Pontianak Post

Page 1

56

���������

Pontianak Post

Kamis 15 April 2010 M / 1 Jumadil Awal 1431 H

P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t

Eceran Rp. 2.500

������������������������������������������������������������ ����������������������

Reka Ulang Penganiayaan hingga Kematian Uray Qori

Dibunuh karena Rahasiakan Identitas Mr X Rekontruksi penganiayaan Uray Qori hingga tewas oleh tersangka Edwin Rahadi pada Rabu (14/4) membuka tabir kasus pembunuhan yang menghebohkan itu. Dalam reka ulang sebanyak 45 adegan di TKP Jalan

Suprapto VII dan tujuh adegan di TKP Jalan Adi Sucipto ini terungkap karena Qori tidak bersedia menyebutkan nama pria yang ditemuinya sebelum malam naas itu kepada Edwin. Siapakah Mister X ini?

EDWIN RAHADI (38) mengendarai mobil Camry warna hitam dengan nomor polisi KB 390 AK memasuki halamam rumahnya, Jalan Suprapto VII Pontianak. Sedangkan Winna, Teguh, Agil dan Uray Qori (18) sudah menunggu di ruang makan. Tidak lama

kemudian, Edwin datang dan menghampiri teman-temannya yang sedang duduk. Setelah duduk, Edwin menyuruh Qori mengambil uang dalam kamar. Mendengar perintah itu, dia langsung beranjak dari duduknya menuju kamar untuk mengambil uang dalam tas

yang diikuti oleh Edwin dari belakang. Setelah mengambil uang, Edwin dan Qori keluar seraya membawa uang dan menyuruh Teguh dan Agil membeli nasi.Agil dan Teguh berangkat dengan memakai sepeda motor. u Ke Halaman 7 kolom 1

SJ Resmi Tersangka SELEBRITAS

Menunggak Pajak AKTRIS Pamela Anderson tersandung masalah. Bintang serial TV Baywatch dan VIP itu ternyata diketahui belum membayar pajak penghasilan USD 493 ribu (sekitar Rp 4,4 miliar). Para pejabat California mengumumkan Senin lalu (12/4) bahwa Anderson menunggak pajak sejak

Pamela Anderson

u Ke Halaman 7 kolom 5

GROW WITH CHARACTER

MALAYSIA Boleh! INDONESIA Bisa! SAYA sering berpikir, kenapa ya Indonesia kok dijajah Belanda. Kok bukan Inggris? Kalau dijajah Inggris kayak Singapura dan Malaysia, paling enggak kita semua bisa lancar berbahasa Inggris. Kalau sudah begitu, kita tidak perlu “minder” dalam pergaulan internasional. Selain itu, bahasa Inggris juga merupakan “pintu gerbang” untuk berbagai ilmu dunia. Sampai sekarang pun, bahasa Inggris juga jadi bahasa global di internet. Selain Hermawan Kartajaya itu, negara-negara eks koloni Inggris paling tidak punya sistem pemerintahan yang rapi. Bukan itu saja, semua negara tersebut juga masih “dikumpulkan” di Commonwealth. Di situ mereka bisa saling ber-networking. u Ke Halaman 7 kolom 1

Raka Denny/Jawa Pos

BAKAR HELM: Bentrok Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan warga di daerah Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4) menyebabkan tiga tewas. Tampak seorang warga membakar helm anggota Satpol PP sebagai ungkapan kemarahannya.

Tiga Tewas, 144 Terluka Rusuh Koja Disusupi Kelompok Lain JAKARTA--Bentrokan warga dengan aparat satpol PP-Polri di kompleks makam Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad alias Mbah Priok kemarin (14/4) mengakibatkan lebih dari 144 orang terluka. Belasan korban tercatat menjalani operasi karena menderita luka di kepala, terkena sabetan benda tajam, dan tangannya terputus. Korban tewas dilaporkan sebanyak

tiga orang. Dua di antaranya merupakan warga setempat dan seorang lagi anggota satpol PP. Sebagian besar korban dirawat di RSUD Koja. Untuk menghindarkan bentrokan di RS, korban dari aparat keamanan dibawa ke Tanjung Priok Port Health. Selain itu, lima korban luka parah langsung dirujuk ke RSCM. Pengacara ahli waris Mbah Priok, Yan Juanda Saputra, ketika ditemui di RSUD Koja menyatakan, ada dua korban tewas dari warga. Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka ditemukan di areal

makam tersebut setelah bentrokan itu. ”Ada yang meninggal di dalam (RS, Red). Dua orang. Seorang berusia sepuluh tahun, seorang lagi 20-an tahun,” papar dia. Sekitar 2 ribu aparat satpol PP dan 600 polisi dilaporkan menyerang warga yang berusaha mempertahankan area makam tersebut. Ribuan petugas satpol PP bergerak dari arah pelabuhan peti kemas. ”Ada yang dipukuli dan dihabisi satpol PP,” ungkap dia.

JAKARTA – Petualangan Syahril Djohan (SJ) di dunia lobi dan makelar kasus (markus) selesai sudah. Kemarin (14/4), Mabes Polri resmi menetapkan saudara penyanyi lagu Teluk Bayur Ernie Djohan itu sebagai tersangka. Mantan staf ahli jaksa agung bidang intelijen dan hubungan luar negeri tersebut ditahan di Bareskrim sejak tadi malam. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menjelaskan, Syahril dijerat pasal dugaan penyuapan dan pidana korupsi. ’’Bukti-bukti yang dimiliki penyidik sudah cukup untuk menaikkan status yang bersangkutan sebagai tersangka dan ditahan,’’ kata rekan seangkatan Susno Duadji di Akpol 1977 itu. Syahril diperiksa maraton sejak Selasa (13/4) pukul 17.30 diselingi jeda istirahat pukul 01.00 kemarin hingga pukul 05.00. Pemeriksaan dilanjutkan pukul 6.30 kemarin. Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka, Syahril diinapkan di kamar khusus di lantai dua Gedung u Ke Halaman 7

kolom 5

u Ke Halaman 7 kolom 1

Kemenkeu Terapkan Pembuktian Terbalik Transaksi Milik Keluarga Pejabat Akan Diperiksa JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkau) tidak mau lagi kecolongan. Untuk mengantisipasi pegawai-pegawai nakal seperti Gayus Tambunan dan Bahasyim Assiffie, Kemenkeu akan memeriksa transaksi keuangan seluruh pejabat pajak dan keluarganya. Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemeriksaan transaksi keuangan tersebut dilaksanakan secara sukarela oleh para pejabat di

Kemenkeu, khususnya di Ditjen Pajak. Mereka akan memberikan surat kuasa kepada Menkeu untuk membuka data dalam surat pemberitahuan pajak dan membuka data transaksi keuangan di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). ”Jadi, atas nama pemberi kuasa (pejabat) dan keluarga,’’ ujar Sri Mulyani setelah penandatanganan pakta integritas di Kantor Kemenkeu kemarin (14/4). Menurut Sri Mulyani, pembukaan surat pemberitahuan pajak dan transaksi keuangan tersebut merupakan langkah konkret yang mirip dengan Sri Mulyani

u Ke Halaman 7 kolom 5

Menelusuri Aset Cirus Sinaga; Jaksa yang Terseret Kasus Mafia Pajak

11:45 15:00 17:49 18:58 04:24

Gubuk di Kebun Sawit Itu Dibangun Jadi Rumah Mentereng Cirus Sinaga, jaksa yang terseret kasus mafia pajak dengan aktor utama Gayus Tambunan, punya beberapa aset berharga di kampung halamannya, Sumatera Utara. Mulai rumah mentereng seharga Rp 2 miliar lebih hingga kebun kelapa sawit puluhan berhektare.

BATARA SIDIK, Medan

INFORMASI yang diterima Sumut Pos (Jawa Pos Group) menyebutkan, Cirus pulang ke Medan

Andri Ginting/Sumut Pos

setiap akhir pekan. Maklum, istrinya yang berdinas di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara masih tinggal di sana. Rumah Cirus terletak di Jalan Busi No 11, Lingkungan Sitirejo, Kecamatan Medan Kota, Medan. Sudah empat tahun ini Cirus dan keluarganya tinggal di sana. Bangunan tiga lantai itu berdiri dengan megahnya di atas tanah 15 x 50 meter, dilengkapi Cyrus Sinaga dengan pagar tinggi yang terbuat dari baja putih. Di gerbang dilengkapi alat elektronik untuk membuka secara otomatis. Setiap orang yang akan bertamu ke

RUMAH MEWAH: Salah satu rumah Cirus Sinaga di Jalan Busi Medan.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 7 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.