Pontianak Post

Page 1

Selengkapnya Baca Hal 16-17

Pontianak Post

Kamis 12 November 2009 M / 24 Dzulqaidah 1430 H

P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t

Eceran Rp. 2.500

WN Iran Bawa Sabu 1,6 Kg di Kaki Palsu TANGERANG--Demi uang, warga Iran, Mohammad Var Shouchi, 32, nekat menyelundupkan sabu seberat 1,6 Kg yang disembunyikan di kaki palsu sebelah kiri. Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta berhasil melakukan pencegahan sesaat pelaku tiba di Terminal 2 D Kedatangan Luar Negeri. Pelaku tiba di Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat Emirates Airways dengan nomor penerbangan EK 358, Senin (9/11), pukul 22.15 WIB. Karena gerak geriknya yang mencurigakan, petugas langsung memeriksanya. Tak diduga, sabu jenis methamphetamine HCL yang berbentuk cairan bening dan kristal senilai Rp 3,6 miliar itu disembunyikan di kaki palsu sebelah kiri yang digunakan pelaku. Petugas Bea Cukai curiga melihat cara pelaku berjalan, yang berbeda dengan orang normal. Kaki sebelah kiri terlihat seolah diseret. ”Karena pola berjalan pelaku itu, petugas langsung memberhentikan dan memeriksa. Setelah pemeriksaan, diketahui pelaku menggunakan kaki palsu di bagian kaki kiri. Cairan dan Kristal sabu tersebut dililitkan rapi di bagian betis. Pelaku sengaja menyeret kaki palsunya dikarenakan lakban pengikat sabu Ukon Furkon Sukanda/Indopos yang ditempatkan di bagian betis itu nyaris copot. SABU DI KAKI PALSU: Aparat Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta kembali menangkap sindikat sabu senilai 3,6 miliar, kemarin. Pelakunya warga Iran u Ke Halaman 11 kolom 5

berinisial MV (32) yang membawa sabu diikat di kaki palsunya.

Skenario Bunuh KPK Kapolri Berkelit Perintahkan Penyidik Bersaksi di Sidang

SELEBRITAS

Stop Kekerasan Siswa ARTIS dan model Venna Melinda memulai debut sebagai politikus di Komisi X DPR. Kemarin (11/11) adalah rapat kerja (raker) perdana Komisi X dengan Mendiknas M. Nuh dan jajaran Depdiknas. Dalam raker itu, Venna pun menyuarakan masalah kekerasan terhadap siswa di sekolah. Mengenakan pakaian terusan warna putih dipadu blus hitam, Venna secara lantang meminta agar kekerasan terhadap siswa mendapat perhatian Mendiknas. None Jakarta 1993 dan Putri Indonesia 1994 Venna Melinda itu mengamati saat ini kekerasan terhadap siswa belum mendapat perhatian maksimal.

JAKARTA--Kesaksian Wiliardi Wizar yang menuding pimpinan Polri merekayasa kasus memerahkan muka pimpinan lembaga penegak hukum itu. Secara terang-terangan, Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri mengakui bahwa lembaganya Bambang sedang terpojok. ”Saat ini, kepolisian memang sedang dalam posisi tersudut. Tapi, kita tetap tenang dalam bekerja. Biarkan masyarakat yang menilai,” kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di hadapan peserta

dalam acara Workshop Polri Membuka Ruang Transparansi Publik di Ruang Rupatama, Mabes Polri kemarin. Kapolri menjamin Williardi tidak mendapatkan pemaksaan saat menjalani pemeriksaan penyidik. Karena, lanjut Bambang Hendarso, para penyidik yang Hendarso memeriksa berpangkat lebih rendah Williardi. “Dia seorang Kombes diperiksa (penyidik) AKP (Ajun Komisaris Polisi) atau Kompol (Komisaris Polisi) bisa dipaksa,” kata mantan Kabareskrim itu.

1

Penangkapan Wiliardi Wizar dilakukan setelah penyelidikan panjang dan pemeriksaan saksi-saksi. Pemanggilan Wiliardi juga tanpa paksaan.

2

Untuk menetapkan Antasari Azhar sebagai tersangka, penyidik tak perlu kesaksian Wiliardi.

3

Pemeriksaan berlangsung santai, Wiliardi boleh merokok saat diperiksa.

4

Pada 29 April 2009 Wiliardi masih diperiksa Propam Mabes Polri, bukan penyidik Polda Metro Jaya seperti yang disampaikan Wiliardi saat sidang.

5

Mantan Wakabareskrim Irjen Hadiatmoko hanya bertemu satu kali dengan Wiliardi dan tidak pernah mengikuti pemeriksaan terkait pembunuhan.

6

Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Brigjen Muhammad Iriawan mengaku punya rekaman video berdurasi delapan jam yang membuktikan tidak ada tekanan dalam pemeriksaan.

u Ke Halaman 11 kolom 5

Sumber : Mabes Polri

Tuding Antasari Kecilkan KPK MABES Polri tak ingin terus disudutkan dalam kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Mereka juga tak ingin masyarakat menilai Polri mengkriminalisasi KPK dalam kasus itu. ”Silahkan dilihat di klip video itu siapa yang sebenarnya ingin mengecilkan KPK,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna di Mabes Polri kemarin. Polisi lalu memutar sebuah klip video berdurasi setengah menit yang diulang-ulang. Dalam klip itu, Antasari tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan duduk di sebuah kursi. Dalam pembicaraan yang tidak begitu jelas, terdengar tiga suara selain Antasari. Polri secara khusus memberikan teks di bawah klip itu saat Antasari bicara: ”Cepat atau lambat saya keluar, selesai, mungkin saya orang pertama yang akan mengatakan tidak diperlukan KPK. Saya akan bicara itu.

Bahkan, tawa Antasari pun diberi teks penjelas bertuliskan hahahaha di bawah gambar. Nanan memerintahkan operator laptop agar mengulangi klip itu sampai empat kali. ”Anda lihat itu. Jadi, siapa yang sebenarnya ingin mengecilkan KPK sudah jelas kan,” kata Nanan. Mantan Kapolda Kalbar itu menjelaskan testimoni Antasari tidak diarahkan penyidik. ”Pada 4 Mei ditahan, 16 mei membuat testimony. Dia tidak diberi pulpen dan penyidik belum tahu isinya,” katanya. Pada 26 Mei 2009, Antasari meminta penyidik menuju kantor KPK. Di sana sempat terjadi debat antara Antasari, pengacaranya Juniver Girsang dan pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan M. Jasin. ”Anda lihat di klip video ada perdebatan sekitar lima menit,” kata Nanan sembari memerintahkan petugas memutar klip. u Ke Halaman 11 kolom 1

JAKARTA--Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto (Tim Delapan) tidak akan menindaklanjuti kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan Wiliardi Wizar yang mengakui ada perintah dari Kapolri untuk merekayasa kasus hukum terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Ketua Tim DelapanAdnan Buyung Nasution mengakui, kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen diduga terkait kasus hukum yang menimpa BibitChandra. Dua kasus tersebut diduga menjadi bagian dari skenario penghancuran KPK. ’’Kalau (kesaksian Wiliardi Wizar) ini benar, kalau benar ya, mudah-mudahan tidak benar, berarti ada skenario, ada rekayasa, untuk menghancurkan, mengerdilkan, atau meruntuhkan KPK,” ujar Buyung di kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, kemarin (11/11). Pengacara senior ini menilai wajar publik bertanya-tanya tentang kaitan antara dua kasus ini dan upaya penghancuran KPK. Pasalnya,Antasari, Bibit, dan Chandra adalah pimpinan KPK. Pada saat yang sama, ada upaya di parlemen dan uji materi UU KPK di Mahkamah Konstitusi untuk menggunduli kewenangan KPK. u Ke Halaman 11 kolom 1

Hukum Carut Marut, Reformasi Jilid II Menanti Jika upaya penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan KPK, Kejaksaan dan Polri tidak segera tuntas, saya memprediksi akan ada Reformasi Jilid II.” Gusti Suryansyah

PONTIANAK--Carut marutnya wajah hukum Indonesia harus segera di hentikan. Terkuaknya skenario besar, terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain yang melibatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar, kemudian dilanjutkan dengan kasus dugaan penyuapan yang dilakukan bos PT. Masaro, Anggoro Wijaya kepada dua pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, merupakan tamparan keras terhadap aparat penegak hukum. u Ke Halaman 11 kolom 1

u Ke Halaman 11 kolom 5

Pembukaan FBBK Meriah; Libatkan 1500 Peserta Pawai 11:28 14:51 17:33 18:44 04:04

Ajang Seniman Apresiasikan Karya Seni Bercirikan Kalbar Pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK), Rabu (11/11) sore berlangsung meriah. Terlihat ribuan masyarakat Kota Pontianak tumpah ruah memadati Alun-alun Kapuas. Warga mulai memadati lokasi acara pembukaan itu sejak pukul 14.00 WIB, satu jam sebelum acara dimulai.

WAHYU ISMIR, Pontianak u Ke Halaman 11 kolom 1

Bering/Pontianak Post

MERIAH: Tarian 1000 Tahar dari Kota Singkawang turut menyemarakkan pembukaan. Seorang turis meluapkan kegembiraan bersama peserta pawai FBBK.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.