Selengkapnya Baca Hal 16-17
Pontianak Post
Selasa 10 November 2009 M / 22 Dzulqaidah 1430 H
NARKOBA
Tersangka Narkoba Paling Cantik JAKARTA-Dalam jangka waktu 20 hari, jajaran reserse narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap 70 kasus narkoba. Rinciannya, 23 kasus ganja, 7 kasus heroin, 26 kasus sabu-sabu, 11 kasus ekstasi, dan tiga kasus psikotropika golongan IV. Adapun tersangka yang dibekuk 94 orang yang terdiri dari 83 pria dan 11 wanita. Dalam pengungkapan itu, polisi menyita narkoba dengan rincian 9,1 gram ganja; 102,2 gram heroin; 107,5 gram sabu-sabu; 3 kilogram prekusor; 22.143 butir ekstasi dan 53 butir psikotropika golongan IV. Dari puluhan tersangka, ada WN asing asal Singapura, Phan Hoe San, 58 yang tertangkap membawa Jennifer Dunn 2 paket sabu-sabu seberat 0,4 gram. Selain itu ada juga artis cantik Jennifer Dunn yang ditangkap lantaran memiliki lima butir Happy Five
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Copot Jaksa-Polisi Terlibat Hanafi Kasimin
Bagaimana tidak polisi dan jaksa disuruh membuktikan penyuapan dan pemerasan ternyata tidak terbukti. Pasal lainnya juga tidak kena. Lalu bagaimana nasib Bibit-Chandra. Apa seperti begini wajah hukum Indonesia.
JAKARTA-Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto atau Tim Delapan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencopot sejumlah oknum penegak hukum yang menangani kasus dua pimpinan nonaktif KPK itu. Berdasar pemeriksaan sepekan terakhir, tim yang dipimpin pengacara senior Adnan Buyung Nasution tersebut menilai para penegak hukum itu sudah bertindak tidak profesional.
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11
kolom 1
Aksi Moral Berangus Mafia Peradilan Gempa NTB, 2.700 Bangunan Hancur MUSDA GOLKAR
Tertimbun Longsor di Sulsel, 14 Orang Tewas
PONTIANAK—Bursa calon Ketua DPD Golkar Kalbar mulai memanas. Mulyadi H Yamin, salah satu kandidat menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam perebutan kursi ketua umum. “Saya juga siap berkoalisi dengan kekuatan-kekuatan lainnya di Golkar,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Sekadau ini. Dikatakannya, beberapa kabupaten/kota yang tengah dijajakinya untuk berkoalisi menuju kursi tersebut yakni DPD Landak, Kapuas Hulu, Kota Pontianak, dan Sambas. Daerah mana saja yang siap mendukung Mulyadi? “Dukungan itu sudah ada dalam saku saya,” katanya seraya tersenyum. Selain Mulyadi, nama kandidat lain yang meramaikan bursa Ketua Golkar dinataranya Abang Tambul Husin (Ketua DPD Partai Golkar Kapuas Hulu), Gusti Hersan Aslirosa (Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak), Morkes Effendi (Ketua DPD Partai Golkar Ketapang), Rahmat Satria (Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak), dan incumbent Zulfadhli (Ketua DPD Partai Golkar Kalbar).
KOTA BIMA – Musibah melanda dua wilayah di tanah air dalam waktu hampir berbarengan kemarin (9/11). Gempa tektonik berkekuatan 6,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Bima dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pukul 03.41 Wita. Di Kota Palopo, Sulsel, longsor yang terjadi pukul 00.30 Wita menelan 14 korban jiwa karena tertimbun. Ketua Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bima I Nyoman Arga mengungkapkan, gempa yang menggun-
Butuh Figur Pembaharu
Dua korban tewas itu sebelumnya mengalami luka parah. Mereka mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di rumah sakit setempat. Sementara itu, korban luka hingga kini masih dirawat intensif. Salah seorang korban tewas bernama Siti Aisyah, 40, warga u Ke Halaman 11 kolom 1
u Ke Halaman 11 kolom 5
Redatin Parwadi
Hermansyah
Perang Tumbang Titi 1914; Gugurnya Panglima Tentemak
u Ke Halaman 11 kolom 5
11:28 14:51 17:33 18:44 04:04
cang NTB itu terjadi di posisi 8,24 Lintang Utara (LU); 18,65 Lintang Selatan (LS); di kedalaman 25 km barat laut Raba, Bima. ’’Gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami,’’ katanya. Berdasar data sementara yang dihimpun Lombok Post (Jawa Pos Group), dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka karena tertimpa reruntuhan. Selain itu, 2.678 rumah di lima kecamatan, empat sekolah, dan tiga kantor hancur atau rusak parah.
PONTIANAK--Makelar kasus (Markus) atau mafia peradilan sepertinya menjadi bagian proses hukum di Indonesia, selain polisi, jaksa hakim dan tersangka atau terdakwa itu sendiri. Markus mendapat tempat khusus diantara unsur tersebut. Akhir-akhir ini ada nama-nama yang muncul sebagai Markus di Indonesia. Sebut saja Artalita Suryani dalam kasus jaksa Urip dan Ong Yuliana Gunawan pada kasus Anggoro Wijaya. Tidak hanya ditingkat pusat, makelar kasus juga ada pada proses hukum daerah. Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Hermansyah memastikan, mafia peradilan ini juga ada di Kalbar. Praktik demikian bukan hal baru, sudah lama dikenal. “Selain makelar kasus itu sendiri, hubungan antara aparat yang menangani kasus juga begitu mesra. Itu memang cerminan hukum Indonesia,” katanya. Kemesraan antara polisi, jaksa, hakim dan pengacara tersangka atau terdakwa dalam satu kasus tidak dianggap aparat
Tolak Bayar Pajak, Berhasil Tewaskan Kapten Belanda Kisah heroik kepahlawanan rakyat Kabupaten Ketapang hingga kini masih melegenda. Perang Tumbang Titi yang terjadi pada tahun 1914 misalnya. Rakyat dengan gigih menolak kehadiran Belanda ketika itu. Kegagahan Panglima Tantemak berhasil menewaskan Kapten Predrik Hendrik Alexander Brands.
ANDI CHANDRA, Ketapang
PAHLAWAN: Makam Tentemak di Pengatapan sebelum dipugar. (Kanan) Perjuangan Tentemak hingga titik darah penghabisan diabadikan sebagai nama GOR di Kabupaten Ketapang.
Tumbang Titi sebuah wilayah perdikan, wilayah yang ketika itu dikuasai seorang pangeran dimana kekuasaan raja tak langsung ke
rakyat. Saat itu dipimpin Uti Usman (Uti Uuggal) Putera Pangeran H Uti M Said yang dikenal dengan Pangeran Sepuh. Dari perjuangan
rakyat melawan penjajah itulah, nama Panglima Tentemak dikenal sebagai seorang pahlawan dan pejuang Ketapang yang sangat gagah
dan berani dalam memperjuangkan negerinya dari cengkraman kekuasaan penjajah.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media