Pontianak Post
Kamis 17 September 2009 M / 27 Ramadhan 1430 H
P e rt a ma da n T e rut a ma di K al i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Desak KPK Panggil Kabareskrim Keluarkan Petisi, Tokoh Nasional Imbau Jasin dan Haryono Tak Mundur
MUTIARA RAMADHAN
Peningkatan Kualitas Diri KEDATANGAN Ramadhan sangat ditunggu-tunggu. Bulan yang suci ini dilimpahkan berkah, rakhmat dan ampunan serta dibukakan pintu surga dari Allah SWT bagi orang yang beriman. Bahkan segala perbuatan yang baik akan mendapat ganjaran yang berlipat ganda. Dan ini hanya ada dibulan Ramadhan. Menurut hadis Qudsi segala amal perbuatan manusia adalah hak miliknya, kecuali puasa sebab puasa adalah bagi-Ku Ir H Said Djafar dan Akulah yang memKetua Umum Perguruan balasnya. Puasa menurut Islam Bawari Pontianak arti bahasa ialah menahan. Sedangkan pengertian Syar’iyyah ialah menahan dari makan, minum, berhubungan dengan suami istri sejak fajar sampai terbenamnya matahari. Baik jasmani maupun rohani selama puasa harus dapat dikendalikan sesuai aturan bagi orang berpuasa. Puasa ada tiga macam tingkatan. Pertama; puasanya orang umum/awam ialah hanya sekedar menahan perut dari makan, minum, serta menahan kemaluan dari terpenuhnya kesyahwatan bersetubuh dan lain sebagainya. Kedua; puasanya orang khusus selain seperti u Ke Halaman 8 kolom 2
Susno Duadji
Namun, pihak Imigrasi menyatakan penerbitan cekal yang diminta Komisi Pemberantasan Korupsi sudah prosedural. Direktur Penyidikan Imigrasi Muchdor mengatakan
JAKARTA – Kehilangan ketua dan dua pimpinan lain karena terjerat kasus hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal lumpuh? Lembaga antikorupsi tersebut tidak akan kehilangan taring. Setidaknya, itulah yang ditegaskan dua pimpinan KPK tersisa, M Jasin dan Haryono Umar, kemarin (16/9). Mereka menyatakan masih memiliki wewenang memberantas korupsi. Di antaranya, menindak dan mencegah. Penegasan tersebut disampaikan langsung Wakil Ketua KPK M. Jasin di Gedung KPK kemarin. ’’Yang pasti, UU KPK (UU No 30 Tahun 2002) tidak menyinggung batas minimal tentang pimpinan KPK yang berhak mengambil keputusan,’’jelasnya.
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 1
AFP Photo/Subekti
TETAP TEGAR: Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto melambaikan tangan setelah menjalani pemeriksaan terhadap kasus dugaan penyalahgunaan wewenang di Mabes Polri, tadi malam. Bibit Samad Rianto diperiksa bersama Chandra M Hamzah sejak pukul 11.00 WIB hingga 19.10 tadi malam.
Polisi Kukuh Duga Ada Uang Suap POLISI menyeret dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samat Riyanto, sebagai tersangka dengan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan cekal. Polisi yakin, mereka memaksa seseorang
menyerahkan sesuatu yang melanggar pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sesuatu itu diduga berupa surat cekal untuk Anggoro Widjojo dan pencabutan cekal untuk Djoko Tjandra.
RUU Rahasia Negara Dicabut Anggota Komisi I Adu Mulut
Perbuatan itu juga menguntungkan rekanan pengadaam mobil pemadam kebakaran Direktur PT Istana Sarana Raya, Hengky Samuel Daud senilai Rp 65 miliar. Persidangan kemarin juga merupakan debut dua hakim karir baru, Tjok Suamba dan Jupriadi. “Perbuatan terdakwa diantaranya dilakukan dengan memberikan arahan. Diantaranya dengan kiriman radiogram yang ditujukan kepada Gubernur dan Wali Kota se Indonesia,” jelasnya. Perintahnya agar setiap daerah mengadakan mobil pemadam kebakaran merek V 80 ASM. Merek tersebut merujuk kepada perusahaan
JAKARTA – Rencana pemilik lama Bank Century untuk kembali menguasai saham banknya ditolak mentah-mentah oleh Bank Indonesia (BI). Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, pihaknya sudah mendengar bahwa dua warga asing mantan pemilik Bank Century, Hesham Al-Waraq dan Ravat Ali Rijvi, ingin menguasai Bank Century lagi. ’’Kita sudah capek sama mereka,’’ ujarnya di gedung DPR kemarin (16/9). Ravat Ali Rijvi, warga keturunan Pakistan berkebangsaan Inggris, dan Hesham al Warraq, warga Arab Saudi, merupakan pemilik First Gulf Asia Holding yang menjadi pemegang saham pengendali dan menguasai 9,55 persen saham Bank Century. Saat ini, dua warga negara asing tersebut sudah ditetapkan oleh Mabes Polri sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dana Bank Century. Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan, dua pemilik Bank Century tersebut telah membuat surat ke Polri. Isinya siap mengambil kembali operasi Bank Century. Menurut Susno, surat tersebut sudah disampaikan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Meski menolak dua mantan pemilik Bank Century tersebut, Budi mengatakan, sesuai dengan prosedur, dua orang tersebut bisa saja kembali menguasai saham Bank Century. ’’Tapi, tetap akan ada fit and proper test. Nanti kita lihat, apakah mereka layak atau tidak,’’ katanya. Sementara itu, Budi menyatakan prihatin dengan kisruh Bank Century yang berlarut-larut.
u Ke Halaman 11 kolom 5
u Ke Halaman 11 kolom 1
JAKARTA – Protes sejumlah elemen masyarakat terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Rahasia Negara ternyata efektif. Pemerintah u Ke Halaman 11 kolom 1
17-9
04:09 04:19 11:39 14:43 17:43 18:51
18-9
04:08 04:18 11:39 14:42 17:43 18:51
Oentarto Terancam 20 Tahun Dakwaan Tak Sebut Peran Hari JAKARTA--Mantan Dirjen Otonomi Daerah Oentarto Sindung Mawardi mulai duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor, kemarin. Pria 65 tahun yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran tersebut terancam hukuman 20 tahun penjara. Dalam persidangan perdana itu, Oentarto didakwa telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarjono Turin, keuntungan yang dikambil Oentarto, senilai Rp 200 juta.
Raka Denny/Jawa Pos
SIDANG: Oentarto duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor, kemarin.
BI Tolak Pemilik Lama Century
Brigadir Murdiyono; Anggota Brimob yang Tewas Diberondong Peluru Perampok
Istri Tak Kuasa Berdiri, sang Putri Murung saat Ijab Kabul Kematian Brigadir Pol Murdiyono, anggota Brimob Polda Jogja yang ditembak komplotan perampok di Jalan Magelang–Jogja, Selasa (15/9), membuat pernikahan putrinya dipercepat. Kemarin, sang putri pun mengikuti ijab kabul di depan peti jenazah sang ayah.
AHMAD RIYADI, Jogja RUMAH sederhana di kompleks perumahan Brimob Polda Jogja, Jalan Imogiri Timur Kompi C, Gondowulung, Bantuntapan, Bantul, itu kemarin pagi dipenuhi pelayat. Di antara deretan
Taufik/Radar Jogja
DIMAKAMKAN: Brigadir Polisi Murdiyono saat akan dimakamkan di TPU Dusun Suren, Bantul, Jogjakarta, kemarin.
pelayat wanita yang memenuhi ruang tamu rumah tersebut, wajah Ny Supartinah terlihat sangat sedih. Kedua matanya sembap. Wanita 44 tahun itu adalah istri Brigadir Pol Murdiyono. Murdiyono adalah salah seorang di antara tiga korban yang tewas setelah diberondong peluru oleh komplotan perampok. Aksi brutal penjahat itu terjadi di Km 7 Jalan Magelang–Jogja, tepatnya di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9). Saat itu, Murdiyono mengawal dua karyawan PT Kelola Jasa Artha (Kejar), Arif Widiono (warga Kebumen) dan Arif Sudiono (warga Tegalrejo), yang mengangkut brankas berisi uang tunai. Uang tersebut baru diambil dari Bank Danamon Magelang. Mengendarai Panther, rombongan itu menempuh perjalanan dari Magelang ke Jogja. Peristiwa tak diinginkan terjadi sekitar pukul 16.30. Saat itu, sebuah Suzuki APV memepet Panther tersebut. Selanjutnya, dari dalam APV itu, para penjahat memberondong Panther, sehingga oleng dan menabrak tiang telepon
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 11 kolom 5
Jawa Pos Group Media