Pontianak Post Selasa 11 Agustus 2009 M / 20 Syaban 1430 H
NBA DBL
Martin Datang Bersama Nenek SURABAYA--Hanya dalam hitungan hari, Indonesia bakal kedatangan lagi seorang bintang basket National BasketballAssociation (NBA). Kevin Martin, superstar Sacramento Kings, dijadwalkan tampil di DetEksi Basketball League (DBL) Arena Surabaya pada 15-18 Agustus mendatang. Yang unik, bila bintang-bintang NBA sebelumnya datang ke Surabaya membawa kekasih atau tunangan, Martin justru datang bersama sang nenek, Maxine Martin. Pemain 26 tahun itu punya jadwal padat selama di Surabaya. Pada Sabtu, 15 Agustus, dia menghadiri final Honda DBL East Java 2009. Lalu, pada 16-18 Agustus, dia menjadi pelatih utama di Indonesia Development Camp 2009. Di even tersebut, Martin bakal melatih pemain-pemain pilihan kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL 2009, dari 15 provinsi di Indonesia. Martin tidak akan melatih sendirian. Dia dibantu dua asisten pelatih NBA. Yaitu Neal Meyer (Los Angeles Clippers) dan Joe Prunty (Portland Trail Blazers).
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T
Eceran Rp. 2.500
Aris dan Indra Kelabui Densus Noordin Belum ke Temanggung JAKARTA – Hari ini, buron nomor wahid Densus 88, Noordin M. Top, genap berusia 41 tahun. Pria kelahiran Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968, tersebut diyakini masih hidup. Bahkan, dia diduga kuat sudah menyiapkan
serangan balasan atas drama penyerbuan 18 jam di Temanggung, Jawa Tengah. ’’Perintahnya untuk mewaspadai serangan balasan. Biarlah tim identifikasi bekerja. Yang tertanam di benak tim adalah itu bukan Noordin. Jadi, kita lebih waspada,’’ ujar seorang perwira analis Bareskrim saat dihubungi kemarin (10/8).
Sumber itu sedang berada di sebuah kota perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. ’’Jalur keluarnya Noordin dari lokasi penggerebekan sedang dianalisis serius,’’ katanya menolak membeberkan hasil rapat maraton tim analis dengan Densus 88 Mabes Polri itu. Tim interogasi Densus 88 yang sudah tiga hari intensif mewawan-
carai Aris Susanto dan Hendra Arif Hermawan yang ditangkap di Temanggung ternyata tidak mendapat hasil signifikan. ’’Hari ini (kemarin, Red) akan diinterogasi di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok,’’ jelas perwira kelahiran Sleman, Jogjakarta, tersebut. Pemindahan Aris dan Hendra dilakukan oleh tim khusus Densus 88. Keduanya dibawa dengan
pengawalan superketat dari Mako Brimob Polda Jogjakarta menuju Bandara Adisucipto. Kemudian, mereka mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 13.05 dengan pesawat Fokker milik Densus 88. Dari Halim, dengan pengawalan tiga mobil, Aris dan Hendra dibawa ke Rutan Brimob. Ke Halaman 11 kolom 1
Mertua: Itu Bukan Noordin JOHOR – Keluarga Noordin M. Top di Johor menguatkan keraguan bahwa jasad yang diberondong peluru Densus 88 di Temanggung, Jateng, itu bukanlah Noordin. ’’Foto yang dibawa polisi (Malaysia) wajahnya sudah rusak dan tidak saya kenali. Tapi, dari postur tubuh dan tinggi badannya bisa dipastikan bahwa itu bukan Noordin,’’ tegas Rusdi Hamid, mertua Noordin Hamid, yang ditemui wartawan Jawa Pos Group Zulham Mubarok di rumahnya di Kampung Tiram, Johor, Malaysia, kemarin. Kepolisian Malaysia, kata Rusdi, mengunjungi rumahnya
Ke Hal 11
kolom 5
Kevin Martin
Ke Halaman 11
kolom 5
Robi Johan/Indo Pos
Raka Denny/Jawa Pos
DIPINDAH: Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri membawa tersangka teroris yang ditangkap di Temanggung, Jawa Tengah melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Tersangka tersebut tiba di Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (10/8) dengan pengawalan ketat.
Khawatir Bom, SBY Proteksi Cikeas BOGOR – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku belum percaya atas laporan mengenai ancaman bom terhadap dirinya. Namun, setelah mengetahui fakta-fakta terakhir, kini dirinya yakin keselamatannya sedang terancam. ’’Dulu, sebulan lalu, pihak berwajib memberi tahu ada ancaman fisik, saya belum begitu percaya. Setelah ditunjukkan
rencana kelompok ’X’ dengan dokumentasi yang ada dan ditunjukkan dokumen serta fakta yuridis, saya mulai percaya,’’ kata SBY dalam pembekalan calon anggota legislatif dari Partai Demokrat di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, tadi malam (10/8). Setelah itu, lanjut dia, ada indikasi penyiapan bahan peledak Susilo B Yudhoyono
Ke Halaman 11 kolom 1
TES DNA: Agus Purwanto, orangtua Aher Setiawan, teroris yang ditembak mati di Perumahan Nusapala Jatiasih Bekasi, meninggalkan RS Polri Kramat Jati usai pengambilan sampel darah untuk pencocokan DNA.
Polisi Minta Foto dari Keluarga Aher dan Eko JAKARTA – Kendati sudah membawa surat rekomendasi dari Densus 88 Mabes Polri, Slamet Widodo dan Agus Purwanto masih tidak diizinkan melihat jenazah anak mereka, Aher Setiawan dan Eko Joyo Sarjono. Padahal, mereka sudah menyiapkan liang kubur untuk dua teroris yang tewas setelah ditembak Densus 88 dalam penggerebekan di Jatiasih, Bekasi, Sabtu lalu (8/8) itu. Kemarin siang (10/8) Slamet dan Agus mendatangi Rumah Sakit Ke-
polisian Pusat Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Mereka didampingi dua kuasa hukumnya, yakni Muhammad Kurniawan dan Endro Darsono. Mereka diterima Kepala Rumah Sakit Brigjen Pol Aidy Rawas. Kurniawan mengatakan, pihaknya membawa ijazah Aher dan Eko sebagai bukti bahwa mereka adalah keluarga yang berhak atas jenazah itu. Namun, bukti tersebut dirasa kurang oleh rumah Ke Halaman 11 kolom 5
Jagoi Babang-Serikin; PLB Potensial yang Tak Ada Kepastian Kapan Dibuka
Sudah “Resmi” Jalur Ekspor, Pinjam Cap Pos PLB Entikong Potensi ekonomi perbatasan Jagoi Babang Indonesia – Serikin Malaysia sangat menjanjikan. Ragam aktivitas perdagangan terjadi di sana setiap harinya. Keluar masuknya barang juga begitu mudah. Termasuk juga orang-orang yang saling kunjung mengunjungi dan untuk berdagang.
M KUSDHARMADI, Bengkayang DARI Jagoi Babang, Kabupaten Kusdharmadi/Pontianak Post Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia, untuk berbelanja ke Kuching, PULANG BERJUALAN: Warga Jagoi pulang berjualan di Serikin, Malaysia.
Sarawak, Malaysia Timur, dalam sehari bisa tiga kali bolak balik. Jarak tempunya begitu dekat. Akses jalan pun mudah. Kendati, masih terbilang rusak. Pun demikian, lalu lintas perdagangan kawasan ini cukup pesat. Barang-barang Indonesia, banyak beredar di Serikin. Begitu juga sebaliknya. Pada beberapa warung di sana, juga dengan mudah ditemukan produkproduk dari Malaysia. Bahkan, pada setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu, ratusan pedagang Indonesia, berjualan di Serikin. Mereka menggunakan kendaraan roda dua. Barang-barang yang dijual terkadang penuh. Namun, setelah dibawa ke Malaysia, habis terjual. Keuntungan pun diraih. Sudah jelas potensi, pasarnya cukup besar. Lebih membanggakan, produk Indonesia ternyata juga disukai masyarakat di sana. “Dari Jagoi untuk pergi belanja ke Kuching, jarak tempuhnya sangat dekat. Pakai sepeda
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 8 kolom 1
Jawa Pos Group Media