Pontianak Post
Rabu 16 Desember 2009 M / 29 Dzulhijjah 1430 H
SELEBRITAS
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Pasang Tarif Tinggi, PSK Digorok Teman Kencan PONTIANAK--Seorang wanita muda ditemukan tewas di kamar hotel pada Selasa (15/12) sekitar pukul 18.30. Leher digorok dan ditemukan 20 tusukan disekujur tubuh. Jasad korban tertelungkup di kamar nomor A 6 Hotel Pondok Jaya Jalan 28 Oktober, Pontianak.
Tidak ada kartu identitas yang ditemukan. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi hanya menemukan tas korban berisi peralatan kosmetik, helm dan sandal. Kurang empat jam kemudian, pelaku pembunuhan berhasil ditangkap di kediamannya Jalan Kebangkitan
Nasional Pontianak. Meski sempat mengelak, Nk alias Alg (24) akhirnya mengakui telah menghabisi nyawa teman tidurnya itu. Korban dikenal dengan nama panggilan Lea. “Korban meminta bayaran tiga kali lipat dari tarif biasa. Pelaku hanya mau
bayar Rp 350 ribu, tapi korban minta Rp 1 juta. Korban terus menagih hingga mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati pelaku,” jelas Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Sunario, kepada Pontianak Post, tadi malam. u Ke Halaman 7 kolom 5
Federik Tarigan/Indo Pos
TOLAK KEMBALI: Manohara memberikan keterangan pers. Dia tetap tidak akan kembali ke Klanten, Malaysia menemui suaminya.
Tak Ingin Kembali JAKARTA--Manohara Odelia Pinot benar-benar tidak akan menggubris putusan Mahkamah Tinggi Syariah Kelantan, Malaysia. Dua hukuman yang diberikan kepadanya dua hari lalu diyakini sebagai upaya membawa kembali model sekaligus pemain sinetron itu ke pelukan sang suami, Tengku Temenggong Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Sultan Ismail Petra. Mano --sapaan akrabnya-- sudah menemukan ”surga” di negara sendiri. Bisa pergi belanja dan jalan jalan sesuka hati dengan nyaman, memanfaatkan uang sendiri yang kini jauh lebih banyak dibandingkan saat menjadi putri Raja Kelantan. u Ke Halaman 7 kolom 1
Bearing/Pontianak Post
TEWAS: Polisi membawa jasad Lea ke RS Bhayangkara Polda Kalbar untuk dilakukan visum, tadi malam. Lea ditemukan tewas di kamar hotel dengan leher tergorok dan tubuh penuh tusukan.
Jaksa Sulit Jerat Antasari Suara Rekaman Tak Jelas, Kuasa Hukum Meragukan
KASUS PRITA
JAKARTA--Jaksa Penuntut Umum (JPU) berusaha keras membuktikan Antasari Azhar adalah otak di balik pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Dalam lanjutan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (15/12), jaksa memutar dua rekaman yang disebut sebagai petunjuk keterlibatan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Pertama adalah rekaman pembicaraan berdurasi 18 menit antara Antasari dengan Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin, di kamar 803 Hotel Gran Mahakam. Sementara
Raka Denny/Jawa Pos
DUPLIK: Prita Mulyasari tampil pada sidang lanjutan perkara pidana pencemaran nama baik RS Internasional Alam Sutra di PN Tangerang, Selasa (15/12).
RS Omni Tak Serius Berdamai TANGERANG--Upaya perdamaian Prita Mulyasari dan RS Omni Internasional, tampaknya, masih jauh. Kuasa hukum terdakwa Prita menganggap pihak RS Omni masih setengah hati untuk berdamai dengan kliennya. Alasannya, RS Omni tidak melakukan upaya lain untuk menghentikan perkara pidana. Kuasa hukum Prita, Slamet Yuwono, menjelaskan, pihaknya sudah mengupayakan perdamaian dengan pihak RS Omni. Caranya, meminta RS Omni tidak hanya mencabut perkara perdata terhadap Prita, tetapi juga menghentikan kasus pidananya. ’’Kami tidak bilang meminta pencabutan perkara pidana karena ada aturan undang-undang. Kami minta pihak RS Omni melakukan upaya-upaya lain untuk menyelesaikan perkara pidana yang menjerat klien kami,’’ kata Slamet kemarin. Dia menegaskan, Prita tidak pernah berupaya menolak berdamai dengan pihak rumah sakit tersebut. u Ke Halaman 7 kolom 5
Telusuri Penikmat Dana, Periksa Bendahara Pemprov Kasus Bansos Merembet Korupsi Velodrom dan Padepokan Pencak Silat PONTIANAK--Polisi akan mengungkap indikasi korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemprov Kalbar yang terindikasi merugikan negara Rp 22,14 miliar. Pintu masuk telah terbuka, memulainya dari korupsi KONI Kalbar senilai Rp2,1 miliar. Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, AKP Sunario mengatakan, dari hasil pemeriksaan Sekda Kalbar, Syakirman, Senin (14/12) lalu sudah ada gambaran aliran
dana Bansos. Syakirman mengaku tahu kemana saja dana tersebut mengalir, tapi dirinya belum menyebutkan nama. “Sekda tahu tapi dia tidak hafal. Katanya harus buka data dulu,” paparnya. Sunario memastikan, pengungkapan kasus ini akan merembet pada indikasi-indikasi korupsi lainnya yang selama ini belum tersentuh hukum. “Akan merembet ke kasus-kasus lainnya. Termasuk velodrom dan padepokan pencak silat akan kita selidiki juga,” ujarnya. Kepada polisi, Syakirman mengatakan dirinya memang menyetujui permohonan dana
dari KONI menggunakan dana Bansos. Tapi dia mengaku, tidak tahu persis pengeluarannya. Semuanya dilakukan oleh Bendahara Pemprov Kalbar. “Dia hanyaACC, yang mencairkan bendahara,” tutur Sunario. Selanjutnya, polisi mengagendakan memeriksa Bendahara Pemprov Kalbar. Diharapkan darinya diperoleh keterangan mengungkap kasus ini. “Pasti akan kita panggil bendahara, tapi waktunya belum tahu,” tuturnya. Aktivis Anti Korupsi Kontak Rakyat Borneo, Agus Budiman meragukan kinerja polisi. Dia melihat fokus penyelidikan Poltabes u Ke Halaman 7 kolom 5
rekaman kedua adalah pembicaraan antara Antasari, Sigid Haryo Wibisono, dan Wiliardi Wizar di rumah Sigid, Jalan Pati Unus Kebayoran Baru, Jaksel. ”Rekaman berdurasi 1,5 jam, tapi yang berhubungan dengan perkara mulai menit ke-37,” ungkap Ruby Zukri Alamsyah, praktisi IT yang dihadirkan sebagai saksi ahli oleh JPU. Dia pula yang memutarkan dua rekaman di persidangan yang digelar di ruang Prof. H. Oemar Seno Adji, PN Jaksel. Menurut Ruby, rekaman di Hotel Gran Mahakam diperoleh u Ke Halaman 7 kolom 1
Polisi Klarifikasi Susno Soal Century Ekonom Nilai Kebijakan Menkeu Tepat
dana pasca pengucuran bailout Rp6,7 triliun. ”Media memberitakan bahwa Pak Susno Duadji tahu siapa saja yang menJ A K A RTA - cairkan dana setelah Polri mulai memainbailout. Apakah itu kan peranannya benar, itu yang akan dalam pengusutan kami klarifikasi ke kasus bailout Bank Pak Susno,” kata Century. Dalam Susno Duadji Kabareskrim Komwaktu dekat, Barekskrim Mabes Polri akan jen Ito Sumardi kepada Pontianak memanggil Susno Duadji untuk Post di Jakarta kemarin (15/12). diklarifikasi terkait pencairan u Ke Halaman 7 kolom 1
Mukjizat Darah Tali Pusar Terus Berkembang 11:39 15:04 17:43 18:57 04:11
Tidak Hanya Leukemia, Cacat Otak pun Berhasil Disembuhkan Sel darah tali pusar (cord blood) telah terbukti keampuhannya melawan penyakit-penyakit akut. Selain menyembuhkan leukemia, anemia aplastic/fanconi, dan penyakit autoimmune, ia juga bisa menyembuhkan cacat otak. Kini, saatnya menyimpan darah tali pusar di bank darah, sebagai asuransi biologis masa depan yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit berat dan akut. Arsito Hidayatullah/JPNN
ARSITO HIDAYATULLAH, Jakarta
TRANSPALANTASI: Michael dan Louis Conn bersama kedua putri mereka, Georgia (kiri), dan adiknya Sybilla. Kondisi Georgia membaik setelah proses transplantasi darah tali pusar miliknya.
LIMA tahun silam, awal pekan Juli 2004, dunia medis Singapura dikejutkan dengan kisah seorang bayi yang berhasil menyelamatkan kakaknya dari ancaman maut leukemia. Ketika itu, suratkabar terkemuka Singapura The Straits Times menurunkan laporannya, berjudul Leukaemia boy saved - by baby sister (Anak laki-laki penderita leukemia terselamatkan oleh adik bayinya). Laporan itu mengisahkan seorang anak lakilaki yang sudah diambang maut akibat digerogoti kanker darah leukemia. Berbagai upaya sudah dilakukan. Namun, tak juga membuahkan hasil. Hingga akhirnya, orangtua anak lelaki itu menempuh cara terakhir untuk hamil kembali demi mendapatkan bayi, di mana darah tali pusarnya diharapkan dapat mengakhiri penderitaan sang kakak. Orangtua bocah lelaki itu akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan.
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 6 kolom 1
Jawa Pos Group Media