Pontianak Post Kamis, 18 September 2008 M / 18 Ramadhan 1429 H P E RTA M A D A N T E R U TA M A D I K A L I M A N TA N B A R AT
18 RAMADHAN 1429 H
04:08
04:18
11:39
Iqbal Sangkal Suap Sebagai Bingkisan
18 SEPTEMBER 2008
14:42
17:43
Eceran Pontianak Rp.2.500
18:51
SELEBRITI
JAKARTA—Setelah diperiksa maraton selama seharian penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menjebloskan dua orang yang pemberi dan penerima suap, Billy Sindoro (BS) dan anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Iqbal (MI) ke dalam tahanan. Selama penyidikan ini, KPK menetapkan waktu 20 hari masa penahanan. Selanjutnya, bakal diperpanjang. Keduanya dijebloskan ke dalam ruang tahanan yang berbeda. MI bakal menghabiskan hari-harinya di ruang tahanan Polres Jakarta Pusat, sedangkan bos PT First Media tersebut bakal menempati ruang
Muhamad Ali/JPNN
MENANGIS: Titi Kamal menangis di depan wartawan, kemarin.
Menangis Disebut Pemanis
tahanan Polres Jakarta Barat. Pemeriksaan terhadap Iqbal rampung sekitar pukul 17.00. Sama seperti saat penangkapan, Selasa (16/9) malam lalu, tak satu pun komentar keluar dari mulutnya. Dia hanya tersenyum ketika menjawab pertanyaan wartawan. Selama seharian, menjalani pemeriksaan Iqbal rupanya juga tak berganti pakaian. Kemeja batik coklat yang dikenakan masih sama seperti ketika dia diringkus. Keberangkatan mantan aktifis mahasiswa ke ruang tahanan itu juga diantarkan anggota keluarganya yang menunggui pemeriksaan Iqbal di gedung KPK,
sejak tertangkap. Memang sejak Iqbal tertangkap,kerabatnya termasuk pengacara Maqdir Ismail terus menunggu di lobi KPK. Sementara Billy diantarkan ke ruang tahanan belakangan. Billy baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.05. Sama halnya dengan Iqbal, Billy juga mengunci mulut. Sebelum masuk ke mobil tahanan, Billy tampak mengatur langkah. Dia rupanya ingin berada ditengah-tengah kepungan polisi yang mengawalnya. ◆ Ke Halaman 11 kolom 1
Dikenal Sosok Sederhana
Sepertinya, kekuatan mental artis cantik, Titi Kamal, untuk menerima sebuah peran, lebih besar daripada kekuatan mental Titi untuk menerima sebuah kritikan pedas. Saat acara jumpa pers film terbaru Titi, Doa yang Mengancam, Titi sempat dibuat meneteskan air mata karena mendapat kritik dari wartawan. Titi mengaku tersinggung dengan pernyataan yang merendahkan
Ke Kantor Naik Bus TERTANGKAPNYA anggota KPPU Mohammad Iqbal membuka mata publik bahwa lembaga itu rawan suap. Dengan gaji Rp 12,5 juta per bulan, anggota KPPU harus melawan pengusaha berduit triliunan. “Kesehariannya, Iqbal itu orangnya
◆ Ke Halaman 11 kolom 5
sederhana. Sebelum mendapat mobil dinas dari pemerintah pada 2007, dulu dia naik bus dari Blok M ke kantor. Dia juga rajin beribadah,” ujar mantan anggota ◆ Ke Halaman 11 kolom 5
MENUNGGU: Istri tersangka kasus suap Anggota KPPU M Iqbal, Andralilianti Seopanji menunggu suami yang tengah diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (17/9).
RAKA DENNY/JPNN
Firman Allah dan Petunjuk Rasulullah AJARAN Islam mewajibkan kita untuk patuh dan taat menjalankan segala petunjuk-Nya dan segala hal yang dilarang-Nya. Oleh karena itu, jangan lagi terlalu banyak bertanya, merasa ragu, misalnya bertanya: Apakah Tuhan itu benar-benar ada? Itu pertanyaan konyol. Karena dalam Al-Qur’an sudah jelas bahwa Allah SWT itu ada. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Allah SWT pencipta dan menggenggam semua alam ini. H Syafruddin Nasution
◆ Ke Halaman 11 kolom 5
Eddy Sofyan Divonis 10 Tahun
Tes DNA Pastikan Mr XX adalah Fauzin
JAKARTA – Eddy Sofyan kini harus lebih lama mendekam di penjara. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kepada Dirut PT Volgreen Indonesia itu. Eddy dinilai terbukti bersalah dalam kasus korupsi pengadaan bus PPD senilai Rp 33,25 miliar. “Terdakwa secara sah dan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama,” kata
Polisi Cari Kaitan Kemat Cs
Naufal Widi A.R/JPNN
◆ Ke Halaman 11 kolom 5
PENJARA 10 TAHUN: Sidang Edy Sofyan di PN Jakarta Selatan, kemarin.
Bambang Hendarso Siap Open House Terkait Seleksi Calon Kapolri oleh Komisi Hukum DPR JAKARTA – Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri siap membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk anggota Komisi III DPR (yang membidangi hukum) dalam fit and proper test. Tidak hanya kepada anggota DPR, Akpol lulusan tahun 74 itu juga
mempersilakan wartawan untuk ikut hadir. Jenderal bintang tiga yang ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri itu juga siap menjelaskan asal hartanya. “Silakan saja. Wartawan juga boleh datang dan melihat bagaimana kehidupan saya sehari-hari,” kata Bambang di Bareskrim Polri kemarin (17/9). Mantan Kapolda Sumut itu mengatakan belum mendapatkan pemberitahuan tentang waktu kedatangan anggota komisi III ke rumah pribadinya di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta
Selatan. Namun, beredar kabar bahwa komisi yang membidangi hukum itu akan datang pada Jumat besok (19/9). Bambang sebelumnya menyatakan telah melaporkan jumlah kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semasa awal menjabat Kabareskrim. Namun, dia lupa jumlah harta yang dilaporkannya itu. “Pokoknya nanti ikut datang saja dan lihat sendiri bagaimana keadaan rumah saya,” imbuhnya. Bambang ditunjuk sebagai pengganti ◆ Ke Halaman 11 kolom 5
JAKARTA—Kontroversi identitas kerangka yang ditemukan di kebun tebu Bandar Kedungmulyo, Jombang, pada 29 September 2007 berakhir sudah. Molor dari janji semula, Mabes Polri akhirnya mengumumkan secara resmi identitas kerangka yang sebelumnya dikenali sebagai Asrori alias Aldo itu. Seperti diduga, kerangka yang dilabeli Mr XX itu adalah Fauzin Suyanto, warga Nganjuk yang hilang sejak 21 September 2007. Pengumuman disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol R Abubakar Nataprawira, Direktur I Keamanan dan Trans Nasional Bareskrim Polri Brigjen Pol Badrodin Haiti, dan Kabid Dokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol Mussadeq Ishaq di Mabes Polri kemarin (17/9). “Hasil tes DNA kerangka itu match dengan DNA Suyati. Kesimpulan kami, Mr XX adalah anak biologis Ny Suyati, orang yang mengaku ibu kandung Fauzin Suyanto,” kata Musaddeq. Polisi sangat yakin akan proses tes ◆ Ke Hal 11 kolom 1
Belajar Membagi Zakat dari Para Muzaki yang Pernah Bermasalah
Bupati Datangi Warga, GG Setel Musik, Ponpes Kerahkan Ambulans
Online: http://www.pontianakpost.com/
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Samawi. Lebih dari Syaichon, Idham bukan hanya seorang pengusaha, namun juga orang nomor satu alias bupati di daerah dekat Jogjakarta itu. Sejak menjabat bupati pada 2000, setiap tahun pejabat perokok berat tersebut mengeluarkan zakat dengan nilai sampai ratusan juta. Maklum, selain menjabat bupati, Idham menjadi bos di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, sampai peternakan sapi. Dia juga pemilik modal sebuah harian di Jogja. Belum lagi, menjadi komisaris sejumlah lembaga keuangan dan perbankan. ’’Kalau sekadar zakat 2,5 persen yang disisihkan dari gaji bupati, jumlah zakat ratusan juta tentu mustahil,’’ ujar Idham saat ditemui’Radar Jogja (Jawa Pos Group) kemarin (17/9). Miftahudin-Bantul, dan Pembagian zakat dengan jumlah melimpah itulah Famy Decta-Probolinggo yang membuat ribuan warga Bantul setiap tahun menyerbu kediaman bupatinya untuk mendapatkan uang zakat. ’’Saya mendapatkan semua ini dari Bantul, JIKA Pasuruan punya tokoh Haji jadi harus membaginya untuk warga Bantul,’’ ujarnya. Syaichon, hartawan muzaki (pembagi JPNN Idham, tampaknya,’’’sangat menikmati’’ posisi zakat) yang zakatnya setiap tahun selalu SABAR: Aparat polisi membantu ibu lanjut usia mengambil zakat di Ponpes ditunggu, Bantul memiliki H M. Idham Raudlatul Jannah, Probolinggo, kemarin ◆ Ke Halaman 11 kolom 1 Tragedi tewasnya 21 orang gara-gara antre zakat di Pasuruan mengagetkan pengusaha serta pejabat yang selama ini memilih pembagian langsung. Mereka kini berpikir lebih dalam tentang dampak cara yang ditempuh itu. Banyak yang berubah, namun tak sedikit pula yang nekat meneruskannya.
*Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000 Jawa Pos Group Media