88
���������
Pontianak Post
Minggu 14 Maret 2010 M / 28 Rabiul Awal 1431 H
Eceran Rp. 2.500
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Selebritas
Balik Kepelukan Bunda KABAR pemukulan dan caci maki yang dilakukan Memo Sanjaya terhadap sang anak, Juwita Bahar hingga membuat dara cantik yang kerap melantunkan lagu dangdut ini melarikan diri dari rumahnya, mendapat tanggapan dari sang ibu Anisa Bahar. S e b a g a i i bu yang melahirkan Juwita, ratu goyang patah-patah ini sangat menye salkan aksi pemukulan yang dilakukan mantan suaminya terseJuwita Bahar but. Menurutnya tak layak jika anak harus dididik dengan kekerasan. “Sebagai ibu dari Juwita saya sangat sedih dengan sikap Memo kepada Juwi. Sebab saya sendiri tidak pernah mengomeli anak saya.” jelas Anisa Bahar. “Apapun masalahnya kalau bisa jangan sampai melakukan pemukulan terhadap anak deh. Saya u Ke Halaman 11 kolom 5
GROW WITH CHARACTER
Inspirasi Pilar Value dan Strategy THE M HOUSE adalah lambang sebuah Marketing Company, bukan sekadar marketing-oriented Company. Selain punya platform dan atap seperti dijelaskan kemarin, juga ada pilar value. Ada tiga prinsip yang masuk di sini. Prinsip Ketujuh (sesudah enam prinsip platform dan atap ) adalah Principle of Brand. Avoid Commodity-like Trap. Artinya, tanpa Brand, maka sebuah Hermawan Kartajaya produk tidak lebih dari sebuah Komoditi. Dan komoditi adalah barang pasaran yang tidak ada bedanya dengan barang lain serupa. Mudah disubstitusi oleh produk lain. Brand adalah Nilai Utama dari sebuah Perusahaan Marketing. Kekayaan paling besar bukan terletak pada aset yang kasat mata, tapi pada yang tidak terlihat. Terutama brand! Prinsip kedelapan yaitu Principle of Service. Avoid Business-Category Trap! Hindarilah jebakan kategori produk!
Sutami/Pontianak Post
DIALOG: Rektor Untan Chairil Effendy dan Kapolda Kalbar Brigjen Pol Erwin L Tobing membahas penyekapan dan pemukulan wartawan saat meliput bentrok antarmahasiswa Untan. (Kanan) Polisi berusaha membubarkan konsentrasi massa mahasiswa pada Sabtu (13/3) dinihari di Kampus Untan.
Jangan Terpancing Provokasi Rektor-Kapolda Minta Maaf PONTIANAK - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Pewarta Indonesia pada Sabtu (13/3) siang menyampaikan sikap di Ruang Rektorat Untan atas penyekapan dan pemuku lan oknum mah asiswa kepada wartawan yang sedang meliput bentrokan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik.
Bentrok Dinihari, Polisi Lepaskan 21 Tembakan
Kasus Penyekapan dan Pemukulan Wartawan
u Ke Halaman 11 kolom 5
Sutami/Pontianak Post
DITEMUKAN: Polisi mengamankan barang bukti kayu balok, parang, celurit, dan bom molotov yang digunakan mahasiswa.
11:54 14:58 17:58 19:06 04:23
Laporan Pelecehan ENTAH ape pasalnye, yang pasti sejak kawen same si Pendi, si Pat suke benar beleter. Macam-macam yang dileterkannye. Dari mulai pi’el lakinye yang suke bangon tinggi hari, sampai dengan si Pendi yang belon dapat kerje. Padahal, dolok, si Pat ini benar-benar buntatnye perempuan di kampong Keroak Bangkai. Antos. Makenye jangan heran, kalau banyak budak-budak yang maok nguratnye. Hingge akhernye si Pendi yang berhasel memeteknye. Gimane carenye, pakai dukon siape, minyak pellet cap ape, cuman si Pendi yang tau. Tapi, kerene seringnye dileterkan, si Pendi pernah pulak manas. Pening kepala dimarah bini, die pon ngajak si Pat ke pingger sumor tue. Ntok ape? kate si Pat. ‘’Eh diam jak kau,’’ kate si Pendi. Begitu dekat ke pingger sumor tu, si Pendi pon nolakkan bininye ke dalam sumor. Terampon-ampon si Pat waktu melayang masok. Si Pendi tejerembab u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 1
Bachtiar Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Sarung
u Ke Halaman 11 kolom 5
Wak Cemuk
PONTIANAK - Bentrok antarmahasiswa Fakultas Teknik dan Fisipol Untan disesalkan. Apalagi kasus ini berlanjut dengan perusakan gedung kampus dan pembakaran gedung sekretariat mahasiswa Fisip Untan. Mahasiswa diminta tidak terprovokasi sehingga kasus terus berlarut. “Itukan asset milik negara, bukan milik perorangan. Dibangun dengan uang negara. Karena itu pelaku pembakaran harus segera diusut. Yang berbuat harus diberi sanksi baik dari Untan maupun melalui proses hukum,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
AFP Photo/Romeo Gacad
LEPASKAN SANDERA: Densus 88 dan Tim Penanggulangan Krisis Kostrad menyelamatkan sandera dari teroris dalam latihan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sabtu (13/3). Aparat keamanan meningkatkan latihan menjelang kedatangan Presiden AS Barack Obama.
Kolompok Teroris Menyatu JAKARTA - Analisa Densus 88 Mabes Polri bahwa Dulmatin disokong oleh kelompok mujahidin Banten terbukti. Satu dari dua teroris yang tewas di Aceh Jumat lalu adalah pimpinan mereka yakni Jaja alias Pura Sudarma alias Maman. Jaja adalah tokoh besar di dunai pergerakan teroris eks kombatan Afghanistan dan Mindanao. “Informasi dari investigasi teman-temannya yang ikut tertangkap dan menyerah, yang bersangkutan memang gurunya Imam Samudera dan terkait
dengan pengeboman Kedubes Australia 2004,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang saat menjadi pembicara dalam diskusi Masih Ada Teroris di Cikini, Jakarta, kemarin (13/3). Menurut Edward, Jaja sudah dalam keadaan terluka parah saat tersergap dalam razia di Leupeung, Aceh Besar. “Dia terluka dalam operasi di pegunungan lalu dibawa lari keluarAceh,” katanya. Namun, upaya menuju Belawan Medan melalui Meulabouh itu gagal karena tercium tim pemburu di Leupeung.
Saat ditemukan tewas, Jaja sebenarnya sudah luka parah. “Bahkan mereka membeli minyak wangi dalam jumlah banyak untuk menutupi bau busuk luka-luka yang dideritanya,” kata jenderal dua bintang itu. Namun, walau para anggota kelompok membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah Jaja, polisi masih melakukan pengecekan ulang. “Kita akan periksa secara teliti agar tidak simpang siur,” katanya. u Ke Halaman 11 kolom 1
JAKARTA - Bertambah lagi Juru Bicara KPK Johan Budi daftar sangkaan yang dikenakan SP ketika dihubungi Pontianak KPK (Komisi Pemberantasan Post kemarin (13/3). Johan mengungKorupsi) kepada kapkan, tiga kamantan Menteri sus yang menjerat Sosial Bachtiar Bachtiar Chamsyah Chamsyah. Setelah digabung menjadi ditetapkan sebagai satu berkas. Altersangka dalam hasil, dalam satu kasus dugaan koruberkas, nantinya psi pengadaan sapi terdapat tiga dakimpor dan mesin waan. Sangkaan jahit pada program baru, lanjut Johan, pengentasan fakir diperoleh dari hamiskin Departemen Sosial (kini Bachtiar Chamsyah sil pengembangan penyelidikan kasus Kemensos) pada 2004-2006, Bachtiar dikenai sebelumnya, yakni pengadaan sangkaan baru dalam kasus dug- sapi impor dan mesin jahit. Soal kerugian negara terkait aan korupsi pengadaan sarung di dugaan korupsi dalam penDepsos periode 2006-2008. Kasus dugaan korupsi pen- gadaan sarung tersebut, Johan gadaan sarung tersebut sudah menyatakan KPK belum bisa ditingkatkan dari tahap penye- mengakumulasi dan merinci selidikan menjadi penyidikan cara pasti. ’’Masih kita hitung,’’ sejak minggu lalu. ’’Kasus itu tuturnya. Selain itu, kata Johan, memang sudah jadi penyidikan KPK akan terus memeriksa dengan tersangka BC (Bachtiar sejumlah saksi. Sehari sebelumnya, KPK Chamsyah). Tersangka menjabat menteri sosial saat kasus memeriksa Sekretaris Jenderal itu terjadi. Karena itu, dia (Sekjen) Kemensos Ghazali dikenai sangkaan baru,’’ tutur u Ke Halaman 11 kolom 1
Konservasi Seni Budaya Ala Borneo Culture Indonesia
Berharap Sape’ Juga Diajarkan di Kelas Fomal Sape’ mulai tergerus zaman. Anak muda sekarang lebih banyak tahu tentang gitar listrik dibanding alat musik tradisional petik Dayak ini.
Efprizan Rzeznik, Pontianak JARI Christina N Pomianek ”menari” di atas dawai. Jarinya masih kaku. Kelihatan jelas kalau dia masih belum terbiasa memetiknya. Namun begitu, semangat belajarnya agar mahir bermain sape’ cukup tinggi. Pengajar di University of Missouri, Amerika Serikat ini merupakan salah satu murid yang tengah mengikuti kursus sape’ di Borneo
Bearing/Pontianak Post
KURSUS: Christina N Pomianek bersama rekan-rekanya mengikuti kursi Sape’ di Borneo Culture Indonesia (BCI).
Culture Indonesia (BCI). Ada enam siswa yang tengah belajar sape’ Sabtu (13/3) itu. Mereka masih berusia muda. Lokasi tempat mereka belajar juga spesial. Langsung dari rumah Betang, Jalan Soetoyo, Pontianak. Hari itu juga sekaligus sesi pemotretan untuk dokumentasi mereka. Itu membuat aura belajar-mengajar menjadi berbeda. Tempat itu seakan mengajak mereka kembali ke alam. Menyatu di dalamnya. Berkomunikasi dengan alam lewat dentingan dawai sape’. Karena itulah, sesi kali ini memang dibuat berbeda. Para siswa belajar di bawah bimbingan Christian Mara. Mara merupakan salah satu dari sedikit pemain sape’ yang masih eksis di Kalbar.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media