59
���������
Pontianak Post
Senin 12 April 2010 M / 27 Rabiul Akhir 1431 H
KOLOM
Sarulla Akhirnya Ok, Bagaimana Asahan III? BANYAK yang ragu ketika di Medan saya mengumumkan ini: dalam waktu satu bulan investor Sarulla sudah harus membuat kepuO l e h tusan. Kalau tidak, PLN akan mengerjakan sendiri pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sumut itu. Bukan hanya orang luar yang ragu, tapi juga staf PLN sendiri. “Seriuskah batas waktu 1 bulan itu,” tanya seorang staf PLN. Rupanya mereka berpendapat tidak mungkin proyek yang sudah Dahlan Iskan terlantar selama bertahunDirut PLN tahun akan bisa disepakati dalam waktu satu bulan. “Sangat serius,” jawab saya. Di Perapat, dekat Danau Toba itu, seseorang juga menemui saya. Ia juga menanyakan serius tidaknya ucapan saya di depan Komisi VII DPR-RI yang sedang berkunjung ke Sumut itu. Jawab saya tidak berubah. Bahkan batas waktu satu bulan tersebut sudah berjalan dua minggu, sehingga malam itu tinggal tersisa dua minggu. u Ke Halaman 7 kolom 1
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Pengakuan Sahabat Mendiang Uray Qori sebelum Ajal Menjemput
Menyesal karena Gagal Membawa Qori ke Luar dari Cengkraman Edwin Kasus penganiayaan Uray Qori (18) hingga menyebabkan kematiannya mendapat perhatian luas. Peristiwa itu juga menjadi penyesalan yang sangat teramat oleh salah satu temannya yang diminta bantuan untuk menyelamatkannya. Sebut saja Bunga, nama wanita itu, bercerita melalui email yang dikirim ke redaksi Pontianak Post.
SEBELUMNYA saya ingin meminta maaf, demi keamaan diri, saya tidak dapat menyebutkan nama saya di sini. Panggil saja saya Bunga. Saya adalah salah satu teman almarhumah Qori. Saya sudah membaca tentang kasus yang menimpa teman kami tersebut dari koran Pontianak Post. Tapi versinya sedikit berbeda dengan yang terjadi pada malam itu. Yang saya ingat dari kejadian tersebut adalah pada malam naas tersebut, almarhumah Qori dan satu orang temanya (Nn) sudah merasa nyawa mereka terancam sejak awal. u Ke Halaman 7 kolom 5
Bambang Siap Berikan Kesaksian PONTIANAK—Anggota DPRD Kubu Raya Bambang Sridadi hari ini dijadwalkan dimintai keterangan oleh Bambang Sridadi
u Ke Halaman 7 kolom 1
Massa Tolak Menyerah Bentrok Berdarah 21 Tewas, 874 Luka
Mereka bersikukuh bertahan di jalan setelah terjadi bentrok berdarah dengan tentara dan aparat keamanan Sabtu sore lalu (11/4). ’’Waktu untuk negosiasi sudah habis. Kami tidak mau berunding lagi dengan para pembunuh,’’seru Weng Tojirakarn, pemimpin Kaus Merah, kepada Reuters. ’’Kami harus terus berjuang,’’ lanjutnya. Dia menuturkan pengunjuk rasa tidak merencanakan aksi apapun kemarin sebagai penghormatan terhadap korban tewas dalam insiden sehari sebelumnya. Dalam insiden Sabtu lalu, tentara
BANGKOK--Krisis politik di Thailand agaknya belum akan mereda. Massa pengunjuk rasa ’’Kaus Merah’’menolak bernegosiasi dengan pemerintah kemarin (12/4). Mereka tidak akan menyerah dalam memperjuangkan tuntutan pembubaran parlemen dan percepatan pemilu. Bahkan, massa antipemerintah kemarin tetap turun ke jalan dan mendirikan tendatenda di beberapa sudut Kota Bangkok.
u Ke Halaman 7 kolom 1
GROW WITH CHARACTER
ASEAN, Here I Come BEGITU masuk daftar 50 guru dari CIM-UK, undangan untuk berbicara di luar negeri semakin sering. Terutama dari teman-teman diAPMF. Bicara di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, Ho Chi Minh City, dan Brunei Darussalam menjadi biasa saja. Dari Jakarta, kota-kota itu terasa dekat. Bukan hanya secara geografis, tapi juga secara social culture. Orangnya hampir sama, sulit membedakan satu sama lain. Baru ketahuan kalau Hermawan Kartajaya mulai berbicara. Makanan dan minuman juga kurang lebih sama. Saya juga menemukan hal yang sama ketika mengunjungi Kamboja, Myanmar, dan Laos. Saya merasakan benar bahwa sepuluh negara ASEAN ini memang wajar bergabung. Saya semakin tertarik menjadi aseanist ketika melihat semangat teman-teman diplomat di Deplu. Ada Direktur Jenderal yang khusus mengurusi ASEAN. Bahkan, direktorat jenderal ini sangat penting dibanding yang mengurusi u Ke Halaman 7 kolom 5
AFP Photo/Christophe Archambault
MUNDUR: Tentara Thailand meninggalkan kerumunan massa setelah terjadi bentrok dengan kelompok antipemerintah. Dalam kerusuhan kemarin, empat tentara dan 17 warga tewas.
Ongkos Haji Bakal Naik Lagi Hari Ini Satgas Korek Info Usahakan Pemondokan soal Mafia Pajak dari SJ Dekat Masjidilharam
TANGERANG – Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa tahun ini jamaah haji Indonesia mendapat pemondokan yang lebih dekat daripada sebelumnya. Menurut dia, tahun ini sekitar 43,33 persen pemondokan haji akan menempati ring I yang berjarak 2 kilometer alias relatif dekat dengan Masjidilharam.
’’Ibadah haji akan dirasakan lebih nyaman pada musim 2010 karena dekat dengan Masjidilharam. Ditambah kenyamanan lain berupa peningkatan kamar penginapan,’’ kata Suryadharma dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin (11/4). Pria yang akrab disapa SDA itu baru saja melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Hingga 9 April, lanjut dia, pihaknya sudah menyewa 249 rumah dengan kapasitas 137.177 orang (69,41 persen).
Di antara jumlah itu, 85.641 jamaah (43,33 persen) berada di ring I dengan jarak 2 kilometer dan 51.536 orang (26,08 persen) di ring II. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan musim haji 2009, capaian tersebut memang lebih baik. Sebanyak 127 rumah dengan kapasitas 54.320 orang (27,23 persen) yang disewa ketika itu berada di ring I. Lalu, di ring II terdapat 297 rumah berkapasitas 145.036 orang (72,72 persen) dengan jarak u Ke Halaman 7 kolom 5
JAKARTA--Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum tak sabar ingin segera menguak keterangan dari sosok yang disebut-sebut sebagai sutradara kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Hari ini mereka mendahului tim independen Polri memeriksa Syahril Djohan (SJ). Anggota Satgas Mas Achmad Santosa menjelaskan, rencana
pemeriksaan itu sudah disetujui oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. ”Kita (satgas, red) perlu klarifikasi terhadap informasi yang diberikan oleh Pak Susno. Apakah benar, dan seberapa luas perannya,” kata anggota Satgas Mas Achmad Santosa saat dihubungi kemarin. u Ke Halaman 7 kolom 5
Max Nico; Putra Sultan Hamid II setelah 22 Tahun Tak Berkunjung ke Pontianak
11:45 14:59 17:49 18:58 04:24
Terkenang Masa Kecil, Menangis Ketika Kunjungi Makam Ayah Istana Kadariah Pontianak kedatangan tamu istimewa, Pangeran Max Nico atau Syarif Yusuf. Dia adalah putra bungsu salah satu raja Istana Kadariah dan pencipta lambang Garuda, Syarif Abdul Hamid Alkadrie atau lebih dikenal Sultan Hamid II. Kedatangan Max bersama istrinya, Anda Alkadrie Mulder, disambut hangat kalangan kerabat istana.
WAHYU ISMIR, Pontianak
Wahyu Ismir/Pontianak Post
SILATURAHMI: Pangeran Max Nico bersama istri saat berdialog dengan Sultan Pontianak Sy. Abu Bakar Alkadrie di Istana Kadariah, Pontianak, tadi malam.
SUASANA Istana Kadariah Pontianak, tadi malam terlihat begitu meriah. Terlihat kerabat berkumpul di ruang tamu istana yang didirikan oleh Syarif Abdurrachman Alkadrie pada tahun 1771 M ini. Kemeriahan itu menyambut kedatangan putra bungsu Sultan Hamid II, Syarif Yusuf bin Sultan Hamid II, yang akrab dipanggil Max Nico. Meskipun bahasa indonesianya sangat minim karena lama tinggal di negeri kincir angin, tetapi percakapan pada malam itu terlihat akrab. Beberapa kerabat kerajaan juga banyak yang fasih berbahasa Belanda maupun bahasa Inggris. Besar di negeri Belanda, tak membuat Max Nico lupa dengan tanah nenek moyangnya. Bahkan menurut pria yang lahir di Malang 11 Januari 1942 ini, kedatangan ke Kota Pontianak sudah dinantikannya, setelah 22 tahun tidak menginjakkan kakinya di Kota Khatulistiwa ini.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media