60 XPSME!DVQ
Pontianak Post
Minggu 11 April 2010 M / 26 Rabiul Akhir 1431 H
GROW WITH CHARACTER
Confucius Modern TAHUN 2003, lima tahun setelah Krisis Asia, MarkPlus sudah “balik” lagi. Bahkan lebih pesat dibanding sebelum Krisis. Setelah punya kantor di lima kota besar Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dan Medan, saya mulai “keliling” ke berbagai negara tetangga. Dengan modal tiga buku internasional bersama Philip Kotler maka saya pun makin “pede” bicara di Manca Negara. Undangan untuk bicara pun mengalir Hermawan Kartajaya dengan sendirinya. Salah satu pengalaman yang mengesankan adalah mengajar di MBA di St Gallen Business School. Di kota kecil tapi indah itu, saya diundang untuk mengajar Marketing selama seminggu tiap tahun selama dua kali. Dalam seminggu harus menghabiskan kuliah setahun. Jadi setiap tahun, saya terbang ke Zurich dulu, baru naik kereta selama satu jam dari lapangan terbang Zurich ke St Gallen.
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T
Presiden Polandia Tewas WARSAWA --Para pejabat Rusia dan Polanda mengatakan tidak satupun penumpang yang selamat setelah pesawat itu menabrak pohon ketika mendarat di Bandara Smolensk, Russia ditengah kabut tebal. Media Rusia melaporkan bahwa pilot tidak mengindahkan usul dari pengendali lalu lintas udara untuk mendarat di bandara lain. Kepala staf militer, gubernur bank sentral, anggota parlemen dan sejumlah ahli sejarah terkemuka Polandia berada di dalam pesawat yang mengangkut 80 penumpang. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk
mengatakan kecelakaan itu merupakan peristiwa paling tragis bagi Polandia setelah Perang Dunia Kedua. Presiden Lech Kaczynski naik pesawat buatan Uni Soviet berusia 20 tahun. Delegasi Polandia ini terbang dari Warsawa untuk memperingati tahun ke 70 pembantaian Katyn, dimana ribuan warga Polandia dibunuh oleh pasukan Uni Soviet saat Perang Dunia II. Wartawan BBC di Warsawa mengatkaan kecelakaan ini merupakan bencana bagi warga Ke Halaman 11 kolom 5
BNN: Edwin Membuat Sabu Menangis Teringat Mendiang Kakek dan Orangtua
Ke Halaman 11 kolom 1
TARIF LISTRIK
Pelanggan 450 VA Tak Naik BANDUNG--Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Juli nanti sepertinya tinggal menunggu waktu. Pasalnya, Badan Anggaran DPR telah menyetujui usulan pemerintah. Skema kenaikan TDL pun sudah disusun. Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Aziz mengatakan, Badan Anggaran secara prinsip setuju dengan rencana pemerintah untuk menaikkan TDL. Namun, Badan Anggaran tidak akan menyetujui kenaikan merata 15 persen untuk semua golonga, tapi dengan kenaikan berjenjang. “(Rencana) Itu sudah pembicaraan yang makin mengkristal,” ujarnya saat workshop Forum Wartawan Keuangan dan Ekonomi Moneter (FORKEM) tentang APBN 2010 di Bandung kemarin (10/4). Menurut Harry, skema kenaikan TDL pada dasarnya
Shando Safela/Pontianak Post
DIGIRING: Tersangka kasus pembunuhan dan home industry ekstasi Edwin Rahadi digiring anggota Poltabes saat keluar dari mobil untuk di bawa ke TKP.
SENYOM SIMPOL
Keluar Agek Tandoknye
Ke Halaman 11 kolom 1
Ke Halaman 11 kolom 5
Baku Tembak, Dua Polisi Tewas
Ke Halaman 11 kolom 5
KESIAN si Pendi. Sekarang jadi jajahan bininye, si Pat. Tadak bise banyak bunyi die sekarang.Ape-ape yang dimaok same si Pat, selalu diturotnye. Pagi, siang, sore dan malam pasti habes die kenak repet same si Pat. Kadang suboh pon udah kenak. Banyak masalah memang. Ape yang kurang maksiatnye si Pendi dolok. Ngerokok maok, negok arak pon iye. Eh, terakher ketauan pulak die maen mate “Toing” Minhard same si Lehot, perawan ting-ting dari Jeruju Besak. Tentu si Pat marah. Tige ari tige malam tadak berenti mulot si Pat ngoceh. Macam burong Murai Batu yang kenak kasih telok kerengge, bekicau teros.
PONTIANAK--Pemeriksaan Badan Nasional Narkotika (BNN) Indonesia mendapati Edwin Rahadi (38) tidak hanya membuat ekstasi, tapi juga sabu-sabu. Barang haram ini dicetak dalam bentuk tablet. Sehingga menyerupai ekstasi. Dalam pembuatannya, Edwin menggunakan metode lencral. “Metode itu mudah, tidak butuh barang komplek,” kata Caroline, dari Pusat Uji Labolatorium BNN, Sabtu (10/4). Dia menambahkan, karena mudah, maka dengan metode tersebut siapa pun dapat memproduksinya. Metode ini lazim dipakai di kawasan Asia Tenggara seperti Filipina, Thailand dan Indonesia. Metode itu juga tergolong aman. Rombongan BNN Pusat kemarin mendatangi kediaman Edwin Rahadi di Jalan Suprapto VII dan Jalan Adi Sucipto. Dalam penyisiran ulang bersama anggota Poltabes Pontianak itu ditemukan berbagai alat bukti pembuatan sabu. Ada litium, bahan pembuat sabu, sebanyak dua botol di gudang rumah Jalan Suprapto VII. Dengan ukuran tiap botol 250 ml. Untuk memastikan secara persis, sejumlah barang bukti dibawa BNN ke Jakarta guna dilakukan uji laboratorium.
keterangan saksi-saksi cukup. Menurut dia, hubungan yang kuat dan lobi yang mengakar SJ dengan pihak Kejaksaan Agung memperkuat analisa itu. “Kalau di kepolisian tidak. Itu diatur Haposan (pengacara Gayus, red) saja, tapi setelah berkas jadi dan masuk Kejaksaan
PURWOREJO--Dua anggota polisi dari Kepolisian Resor Purworejo Bripka Wagino, 60, dan Briptu Iwan Eko Nugroho, 26, ditemukan tewas di ruang penjagaan Pos Polisi Kenteng Rejo yang merupakan Pos Bantuan Polsek Purwodadi pagi hari kemarin (10/4). Namun, penyebab tewasnya kedua polisi tersebut belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara, keduanya tewas setelah terjadi perkelahian yang berujung pada saling tembak antara keduanya. Dugaan adanya perkelahian dan baku tembak didukung dari temuan petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang menemukan satu unit senjata api laras panjang. Sebelumnya, warga sekitar sempat mendengar suara letusan dari arah pos polisi. Lokasi kejadian yang jauh dari pemukiman membuat
Ke Halaman 11 kolom 1
Ke Halaman 11 kolom 5
SJ Penghubung Penyidik-Jaksa JAKARTA--Peran Syahril Djohan (SJ) dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan dikaji tim independen bentukan Kapolri. Dari hasil pengumpulan data sementara, Syahril diduga menjadi penghubung antara penyidik polisi dengan jaksa di Kejaksaan Agung. “Ini levelnya masih dalam tahap kajian.
Belum berlanjut ke pemeriksaan, masih tunggu data lain dan pemeriksaan saksisaksi,” kata sumber di lingkungan tim independen kemarin. Tim telah menggelar rapat evaluasi pada Jumat (9/4) lalu. Dalam pertemuan yang dipimpin ketua tim Irjen Mathius Salempang itu diputuskan bahwa nama SJ baru akan disidik jika memang
Sehari Bersama Dokter dan Paramedis di UGD Buruh Migran 11:46 14:59 17:50 18:58 04:25
Patah Tulang karena Hindari Kehormatan Hilang Banyaknya buruh migran yang menjadi korban penyiksaan dan kecelakaan kerja di luar negeri menginspirasi berdirinya klinik khusus TKI di Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta. Setiap hari sedikitnya lima orang yang mendapat pertolongan pertama tim medis di ruang yang disebut UGD TKI.
ZULHAM MUBARAK, Jakarta
PULUHAN wanita paro baya tampak bergerombol di Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta. Udara yang panas Kamis sore itu (8/4) tidak menghalangi aktivitas para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari Arab Saudi itu. Mereka berjalan cepat sambil menenteng tas-tas ukuran besar. “Kaki saya sakit, Pak. Badan juga rasanya remuk. Tapi, saya bersyukur bisa pulang hidup,” ujar Sukanah, 32, salah seorang TKI. Beebeda dengan teman-temannya yang lain, wanita asal Demak, Jawa Tengah, itu memang tampak berjalan terseok. Tidak berselang lama, dua petugas membawa Sukanah ke klinik yang ada di salah satu sudut terminal khusus kedatangan TKI tersebut. “Sudah nggak digaji, badan remuk semua, Pak,” kata wanita berkulit putih itu kepada petugas. Terminal khusus TKI yang terletak di kaZulham Mubarak/Jawa Pos wasan Selapanjang, Tangerang, itu memang DIPERIKSA: Sukanah ketika diperiksa Dokter Regan Lombantoruan dan Suratman di ruang UGD TKI di Terminal kedatangan Selapanjang.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media