Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post

Sabtu 12 Desember 2009 M / 25 Dzulhijjah 1430 H

Selebritas Akting Bagian Kehidupan MENJEJAKAN kaki di panggung musik membuat Kiki Amalia semakin sibuk, hingga kini dunia akting yang pernah ditekuninya jadi terlantarkan. Namun bagi Kiki, akting masih jadi bagian kehidupannya, yang tak akan pernah ditinggalkan. Ditanya soal kegiatannya di dunia akting, Kiki mengaku belum bisa membagi waktu di antara karir musik dan akting. “Mungkin karena sekarang masih sibuk dengan dunia baru aku yaitu nyanyi, a k u t e n t u ny a belum bisa bagi waktu untuk akting,” terang Kiki Kiki Amelia yang dijumpai di Jl Tebet Barat, Jaksel, Kamis (10/12). Meski sedikit terlantar, akting tak akan ditinggalkannya, bagi Kiki seni peran sudah jadi bagian hidupnya. “Namun aku gak mau ninggalin dunia akting yang bisa dibilang telah membesarkan nama aku. Karena acting is my life juga,” tegasnya. (kpl/ato/erl)

pertama dan terutama di kalimantan barat

Pembicaraan Menkeu–Robert Terungkap Lagi, Kejagung Korek Data

Bukti Rekaman Ditangan Pansus JAKARTA – Fakta-fakta tersembunyi seputar skandal bailout Bank Century terus diungkap. Pansus Angket Century kali ini diam-diam telah memegang rekaman rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin Sri Mulyani pada 21 November 2008. Dalam rekaman rapat yang akhirnya menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik itu, terungkap adanya pembicaraan antara Sri Mulyani dengan Robert Tantular. Belakangan, mantan komisaris utama Bank Century tersebut menjadi terdakwa kasus penggelapan dana nasabah banknya.

UNTUK yang kedua, Robert Tantular mendatangi Gedung Bundar, Kejaksaan Agung. Kemarin, mantan pemilik Bank Century itu kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi Bank Century dengan tersangka Hesham Al Warraq (wakil komisaris utama) dan Rafat Ali Rizvi (pemegang saham mayoritas/pengendali). Sebelumnya, mantan komisaris utama Bank Century tersebut telah diperiksa penyidik pidana khusus Kejagung pada Jumat lalu (4/12). ”Pemeriksaan itu untuk melengkapi pemeriksaan yang lalu,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy di Kejagung kemarin.

u Ke Halaman 7 kolom 1

u Ke Halaman 7 kolom 5

Bos Narkoba Merangkap Pengacara Diringkus

Jenazah nasrudin Polri Bantah Manipulasi Kesaksian ahli forensik RS Cipto Mangunkusumo dr Mun’im Idries dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen membuat polisi kelabakan. Korps baju cokelat itu langsung membantah pernyataan Mun’im yang menyebut jenazah direktur PT Putra Rajawali Banjaran tersebut telah dimanipulasi. ’’Yang memiliki kewenangan bukan ahli forensik UI, tapi laboratorium forensik Mabes Polri. Itu bukan manipulasi,’’ tegas Wakapolri Makbul Padmanegara Komjen Makbul Padmanegara di sela acara Revitalisasi Industri Pertahanan di Dephan, Jakarta, kemarin. Menurut dia, forensik UI diminta menentukan penyebab kematian. Sementara itu, balistik dan diameter peluru diperiksa di forensik Mabes Polri. ’’Jadi, yang menentukan ada bidang-bidang sendiri. u Ke Halaman 7 kolom 5

Persidangan Hakim Dilarang Nyalakan Ponsel dan Kirim SMS MAHKAMAH Agung (MA) mengakui masih ada hakim di daerah-daerah yang perilakunya kurang terpuji ketika sedang memimpin persidangan. Karena itu, MA mengeluarkan surat edaran berisi petunjuk pelaksanaan (juklak) perilaku hakim selama memimpin persidangan. Seperti dimuat pada laman MA kemarin (11/12), Ketua MA Harifin Andi Tumpa meminta agar hakim menghindari perilaku kurang patut karena berkaitan dengan nama baik korps baju hitam itu. Misalnya, hakim dilarang Harifin Andi Tumpa menghidupkan telepon genggam (ponsel), menerima telepon, dan mengirimkan pesan singkat (SMS) selama memimpin persidangan. Hakim juga dilarang menggunakan kacamata hitam. ’’Apalagi tidur di ruang sidang,’’ ujar Harifin dalam suratnya seperti tertulis di laman MA. u Ke Halaman 7 kolom 1

Eceran Rp. 2.500

Fery Pradolo/INDOPOS

HOME INDUSTRI :Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menunjukan barang bukti hasil pengungkapan home industri jenis shabu di Apartement City Home Kelapa Gading, di Polda Metro Jaya.

Tak Kembalikan Aset, Indikasi Korupsi Desak Pemprov Segera Lapor Polisi PONTIANAK--Rumah dinas dan seluruh inventarisir di dalamnya merupakan aset daerah. Fasilitas ini diberikan untuk memberikan kemudahan pejabat sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik. Namun salah bila aset itu dijadikan milik pribadi bila sudah lengser dari jabatan. “Sebenarnya bisa saja dilakukan dum,” kata Dr Hermansyah, pudek I Fakultas Hukum Untan kepada Pontianak Post, kemarin (10/12), menang-

Hermansyah

JAKARTA - Pelaku peredaran narkoba kini sudah tak pandang profesi, mulai jaksa, dokter hingga polisi. Kali ini seorang pengacara bernama Bramta Jaya Ketaren, 45, ditangkap berikut barang bukti shabu-shabu sebanyak 1,5 gram di restoran Pizza Hut Cempaka Putih saat bertransaksi dengan polisi yang menyamar. Diketahui kalau Bramta juga caleg gagal DPR RI pada pemilu lalu dari dapil Sumut III Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia. Selain tersangka Bramta, polisi juga menangkap rekan-rekannya yang tergabung dalam jaringan pengedar shabu dan ekstasi yakni u Ke Halaman 7 kolom 5

Tuntutan KPK ke Kejaksaan

barang-barang inventaris yang hilang ditaksir mencapai setengah miliar. Dijelaskan Hermansyah, proses dum sering dilakukan pada mobil dinas. Alasannya untuk mengurangi biaya operasional, daripada biaya perawatan membengkak akibat kondisi kendaraan yang semakin tua. “Tapi mekanisme dum harus dijalankan,” kata Hermansyah. Terkait hilangnya inventaris asset rumah dinas Ketua

Mereka yang terlibat bisa saja pejabat lama yang menempati, orang terdekat, atau bagian perlengkapan rumah tangga

gapi raibnya inventaris aset rumah dinas jabatan Ketua DPRD Kalbar. Hasil audit Inspektorat Wilayah nilai

KPK Demo Dewan Dukung Peningkatan Fasilitas Kesehatan Kejaksaan u Ke Halaman 7 kolom 5

Ruang Bedah Anak RSUD Soedarso

PONTIANAK-Komisi D DPRD Kalbar komitmen memperjuangkan peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan fasilitas RSUD Soedarso. “Alat kelengkapan dewan seperti personil dan pimpinan komisi sudah ditetapkan. Dalam waktu dekat kita akan melakukan rapat kerja dengan mitra kami termasuk RSUD Soedarso,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kalbar Fatahillah Abrar, dihubungi Pontianak Post, Jumat (11/12). Disinggung tentang keinginan RSUD

Soedarso yang akan menyiapkan ruang bedah khusus anak, dimana peralatannya membutuhkan dana sebesar Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar, menurut Fatahillah, akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak rumah sakit. “Prinsipnya segala sesuatu untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, akan kita perjuangkan. Termasuk upaya meminta dana kepada pemerintah pusat. Mengenai langkah teknis, akan kita koordinasikan dalam rapat kerja nanti dengan mitra kerja

PONTIANAK – Gelombang demonstrasi kembali mewarnai aktivitas di Kota Pontianak. Jumat (11/12) Kelompok Peduli Korupsi (KPK) melakukan aksi, ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Pontianak dan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat. Mereka menuntut aparatur hukum untuk dapat menuntaskan kasus Sirkuit Batu Layang Gate senilai Rp 3,4 Miliar, Bansos KONI senilai Rp2,1 Miliar. Pantauan Pontianak Post, massa berjumlah 50 orang ini mengawali aksinya di Kajari. Mereka datang menggunakan dua mobil dan belasan sepeda motor sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi damai berlangsung tertib. Dalam orasinya di Kajari, KPK

u Ke Halaman 7 kolom 1

u Ke Halaman 7 kolom 1

David Hendra; Pengusaha Tokek Beromzet Miliaran Rupiah 11.38

15.04 17.43

18.537 04.11

Berat Lebih dari 5,9 Ons Dihargai Rp500 Juta Per Ons Mungkin tak banyak yang menyangka bahwa tokek ternyata bernilai jual tinggi. Bahkan, hewan yang sefamili dengan cecak itu telah menjadi komoditas ekspor yang sangat menjanjikan karena omzetnya bisa mencapai miliaran rupiah. BASKORO SEPTIADI, Semarang

Online: http://www.pontianakpost.com/

TAK PERCAYA? Bertanyalah kepada David Hendra. Pria 52 tahun itu adalah salah seorang warga Semarang yang menekuni bisnis tokek. ’’Sekali transaksi, saya bisa mengantongi uang ratusan juta rupiah. Bahkan hingga miliaran rupiah,’’ ungkap pria kelahiran Probolinggo, 24 November 1957, tersebut ketika ditemui Radar Semarang (Jawa Pos Group) di kediamannya, Jl Puspowarno Tengah, Semarang Barat, kemarin (10/12). Hendra menjelaskan, tokek yang bernilai jual tinggi itu memang bukan sembarang tokek. Beratnya per ekor harus lebih dari 3,5 ons. ’’Umumnya

berat tokek di bawah 2 ons. Itu tak laku dijual. Kalaupun dijual, paling hanya laku Rp2 ribu–Rp3 ribu per ekor buat obat,’’ jelasnya. Dia menambahkan, tokek dibagi tiga jenis: tokek hutan, tokek batu, dan tokek rumah. Masing-masing memiliki ciri khas yang membedakan. Namun, di antara tiga jenis tokek itu, tokek rumah paling mahal. Untuk tokek rumah seberat 5 ons–5,9 ons, harganya bisa mencapai Rp250 u Ke Halaman 7 kolom 1

TOKEK : David Hendra, Pengusaha Tokek Beromzet Miliaran Rupiah.

*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

BASKORO SEPTIADI/RADAR SEMARANG

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.