Pontianak Post

Page 1

Pontianak Post Rabu, 18 Februari 2009 M / 22 Shafar 1430 H

SELEBRITAS

Gosip Kumpul Kebo Gara-gara dihadiahin rumah oleh Aldi Taher, Dewi Persik digosipin kumpul kebo dengan pacarnya. Tapi kabar ini spontan dibantah Dewi. “Lebih baik aku digosipin nikah siri daripada kumpul kebo,” tandas DP, sapaannya, ketika ditemui di Rumah Sakit Harapan Bunda, akhir pekan lalu. Karena menyebut pernikahan siri, tak pelak wartawan memberondongnya dengan kemungkinan mereka sudah menikah siri. Namun, bekas istri Saipul Jamil ini Dewi Persik tetap tidak mau merincinya. “Pokoknya kita menjalani hubungan yang tidak keluar dari koridor agama,” katanya. Jadi benar kalian sudah nikah siri? “Ya nggak perlu saya jelasin kan?” ucapnya penuh rahasia. Jawaban menggantung juga diberikan pemain komedi Tawa Sutra, Aldi Taher. “Ya doakan saja (menikah). Yang pasti, sekarang Dewi kalau mau kemana-mana nggak

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T

80 Persen Daerah Pemekaran Makin Miskin JAKARTA--Ketua DPRAgung Laksono mendesak pemerintah untuk menghentikan pemekaran daerah yang telah berjalan sejak 1999. Pemekaran daerah dinilai gagal meningkatkan pelayanan pemerintah dan menyejahterakan rakyat karena telah menjadi komoditas politik. ’’Berdasar evaluasi Depdagri pada 2008, di antara 145 daerah hasil pemekaran, 80 persen gagal

meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan rakyatnya,” kata Agung dalam diskusi di Media Lounge DPP Partai Golkar, Jakarta, kemarin (17/2). Indikatornya, lanjutAgung, 123 daerah hasil pemekaran menggantungkan sumber pembiayaan pemerintahan daerah kepada kucuran dana perimbangan keuangan dari pemerintah pusat, baik dana alokasi umum (DAU) maupun

dana alokasi khusus (DAK). Dari total DAU yang diterima, rata-rata daerah pemekaran menggunakan 58 persen untuk membiayai belanja pemerintah, seperti membangun dan memelihara gedung kantor, serta membayar gaji pegawai negeri sipil. ’’Hanya sekitar 21 persen DAU yang digunakan untuk belanja publik, baik di sektor infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan,” jelasnya.

Di antara 123 daerah tersebut, 68 adalah kabupaten dan kota, baik daerah hasil pemekaran maupun daerah induk yang dimekarkan. ’’Jadi, pemekaran daerah tidak hanya merugikan rakyat yang tinggal di daerah baru, tapi juga merugikan rakyat di daerah yang dimekarkan,” terang wakil ketua umum DPP Partai Golkar itu. Ketua Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah

(KPPOD) Bambang Soemantri Brodjonegoro menambahkan, berdasar data Bappenas dan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, sebagian besar daerah yang dimekarkan adalah daerah tertinggal. Karena itu, tidak mengherankan bila daerah baru hasil pemekaran tersebut lantas menjadi daerah tertinggal yang baru. Ke Halaman 8 kolom 3

Tak Ada Capres Independen

Ke Halaman 8 kolom 6

MK Tolak Uji Materi UU Pilpres BOY T HARJANTO / INDO POS

ECSTASY: Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menunjukan barang bukti psykotropika jenis ecstasy sebanyak 31.500 butir di Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin (17/2). Kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut dalam penangkapan di Mega Mall Pluit Jakarta Utara.

Polisi Tangkap Pengedar Ekstasi Eropa

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)

11:58 15:16

18:03 19:12 04:37

JAKARTA--Tiga bandar ekstasi dibekuk polisi ketika bertransaksi di area parkir Restoran Dinner Sea Food, Mega Mall Pluit, Jakarta Utara, Senin malam (16/2). Polisi juga menyita 31.500 butir ineks senilai Rp 3,15 miliar. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah Rudy Widjaya, 38; Kong Fiek Wa alias Awan, 47; dan Samsir Chowina, 41. Direktur Narkoba Polda Metro

Jaya Kombespol Arman Depari mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Awan dan Samsir disuruh bosnya yang berinisial ED untuk mengantarkan 25 ribu ineks kepada Rudy. ’’Kami tunggu dua jam, lalu Awan dan Samsir muncul langsung masuk ke mobil Rudi yang sudah menunggu di dalam,’’ ungkap Arman. Belasan reserse antinarkoba langsung mengepung dan menangkap

ketiganya. Rudi kepada penyidik mengaku bahwa sebelum menerima semua ineks tersebut dirinya sudah mentransfer uang pembayaran Rp 100 ribu per ineks. Rencananya, ineks itu dia jual lagi Rp 150 ribu per butir. ’’Ineks yang kami amankan termasuk kualitas nomor satu karena langsung diimpor dari Eropa. Saat ini kami masih mengejar ED,” ujar Arman. (ind/jpnn/nw)

JAKARTA-Upaya para bakal calon presiden (capres) dari nonparpol yang maju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 melalui jalur independen akhirnya kandas. Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan penghapusan empat Ke Hal 11 kol 1

Lihat TW Beri Waspadai Personil Manfaatkan Kelemahan Pimpinan Bungkusan Plastik Cornelis pada Pelantikan Bupati KKR SUNGAI RAYA--Gubernur Kalbar Cornelis mengingatkan Muda Mahendrawan-Andreas Muhrotien, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kubu Raya untuk bisa menjawab seluruh kepercayaan masyarakat yang berharap banyak. “Jangan sia-siakan kepercayaan masyarakat yang memilih. Jadikan kepercayaan tersebut sebagai amanah untuk membawa Kubu Raya lebih baik,” kata Cornelis saat memberikan Ke Halaman 11 kolom 5

PONTIANAK--Setelah putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) kasus kepemilikan 41 butir ekstasi Kepala Bappeda Ketapang Farhan memvonis delapan tahun penjara dan denda Rp 200 juta, Farhan melalui penasehat hukumnya mengajukan peninjauan kembali (PK). Sidang digelar di PN Pontianak, Selasa (17/2). Penasehat hukum Farhan, Tamsil Sjoekoer sebagai pemohon mengajukan novum (bukti baru) berupa empat orang saksi dan surat bebas narkoba dari Dinas Kesehatan Ketapang. Sidang dipimpin Ketua Majelis Erintuah Damanik dengan anggota SihYuliarti dan Eko Susanto. Penasihat hukum terpidana Tamsil Sjoekoer dan Samsil dengan Bearing/Pontianak Post UCAPAN SELAMAT: Gubernur Kalbar Cornelis mengucapkan selamat ke- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Saiful Bahri.

Kesaksian Saksi pada Sidang PK Farhan

pada Muda dan Andreas.

Ke Halaman 11 kolom 1

Mengunjungi Universitas Al-Azhar ketika ’’Azhari’’ Indonesia Bermasalah

Tiba di Kampus Seminggu sebelum Ujian Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, masih menjadi favorit bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin memperdalam jurusan agama di luar negeri. Namun, baru kali ini proses perekrutannya berlangsung semrawut. Akibatnya, nasib puluhan mahasiswa pun terkatungkatung. Laporan KARDONO SETYORAHMADI yang baru tiba dari Kairo, Mesir.

BANGGA sekaligus kecewa. Itulah yang kini dirasakan Fauzan, bukan nama sebenarnya, yang kini menjadi mahasiswa tahun pertama di Universitas Al-Azhar. Saat ditemui di flat yang menjadi tempat tinggal mahasiswa Indonesia di kawasan

El-Asyir, dekat Kampus Al-Azhar di Kairo, pemuda itu pesimistis bisa lulus ujian kenaikan tingkat. ’’Mau bagaimana lagi, Mas. Persiapan sangat kurang,’’kata alumnus MadrasahAliyah Negeri (MAN) Purwakarta, Jawa Barat, itu. Menurut Fauzan, keadaanlah yang membuat dirinya tak terlalu yakin bisa lulus ujian kenaikan tingkat. Meski diterima di universitas yang menjadi dambaan para lulusan madrasah dan pondok pesantren tersebut, Fauzan mengaku telat tiba di Kairo. ’’Saya datang seminggu sebelum ada ujian di kampus,’’ ungkap pemuda berusia 18 tahun itu. Padahal, tahun pertama dan tahun kedua di universitas berusia lebih dari 1.000 tahun tersebut dikenal sebagai tahun ’’singa’’. Di level itu banyak mahasiswa yang gagal dan sering harus mengulang hingga tiga tahun. Fauzan tidak sendiri. Bersama sekitar 60 mahasiswa baru asal Indonesia, dia menjadi ’’korban’’ dalam perekrutan mahasiswa baru Universitas Al-Azhar. Sumber Kardono/Jawa Pos KAMPUS: Fiki Ardhana, mahasiswa asal Surabaya, di depan Kampus Uni- masalahnya, baru tahun ini proses rekrutmen melibatkan versitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

Ke Halaman 11 kolom 1

Jawa Pos Group Media


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.