Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Kamis 10 Desember 2009 M / 23 Dzulhijjah 1430 H

Eceran Rp. 2.500

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T

Makassar Rusuh, Jakarta 1 Tewas Aktivis Se-Indonesia Demo, Tuntut Usut Tuntas Century JAKARTA – Para aktivis di hampir semua daerah di negeri ini kompak menggelar unjuk rasa pada peringatan Hari Antikorupsi kemarin. Tema yang diangkat sama, yakni menuntut pemerintah mengusut tuntas skandal Bank Century. Sayang, aksi yang seharusnya bisa berlangsung damai itu dinodai tindakan anarkis di Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana sejumlah mahasiswa mengamuk. Tanpa alasan yang jelas, mereka melempari restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) di kawasan Jalan Ratulangi, Makassar. Peristiwa brutal itu terjadi sekitar pukul 14.15 Wita. Akibat lemparan membabi buta itu, hampir semua kaca jendela KFC pecah. Namun, yang paling parah adalah bagian depan sisi kanan restoran tersebut. Ke Halaman 7 kolom 5

Jakarta Tertib, Bukti Kecurigaan SBY Salah JAKARTA--Kecurigaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan adanya pihak-pihak yang menunggangi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tidak terbukti. Kecuali di Makassar yang diwarnai kericuhan, secara umum aksi damai memperingati Hari Antikorupsi kemarin berlangsung aman. Bahkan, unjuk rasa sekitar lima ribu orang di ibu kota yang dipusatkan di silang Monas, depan Istana Merdeka, juga berlangsung tertib. ”Ini membuktikan presiden salah menerima informasi intelijen. Ujung-ujungnya, rakyat takut. Padahal, ancaman itu tidak terbukti,” ujar Koordinator Koalisi Masyarakat Susilo B Yudhoyono Antikorupsi Fadjroel Rahman usai berdemo kemarin. Fadjroel menyebut, gara-gara pernyataan presiden, banyak agenda aksi yang terbengkalai karena elemen pendukung takut. Ke Halaman 7 kolom 1

Sophan Wahyudi/Rakyat Merdeka

KONVOI: Ribuan mahasiswa melakukan konvoi dalam memperingati Hari Antikorupsi di Jakarta, Rabu (9/12). Mereka meminta pemerintah mengusut tuntas skandal Bank Centrury dengan mendesak KPK untuk mengambil alih penuntasan kasus tersebut.

Aksi Tertib, Aspirasi Tersalurkan

Shando Safela/Pontianak Post

ANTIKORUPSI: Ratusan elemen mahasiswa saat melakukan aksi di Bundaran Untan kemarin. Aksi yang diwarnai dengan pembakaran foto Presiden dan Wakil Presiden itu sempat ricuh.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyusun agenda prioritas penanganan kasus dana talangan (bailout) Bank Century Rp 6,7 triliun. Untuk langkah awal, komisi tidak langsung menyentuh para pengambil kebijakan penggelontoran dana talangan itu. ”Kami lebih kepada pengucuran dananya,’’ kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar setelah penandatanganan kerja sama antikorupsi dengan wakil Negeri Belanda kemarin (9/12). Dari hasil penelusuran aliran dana, lanjut Haryono, akan terungkap ada kesalahan atau tidak dalam pengucuran dananya. Menurut Haryono, tidak semua temuan nanti menjadi objek penanganan

bis KPK. Sebagian masuk kasus perr bankan. Haryono menegaskan, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), KPK menganggap langkah pejabat menggelontorkan dana triliunan rupiah ke Bank Century itu sebagai aktivitas perbankan. KPK belum melihat indikasi penyelewengan. ’’Kalau korupsi itu ada upaya melawan hukum, merugikan keuangan negara, menguntungkan diri sendiri ataupun pihak lain,’’ ungkapnya. Dia menegaskan, dari hasil audit itu tidak ada sifat kebijakan yang melawan hukum. BPK dalam auditnya memeriksa empat pihak yang terkait dengan

Ke Halaman 7 kolom 1

Korupsi Bansos ke Penegak Hukum

Tak Sentuh Pejabat, KPK Usut Aliran Dana Penanganan Kasus Bank Century

PONTIANAK-Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan memperingati HariAntikorupsi se Dunia, kemarin. Lebih 500 orang terbagi dalam tiga kelompok besar menyampaikan aspirasinya di tempat berbeda. Bundaran Tugu Digulis, Pengadilan Tinggi, Polda Kalbar, DPRD Kalbar dan Kejaksaan Tinggi Kalbar. Semuanya berjalan tertib, aspirasi tersalurkan. Di Bundara Tugu Digulis, ada dua kelompok mahasiswa memulai aksinya sekitar pukul 09.00. Memisahkan diri di dua bagian bundaran. Salah satunya, tergabung Gerakan Indonesia

Kapoltabes selaku penanggung jawab pengusutan kasus ini harus tahu siapa orangnya. Masa Kapoltabes tidak dapat mengungkapnya, siapa yang terlibat harus tahu........

Erwin TPL Tobing

Kapolda Deadline Kapoltabes Pontianak Tetapkan Tersangka

Bank Century. Mereka adalah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), dan manajemen Bank Century.

PONTIANAK--Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Kalbar telah menyampaikan hasil telaah resume pemeriksaan

Ke Halaman 7 kolom 5

Ke Halaman 7 kolom 5

Pengalaman Menjalani Hukuman Cambuk 39 Kali di Makkah

Saat Disel Dapat Kasur Empuk dan Jatah Makan Nasi Kebuli Beraneka cerita WNI di Arab Saudi. Kisah kali ini tentang rasanya bila terkena pidana cambuk. WNI asal Porong, Sidoarjo, mengisahkan kepahitan tersebut tanpa mimik sedih, bahkan diselingi gurauan.

Rohman Budijanto, Makkah ABDULLAH Khotib begitu mencintai Makkah. Sosok asal Gedang, Porong, Sidoarjo, tersebut sangat kerasan tinggal di tanah suci. Dia merasa Tuhan memberkahi sumber penghidupan di sana. Dia juga berkarir

Arif Sukamto untuk Jawa Pos

DEMI HARGA DIRI: Rohman Budijanto berbincang-bincang dengan Abdullah Khotib (kanan) di Aziziyah Janubiyah, Makkah.

dan berkeluarga di sana. Segala pengalaman pahit dan getir dia jalani dengan lapang dada. Salah satu pengalaman getir itu, dia kena kisas (pidana) cambuk. Sangat sakit. Tetapi, dia merasa putusan tersebut adil. ”Setiap musim haji, peristiwa itu kembali teringat. Sampai rinci, saya ingat pengalaman dicambuk itu,” tutur Khotib ketika berbincang di maktab 565, tempat wartawan koran ini tinggal, di Aziziah Janubiah, sekitar 6 km dari Masjidilharam Selasa lalu (8/12). Khotib tak menganggap pencambukan itu sebagai pengalaman memalukan. Sebab, dia membela harga diri. Bahkan, dia merasa mendapatkan berkah dari kejadian tersebut. Perkara itu bermula saat Khotib menyetir bus Saptco (Saudi Arabia Public Transportation Company), semacam DAMRI-nya Arab Saudi. Dia merantau ke Arab Saudi mula-mula karena

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.