Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post

Selasa 16 Februari 2010 M / 2 Rabiul Awal 1431 H

SELEBRITAS

P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t

Kesehatan 32 Pasang Balon Bupati Dites Soedarso Libatkan 22 Dokter Spesialis PONTIANAK--Pasangan bakal calon bupati dan wakilnya yang akan bertarung pada pemilihan kepala daerah melakukan

medical check up di RSUD dr Soedarso Pontianak. Kegiatan yang dimulai 15-25 Februari 2010 ini akan diikuti 32 pasang bakal calon. (Daftar nama calon lihat grafis). Pilkada serentak kali ini dilakukan Kabupaten Bengkayang, Ketapang, Sekadau, Melawi, Sin-

Target Terpenuhi Tahun Ini

u Ke Halaman 7 kolom 4

KORUPSI BANSOS

Belum Ada Tersangka PONTIANAK--Dugaan korupsi dana bantuan sosial Provinsi Kalbar terus diusut Kepolisian Daerah Kalbar. Sembilan orang sudah diperiksa, diantaranya mengarah tersangka. “Setelah kita ambil alih penanganannya dari Poltabes Pontianak, perkembangan kasusnya terus mengalami kemajuan. Dari saksi yang diperiksa ada yang mengarah menjadi tersangka,” kata Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin TPL Tobing, kemarin (15/2). Kapolda masih enggan menyebutkan nama-nama saksi. Alasannya, belum ada penetapan tersangka. Polisi belum dapat menetapkan jumlah kerugian negara. “Belum dapat kita sebutkan nama-namanya,” tuturnya.

tang dan Kapuas Hulu. Hari pertama pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada Dja’far A Rachman dan Yoseph Marcus, balon dari Kabupaten Sekadau serta Ismed Siswandi dan Suhermansyah balon dari Ketapang. u Ke Halaman 7 kolom 1

TES KESEHATAN: Bakal calon Bupati Sekadau Dja’far A Rachman saat menjalani tes kesehatan di RSUD dr Soedarso Pontianak, kemarin (15/2).

Ardina Rasti

MENJAGA kondisi tubuh agar fit dan bugar merupakan hal penting bagi sebagian artis. Tak terkecuali Ardina Rasti. Untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh, paling tidak dara kelahiran Jakarta, 6 Januari 1986, itu berolahraga seminggu sekali. Selain rajin berolahraga, Rasti gemar menjalani olah tubuh, seperti menari dan aerobik. Hal tersebut dilakukan dua minggu sekali. Saat berolah tubuh, dia selalu melakukannya di luar ruang. “Saya tidak suka berolahraga di dalam ruang. Sebab, saya tak bisa mengeluarkan banyak keringat dan tidak terkena langsung

Pembunuh Wartawan Divonis Seumur Hidup DENPASAR – Tiga di antara sembilan terdakwa yang membunuh wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa akhirnya benar-benar divonis bersalah. Vonis terberat diganjarkan kepada Ir Nyoman Susrama MM, otak pembunuhan tersebut. Dalam sidang di PN Denpasar kemarin (15/2), dia dihukum seumur hidup. Padahal, jaksa penuntut umum (JPU) berharap dia dihukum mati. Dua terdakwa lain yang kemarin juga divonis adalah Komang Gde ST dan IB Narbawa alias Gus Oblong. Komang divonis 20 tahun penjara. Sebelumnya, JPU menuntut dia seumur hidup. Sementara itu, Narbawa yang sebelumnya dituntut 2,5 tahun dihukum lima tahun, dipotong masa tahanan. Sidang mereka kemarin dilangsungkan di dua ruangan berbeda. Di ruang sidang utama, dihadirkan terdakwa Susrama yang divonis sebagai otak sekaligus perencana pembunuhan terhadap Prabangsa. Di ruangan lain, secara bergantian majelis hakim menyidangkan Komang Gde ST dan Narbawa. Sidang dengan terdakwa Susrama dimulai sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu, cuaca wilayah Denpasar dan sekitarnya sangat terik. Kondisi di dalam ruang sidang pun cukup panas. Meski demikian, tiga majelis hakim (Djumain, Sigit Sutanto, dan IGP Komang Wijaya Adhi) terus membacakan amar putusan secara bergantian tanpa break.

u Ke Halaman 7 kolom 1

u Ke Hal 7 kolom 4

SEUMUR HIDUP: Nyoman Susrama saat mendengarkan vonis hakim PN Denpasar kemarin. Susrama terbukti sebagai otak pembunuh Prabangsa, wartawan Radar Bali (Group Jawa Pos).

GROW WITH CHARACTER

Eat, Sleep and Dream with Your Business PADA akhir 1980-an di Indonesia memang sudah terasa semakin kencangnya arus globalisasi. Jadi, hal itu bukan hanya karena buku-buku dunia menulis tentang hal itu. Pak Harto sendiri yang masih sangat kuat setelah berkuasa sejak 1967 memberikan sinyal itu. “Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, Indonesia akan mengalami globalisasi.” Itu ucapan Pak Harto yang memotivasi untuk Hermawan Kartajaya mendirikan MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Surabaya. Tapi, bukan cuma itu. Tiga tahun setelah pendirian, u Ke Halaman 7 kolom 4

Eceran Rp. 2.500

Wahyu Ismir/Pontianak Post

Pengusutan Dana Century ke Parpol Buntu

JAKARTA--Pengusutan aliran dana bailout Bank Century ke partai politik atau pasangan calon presiden tertentu masih buntu. Hingga kemarin, Pansus Hak Angket Bank Century belum bisa menemukan fakta aliran dana ke parpol atau capres tertentu. Anggota pansus dari FPKS Andi Rahmat mengatakan, hingga pertemuan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kemarin, belum ditemukan fakta keterkaitan langsung antara pemilik rekening Bank Century ke parpol. ”Sampai saat ini baru indikasi-indikasi, belum fakta,” ujarnya setelah rapat tertutup pansus dengan PPATK kemarin (15/2). Menurut Andi, satu-satunya fakta yang mengaitkan nasabah Bank Century dengan parpol atau capres adalah PT Asuransi Jaya Proteksi (AJP). ”Itu pun tidak bisa ditentukan apakah sumbangan ke tim kampanye berasal dari dana bailout,” katanya. Pernyataan senada dilontarkan Ketua Pansus Hak Angket Bank Century Idrus Marham. Dia mengakui, belum ada fakta kuat yang menunjukkan aliran dana bailout ke parpol atau capres. ”Memang belum, tapi ini kan masih berproses,” terangnya. Belum adanya fakta aliran dana tersebut ditanggapi gembira oleh anggota pansus dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurut dia, isu-isu aliran dana bailout Bank Century ke Partai Demokrat atau tim kampanye SBY-Boediono hanya tudingan-tudingan tanpa dasar. ”Artinya, selama ini kami difitnah,” ujarnya dengan nada tinggi. Bahkan, Ruhut juga menyindir munculnya nama Emir Moeis, ketua Komisi XI DPR dari FPDIP, dalam daftar nasabah Bank Century. Meski yang bersangkutan telah mengklarifikasi, bagi Ruhut, tetap saja itu fakta menarik. ”Lihat sendiri, ini jadinya kayak lagu dangdut: Kau yang mulai kau yang mengakhiri,” katanya sambil mendendangkan irama dangdut, lantas tertawa lebar. Sindiran itu bisa diartikan, PDIP yang memulai inisiatif hak angket untuk menyelidiki Bank Century, namun kini justru salah satu kadernya disebut-sebut terkait dengan Bank Century. u Ke Halaman 7 kolom 4

Lampion Raksasa Diserbu Pengunjung SINGKAWANG –Warga Kota Singkawang menyerbu Lampion Raksasa yang berdiri tegak di Stadion Kridasana, Singkawang, kemarin (15/2). Mereka datang datang baik menggunakan sepeda motor, mobil, bahkan dengan berjalan kaki. Ada yang datang bersama sanak family, teman-teman, dan bahkan dengan pasangannya. Begitu juga banyak orangtua yang membawa anak-anaknya melihat

lampion dan suguhan lain yang dipersembahkan panitia. Halaman parkir, dari Jalan Kridasana terlihat penuh. Dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. Banyak warga yang tidak mau kehilangan momen itu, dengan mengabadikannya dengan kamera. Apalagi, cuaca tidak terlalu panas. Yan Fui (25) misalnya. Pria ini mengaku datang dari Pemangkat untuk menyaksikan

lampion raksasa tersebut. Ia saat itu ditemani Vincent (26) saudara sepupunya. Yan Fui mengatakan, saat malam Imlek, tidak bisa datang ke Singkawang. Dikarenakan, u Ke Halaman 7 kolom 1

DISERBU: Lampion Raksasa di Lapangan Kridasana Singkawang menarik perhatian pengunjung.

Kusdharmadi/Pontianak Post

Chris Lie; Komikus Indonesia yang Sukses di Amerika Serikat 11:59 15:17 18:03 19:13 04:37

Ilustrator Andalan Komik Transformers dan GI JOE Komik Amerika sukses merebut pasar dunia. Nama-nama superhero ataupun karakter tokohnya dikenal oleh berbagai tingkat usia. Indonesia boleh bangga karena salah satu ilustratornya adalah salah satu putra bangsa. Siapa dia?

TRI MUJOKO BAYUAJI, Jakarta SIAPA yang tidak kenal karakter robot di film Transformers? Pada awal 2009, sekuel film peperangan antarrobot itu sukses meraup keuntungan ratusan juta dolar. Beberapa bulan

Tri Mujoko Bayuaji/Jawa Pos

KOMIKUS: Chris Lie (baju merah) bersama kru Caravan Studio, menunjukkan komik-komik hasil karyanya yang beredar di Amerika.

kemudian, Hollywood merilis film GI JOE: sebuah film pertarungan tim elite AS dengan tim elite dari sindikat kejahatan internasional. Nah, Transformers dan GI JOE diadaptasi dari komik yang laris di dunia. Jika bicara komik, tentu salah satu daya tarik pembaca adalah kualitas gambar. Siapa yang menyangka bahwa salah seorang ilustrator di antara sekian banyak edisi komik Transformers dan GI JOE adalah orang Indonesia. Christiawan Lie, pria kelahiran Bandung 5 September 1974, adalah ilustrator komik Indonesia yang berhasil menembus persaingan komik-komik dunia. ”GI JOE itu karya pertama saya,” kata Chris Lie –nama beken Christiawan Lie– saat ditemui di Caravan Studio, bengkel komik yang dia dirikan pada 2008. Caravan Studio terletak di kompleks apartemen Mediterania Garden,

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

u Ke Halaman 7 kolom 4

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Pontianak Post by Pontianak Post - Issuu