53 XPSME!DVQ
Pontianak Post
Minggu 18 April 2010 M / 4 Jumadil Awal 1431 H
GROW WITH CHARACTER
Hadiah dari Kellogg TAHUN 2007 merupakan tahun yang penting untuk MarkPlus Inc. Karena saya “berhasil” mengundang Prof Philip Kotler kembali ke Indonesia. Setahun sebelumnya, saya bertemu dia di Beijing dan Shanghai. Ketika itu, saya diminta mendampingi bicara di seminar besar di dua kota itu yang diselenggarakan Milton Kotler, adiknya. Saya melihat sendiri bagaimana Philip disambut kayak “dewa” di sana. Hampir semua pengusaha, Hermawan Kartajaya profesional, dan mahasiswa kepingin bertemu, salaman, dan foto sama dia. Waktu itulah, pada 2006, saya “minta” dia datang lagi ke Indonesia. Setelah lebih dari 10 tahun “tidak berani” ke Indonesia. Saya pakai poin yang jitu, sehingga akhirnya dia mau.
Eceran Rp. 2.500
P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K A L I M A N T A N B A R A T
Pengacara Edwin Mundur Mimpi Didatangi Wanita Jubah Putih SUNGAI RAYA—Enam Pengacara Edwin Rahadi (38) tersangka pembunuhan Uray Qori, home industry psikotropika, kepemilikan senpi dan uang dolar palsu mengundurkan diri. Pengunduran tersebut dilakukan karena berbagai pertimbangan dan alasan. Hanafi Kasimin jurubicara tim penasehat hukum Edwin Rahadi mengatakannya kepada Pontianak Post, Sabtu (16/4). “Setelah melalui berbagai pertimbangan, rasanya pengunduran diri kami sangat pantas dari kasus ini,” kata dia mewakili advokat lain seperti Noval Hasan, Martin E Silalahi, Agus Setiawan, Julipen dan Jamaludin.
Wahyu Ismir/Pontianak Post
MUNDUR: Hanafi Kasimin mendampingi Edwin Rahadi saat meninjau TKP pembunuhan di Jl Soeprapto VII .
Menurutnya ada berbagai alasan dan pertimbangan matang kenapa para pengacara Edwin Rahadi mengundurkan diri. Pertama mendapatkan petunjuk setelah melakukan beberapa kali shalat istikharah. Petunjuk itu mengarah agar mereka tidak terlibat mendapangim Edwin dalam kasus ini. Selain itu juga datangnya sosok wanita berbaju putih dalam tidurnya. Dalam mimpi tersebut, kata Hanafi, sepertinya memberikan petunjuk melalui suara gadis berbaju putih tersebut. Meskipun tidak memandang dirinya, sepertinya wanita itu meminta sesuatu. Permintaan tersebut berupa ringkasan-ringkasan simbol terkait kasus yang tengah dibelanya saat ini. Hanafi sempat terbangun. Suara wanita itu sangat jelas terdengar dan meminta pertolongan dalam kasus ini. Ke Halaman 11 kolom 5
Ke Halaman 11 kolom 5
SELEBRITAS
BESUK: Mantan Wapres yang juga Ketua PMI Jusuf Kalla mengunjungi korban luka bentrokan sengketa makam Mbah Priok di RS Koja, Jakarta Utara. Dalam bentrokan ini, Jusuf Kalla menilai ada miskomunikasi antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan ahli warisan Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priuk.
SIBUK: Julia Perez siap maju dalam Pilkada Pacitan.
Serius Maju, Sibuk Rapat AKTRIS ‘panas’ Julia Perez alias Jupe tampaknya serius maju sebagai calon Wakil Bupati Pacitan, Jawa Timur. Rencana Mendagri Gamawan Fauzi yang akan merevisi UU No 32/2004 tentang pemerintah daerah dengan memperketat persyaratan pasangan calon kepala daerah, seolah tak memusingkan kepalanya. Jupe kini sibuk menggelar sejumlah pertemuan guna memantapkan rencananya nyemplung ke kancah politik ini. “Waduh, belum bisa ketemu sekarang mas. Jupe masih sibuk rapat. Sekarang aja masih di Bogor,” kata Faisal, salah seorang manajer Jupe. Ke Halaman 11 kolom 5
SENYOM SIMPOL
Ilmu Suling Sakti KATE orangtue, kalau kite punye ilmu, jangan dipamerkan. Tak boleh ditunjok-tunjokkan. Sebab, salah-salah temakan sorang. Maksodnye? Ade langet di atas langet. Kalau pon berilmu, siape tau di atas kite punye gak ilmu yang lebeh. Kerenenye, dari semue ilmu tadi, bolehlah dipakaikan pendinding ilmu padi. Maken berisi, maken nundok. Maken tue dan maok jadi beras, “Toing” Minhard padi pon tetundok-tundok sampai nyentoh tanah. Bebanding tebalek dengan ilmu lalang. Tadak ade isi, tadak ade buah, tapi tetap selalu bediri tegak! Malas orang nguseknye. Kalau kebon udah tumboh lalang, petani pon malas nggarapnye. Haros maen bakar. Mulai induk sampai anak ngan akar-akarnye dicabot, baroklah boleh kebon tu ditanam. Ke Halaman 11 kolom 5
Pelindo Bantah Bayar Rp11 M Danai Penggusuran Makam Mbah Priok JAKARTA--Proses rekonsoliasi antara PT Pelindo II dan keluarga ahli waris Habib Hasan bin Muhammad Al
Haddad alias Mbah Priok terganjal isu tidak sedap. PT Pelindo II dikabarkan mengeluarkan dana siluman Rp11 miliar dalam pembebasan lahan makam 5,4 hektare itu. Dana tersebut diduga disalurkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta melalui
pimpinannya, Harianto Badjuri. Isu itu muncul dalam sidang paripurna DPRD DKI dengan Gubernur Fauzi Bowo pada Jumat malam (16/4). Sejumlah anggota dewan menanyakan aliran dana siluman tersebut dalam forum rapat.
“Ya, itu (pertanyaan seputar dana siluman, Red) memang sempat ditanyakan. Saya sudah perintahkan untuk diusut secara tuntas,” ujar Fauzi Bowo ketika dihubungi kemarin (17/4). Menurut Fauzi, selama ini operasional Ke Halaman 11 kolom 1
PPN Makanan Restoran Dihapus Kurang Sosialisasi Konsumen Masih Dikenakan Pajak PONTIANAK—Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk makanan dan minuman cepat saji di restoran dan rumah makan telah dihapuskan. Namun demikian di daerah, termasuk Pontianak, PPN 10 persen tersebut masih berlaku. Hal itu sesuai dengan Undang-
Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Newah yang disahkan dan diundangkan pada 15 Oktober 2009. Pada pasal 4A ayat 2 UU itu menyebutkan bahwa jenis barang yang tidak dikenai PPN adalah barang tertentu dalam kelompok makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya meliputi makanan dan minuman baik
yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering. Sejumlah anggota DPRD Kota Pontianak dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat Eddy Rasyid, dihubungi Pontianak Post perihal UU tersebut, menyatakan belum mengetahuinya. Mereka bilang, UU tersebut belum tersosialisasi dengan baik hingga ke daerah. Ke Halaman 11 kolom 5
Mengikuti Perayaan Tahun Baru di Thailand di Tengah Demonstrasi Kaus Merah 11:44 15:00 17:48 18:57 04:22
Beri Berkah, Para Biksu pun Buka Stan di Dekat Panggung Tahun baru Thailand biasanya dirayakan dengan sangat meriah. Tapi, tahun ini, kemeriahan itu berkurang karena masih dibayang-bayangi bentrok antara massa Kaus Merah dan militer yang menewaskan 21 orang. Bagaimana suasananya?
AGUNG P ISKANDAR, Bangkok
FESTIVAL Songkran memang mengasyikkan. Itu merupakan festival untuk merayakan tahun baru Thailand yang memberikan kesempatan kepada semua orang
AFP Photo/Madaree Tohlala
TAHUN BARU: Warga Kota Bangkok merayakan tahun baru Thailand dengan saling memercikkan air. Perayaan Festival Songkran kali ini dibayang-bayangi bentrok antara aparat dengan aktivis kaus merah.
untuk bergembira.Yang lebih menggembirakan, warga di Negeri Gajah Putih itu bisa merasakan libur hingga tujuh hari. Resminya, pemerintah Thailand menetapkan hari libur tersebut mulai Senin (12/4) hingga Jumat (16/4). Tapi, kalau digabung dua kali libur weekend Sabtu dan Minggu, warga Thailand bisa puas libur hingga tujuh hari. Yang khas dan mengasyikkan dalam Festival Songkran adalah perang air. Ya, perang air. Dengan senjata pistol air, warga Thailand saling menyemprotkan air. Dari pengamatan, pistol air itu bahkan dibuat khusus. Ada persediaan air dalam tabung yang dipanggul di punggung layaknya backpack. Sebelum disemprotkan, pistol air yang umumnya berlaras panjang tersebut harus ’’dikokang’’. ’’Biar nyemprotnya keras,’’ ujar Suthasinee Jittragamthai, wartawan harian Matichon (koran berbahasa Thailand) yang
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
Ke Halaman 11 kolom 1
Jawa Pos Group Media