Pontianak Post
Senin 14 September 2009 M / 24 Ramadhan 1430 H
pertama dan terutama di kalimantan barat
Eceran Rp. 2.500
Cari Gigi Geraham Emas Identifikasi Kerangka Diduga Tan Malaka
Mutiara Ramadhan Melestarikan Nilai Ramadhan ADA banyak faktor yang membuat kita bersyukur kepada Allah SWT. Salah satunya adalah disampaikannya usia kita di bulan yang suci ini sehingga sampai hari ini kita masih merasakan nikmat indahnya ibadah ini sebagai salah satu sisi tarbiyah (pendidikan) terhadap diri, keluarga dan masyarakat. Bagi umat Islam, Ramadhan bukan sekedar salah satu nama bulan Qomariyah, tetapi bagi seorang muslim Ramadhan adalah rihlah dari kehidupan materialistis Nurhidayati M Rais kepada kehidupan ruhiyah, Guru SMA Islam Haruniyah dari kehidupan yang penuh Pontianak masalah menuju kehidupan yang penuh pembersihan jiwa. Keberkahan bulan Ramadhan ini disebabkan adanya kehidupan yang penuh dengan amal taqarrub kepada Allah mulai dari tilawah Al-Qur’an, menahan syahwat dengan shiyam, sujud dalam qiyamul lail, beri’tikaf di masjid dan lain-lain. Kesemuanya itu dalam rangka melatih pribadi seorang muslim untuk u Ke Halaman 11 kolom 1
sri utama/radar kediri
GIGI EMAS: Ketua Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Djaja Surya Atmadja (kiri) membersihkan kerangka yang diduga Tan Malaka, Sabtu (12/9).
JAKARTA - Pemeriksaan terhadap kerangka yang diduga Tan Malaka tak hanya mengandalkan tes DNA. Ciri fisik khas Tan Malaka yang dikenali kerabat dekatnya juga dicari. Salah satu di antaranya adalah geraham dari emas yang terdapat di antara gigi geligi tokoh pergerakan kemerdekaan itu. Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam mengatakan, Tan Malaka tak memiliki keturunan. Tan Malaka Satu-satunya garis keluarga yang masih tersisa adalah Zulfikar Kamarudin. Dia adalah anak adik laki-laki Tan Malaka, Kamarudin Rasyad. Dua u Ke Halaman 11 kolom 1
KPK Ngotot Prosedural Terkait Dugaan Penyalahgunaan Kewenangan JAKARTA – Bola panas perseteruan Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
terus menggelinding. Kali ini para pimpinan lembaga antikorupsi itu menilai upaya kriminalisasi terhadap mereka lewat dugaan penyalahgunaan kewenangan terkesan dipaksakan. Komisi berpendapat bahwa langkah tersebut akan berakibat pada ketidakpastian hukum.
Menurut Wakil Ketua KPK M. Jasin, penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan yang
dilakukan KPK selama ini telah sejalan dengan undang-undang dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. ”Secara yuridis, kami menilai tidak ada penyalahgunaan kewenangan,” ungkapnya. Namun, lanjut dia, langkah itu dipersoalkan oleh penegak
hukum lain, yakni polisi. Bahkan, Mabes Polri memeriksa satu per pejabat KPK Jumat lalu. Empat pejabat KPK itu adalah Chandra M. Hamzah, Bibit Samad Riyanto, M. Jasin, dan Haryono Umar. Menurut polisi, status mereka masih saksi dalam dugaan u Ke Halaman 11 kolom 1
Kejagung Yakin Antasari Otak Pembunuhan 14-9 04:10 04:20 11:40 14:46 17:44 19:52 15-9 04:09 04:19 11:40 14:45 17:44 19:52
Hari Ini, Dua Istri Korban Jadi Saksi
”Kalau kelas eksekutif, ada ba-tasnya, yakni daya beli masyarakat dan kompetisi antaroperator,” ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kepada Pontianak Post kemarin.
JAKARTA--Kejagung menargetkan sebelum 10 Oktober berkas Antasari Azhar bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kejaksaan sangat yakin, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif itu adalah otak pelaku kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. ’’Tentu saja jaksa yakin 100 persen Pak Antasari. Kalau tidak, masa kami bikin P21,’’ ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Antasari Azhar Pidum) Kamal Sofyan. Menurut mantan Kajati Jawa Barat itu, di antara para tersangka, hanya Antasari Azhar-lah yang
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 5
Mustafa Ramli/Jawa Pos
MUDIK: Pemudik yang ingin menggunakan Kereta Api di Stadiun Pasar Senin, Jakarta, Minggu (13/9). Pemudik diperkiraan membludak pada H-3 jelang Lebaran.
Naikkan Tarif Seenaknya Kena Sanksi Tegas Angkutan Mudik Lebaran JAKARTA--Masyarakat mengeluhkan tingginya tarif moda transpor-
tasi untuk mudik Hari Raya Idul Fitri. Namun, Departemen Perhubungan menyatakan hanya bisa mengatur tarif transportasi kelas ekonomi. Tarif nonekonomi diserahkan sepenuhnya kepada operator.
Ke Daarusy Syifaa’; Pondok Pesantren yang Didirikan Abu Jibril
Ikuti Syariat Nabi, Ajari Santri Baris-berbaris Setiap ada aksi pengeboman, Pondok Pesantren Daarusy Syifaa’ di Lombok Timur selalu didatangi wartawan. Pondok ini didirikan Abu Jibril, ayah Muhamad Jibril, yang saat ini masih ditahan Densus 88 karena kasus terorisisme. Benarkah ponpes itu mengajari latihan perang para santrinya?
AJARI BERBARIS: Pondok Pesantren Daarusy Syifaa’ milik Abu Jibril di Lombok Timur.
RURY ANJAS, Lombok Timur Rury Anjas/Lombok Post
PONDOK pesantren itu berlokasi di Dusun Tirpas, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di Lombok Timur, ponpes yang didirikan Abu Jibril pada 1999 di Online: http://www.pontianakpost.com/
atas lahan sekitar satu hektare itu cukup dikenal. Lokasinya persis di depan SDN 3 Korleko. Untuk menuju ke ponpes tersebut, pengunjung harus
melewati jalan tanah sekitar 200 meter dari jalan beraspal. Di ujung jalan tanah itu terpampang sebuah papan bertuliskan: Ponpes Islam
Daarusy Syifaa’. Di sebelah kanan dan kiri jalan menuju ponpes terdapat beberapa perumahan penduduk. Siang itu, ketika Lombok
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Post (Jawa Pos Group) berkunjung ke sana, terlihat ibu-ibu berjilbab dan memakai cadar sedang berada di rumah u Ke Halaman 11 kolom 5
Jawa Pos Group Media