58
���������
Pontianak Post
Selasa 13 April 2010 M / 28 Rabiul Akhir 1431 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Diperiksa Paksa, Susno Cerita SJ JAKARTA--Bersamaan dengan keberangkatan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi ke Australia menjemput Syahril Djohan, Komjen Susno Duadji diperiksa paksa oleh Propam Mabes Polri. Susno dianggap melanggar PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian RI, Pasal 6b dan c. Isinya, meninggalkan wilayah tanpa izin pimpinan dan menghindarkan tanggung jawab dinas. Susno baru sampai di kediamannnya di Puri Cinere Depok pukul 23.15 tadi malam. Dia keluar dari ruang pemeriksaan di Pusat Provost Mabes Polri pukul 22.20 WIB. Saat keluar, Susno mengumbar senyum. “Saya sehat, sehat,” ujarnya berulang-ulang sambil memasuki kendaraannya Honda Accord B 1988 UAA.
Raka Denny/Jawa Pos
BEBAS: Susno Duadji usai diperiksa Propam di Pusat Provos Polri Jakarta, tadi malam.
Dia pulang dikawal oleh mobil Provost dan para pengacaranya. Di rumahnya Susno sempat menemui wartawan dan mengumbar senyum. “Saya baik-baik saja kok,” katanya. Susno diperiksa paksa karena berencana meninggalkan Indonesia untuk berobat ke Singapura. “Keluar negeri itu harus ada izin. Tanpa izin ya tidak bisa,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang di Mabes Polri tadi malam. Pemeriksaan itu juga dilakukan karena Susno dianggap melanggar kode etik dan peraturan Kapolri lainnya. “Kalau dihitung-hitung itu ada sekitar 10 kesalahan,” katanya. Diantaranya, Susno hadir dalam sidang u Ke Halaman 7 kolom 5
Temukan Dua Pistol dan Ratusan Peluru PONTIANAK--Polisi menemukan dua senjata laras pendek dan ratusan peluru di kediaman Edwin Rahadi (38). Penemuan senjata tersebut berada di kamar lantai atas rumah di Jalan Suprapto VII Pontianak. Senjata itu tersimpan dalam sebuah koper. Kapoltabes Pontianak melalui Kasat Reskrim Kompol Sunario mengatakan penemuan senjata itu ketika polisi menggeledah ulang tempat penganiayaan Uray Qori (18) pada Sabtu (10/4) lalu. Dia menjelaskan, pada pengeledahan pertama, ruang kamar di lantai atas memang belum disentuh polisi. Menurut Sunario, mengenai keberadaan senjata api ini, di hadapan penyidik poltabes, Edwin mengakui bukan miliknya. Namun, kata dia, polisi akan tetap terus melakukan penyelidikan untuk pengembangan perihal keberadaan dua buah pistol beserta peluru. Sunario menambahkan, pistol jenis Bareta dan Cold itu apakah digunakan Edwin untuk kejahatan masih dalam penyelidikan. Kasat juga mengungkapkan bahwa foto Edwin yang lagi menggunakan pistol berhasil polisi dapatkan dari kediamannya. Dari foto itu, lanjutnya, nampak bahwa Edwin mahir dan suka menembak. Edwin tak membantah hobinya itu saat memberi keterangan di depan polisi. Sunario mengatakan polisi mulai curiga Edwin memiliki senjata saat penggeledahan pertama menemukan sarung senjata. Kedua pistol itu, sesuai penjelasan Kasat, bukan jenis senjata yang biasa digunakan anggota TNI dan u Ke Halaman 7 kolom 1
GROW WITH CHARACTER
Si Cantik Mio Inspirasi Yamaha Semakin di Depan BUKU Think ASEAN! terbitan McGraw-Hill cukup sukses karena pas dengan timing-nya. Buku tersebut diterjemahkan ke bahasa Jepang, Korea, dan Tionghoa. Garagara buku ini juga, saya sempat diundang bicara oleh ASEAN Center di Michigan, satu-satunya pusat penelitian ASEAN di benua Amerika. Profesor pendirinya, sekarang sudah emeritus, memang cinta pada Asia Tenggara. Dia bahkan pernah naik motor Hermawan Kartajaya menelusuri Kalimantan. Istrinya, Prof Linda Lim, yang orang Singapura menggantikannya sebagai direktur kedua dari Pusat ASEAN tersebut. Mereka punya satu anak cewek yang diberi nama Mya. Diambil dari kata Myanmar. Mya pernah tinggal di Jogja untuk mempelajari
Bambang Dicecar 46 Pertanyaan
Mahmud/Pontianak Post
BARANG BUKTI: Kasat Reskrim Poltabes Pontianak Sunario memperlihatkan pistol, peluru dan uang dolar palsu yang berhasil diamankan dari kediaman rumah Edwin Rahadi, tersangka pelaku pembunuhan Uray Qori.
PONTIANAK--Pemeriksaan Bambang Sridadi, anggota DPRD Kubu Raya sudah selesai dilakukan. Sebanyak 46 pertanyaan dilontarkan penyidik Poltabes Pontianak terkait keberadaan Edwin Rahadi, (Abang Ipar) yang diciduk di rumahnya beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah saya lega. Proses pemeriksaan kepada saya selesai dilakukan,” ungkap politikus Demokrat Kubu Raya ini saat jumpa pers di rumahnya, Komplek Permata Khatulistiwa, Jalan Sei Raya Dalam, Senin (12/4) malam. Bambang Sridadi Kasat Reskrim Kompol Sunario membenarkan penyidik telah mengajukan 46 pertanyaan. Pemeriksaan itu, kata kasat seputar bagaimana bentuk kedekatan Bambang dan Edwin. u Ke Halaman 7 kolom 5
Polisi akan Sidik Ulang Kematian Agitha-Jemingin
Berantas Mafia Kehutanan Menhut Libatkan KPK dan Satgas
PONTIANAK—Terungkapnya kasus pembunuhan Uray Qori (18) dengan tersangka Edwin Rahadi (38) mendorong keluarga beberapa korban pembunuhan yang belum terungkap mendatangi polisi. Mereka meminta terus dilakukan penyelidikan karena modus dan kondisi mayat korban sangat mengenaskan. “Saya berbicara dengan istri. Saya katakan, apakah ada keterkaitan dengan kematian anak saya. Sebab anak saya juga dibuang pelaku yang hingga kini belum tertangkap. Kondisinya juga mengenaskan. Badannya lebam dan ada bekas gilasan ban mobil,” ujar ayah Agitha Armalia Kartika (16), Mohardi, kepada Pontianak Post, Senin (12/4) siang. Agitha adalah siswa SMAN 7 Pontianak, yang ditemukan tewas di daerah BLKI Pontianak pada 13 Febuari 2007. Saat ditemukan, kondisi Agitha sangat mengenaskan. Terdapat bekas jeratan tali di bagian leher dan bekas penganiayaan di sekujur tubuhnya. Pada bagian wajah ditemukan luka
PONTIANAK--Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan pihaknya komit dalam memberantas mafia di sektor kehutanan. Target utama yang akan dibidik yakni kasus alihfungsi lahan tanpa izin serta pembalakan liar (illegal logging). “Kita sudah bentuk tim yang melibatkan KPK, kepolisian, kejaksaan dan Satgas Mafia Hukum. Pekan depan kita akan rapat terbatas,” katanya di Pontianak, Senin (12/4). Kementeriah Kehutanan menengarai lebih dari 2 juta hektar kawasan hutan (hutan produksi, hutan lindung dan kawasan konservasi) telah dialihfungsi menjadi perkebunan sawit secara ilegal. Itu belum termasuk yang dialihfungsi menjadi tambang. Kasus alihfungsi menjadi tambang ini antara lain terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.
u Ke Halaman 7 kolom 3
u Ke Halaman 6 kolom 3
u Ke Halaman 7 kolom 1
Muslim di Inggris Meningkat, Industri Makanan Halal Maju Pesat
11:45 14:59 17:49 18:58 04:24
Warga Protes karena Ada Piza Berlabel Halal Jumlah muslim di Inggris meningkat cukup pesat dalam empat tahun terakhir. Hal itu berdampak pada semakin banyaknya toko dan restoran yang menyediakan makanan berlabel halal. Karena itu, industri makanan halal pun kian menggeliat.
NURANI SUSILO, London
’’YOU KNOW what, the other day my wife ’accidentally’ bought a halal chicken,’’cerita John, warga Inggris yang tinggal di London Tenggara, kepada Pontianak Post
Qype London
pada suatu hari. Dengan wajah agak terkejut, John saat itu menceritakan tentang istrinya yang tiba-tiba membeli ayam berlabel halal. John yang bukan muslim itu pantas terkejut. Sebab, bagi dia, tidak ada bedanya ayam berlabel halal atau tidak. Ternyata, istri John membeli ayam berlabel halal tersebut secara tidak sengaja. Sebab, saat ini daging ayam berlabel halal memang banyak dijual di supermarket besar di London dan kota lain. Di negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia, semua daging, kecuali yang berasal dari hewan yang diharamkan seperti babi, bisa dikatakan halal. Tapi, di Inggris tidak bisa seperti itu. Ayam, daging kambing, atau sapi serta produk olahannya dianggap tidak halal jika tidak ada label di kemasan atau di toko yang menjual.
HALAL: Salah satu cabang Tariq Halal Butcher yang menjual daging halal di London.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media