Pontianak Post
Rabu 15 Juli 2009 M / 21 Rajab 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Dewan Desak SBY Resmikan Border Aruk
SELEBRITAS
Negatif Flu Babi ARTIS dan presenter Playlist SCTV, Cathy Sharon baru saja pulang dari Prancis 7 Juli lalu untuk menghadiri ulang tahun sang kakek. Beruntung, pulang dari sana, ia dinyatakan terbebas dari penyakit flu Babi yang belakangan sedang mewabah di hampir semua bagian dunia. “Aku sama keluarga baik-baik saja. Sejauh ini sih pencegahannya pakai masker dan banyak berdoa, makan yang cukup dan jaga kesehatan yang benar,” kata Cathy, saat ditemui di studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Cathy Sharon Senin (13/7). Namun, teman sekolah Cathy tak seberuntung dirinya. “Baru-baru ini teman SMU-ku dari Australia ke Prancis juga kena flu babi, karena di Australia sendiri lagi dingin banget dan sedang banyak-banyaknya flu babi,” cerita Cathy. (din)
u Ke Halaman 11 kolom 7
ARUK--Komisi I (Pertahanan dan Luar Negeri) DPR RI siap mendesak Presiden SBY segera meresmikan Pos Pelayanan Lintas Batas (PPLB) Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas. “Sepulang dari kegiatan kunjungan kerja ini, berbagai permasalahan yang ditemui, termasuk pembukaan border di sini, disampaikan kepada pemerintah,” ujar Ketua Komisi I DPR RI Theo L Sambuaga, kepada Pontianak Post kemarin, disela-sela memantau kondisi Border Aruk. Menurut Theo berbagai infrastruktur pendukung memang harus disiapkan segera guna mendukung pembukaan border. Mulai dari jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya, harus menyertai agenda pembangunan kawasan perbatasan. Karena kalau tidak demikian, akan terjadi ketimpangan antara kedua negara yang Mursalin/Pontianak Post BERBINCANG: Anggota Komisi I DPR RI berbincang dengan warga perbatasan Aruk yang pulang berbelanja dari bersebelahan. u Ke Halaman 11 kolom 5
Biawak, Sarawak.
Polri Bidik Petinggi KPK Perseteruan Belum Reda, Polisi Start Penyidikan
JAKARTA--Rapat koordinasi pemberantasan tindak pidana korupsi antarlembaga penegak hukum yang dipimpin Presiden SBY pada Senin (13/7) ternyata belum bisa meredakan ketegangan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, kemarin (14/7)
Polri dilaporkan nekat memulai penyidikan kasus yang melibatkan oknum KPK. Informasi itu berawal dari rencana pihak kepolisian yang bakal menggelar ekspose (gelar perkara) dengan pihak Kejaksaan Agung. Gelar perkara diduga terkait dugaan aliran dana dalam kasus korupsi yang ditangani oleh KPK. “Iya, besok (hari ini, Red) ada rencana itu. Kepastiannya, lihat saja,” kata
sumber Pontianak Post dari Kejaksaan tanpa menyebut detail kasus tersebut. Namun, hingga tadi malam, belum ada pernyataan resmi dari Polri dan Kejagung yang membenarkan rencana tersebut. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri juga mengatakan, hingga saat ini penyidik u Ke Halaman 11 kolom 1
Didakwa Beruntun, Pelaku Illegal Logging Mogok Makan
PILPRES LANJUTAN
SBY Unggul di Beginci Darat KETAPANG--Pemilih TPS 04, Desa Beginci Darat, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, akhirnya melakukan pencontrengan Pilpres lanjutan Selasa (14/7) pagi. Dari 166 pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap, hanya 100 warga mendatangi tempat pemungutan suara. Hasil penghitungan suara dalam pilpres lanjutan ini, pasangan Megawati-Prabowo meraih 36 suara, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono mendulang 60 suara, dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto 1 suara. Sisanya adalah suara tidak sah. u Ke Halaman 11 kolom 1
Eceran Rp. 2.500
Raka Denny/Jawa Pos
WASPADAI KEMASAN: Kepala BPOM Dr Husniah Rubiana menunjukkan logo kemasan minuman yang aman untuk dikonsumsi saat merilis Peringatan Publik tentang Bahaya Kemasan Makanan dan Minuman di Jakarta, Selasa (14/7).
Kantong Plastik Hitam Lebih Berbahaya BPOM Warning Kemasan Makanan JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan public warning. Kali ini yang dibidik adalah kemasan makanan. Salah satu di
antara kemasan yang dianggap berbahaya adalah styrofoam. Kemasan jenis itu biasanya dipakai untuk membungkus makanan cepat saji. Begitu juga kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC), polietilen (PE), dan polipropilen (PP) serta kresek. Kepala BPOM Husniah Rubi-
ana Thamrin Akib mengatakan, penggunaan styrofoam sudah lama menjadi perhatian. Sebab, monomer stiren yang terkandung dalam styrofoam dapat lepas ke dalam makanan yang berlemak, berminyak, beralkohol, dan bersuhu panas. u Ke Halaman 11 kolom 5
K E TA PA N G - - We n g k y Swandy alias Aweng (43) memutuskan mogok makan sejak 30 Juni 2009 lalu. Aksi tahanan illegal logging ini dilakukan sebagai upaya mendukung perjuangan kuasa hukumnya untuk mencari keadilan. “Saya merasa sudah sangat dizalimi oleh oknum penegak hukum di Kabupaten Ketapang,” ungkapnya membacakan surat pernyataanya saat ditemui Pontianak Post di ruang Kalapas, Selasa (14/7). Aksi Aweng ini disaksikan juga Kepala Lapas Kelas IIB Ketapang, Indra Sofyan. Aweng terlihat kurus kering. Ketika ingin membacakan surat pernyataan, tangannya terlihat gemetar. Bukan takut adanya paksaan maupun intimidasi. Namun karena kondisi tubuhAweng yang lemah. Aksi yang ia lakoni
Wengky Swandy
murni keinginan sediri tanpa ada paksaan maupun perintah dari orang lain. Bahkan sebelumnya Aweng sempat lemas sehingga dilarikan ke Poliklinik Lapas untuk diberikan infus. u Ke Halaman 11 kolom 1
Bidan Eros Rosita; 12 Tahun Berjuang Menembus Ketatnya Adat Badui Dalam
Sudah Jalan Tiga Jam, Bayi Keburu Lahir Penolakan suku Badui Dalam terhadap metode pengobatan modern kini mulai terkikis. Berkat kegigihan Bidan Eros Rosita, mereka mengenal jarum suntik dan bahkan mulai intens berobat.
ZULHAM MUBARAK, Lebak KABUT merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi Senin pekan lalu (6/7). Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa
Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui. Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger. Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan ”lisensi” dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung. ’’Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,’’ ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pagi itu wartawan koran ini melihat sedikitnya tiga wanita Suku Badui yang sudah keluar masuk ke ruang praktiknya untuk mendapatkan penanganan medis. Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, wanita 38 tahun itu membuka praktik di kediamannya. Pontianak Post pun dipersilakan ZULHAM MUBARAK/JAWA POS masuk untuk melihat ke balik pintu praktik tersebut. RuPENGABDIAN: Bidan Eros Rosita ketika hendak berangkat memeriksa ang praktik berukuran 3 x 4 meter itu sangat sederhana. kesehatan pasiennya di pedalaman Badui.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 8 kolom 2
Jawa Pos Group Media