Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Senin, 16 Februari 2009 M / 20 Shafar 1430 H

SELEBRITAS

Berdoa Tiap Malam MESKI cantik dan tajir, Sandra Dewi mengaku kesulitan mendapatkan jodoh yang pas. “Karena buat aku pacaran itu harus didasari dengan rasa cinta, bukannya asal menjalani aja,” katanya dalam acara Pond’s di Djakarta Theatre beberapa waktu lalu. Menurut Sandra Dewi, lelaki yang dia inginkan harus memiliki kepribadian yang baik dan sehati dengannya. Karena itu dia tidak pernah berhenti berdoa untuk mendapatkan pasangan yang terbaik. “Saya hanya Sandra Dewi bisa berdoa setiap malam, karena kan setiap orang juga menginginkan pernikahan itu hanya sekali dalam seumur hidup,” ungkapnya. Walaupun terlihat senang menjalani masa jomblonya, tetapi sebenarnya Sandra Dewi didera kesepian yang amat sangat selama empat tahun belakangan ini.

P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t

Jelang Seminar Kiat Diri & Perusahaan Menghadapi Krisis Global

Tak Hiraukan Dua Kali Disebut ‘Orang Gila’ Pakar Komunikasi dan motivator, Aqua Dwipayana akan berbagi kiat suksesnya di Pontianak. Ia akan tampil sebagai narasumber dalam seminar Kiat Diri dan Perusahaan Menghadapi Krisis Global yang digelar Pontianak Post, Kamis (26/2) mendatang.

SETELAH berhenti dari PT Semen Cibinong dan menerima pesangon sebesar Rp 200 juta, selama tiga bulan, Aqua menikmati jadi pengangguran. ”Menganggur itu enak bahkan enak sekali. Kalau Anda tidak percaya, silakan dicoba. Pasti setelah itu ingin selamanya menganggur,” kata Aqua sambil bercanda. Aqua benar-benar menikmati statusnya sebagai pengangguran. Kalau biasanya setiap hari kerja, Senin-

Jumat, ia harus bangun paling lambat pukul 04.00 karena jam 05.00 harus meninggalkan rumahnya di Bogor, Jawa Barat, untuk menuju kantornya di Jakarta. Setelah pensiun dini, rutinitas itu ditinggalkannya. Ia benar-benar menikmati hidup. Kalaupun setiap harinya tetap bangun pagi, itu karena menunaikan kewajibannya untuk sholat Subuh. Setelah itu, biasanya aktivitas Aqua adalah membaca koran sambil menonton televisi. Acara

favoritnya adalah berita-berita di berbagai televisi. Jika paginya Aqua ada janji untuk ketemu dengan relasinya, biasanya selesai melaksanakan semua aktivitas rutinnya itu, Aqua meninggalkan rumahnya. Namun jika tidak, ia kembali istirahat. Hidupnya diaturnya sendiri. Bukan orang lain yang mengaturnya. u Ke Halaman 11 kolom 1

u Ke Halaman 11 kolom 6

Panitia for Jawa Pos

BANGGA PRODUK LOKAL: Menteri Perindustrian Fahmi Idris beserta istri berlenggak-lenggok di atas catwalk saat menjadi model sepatu lokal di pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009 di Jakarta Convention Center kemarin (15/2).

Menteri Model Fashion Shoes JAKARTA--Penutupan pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009 di Jakarta Convention Center kemarin (15/2) berlangsung meriah. Para menteri dan pejabat pemerintahan yang hadir tidak hanya menyampaikan pidato, tapi juga didaulat menjadi model dadakan untuk peragaan sepatu atau fashion shoes. Tiga menteri dan sejumlah pejabat eselon I yang hadir pun harus rela ber-

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu­nya atas orang-orang yang ber­ iman.” (An-Nisa’: 103)

11:59 15:17

18:03 19:13 04:37

lenggak-lenggok di panggung. Masingmasing adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu beserta suami, Menteri Perindustrian Fahmi Idris beserta istri, serta beberapa sekretaris jenderal beberapa departemen. Mereka berjalan layaknya peragawan dan peragawati di atas catwalk. Pemilihan model ”papan atas” itu bukan tanpa alasan. Sebab, yang mereka

pamerkan adalah sepatu-sepatu produksi dalam negeri. Fahmi Idris mengenakan sepatu sport produksi Tomnkins. Aburizal Bakrie memakai sepatu vantofel hitam dari Mario Fiadi. Marie Elka Pangestu menggunakan sepatu buatan Yongki Komaladi, sedangkan sang suami mengenakan sepatu vantofel karya dari Buccheri. Semuanya merupakan merek lokal hasil karya anak bangsa. u Ke Halaman 11 kolom 5

Ribuan Warga Datangi Ponari JOMBANG – Butuh bukti apa lagi sehingga semua pihak yang terkait praktik pengobatan oleh Ponari bisa bersikap bijaksana. Empat nyawa melayang, dugaan eksploitasi terhadap Ponari dan keluarga, serta terusiknya ketenangan Dusun Kedungsari, tempat tinggal Ponari, ternyata belum cukup menggerakkan aparat terkait di Jombang, Jawa Timur, untuk bertindak tegas dan rasional dengan mengakhiri praktik dukun tiban itu. Kelompok warga dan aparat yang menamakan diri panitia pengobatan seperti tak jera dengan semua musibah itu. Mereka membuka kembali praktik pengobatan alternatif itu pada Sabtu (14/2) sore. Dan, indikasi awal musibah seperti akan terulang. Dalam dua jam, ratusan ’’pasien” pun

terlayani. Pembukaan praktik yang bertujuan mengurangi antrean warga yang datang malah mendapat hasil yang bertolak belakang. Seperti dilaporkan Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), jangankan berkurang, ribuan pengunjung baru malah kembali berbondong-bondong ke rumah Ponari kemarin (15/2). Suasana Dusun Kedungsari pun kembali hiruk-pikuk. Sampai kemarin

Penjualan BBM Surplus Rp 1,1 T JAKARTA--Kali pertama pemerintah bisa meraup untung dari penjualan bahan bakar minyak (BBM). Pada Januari lalu, pemerintah memperoleh surplus penjualan premium Rp 1,1 triliun. Penyebabnya, harga jual eceran bensin kala itu lebih tinggi daripada harga patokan. Plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana Rp 1,1 triliun itu masuk ke kas negara dalam pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Realisasinya dicatatkan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menkeu menegaskan, pemerintah tidak mencari untung dari kebijakan harga BBM dalam negeri. Jika terdapat surplus ataupun kelebihan subsidi, itu akan dicatat secara transaparan dan akuntabel. ’’Dengan Sri Mulyani harga (BBM) Januari lalu, kita surplus Rp 1,1 triliun. Itu masuk keAPBN yang akan dilaporkan kepada DPR,’’ kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, kemarin (15/2). Dia menjelaskan, surplus terjadi karena harga minyak dunia cenderung menurun. Namun, perlu diingat,

Selama Januari, Februari Impas

u Ke Halaman 11 kolom 5

u Ke Halaman 11 kolom 1

BERJUBEL LAGI: Ribuan warga kembali mengerumuni rumah Ponari di Jombang, Jatim, sejak dikabarkan dibuka pada Sabtu (14/2) sore. Donny/Radar Mojokerto

Rizky Rifallah; Remaja Penderita Diabetes Insipidus dan Kanker Batang Otak

Sehari Minum 14 Liter, Obat Harus Beli ke Singapura Usia Rizky Rifallah baru 15 tahun. Namun, dua penyakit berat telah menderanya, yakni diabetis insipidus dan kanker pada batang otak. Kini dia melalui hari-harinya di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

TITIK ANDRIYANI, Jakarta TUBUH Rizky Rifallah terbaring lunglai di ruang anak RS Dharmais Kamis lalu (12/2). Kondisi remaja yang seharusnya sudah duduk di kelas III SMP itu cukup memprihatinkan. Badannya kurus dan hampir seluruh rambutnya rontok. Meski demikian, saat berbicara, suaranya masih nyaring. Remaja 15 tahun itu menuturkan ihwal penyakitnya dengan lantang dan ceplas-ceplos. Agus Wahyudi /Jawa Pos Disimak dari penuturannya, bocah itu tampak BELAJAR: Penderita kanker otak, Rizki Rifallah, di ruang belajar RS cerdas. Memang, Rizky anak yang cukup pan- Dharmais Jakarta.

dai secara akademik. Sejak duduk dibangku SD, dia tak pernah sekali pun terlempar dari tiga besar di kelasnya. Berbekal prestasi akademik itulah, Rizky diterima di SMPN 111 Jakarta –salah satu sekolah rintisan bertaraf internasional (SRBI). Saat orang tuanya berada di puncak kebanggaan terhadap Rizky, musibah itu datang. Pada pertengahan 2006, Rizky divonis menderita kanker otak. Awalnya, kanker otak yang menjangkiti Rizky tidak terdeteksi oleh dokter. Sebab, hasil diagnosis menyebutkan bahwa Rizky menderita diabetes insipidus. Yakni, pengeluaran cairan tubuh berupa urine dalam jumlah berlebih. Penyebabnya, antara lain, rusaknya saraf yang bisa memerintah tubuh untuk kencing atau tidak dan gagalnya ginjal terhadap rangsangan hormon AVP (arginine vasopressin, salah satu hormon yang di ginjal). Ketika itu Rizky memang mengeluh sering kencing. ’’Tiap setengah jam aku pipis. Ibu curiga dan saya dibawa berobat ke RSCM (RS Cipto Mangunkusumo, Red),’’ terangnya.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 8 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.