30
Pontianak Post
���������
Selasa 11 Mei 2010 M / 27 Jumadil Awal 1431 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Hasan Rusbini Tersangka
Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Dahlia Rp8 Miliar
etapkan mantan Sekda Kota Pontianak Hasan Rusbini sebagai tersangka. “Sepuluh saksi telah kita mintai keterangan. Termasuk diantaranya mantan Walikota Pontianak Buchary A Rahman. Dari ketersangan saksi itu, kita telah menetapkan satu orang tersangka. Jumlah tersangka kemungkinan bisa saja bertambah,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Kalbar, Arifin Arsyad, Senin (10/5) di Pontianak. Walikota Pontianak Sutarmidji
PONTIANAK--Pembangunan Pasar Dahlia yang menggunakan dana APBD Kota Pontianak tahun 2002/2003 sekitar Rp8 miliar terindikasi korupsi. Kejaksaan Tinggi Kalbar telah memproses kasus tersebut sejak tahun 2006 silam. Setelah memeriksa 10 orang saksi, jaksa men-
menjelaskan beberapa tahun lalu ada kebijakan membangun Pasar Dahlian kembali. Dananya murni dari pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pelaksana. ”Dana disediakan Rp8 miliar untuk dipinjamkan kepada pedagang. Bangunan Pasar Dahlia tidak menggunakan yang ada di Bank Pasar. Dana untuk membangun murni dari pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pelaksana,” ujar Sutarmidji di Gedung DPRD Kota Pontianak. u Ke Halaman 7 kolom 5
Sutarmidji
Dana disediakan Rp8 miliar untuk dipinjamkan kepada pedagang. Bangunan Pasar Dahlia tidak menggunakan dana Bank Pasar. Dana membangun murni dari pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pelaksana.
RAKA DENNY/JAWAPOS
SUSNO TERSANGKA: Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji saat memenuhi panggilan Mabes Polri Jakarta, Senin (10/5). Susno diduga menerima uang suap sebesar Rp500 juta dari tersangka kasus Gayus Tambunan, Sjahril Djohan, saat menangani sengketa bisnis PT Salmah Arowana Lestari (SAL). Namun pihak yang diduga memberi suap kepada Susno belum ditetapkan sebagai tersangka.
Polri Tahan Susno di Mabes Diduga Terima Suap Terkait Kasus Arwana JAKARTA – Mabes Polri benar-benar kehabisan kesabaran mengatasi Susno Duadji. Setelah beberapa kali sulit dijerat,
SELEBRITAS
Diplomasi Budaya untuk NTT T I N G K AT kemiskinan yang memprihatinkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata menggugah nurani dan kepedulian penyanyi Glenn Fredly. Pelantun Kasih Putih dan Salam bagi Sahabat itu menggalang dana bantuan bagi masyarakat NTT. Melalui Green Music Foundation yang didirikannya, pria kelahiran Ambon, Maluku, 30 September 1975, tersebut rela ’’mengamen’’ dari Glenn Fredly
u Ke Hal 7 kolom 5
kemarin (10/5) mantan kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri itu akhirnya ditangkap di bekas kantornya. Jenderal berbintang tiga nonjob itu resmi menjadi tersangka atas dugaan menerima suap dalam kasus sengketa
investor ikan arwana. Hingga tadi malam sekitar pukul 22.00, Susno masih menolak menandatangani surat penangkapan dirinya. Alasannya, dia datang memenuhi panggilan sebagai saksi. Namun, penyidik tetap tak memperbolehkan mantan bos reserse se-Indonesia
itu pulang. ’’Terserah saja kalau mau menolak. Nanti penyidik membuatkan berita acara secara terpisah yang menjelaskan tersangka menolak tanda tangan. Tak ada masalah,’’ ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang. u Ke Halaman 7 kolom 1
Sri Mulyani Minta Maaf di DPR Robert Tantular Terkait Kasus Gayus Tambunan JAKARTA – Kepergian Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ke Washington DC, AS, untuk menjalani pekerjaan barunya sebagai managing director Bank Dunia tinggal menghitung hari. Di rapat terakhirnya dengan DPR kemarin (10/5), Sri Mulyani menyempatkan pamit kepada Komisi XI DPR yang menjadi mitra kerjanya. Salah satu pernyataan Sri Mulyani yang menarik, dirinya merasa sudah berhasil menjalankan tugas dengan tetap menjaga elemenelemen kebenaran. ”Saya berpikir pun tidak untuk melanggar kebe-
Sri Mulyani Indrawati
naran. Kami juga punya harga diri,” ujarnya dengan nada tegas saat rapat untuk membahas rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga (RKA K/L) dengan Komisi XI DPR kemarin.
Tidak dimungkiri, hubungan kurang harmonis antara Sri Mulyani dan DPR bisa dikatakan dimulai di komisi XI. Sebab, komisi yang membidangi sektor keuangan itulah yang pertama mengajukan permintaan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigatif terhadap bailout Bank Century. Hasil audit tersebut kemudian digunakan untuk membentuk Pansus Hak Angket Bank Century, yang berujung pada kesimpulan yang menempatkan Sri Mulyani sebagai pihak bersalah. Karena itu, dalam rapat kemarin Sri Mulyani beberapa kali menekankan selalu berupaya menjalankan tugas dalam koridor peraturan yang berlaku. u Ke Halaman 7 kolom 5
Kena Sembilan Tahun-Rp 100 M Putusan Kasasi, MA Gabungkan Tiga Dakwaan
JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) boleh jadi geregetan terhadap terpidana kasus Bank Century Robert Tantular. Hakim kasasi MA kemarin (10/5) mengganjar mantan pemegang saham Bank Century itu dengan kurungan badan sembilan tahun plus denda Rp 100 miliar. Kalau
denda tidak dibayar, hukuman badan ditambah delapan bulan. Putusan kasasi MA tersebut jauh lebih tinggi daripada putusan judex factie (putusan di tingkat pengadilan negeri dan pengadilan tinggi). Di PN Jakarta Pusat, Robert Tantular divonis empat tahun penjara dan denda Rp 50 miliar atau subsider enam bulan kurungan. Di PT DKI Jakarta, mantan komisaris Bank Century itu divonis lima tahun penjara dan denda Rp 50 miliar subsider u Ke Halaman 7 kolom 1
Kena Stroke, Syaukani Antar Anak Jadi Bupati Kukar 11:41 15:03 17:45 18:57 04:17
Datang ke TPS, Menangis Putrinya Menang Mutlak Meski dalam kondisi stroke, kepulangan mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Basri ke kampung halaman mampu mengantar putrinya, Rita Widyasari, menjadi bupati. Selain men-support sang putri, dia pulang untuk melakukan terapi memori.
AGUS SUSANTO, Tenggarong SYAUKANI harus menunggu hampir 3,5 tahun untuk bisa pulang ke tanah kelahirannya di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar akhirnya
Agus Susanto/Kaltim Post
DOA RESTU: Rita Widyasari meminta restu kepada kedua orang tuanya, Syaukani dan Dayang Kartini sebelum ke TPS.
memberinya izin pulang pada 24 April-6 Mei lalu. Namun, Syaukani baru kembali ke Jakarta dua hari kemudian (8/5) karena masih menjalani terapi. Syaukani divonis enam tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada 28 Juli 2008. Vonis MA itu lebih berat daripada putusan Pengadilan Tipikor dan Pengadilan Tinggi Jakarta yang mengganjarnya dengan 2,5 tahun. Selain itu, mantan orang kuat di Kukar tersebut harus membayar denda Rp 250 juta subsider enam bulan, uang pengganti Rp 49.367.938.279,95, atau hukuman tambahan tiga tahun. Syaukani diadili dengan empat tuduhan korupsi. Yakni, penyelewengan dana bagi hasil migas, bantuan sosial, APBD, dan studi kelayakan proyek pembangunan Bandara Loa Kulu. Negara dirugikan Rp 120,251 miliar. Saat menjalani hukuman di Lapas Cipinang, Syaukani terjatuh. Dia terkena stroke.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media