23
���������
Pontianak Post
Selasa 18 Mei 2010 M / 4 Jumadil Akhir 1431 H
SELEBRITAS
Muslimah Pertama Miss USA LAS VEGAS--Kontes kecantikan Miss USA tahun ini dimenangi Rima Fakih. Perempuan muslim blasteran Arab-Amerika itu sukses mengalahkan 50 kontestan lain pada malam final di Planet Hollywood, Las Vegas, Minggu malam waktu setempat (16/5). Panitia penyelenggara menyatakan tidak punya catatan apakah Fakih adalah perempuan Arab pertama, atau muslim pertama, atau imigran pertama yang sukses menjadi Miss USA sejak lomba itu diselenggarakan pada 1952. Menjadi yang pertama atau bukan, yang jelas Fakih bahagia. Meski terlihat Rima Fakih gemetaran ketika menjalani sesi peragaan gaun malam, dia yakin bahwa dirinyalah yang membawa pulang mahkota
P e rt a ma da n T e rut a ma di K a l i m a n t a n B a r a t
Eceran Rp. 2.500
Hersan Didakwa Rugikan Negara Rp3 Miliar Penasehat Hukum Minta Walikota Dijadikan Saksi PONTIANAK--Sidang perdana dugaan korupsi pembangunan sirkuit di Gang Flora, Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara dengan terdakwa Gusti HersanAslirosa, digelar di PN Pontianak, Senin (17/5). Sidang dengan majelis hakim yang diketuai Eriantuah Damanik dan Rahman Rajag-
ukguk serta Priyanto sebagai anggota, dengan panitera M.ISya mengagendakan mendengar dakwaan jaksa. Mantan Ketua DPRD Kota Pontianak ini didampingi empat pengacaranya, Rosliansyah, Arif Tridjoto, Ida Bagus, dan Nuryansyah. Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kajari Pontianak Syaiful Bahri SH menjelaskan Hersan telah melawan hukum dengan perbuatan memperkaya diri atau orang lain yang u Ke Halaman 7 kolom 1
Densus Fokus Trio Maut
u Ke Halaman 7 kolom 5
KONGRES DEMOKRAT
Anas Lebih Unggul, Swing Voters Penentu
Sonata, Abu Tholut, dan Upik Lawanga
JAKARTA--Suhu politik di internal Partai Demokrat (PD) semakin memanas. Saling tuding adanya permainan money politics hingga pengkarantinaan sejumlah pengurus DPD dan DPC mengemuka ke publik. Ini terjadi karena pertarungan menuju Demokrat 1 di arena Kongres II PD tinggal menghitung hari. Siapa calon yang akan menjadi ketua umum itu pun masih menjadi pertanyaan. Menariknya, mendekati hari H pemilihan suara, para pemilik suara semakin sulit diprediksi ke mana u Ke Halaman 7 kolom 5 Raka Denny/Jawa Pos
DITUNDA: Sidang pembacaan tuntutan terhadap tersangka teroris, Amir Abdullah di PN Jakarta Selatan ditunda. Amir Abdillah didakwa turut serta dalam aksi terorisme di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, serta diduga pernah menjemput Noordin M Top di Cikopo, pertengahan 2009.
JAKARTA--Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri tak ingin memberi waktu bagi teroris untuk berkonsolidasi ulang. Setelah serangkaian penyergapan berdarah sepanjang pekan lalu, korps burung hantu itu kini fokus mengejar tiga orang kunci dalam jaringan teroris ini. Mereka adalah Abdullah Sonata, Imron Baihaqi alias Abu Tholut, dan Upik Lawanga. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang
menjelaskan, operasi antiteror tidak behenti meskipun beberapa tokohnya tewas. Apalagi, dalam penggerebekan di sejumlah lokasi ditemukan dokumen-dokumen penting tentang jaringan teroris. Misalnya, di rumah Heri Suranto di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, yang digerebek Jumat (14/5). “Dokumen itu sekarang sedang dikembangkan oleh penyidik di lapangan,” kata Edward kemarin (17/5). Tapi, mantan juru bicara kasus Bom Bali 1 itu tak menjelaskan apa isi dokumen yang ditemukan di rumah Heri tersebut. u Ke Halaman 7 kolom 1
Polisi Tetapkan Anwar Tersangka Kasus Pengiriman 62 Butir Peluru ke DPRD Sambas KASUS SUSNO
Polri Akan Periksa Mr Ho JAKARTA--Mabes Polri terus berupaya menuntaskan kasus dugaan suap sengketa ikan arwana yang melibatkan Komjen Susno Duadji. Dalam waktu dekat, penyidik berencana memeriksa sejumlah saksi penting. Termasuk Ho Kian Huat, investor Singapura, yang saat itu menyewa pengacara Haposan Hutagalung. ”Nanti Mister Ho ini juga diperiksa,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang kemarin. Penyidik akan meminta keSusno Duadji terangannya sebagai saksi. Dari pemeriksaan sementara, Haposan yang saat itu bertindak sebagai pengacara Ho mengaku tergerak untuk mencoba menyuap atas inisiatif sendiri. u Ke Halaman 7 kolom 1
SAMBAS--Kasus paket berisi 62 butir peluru di Gedung DPRD Sambas 20 April lalu yang ditujukan kepada anggota legislatif Burhanuddin Usman terungkap sudah. Polisi Resor Sambas menetapkan tersangka Anwar, sekretaris DPC Demokrat Sambas, sebagai pelaku tunggal pengiriman bahan peledak tersebut. Pria
berusia 43 tahun itu kini meringkuk dalam tahanan polres. Kapolres Sambas Ajun Komisaris Besar Winarto kemarin di ruang kerjanya mengatakan penetapan tersangka pada Sabtu (15/5) lalu. Ia menyebutkan Anwar memenuhi panggilan kepolisian untuk dimintai keterangan. “Anwar mengaku telah melakukan perbuatannya di hadapan petugas. Tersangka mengaku hanya sendiri tanpa ada keterlibatan orang lain,” kata kapolres. u Ke Halaman 7 kolom 1
Tarif Penerbangan Haji Rp 16,7 Juta DPR Minta Garuda Turunkan Margin Keuntungan JAKARTA--Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan biaya komponen penerbangan haji pada musim haji 2010 rata-rata
Terberat, Hamka Kena Dua Tahun Enam Bulan Vonis Empat Terdakwa Kasus Suap Cek Perjalanan
USD 1.754 (sekitar Rp 16,7 juta) per jamaah. Besarnya biaya penerbangan itu sudah diperhitungkan berdasar margin keuntungan PT Garuda Indonesia 10 persen. Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi mengatakan, biaya tersebut menggunakan asumsi biaya penerbangan per jamaah USD 1.595 u Ke Halaman 7 kolom 5
Hamka Yandhu
JAKARTA – Empat terdakwa dalam kasus suap penerimaan cek perjalanan (travelers cheque) atas pemenangan Miranda Goeltom sebagai deputi gubernur senior
Bank Indonesia (DGS BI) pada 2004 kemarin (17/5) divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mereka adalah Udju Djuhaeri, Endin A.J. Soefihara, Dudhie Makmun Murod, dan Hamka Yandhu Y.R. Hamka Yandhu mendapat hukuman lebih berat daripada tiga terdakwa lainnya. u Ke Halaman 7 kolom 5
Menyusuri TKI Ilegal yang Kini Ditampung di Shelter Kuching 11:41 15:05 17:45 18:57 04:16
Masuk Lewat Serikin, Kabur Setelah Disiram Air Panas Menjadi TKI Illegal memang mendatangkan banyak resiko. Selain sering mengalami penganiyaan, tidak sedikit dari mereka gajinya tidak dibayar, seperti dijanjikan agen yang tak bertanggung jawab. Dengan demikian, rasa penyesalan lah yang akan mereka alami. Seperti dirasakan Wulansari, salah seorang TKI Illegal yang di tampung di Shelter Kuching Malaysia. Wahyu Ismir/Pontianak Post
WAHYU ISMIR, Biro Pontianak Post Kuching
BERSIH-BERSIH: Wulansari saat ditampung di Shelter Kuching, Sarawak. Gadis asal Sajingan, Kabupaten Sambas ini melarikan diri dari majikan karena tidak tahan mendapat pukulan.
TERBAYANG akan memperoleh pendapatan besar, membuat Wulansari, gadis asal Sajingan, Kabupaten Sambas ini nekad bekerja di Sarawak, Malaysia. Meskipun bekerja sebagai pembantu rumah tangga, karena diberikan janji yang besar, perempuan berusia 20 tahun ini memutuskan meninggalkan kampung halamannya. “Saat itu ada orang yang datang mengaku agen TKI ke rumah. Dia mengatakan gaji yang akan saya terima sekitar 500 ringgit per bulan (Sekitar Rp1.400.000, Red). Dari pada tidak ada pekerjaan, saya ikut agen bekerja di Sarawak,” ujar Wulan, yang sebelumnya hanya seorang putus sekolah dan bekerja membantu orangtuanya berladang. Bekerja di Malaysia bukanlah perkara gampang. Pihak agen meminta bayaran untuk ongkos keberangkatan dan uang paspor. Karena tidak mempunyai biaya, Wulan nekat berangkat melalui Serikin, jalur masuk melalui
Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000
u Ke Halaman 7 kolom 1
Jawa Pos Group Media