Rencini (kiri) salah satu janda bom Bali dan anak putrinya berdoa di Monumen Bom Bali, Jalan Legian, Kuta kemarin.

ITULAH sekelumit kata yang terangkum dalam kartu ucapan ulang tahun yang tulisannya mulai luntur di Ground Zero. Mereka, Shane dan Michelle Stewart, kehilangan anak yang dicintai, Anthony Scott Stewart. Pemuda kelahiran Australia, 1972, adalah salah seorang korban tewas akibat aksi teroris yang meledakkan Paddy’s dan Sari Club, 12 Oktober 2002. Di sebelah kartu ucapan ulang tahun Stewart itu, terpampang pula foto Dimitra (Dimmy) Kotronakis dan Elizabeth (Lizzy) Kotronakis,

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

‹ Ke Halaman 11 kolom 5

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Pontianak Post by Pontianak Post - Issuu