Pontianak Post Kamis, 11 Juni 2009 M / 17 Jumadil Akhir 1430 H
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
Tuntut Sanksi Tegas Penyiksa Siti Hajar JAKARTA--Kabar penyiksaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat Siti Hajar menuai respons dari dalam negeri. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta Swasono mengemukakan pihaknya telah mengirim utusan ke Kedubes RI di Kuala Lumpur untuk menuntaskan segala hal teknis terkait nasib Siti. “Setelah kesekian kalinya terjadi mungkin harus ada mekanisme yang lebih ketat untuk memantau dan melindungi para TKI itu,” ujar Meuthia. Menurut dia, sebenarnya antara Indonesia dan Malaysia sudah sepakat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para TKI. Namun terkadang, masalah utama justru timbul sejak masih di dalam negeri. Mulai dari warga masyarakat, RT, RW, lurah, camat, perusahaan pengerah tenaga kerja sampai ke imigrasi dan polisi. “Misalnya soal umur, terkadang dimanipulasi, juga alamat dan itu cenderung memicu hal-hal serupa,” tambahnya Kasus itu juga memantik perhatian Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY). Kemarin petang SBY segera mengutus Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
DISIKSA: Sumasri (43) asal Desa Klemunan, Kec Wlingi, Blitar, Jawa Timur mengalami penyiksaan di Malaysia. Selama bekerja dua tahun, Sumasri belum mendapat gaji. Didampingi Komisi XI DPR dan Imigrant Care, kemarin dia mendatangi BNP2TKI untuk mengkonfirmasi mengenai pelayanan yang diberikan terhadap dirinya.
Ke Halaman 11 kolom 1 Eky Fajrin/Radar Tangerang
Mega-Prabowo Usung Isu Perbatasan PKS Optimis SBY-Boediono Satu Putaran PONTIANAK--Tim MegaPrabowo kemarin mendeklarasikan pernyataan bersama partai pengusung dan pendukung calon
presiden Megawati dan wakil presiden Prabowo Subianto di Hotel Grand Mahkota. Hadir pimpinan partai pendukung seperti PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Pakar Pangan, Partai Kedaulatan Rakyat, Partai Merdeka, PSI, PNI Marhaenisme, PBSD
dan PPNUI. Tim pemenangan Mega-Prabowo mengusung isu perbatasan di Kalimantan Barat. Wakil ketua tim, Karolin Margret Natasha mengatakan isu ini penting bagi Kalimantan khususnya Kalbar. “Mega-Prabowo akan konsisten memperjuangkan perbatasan. Ke Halaman 8 kolom 1
Berkas Tak Kunjung Dilimpahkan Pengacara Antasari Yakin Bebas
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
11:44 15:09
17:48 19:02 04:17
harus dilengkapi. Tujuannya agar tak ditolak dan harus diperbaiki lagi. “Kecepatan pemberkasan tidak berarti harus terburu-buru. JAKARTA--Ketua KPK non Ini kasus yang serius sehingga aktif Antasari Azhar hingga kami harus benar-benar cermat,” kini masih mendekam di rutan ujar Kabid Humas Polda Metro narkoba Polda Metro Jaya. Itu Jaya AKBP Chrysnandha Dwi berarti sudah 37 hari sejak status- Laksana kemarin. Menurut perwira menengah nya berubah menjadi tersangka. Antasari dituding sebagai otak itu, pelimpahan berkas tinggal intelektual pembunuhan Nasrudin menunggu waktu. “Kira-kira daRaka Denny/Jawa Pos lam pekan ini, selambat-lambatKAMPANYE: Deklarasi Damai pasangan Capres dan Cawapres di Bidakara Jakarta, tadi malam. Dari Zulkarnaen 14 Maret lalu. Mengapa berkas Antasari tak nya awal pekan depan,” katanya. kiri; Megawati, Prabowo, SBY, Boediono, Jusuf Kalla dan Wiranto. juga dilimpahkan ke kejaksaan? Chrysnandha menambahkan, Polisi berdalih, berkas itu masih Ke Halaman 11 kolom 5
Deklarasi Damai, Kesempatan Sindir Pemerintah JAKARTA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin menggelar Deklarasi Damai untuk Pemilu Presiden 2009. Dalam deklarasi damai itu, setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden diberi kesempatan menyampaikan pertunjukan seni dan penyampaian visi dan misi. Kubu capres dan cawapres Megawati Soekarnoputri
dan Prabowo Subianto memanfaatkan momen itu untuk menyindir Pemerintahan saat ini. Dalam deklarasi yang berlangsung di Hotel Bidakara, kemarin, pasangan Mega Prabowo menampilkan pertunjukan kesenian Kentongan. Sanggar yang menampilkan kesenian tersebut berasal dari Purbalingga Jawa Tengah. Dis-
elingi lagu gebyar-gebyar karya musisi Gombloh, tarian dengan atribut serba merah itu berlangsung sekitar 10 menit. Setelah aksi itu, berlanjut aksi monolog yang menampilkan Butet Kertaradjasa. Disitulah, Butet yang selama ini dikenal mahir memainkan kata-kata, mengkritik Ke Halaman 11 kolom 5
Email Prita Mulyasari; RS Omni International Menggugatnya ke Pengadilan
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif Atas permintaan pembaca, berikut diturunkan email lengkap Prita Mulyasari yang membuat RS Omni International menggugat ke pengadilan. Tulisan ini diturunkan sesuai versi aslinya.
Prita Mulyasari - suaraPembaca Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni
Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
KASIH BUNDA: Prita Mulyasari bersama kedua anaknya, Rana Ria Puandita Nugroho dan Khairan Ananta Nugroho, bermain di rumahnya di Bintaro, Tangerang, kemarin.
International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandar International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus. Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah trombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr I (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media